Komunitas Mantan Hizbut Tahrir

Khilafah di Masa Depan menurut al Qur’an & as Sunnah

26 Agustus 2008 · & Komentar

BAGAIMANAKAH KHILAFAH AKAN DATANG ?

Khilafah adalah perkara besar yang tak mungkin terlewatkan dalam al Qur’an dan as Sunnah.
Apakah dimasa kita ini khilafah akan berdiri ?
Kapankah masa berdirinya khilafah tersebut ?
Apakah khilafah tersebut didirikan oleh Hizbut Tahrir ?
Atau oleh siapakah ?

Pertanyaan yang insyaAllah sangat mudah bagi mereka yang mempelajari dan mengimani al Qur’an dan as Sunnah.

Allah –subhanahu wa ta’ala- berfirman dalam QS. An Nur [24] :55 ;
“Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan beramal sholih, Ia akan benar-benar memberikan kepadamu kekuasaan KEKHILAFAHAN di atas bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merobah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik.

Ternyata syarat agar kaum muslimin diberi kekuasaan kekhilafahan oleh Allah, berdasarkan ayat janji Allah -subhanahu wa ta’ala- tersebut diatas, adalah yang pertama masalah kualitas keimanan ummat Islam itu sendiri yaitu menjauhkan segala macam kesyirikan dan menutup rapat-rapat pintu yang mengarah kesana.
Kemudian yang kedua adalah kualitas amal shalih ummat Islam yaitu amal yang ikhlas dan ittiba’ kepada Rasul semata tanpa ada tambahan-tambahan baru yang tidak pernah dicontohkan oleh generasi salaful ummah.

1. Kapan khilafah akan Datang

Diriwayatkan oleh Hudzaifah -radliallahuanhu- secara marfu’ kepada Nabi -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- beliau bersabda :
“Masa ke Nabi an akan terjadi dalam masa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian Allah akan mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk mencabutnya. Setelah itu berdirilah kekhalifahan sesuai dengan sunnah Nabi dalam masa yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah akan mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk mencabutnya. Setelah itu berdirilah kerajaan yang sangat berkuasa dalam masa yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah akan mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk mencabutnya. Setelah itu berdirilah kekuasaan diktator dalam waktu yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah akan mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk mencabutnya. Setelah itu berdirilah kekhalifahan sesuai dengan sunnah Nabi, kemudian beliau -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- diam”.

(HR Ahmad dalam Musnad nya, dishahihkan oleh al hafizh Al Iraqi dan al albani)

Keterangan :

Dzahir hadits diatas menjelaskan pada kita bahwa saat ini kita berada di kurun pasca dan pra khilafah ala manhaj nubuwwah (ditengah-tengah masa) entah di zaman kerajaan besar atau zaman penguasa yang diktator. Khilafah ala manhaj nubuwwah akan hadir setelah dua zaman tersebut.

2. Dalil bahwa satu-satunya Khalifah yang Ditunggu Itu adalah Al Mahdi -alaihis salam- dan bukan yang lain

Bersabda Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- :
“Sungguh bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman dan kesemena-menaan telah penuh, maka Allah akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari ummatku (dalam hadits lain keturunanku), namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapak ku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan sedikitpun dari tetesan airnya, dan bumi tidak akan menahan sedikitpun dari tanam-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun atau 8 tahun, dan paling lama 9 tahun”.

(HSR Thabrani, Al Bazzar, dan Abu Nu’aim. Dishahihkan oleh Imam As Suyuthi dalam Al Jami’ dan disetujui keshahihannya oleh al albani)

Keterangan :

Disini dijelaskan oleh Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- bahwa sebelum turunnya al Mahdi -alaihis salam- bumi sedang penuh dengan kezhaliman dan kesemena-menaan , oleh karena itu tidak mungkin al Mahdi di turunkan setelah adanya khilafah rasyidah akan tetapi dapat dipastikan bahwa al Mahdi lah khalifah yang pertama kali setelah zaman kedzaliman ini.

Zaman kedzaliman dan kesemena menaan adalah zaman kita ini, sehingga setelah ini khilafah hanya akan berdiri oleh al mahdi yang bernama Muhammad bin Abdillah, bukan oleh organisasi/ harokah manapun.

3. Siapakah khalifah Al Mahdi -alaihis salam-

Bersabda Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- :
“Akan terjadi suatu perselisihan ketika meninggalnya seorang khalifah (penguasa pengganti). Maka keluarlah seorang laki-laki dari penduduk Madinah dan ia lari ke Makkah. Lalu datanglah kepadanya orang-orang yang berasal dari penduduk Makkah, dan mereka membawa laki-laki tersebut dengan paksa. Kemudian mereka membai’atnya antara sudut Ka’bah dengan Maqam Ibrahim”.

(HR Ahmad dan Abu Dawud dari Ummu Salamah –radliallahuanha-, dishahihkan Al Haitsami dalam Majma’ az Zawaid, dan di hasankan oleh Ibnul Qayyim, dan terdapat syawahid (penguat) hadits serupa dari ‘Aisyah –radliallahuanha-)

Keterangan :

Tidak disebutkan oleh hadits ini (Hadits wafatnya seorang khalifah sebelum munculnya al mahdi) seperti apakah kondisi khalifah yang meninggal sebelum munculnya al mahdi ini, namun mengingat banyak hadits menyebutkan bahwa sebelum al mahdi muncul di dunia ini penuh dengan kedzaliman, maka khalifah yang meninggal ini pastilah bukan khalifah ber manhaj nubuwwah, dan faktanya memang saat ini telah banyak pihak yang mengklaim sebagai khalifah, misalnya khalifah NII, Khalifah Jama’ah Islamiyah, bahkan manhaj salafy (wahhabi di) saudi juga menganggap raja saudi sebagai khalifah dan banyak diantaranya yang menulis tentang Daulah Su’udiyah. Dan yang terakhir inilah yang paling berkemungkinan yang dimaksudkan hadits tersebut mengingat al mahdi muncul di haramain.

Disini dijelaskan oleh Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- bahwa al Mahdi -alaihis salam- adalah salah seorang dari penduduk Haramain, bukan penduduk Indonesia, bukan penduduk Iran, dan faktanya di haramain hingga kini tidak tampak eksistensi harokah-harokah Islam melainkan hanya sedikit sekali dan itupun secara diam diam. Sehingga al mahdi dari dzahir hadits tersebut sepertinya bukan dari kalangan harokah harokah yang gencar berda’wah di Indonesia.

Pembaitan al mahdi terjadi di Makkah oleh ulama penduduk haramain karena waktu itu di Haramain (sekarang masuk wilayah saudi arabia) sedang terjadi kekosongan kekuasaan pemerintahan akibat meninggalnya penguasanya sehingga terjadilah pertikaian perebutan kekuasaan. Al mahdi dibaiat sebagai solusi atas adanya konflik pemerintahan di haramain dan sekitarnya.

Setelah resmi dibaiat sebagai amir haramain dan sekitarnya (amir negeri saudi saat ini – wallahua’lam), al mahdi masih menghadapi tantangan dari penguasa penguasa lainnya di Semenanjung arabia (Timur Tengah).

4. Siapa Saja yang Akan Diperangi dan Memerangi Al Mahdi -alaihis alam-

Telah bersabda Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- :
“Kamu akan memerangi semenanjung arabia, lalu Allah akan menaklukkannya untukmu. Setelah itu Persia, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu, Kemudian Rum, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian kamu akan memerangi Dajjal, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu”.

(HR Muslim dari Nafi’ bin Atabah. Juga Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah)

Keterangan :

Yang dimaksud dengan semenanjung arabia dalam beberapa riwayat adalah kekuasaan as Sufyani yaitu anak keturunan Khalid bin Zaid bin Abi Sufyan dari bani Umayyah (pihak ayah) dan bani Kalb (pihak Ibu). As Sufyani saat itu adalah salah satu penguasa yang berpengaruh di Timur Tengah, jadi bukan penguasa Iran karena Iran adalah wilayah Persia, juga bukan penguasa saudi, karena al mahdi lah penguasa saudi saat itu yang menggantikan dinasti saudi (jika saudi masih ada).
Adapun bangsa Rum kemungkinan adalah bangsa-bangsa barat salibis yang bersatu memerangi al mahdi.

Penutup

Secara ringkas kita bisa menarik kesimpulan bahwa khilafah ala manhaj nubuwwah akan berdiri tidak oleh harokah harokah da’wah manapun yang saat ini ada, melainkan didirikan secara spontan oleh ulama dan penduduk haramain yang membaiat seorang yang sholih dari penduduk haramain bernama Muhammad bin Abdillah karena saat itu negerinya sedang kosong kekuasaannya dan terjadi perebutan kekuasaan yang tidak sehat.

Jika sebelum peristiwa itu ada yang mengklaim telah mendirikan khilafah maka hal itu pasti bukan khilafah ala manhaj nubuwwah namun bisa jadi hanyalah khilafah ala manhaj Fulan yang mengatasnamakan khilafah islam, yang menyebut diri sebagai khilafah namun prakteknya penuh dengan penyimpangan dan kesewenang-wenangan. Sebagaimana dzahir hadits Nabi yang mengatakan bahwa sebelum berkuasanya al mahdi maka dunia ini akan dipenuhi kesewenang-wenangan.

Wallahu ta’ala a’lam wahuwal musta’an

Ba’da Isya’, 27 Sya’ban 1429

(pengelolakomaht@yahoo.co.id)

Kategori: Tentang HIZBUT TAHRIR

267 tanggapan so far ↓

  • aljirbani // 27 Agustus 2008 pada 13:31 | Balas

    Saudaraku…
    ada maksud apa menggunakan nama mantanht, mengapa tidak langsung saja menggunakan nama khas saudara, mengapa masih dibawah bayang2 ht…kalau bukan memiliki maksud tertentu. menasehati…? bukan begini caranya…
    banyak personil, tempat dan sarana yang merepresentasikan kelompok yang anda ingin “nasehati” itu…
    mengapa saudara tidak langsung menggunakan nama salafi. apa anda khawatir cerita munculnya kelompok anda diketahui oleh masyarakat.

    • lagi bebas nihhhh..... // 14 Mei 2009 pada 01:00 | Balas

      Saudaraku Aljirbani…….
      artinya Mas mantan itu dia pernah d HT tapi dah Pensiun Dini…..Alhamdulillah beliau mendapat Hidayah dari Allah Azza Wa Jalla makanya mutuskan Pensiun dini.

  • pengelolakomaht // 28 Agustus 2008 pada 00:28 | Balas

    Saya seorang mantan ht yang kini bermadzhab dzahiri, bukan anggota organisasi manapun termasuk salafy.

    Saya menggunakan nick mantan ht insyaAllah justru untuk memperhalus, sebab jika tidak saya tentu pakai nama anti ht atau bekas ht.

  • aljirbani // 28 Agustus 2008 pada 12:37 | Balas

    saudaraku…
    dari pada baca tulisan yang meretakkan ukhuwah, lebih baik tidak baca.
    maafkan saudaramu…

  • yeni // 31 Agustus 2008 pada 14:36 | Balas

    Wah, tulisan ini pemilik blog ini sungguh tidak berbobot. saya bukan orang HT dan bukan orang harakah, saya orang awam, tapi saya melihat dalil-dalil dan hujjah-hujjah yang dikeluarkan oleh HT masih ketimbang lumayan dari tulisan di blog ini. Maaf, kalau boleh dibilang, tidak ada bobotnya sama sekali, jadi pantas sajalah temen-temen HT pada nggak menggubrisnya. Sebaiknya mas yang mau nulis di blog ini belajar islam yang mendalam lebih dahulu.. Itu saran saya, maaf..

    By: Yeni at Kairo.

  • aljirbani // 1 September 2008 pada 12:05 | Balas

    saudaraku…
    apakah antum masih ngeraguin perjuangan penegakkan khilafah ya, aku coba yakinin ya…

    UMAT ISLAM KINI MENEMPATKAN SERUAN KHILAFAH
    DALAM PETA POLITIK INTERNASIONAL

    Selama bertahun-tahun, para politikus Barat telah melakukan serangan terhadap tuntutan penegakan Khilafah.
    Dengan menunjuk para pelaku peledakan Bom London, Juli 2005, mantan PM Inggeris, Tony Blair, menyatakan seraya mendefinisikan pemikiran mereka sebagai Pemikiran Barbar. Dia tidak hanya berhenti sampai di situ. Blair, bahkan kemudian menambahkan, “Perundang-undangan syariah di dunia Arab akan mengantarkan terbentuknya satu kekhilafahan untuk seluruh umat Muslim.”
    Menteri Dalam Negerinya yang kala itu adalah Charles Clark pun ikut memberikan pernyataan, dalam dialognya dengan para pemikir Amerika sayap kanan, Heritage Foundation, “Kita tidak akan pernah mentolelir apapun perbincangan tentang pendirian Khilafah. Kita juga tidak akan mentolelir apapun perbincangan tentang wajibnya perundang-undangan (hukum) syariah.” George W. Bush telah mengomentari topik tersebut seraya menyatakan, “Mereka mengharapkan berdirinya entitas politik yang sadis di Timur Tengah, yang mereka sebut Khilafah. Mereka ingin memerintah semua orang dengan ideologi kebencian ini.”
    Pada Juli 2007, Menteri Pertahanan Inggeris yang baru, Lord Wist, saat menceritakan para pelaku yang berusaha meledakkan mobil di London, telah menyatakan, “Mereka adalah kaum Rasis dan Puritan. Mereka sedang mencari kekuatan. Mereka adalah orang-orang yang gila harta, dan selalu berbicara tentang Khilafah.” Seruan Khilafah benar-benar telah digambarkan dengan gambaran ekstrim dan digambarkan, bahwa Khilafah adalah tujuan para Teroris.
    Perbincangan tentang Khilafah pun telah terjadi, dan itu pun selalu dikaitkan dengna kekerasan. Padahal, tuntutan dan perjuangan untuk menegakkan Khilafah, sejak Khilafah itu dihancurkan tahun 1924 H, dengan nyata telah berlangsung tanpa kekerasan, dan perjuangan tersebut murni merupakan perjuangan politik.
    Namun, dengan pertolongan Allah SWT. semua upaya dan keikhlasan umat Islam dalam sebulan benar-benar telah membuktikan, bahwa Khilafah tidak terkait dengan kekerasan. Kaum Muslim pun menganggapnya sebagai agenda utama (vital) dan hukumnya wajib. Khilafah juga merupakan satu-satunya alternatif bagi kerusakan, kezaliman, pendudukan, perpecahan, kekacauan dan instabilitas yang kini sedang mendera dunia Islam.
    Sepanjang bulan Rajab, dan sepanjang Peringatan Runtuhnya Khilafah, Hizbut Tahrir telah melakukan serangkaian konferensi di seluruh dunia, yang didukung ratusan ribu kaum Muslim yang dengan jelas sedang menyerukan tegaknya Khilafah. Hizbut Tahrir menjelaskan metode intelektual dan politik untuk menegakkan Khilafah. Kaum Muslim pun telah membuktikan, bahwa Khilafahlah satu-satunya sistem pemerintahan yang sahih dan adil, yang harus memimpin dan menggantikan sistem Demokrasi yang penuh kebohongan, sistem kepemilikan yang rusak dan kezaliman yang terjadi saat ini.
    Di London, lebih dari 2500 orang telah menghadiri Konferensi Khilafah yang diadakan di Alexandria Palace, London, yang digambarkan oleh koran New York Times sebagai “Serangan Pertama terhadap Para Pengkritiknya”. Di kota Ramalah, Palestina, lebih dari 12000 kaum Muslim telah menghadiri longmarch yang menyerukan penegakan Khilafah. Di Sudan, ratusan ulama’ kaum Muslim telah mengikuti dialog tentang Khilafah. Di masing-masing, Malaysia, Belanda, Yaman, Ukraina dan Libanon ribuan orang telah berkumpul untuk mendialogkan dan mendiskusikan Khilafah, bahwa Khilafah merupakan jalan masa depan dunia Islam.
    Sementara Konferensi Khilafah Internasional di Indonesia yang telah dihadiri oleh lebih dari seratus ribu kaum Muslim di salah satu stadion sepakbola terbesar di dunia telah menjelaskan kepada siapa saja yang masih mempunyai mata tentang orientasi kaum Muslim yang begitu kuat menuju Khilafah. Ketika rayah berkibar, massa pun menggemakan takbir, dan berbagai orasi kemudian disiarkan melalui al-Jazerah, BBC, Reuters dan lain-lain, kepada jutaan kaum Muslim di seluruh dunia yang telah bergembira dan terus berdoa kepada Allah SWT. agar segera menolong seruan ini.
    Wahai kaum Muslim yang Mulia:
    Sesungguhnya Khilafah bukanlah monopoli salah satu kumpulan atau kelompok Islam. Khilafah adalah sistem politik Islam yang sama-sama kita harapkan. Sistem tersebut merupakan bentuk kefarduan yang agung, yang telah Allah SWT. tetapkan. Konferensi-konferensi ini, selain menjelaskan adanya kekuatan yang tengah membimbing kaum Muslim menuju tegaknya Khilafah, juga telah meruntuhkan berbagai serangan yang dipenuhi kedengkian, berbagai kritik yang keliru, serta berbagai kebohongan yang telah dihembuskan oleh musuh-musuh Islam dan kaum Muslim selama bertahun-tahun. Maka, menjadi kewajiban kita untuk memahami keagungan sistem dan struktur Khilafah, serta mempertahankan massa yang mendukung Khilafah, yang dengan pertolongan dan kekuasaan Allah telah berhasil dibangun.
    Hudzaifah al-Yaman berkata, Rasulullah saw. bersabda:
    “Akan ada di tengah-tengah kalian zaman kenabian. Maka, dengan kehendak Allah, ia pun tetap ada, kemudian Dia pun mencabutnya, jika Dia memang berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian akan ada zaman Khilafah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah, maka dengan kehendak Allah, ia pun tetap ada, kemudian Dia pun mencabutnya, jika Dia memang berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian akan ada zaman penguasa yang zalim, maka dengan kehendak Allah, ia pun tetap ada, kemudian Dia pun mencabutnya, jika Dia memang berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian akan ada zaman penguasa diktator, maka dengan kehendak Allah, ia pun tetap ada, kemudian Dia pun mencabutnya, jika Dia memang berkehendak untuk mencabutnya. Setelah itu, akan ada zaman Khilafah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah. Belia pun kemudian terdiam.” (HR. Ahmad)
    Di sini, di United Kingdom (Inggeris), kita harus menyatukan suara kita dengan umat Islam yang dengan penuh kekuatan sedang mengarah pada perjuangan penegakan Khilafah di dunia Islam. Tentu, kita tidak akan pernah mendukung penggunaan kekerasan. Seruan kita adalah seruan politik yang berpijak kepada tuntunan Rasulullah saw. ketika melakukan serangan intelektual dan politik demi membangun negara Islam pertama di Madinah.
    Kini, Islam, syariah dan Khilafah telah menjadi sasaran tembak kebohongan dan penyesatan pemerintah Barat, dalam rangka menghalangi kaum Muslim memerdekakan diri mereka dari para penguasa zalim dan diktator di negeri kita. Para pemerintah Barat tidak peduli terhadap keamanan.
    Sebaliknya, mereka hanya peduli terhadap keuntungan dan kepentingan strategis mereka sendiri. Aktivitas kita di sini adalah untuk membangun pandangan yang benar tentang Islam, dengan mengemban berbagai pemikiran politiknya, terutama Khilafah, di tengah-tengah komunitas kita, agar mereka mengemban pemikiran ini dan menjelaskannya kepada masyarakat non-Islam di Barat, tempat di mana komunitas kita hidup di sana. Begitu juga menantang segala bentuk kebohongan tentang Islam, kemudian menampilkan keindahan Islam dalam kata dan perbuatan.
    Membangun dakwah yang kuat di Barat dan opini global yang positif tentang Islam dan Khilafah merupakan perkara penting demi mengembalikan bangunan Khilafah di dunia Islam.Kami juga menyerukan kepada Anda untuk bergabung dengan Hizbut Tahrir dalam gerakan internasionalnya untuk Islam, yang non-kekerasan dan basa-basi. Mari kita bergabung dengan saudara-saudara kita di seluruh dunia dan bahu-membahu dengan mereka dalam pertarungan mereka demi mewujudkan tuntutan Khilafah yang terus meningkat hari demi hari.
                          
    “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian para penolong agama Allah, sebagaimana yang dikatakan oleh Isa bin Maryam kepada kaum Hawariyyin, “Siapakah yang sanggup menjadi para penolongku untuk berdakwah di jalan Allah?” Maka, kaum Hawariyyin itu pun menjawab, “Kamilah para penolong agama Allah.” (Q.s. as-Shaf: 14)
    Kami memohon kepada Allah SWT. agar senantiasa menolong kita, dan memudahkan jalan kita dalam perjuangan ini. Amin.

  • aljirbani // 1 September 2008 pada 12:07 | Balas

    saudaraku…
    kalo masih kurang aku tambahin nih…

    DUNIA MENUNTUT TEGAKNYA KHILAFAH

    Islam dalam Khilafah Islamiyah dalam kurun yang panjang pernah berhasil menjadi peradaban agung yang memberikan jaminan kehidupan, memberikan ketenteraman dan kemakmuran kepada manusia baik muslim maupun non muslim. Ketika Khilafah redup dan akhirnya tenggelam, kehidupan pun tenggelam dalam kegelapan kekufuran. Ideologi kapitalisme akhirnya mendominasi dan memimpin umat manusia. Namun Kapitalisme itu justru melahirkan berbagai keburukan dan kerusakan yang mengancam kehidupan umat manusia. Di sisi lain ideologi Sosialisme termasuk Marxisme telah ambruk dan hilang pengaruhnya disamping dalam sejarahnya melahirkan dampak yang tidak kalah buruk dengan Kapitalisme. Maka harapan tinggal kembali kepada Islam. Secara historis, realistis dan keyakinan, tuntutan tegaknya islam dalam institusi Khilafah Islamiyah itu menjadi tuntutan dunia, tuntutan kehidupan umat manusia.

    “Peradaban Islam merupakan peradaban yang paling besar di dunia. Peradaban Islam sanggup menciptakan sebuah negara adidaya kontinental (continental super state) yang terbentang dari satu samudera ke samudera lain; dari iklim utara hingga tropik dan gurun, dengan ratusan juta orang tinggal di dalamnya; dengan perbedaan kepercayaan dan asal suku….Tentaranya merupakan gabungan dari berbagai bangsa yang melindungi perdamaian dan kemakmuran yang belum dikenal sebelumnya. (Carleton S, Chairman and Chief Executive Officer Hewlett-Packard Company, Ceramah tanggal 26 September 2001, dengan judul, “Technology, Business, and Our way of Life: What Next” )
    Will Durant menyatakan : “Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang bagi siapa pun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan menyebar luas, sehingga berbagai ilmu, sastra, falsafah dan seni mengalami kejayaan luar biasa yang menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad” (Will Durant, The Story of Civilization, XIII/151).
    Ia juga menyatakan : “Agama Islam telah menguasai hati ratusan bangsa di negeri-negeri yang terbentang mulai dari China, Indonesia, India hingga Persia, Syam, Jazirah Arab, Mesir bahkan hingga Maroko dan Spanyol. Islam pun telah memiliki cita-cita mereka, menguasai akhlaknya, membentuk kehidupan¬nya dan membangkitkan harapan di tengah-tengah mereka, yang meringankan urusan kehidupan maupun kesusahan mereka. Islam telah mewujudkan kejayaan dan kemuliaan bagi mereka, sehingga jumlah orang yang memeluknya dan ber¬pegang teguh kepadanya pada saat ini sekitar 350 juta jiwa [1926]. Agama Islam telah menyatukan mereka dan melunakkan hati¬nya walaupun ada perbedaan pendapat maupun latar belakang politik di antara mereka”
    Begitulah, negara islam yang didirikan oleh Rasulullah saw bersama para sahabat di Madinah yang pasca Beliau disebut negara Khilafah terus terus berjaya dalam kurunj yang panjang. Khilafah berhasil tampil menjadi negara adidaya tunggal di Dunia dan menggulung negara-negara adidaya sebelumnya baik Persia di Timur maupun Romawi di barat. Kejayaan Khilafah tidak bisa dipungkiri sejarah karena telah terukir sedemikian dalam dalam lempengan sejarah. Wilayah Khilafah berhasil melewati batas-batas benua. Wilayah kekuasaan Khilafah pada satu kesempatan terbentang mulai dari Xinjiang (Uighur) –saat ini masuk wilayah China- di sebelah Timur sampai Maroko dan Spanyol di barat; dan dari India di selatan hingga ke semenanjung Crimea, semenanjung Balkan, kawasan laut Kaspia di Utara. Bahkan sangat boleh jadi Nusantara pun dahulu pernah menjadi bagian dari Khilafah.
    Wilayah seluas itu sebagian besarnya disatukan melalui futuhat (pembebasan). Namun futuhat itu bukan untuk mengeksploitasi kekayaan alamnya, memperbudak rakyatnya dan menjajah wilayahnya. Futuhat itu untuk menyatukan suatu wilayah ke wilayah Khilafah dan kemudian menjadi satu bagian dengan seluruh wilayah Khilafah tanpa ada perbedaan. Kemajuan dan kemakmuran terjadi secara merata. Kemajuan tsaqafah, sains dan teksnologi bukan hanya terjadi di kota-kota awal Khilafah, tetapi menyebar ke seluruh wilayah. Buktinya ulama dalam berbagai bidang tsaqafah, sains dan teknologi muncul dari berbagai daerah kekuasaan Khilafah. Andalusia yang ketika dibawah kekuasaan nashrani Eropa diliputi kegelapan, begitu berada di bawah Khilafah dengan cepat bangkit dan menjadi salah satu pusat peradaban, tsaqafah, sains dan teknologi di wilayah Khilafah dan dunia, sedang pada saat sama Eropa masih berada dalam kegelapan. Eropa bahkan baru terbangun ketika mendapat pancaran sinar peradaban dari dunia Islam. Prof. Sigrid Hunke dalam bukunya “Matahari Allah diatas Dunia Barat hal. 541” menyatakan : “Sungguh, barat tetap dalam keterbelakangan secara kultural, pemikiran dan ekonomi sepanjang waktu ketika eropa mengasingkan dirinya dari islam dan tidak menatapnya. Eropa belum mulai bersinar dan bangkit kecuali ketika Eropa mulai bersinggungan dengan arab baik secara praktis, politik dan perdagangan. Pemikiran Eropa setelah tidur berabad-abad, mulai bangun karena kedatangan sains, teknologi, dan sastra arab.”
    Khilafah sepanjang sejarahnya telah tercatat dengan tinta emas berhasil memberikan kemakmuran kepada rakyatnya di seluruh penjuru wilayahnya. Pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz sudah sangat masyhur kemakmuran yang dicapai negara. Hingga penduduk Afrika pun tidak ada diantara mereka mau mengambil harta zakat karena semuanya kecukupan. Akhrinya harta zakat itu digunakan untuk membeli budak di Eropa dan membebaskan mereka. Mahmud Syakir menukilkan bahwa pada masa Umar bin Abdul Aziz tidak ada penduduk Afrika yang berhak/bersedia mengambil harta zakat. Gaji pegawai negara mencapai 300 dinar (1275 gram emas) atau setara Rp. 89.250.000 jika 1 g emas = Rp. 70.000 (lihat, Mahmûd Syâkir, at-Târikh al-Islâmiy, IV/221).
    George Zaidan dalam bukunya Tamaddun al-Islam menyatakan, tingkat perekonomian Khilafah pada masa Bani Abbasiyah begitu baik. Pada waktu Khalifah al-Manshur meninggal dunia di kasa Baitul Mal terdapat kekayaan sebesar 810 juta dirham (2409.75 ton emas murni, atau saat ini setara ± Rp. 10, 125 T) dan pada waktu Harun ar-Rasyid meninggal terdapat 900 juta dirham (2.677,500 ton perak murni atau sekarang setara ± Rp. 11,250 T). Sampai al-Mansur berpesan :
    “Telah aku kumpulkan untuk kalian di dalam Baitul Mal kekayaan yang berlimpah. Jika sampai dalam periode 10 tahun engkau memerintah tidak ada uang masuk, maka harta yang ada itu cukup untuk membiayai tentara, para pegawai, dan anggaran belanja negara lainnya. Engkau harus bersikap hati-hati, jangan sampai istri-istrimu turut campur dalam persoalan negara; jangan sampai engkau menghabiskan harta rakyat. Lindungilah rakyat dan hindarkan bencana dari mereka. Kumpulkanlah kekayaan negara dan simpanlah baik-baik. Ingatlah, bahwa pegawai yang curang merupakan bencana zaman. Perlengkapilah para tentara dan polisi.
    Engkau harus menyadari, pekerjaan hari ini jangan sampai ditinggalkan hingga esok hari sehingga makin bertumpuk dan tidak mampu lagi dikerjakan. Sediakan beberapa petugas pada waktu malam untuk mempelajari apa yang akan terjadi esok siang. Sediakan pula beberapa petugas pada waktu siang untuk mempelajari apa yang akan terjadi nanti malam.
    Engkau harus secara langsung memeriksa sendiri urusan negara. Jangan engkau menjadi pemarah dan jangan pula menjadi pemalas. Berbaik-sangkalah secara umum, namun kepada para pegawai , terutama pembantumu, gunakanlah sikap “buruk sangka”, agar engkau tetap waspada.”
    Will Durant juga menyatakan : ”Pada masa pemerintahan Abdurrahman III (penguasa Andalusia) diperoleh pendapatan sebesar 12,045 juta dinar emas (51.191.250 gram emas dan jika 1 g emas seharga Rp. 100 ribu, jumlah itu setara ± Rp. 5.119,125 Milyar, pen.) dan diduga kuat bahwa jumlah tersebut melebihi pendapatan pemerintahan negeri-negeri Masehi Latin jika digabungkan. Sumber pendapatan yang besar tersebut bukan berasal dari pajak yang tinggi, melainkan salah satu pengaruh dari pemerintahan yang baik serta kemajuan pertanian, industri dan pesatnya aktivitas perdagangan”. Kemakmuran Khilafah begitu menonjol hingga memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada rakyatnya. Durant menyatakan, “Islam telah menjamin seluruh dunia dalam menyiapkan berbagai rumah sakit yang layak sekaligus memenuhi keperluannya. Contohnya adalah al-Bimaristan yang dibangun oleh Nuruddin di Damaskus tahun 1160, telah bertahan selama tiga abad dalam merawat orang-orang sakit tanpa bayaran dan menyediakan obat-obatan secara gratis. Para sejarawan berkata bahwa cahayanya tetap bersinar tidak pernah padam selama 267 tahun.”
    Pada masa al-Hakim bi Amrillah, di Kaero, Khilafah membangun 20.000 kios dan disewakan dengan harga yang murah. Negara juga membangun perumahan untuk rakyat dan bangunan-bangunan besar yang dilengkapi dengan suplay air, negara menyediakan 50.000 ekor unta untuk mendistribusikan air ke perumahan-perumahan rakyat.
    Kemakmuran Khilafah secara ekonomi juga masih terlihat sampai masa akhir menjelang keruntuhan Khilafah. Pada akhir Khilafah Utsmaniyah, Sultan Abdul Hamid tahun 1900 M membangun jaringan kereta api Hijaz dari Damaskus ke Madinah dan dari Aqaba ke Maan. Juga membangun jaringan fax antara Yaman, Hijaz, Syiria, Irak dan Turki, lalu dihubungkan dengan jaringan fax India dan Iran, semuanya selesai hanya dalam waktu dua tahun.
    Begitulah sejarah panjang Khilafah yang berlangsung selama ± 1300 tahun sarat dengan prestasi yang dicatat dengan tinta emas dalam bidang pemerintahan, ekonomi, pelayanan masyarakat, tsaqafah, budaya, sains dan teknologi, dsb. Namun setelah Khilafah runtuh semua itu hilang dari kaum muslim. Justru kaum mulsim terperosok ke dalam jurang kemunduran, lumpur keterpurukan, ketertinggalan dan kemiskinan.
    Kenyataan hidup kaum muslim sejak hidup tidak lagi dibawah Khilafah sungguh bertolak belakang dengan kenyataan hidup mereka dahulu ketika berada di bawah naungan Khilafah. Namun sayang kenyataan seperti itu belum menyadarkan mayoritas kaum muslim bahwa mestinya mereka kembali melanjutkan hidup dibawah Khilafah dengan mewujudkan tegaknya kembali Khilafah Islamiyah. Hal itu boleh jadi karena masih berharap kepada ideologi kapitalisme yang mengklaim akan membebaskan mereka dari kemunduran, ketertinggalan dan keterpurukan; dan memberikan kemakmuran kepada mereka. Padahal janji-janji kapitalisme itu semuanya hanyalah bualan kosong.
    Ideologi kapitalisme sejak kemunculannya sebagai hasil dari kebangkitan Eropa, sejak awal telah memperlihatkan hasil yang buruk dan menjadi ancaman bagi umat manusia dan kemanusiaan. Akibat buruk itu diantaranya adalah terpusatnya kekayaan pada sebagian kecil anggota masyarakat dan terjadinya eksploitasi terhadap masyarakat oleh kaum kapitalis dan eksploitasi bangsa-bangsa lain oleh negara kapitalis. Diantara akibat buruk itu adalah penindasan kaum kapitalis terhadap buruh yang lalu menimbulkan reaksi munculnya ideologi Sosialisme termasuk Marxisme. Namun Sosialisme dan Marxisme justru lebih dahulu kehilangan pengaruhnya di dunia sejak Uni Soviet runtuh tahun 1990.
    Sekalipun begitu kegagalan Kapitalisme tetap tampak menonjol bagi umat manusia. Ideologi kapitalisme telah melahirkan dampak buruk bagi manusia dalam semua bidang, baik politik dan pemerintahan, ekonomi, sosial budaya, dsb. Disisi lain muncul seruan membangun negara kesejahteraan dengan konsep sosialisme demokratik, yaitu gado-gado antara kapitalisme liberal dengan sosialisme dimana dalam hal politik pemerintahan menggunakan demokrasi, sedangkan dalam hal ekonomi dimasukkan moral dan ide-ide sosialisme. Namun sosdem inipun tidak bisa melepaskan diri dari melahirkan dampak buruk bagi umat manusia. Hal itu karena Sosdem hanyalah kapitalisme yang menyerap nilai-nilai sosialisme.
    Penderitaan yang dialami dunia adalah akibat dari kapitalisme. Setiap hari kurang lebih penduduk dunia bertambah 250.000 manusia; bumi ditambah 60 Juta Ton CO2 dari PLTU, cerobong asap pabrik dan knalpot kendaraan; hutan tropis seluas 63000 x lapangan bola musnah; 2 milyar US$ dihabiskan untuk persenjataan dan 36000 anak-anak meninggal kelaparan
    Terjadi aliran kekayaan dari negara dunia ketiga yang kaya akan SDA ke negara maju. Akibatnya terjadi penyebaran kekayaan di tingkat global yang tidak merata, dimana kekayaan terkonsentrasi di negara maju khususnya di tangan kaum kapitalis. Sebanyak 20% penduduk bumi menguasai 83% kekayaan dunia; mengontrol 81% perdagangan dunia; mendapatkan 81% investasi; menghabiskan 70% energi; menghabiskan 60% bahan pangan. Perbandingan pendapatan 20% yang terkaya di dunia dengan yang 20% yang termiskin = 60 : 1.
    Data Bank Dunia (2003) menunjukkan Dari total jumlah penduduk dunia sebanyak 6.271.698.000, yang berpenghasilan rendah ( $ 9386 US ) sebanyak 971.365.000 jiwa (15 % ). Lihat gambar 1. Dari data ini seakan tidak masalah karena yang berpenghasilan sedang hampir separonya ( 48 % ). Namun jika data yang berpenghasilan menengah dirinci menjadi dua klasifikasi yaitu menengah rendah dan menengah tinggi, akan nampak ada masalah distribusi pendapatan dunia. Data Bank Dunia itu menunjukkan yang berpenghasilan rendah – menengah rendah sebanyak 4,965,411,000 jiwa ( 79 % ) dan yang berpenghasilan menengah tinggi – tinggi sebanyak 1,306,287,000 jiwa ( 21 % ), lihat bambar 2.
    Data FAO (2002), menyebutkan 842 juta penduduk dunia (13%) hidup dalam kelaparan. 780 juta adalah dalam keadaan kelaparan yang amat sangat. Di dunia ketiga, 1.2 miliar orang (19 %) hidup di bawah taraf kemiskinan PBB yaitu pendapatan kurang dari $1 per orang perhari. 153 juta anak-anak di bawah umur 5 tahun di dunia kekurangan makanan. 11 juta mati setiap tahun, lebih separonya akibat kelaparan. Data terkini menunjukkan pertambahan 15 juta orang kekurangan makanan setiap tahun sejak dari 1996.
    Distribusi kekayaan yang tidak merata dan kesenjangan kekayaan itu terjadi baik di negara maju maupun di negara dunia ketiga. Edward N. Wolff, (“Recent Trends in Wealth Ownership, 1983-1998,” April 2000.) mengungkapkan buruknya distribusi kekayaan di AS (lihat gambar 3). Kkesenjangan penguasaan terhadap kekayaan di AS begitu besar, diantaranya :
    • Top 1 % orang Amerika memiliki kekayaan lebih dari total kekayaan yang dimiliki 95 % orang Amerika.

    • Total kekayaan yang dimiliki oleh 1% orang Amerika setara dengan 200 kali total kekayaan gabungan 40 % orang Amerika.
    • Total kekayaan 60 % Orang Amerika setara dengan 500 kali total kekayaan gabungan 40 % orang Amerika.
    • Bill Gates seorang –orang Amerika paling kaya–, mempunyai lebih dari total kekayaan 40 % orang Amerika atau lebih dari total kekayaan 120 juta orang Amerika.
    • Top1% rumah tangga AS memiliki hampir 40 % kekayaan nasional.
    • Top 10% orang Amerika memiliki lebih dari 70 % kekayaan nasional.
    • Top 20% rumah tangga AS memiliki 85 % kekayaan nasional.
    • Top 60% rumah tangga AS memiliki hampir 100%, atau 99.8%, kekayaan nasional.
    • 40 % total rumah tangga AS hanya memiliki 0.2 % kekayaan nasional.
    • 80 % orang Amerika hanya memiliki 15 % kekayaan nasional.

    Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Dengan income percapita sekitar $ 1000 US/th (sekitar 9 juta/orangt/tahun) atau $ 83,3 US/bl atau $ 2,77 US/hr, jika dengan kurs $ 1 US = Rp. 9000,-, maka income percapita penduduk indonesia Rp. 24.300,-/hr. Dengan angka sebesar itu jika benar mestinya tidak ada lagi orang Indonesia yang miskin. Namun data BPS dengan standar kemiskinan berpenghasilan 170 ribuan per bulan terdapat 39,05 juta lebih orang miskin. Dan jika menggunakan standar Bank Dunia dengan garis kemiuskinan $ 2 US/hari/orang, di Indonesia terdapat 110 juta orang miskin.

    Disamping itu di Indonesia belasan juta orang kehilangan pekerjaan. Pengangguran sebanyak 40 juta orang (Kompas, 8/4/06). 4,5 juta anak putus sekolah. Jutaan anak mengalami malnutrisi. Hasil Susenas 2003, 27,3 % balita kekurangan gizi. Atau 4,9 juta dari 18 juta balita mengalami masalah gizi buruk. Tahun 2005, diperkirakan 5, 7 juta anak dari 20,87 juta anak usia 1-4 th mengalami masalah gizi buruk. 8 % yaitu 1,67 juta balita mengalami busung lapar.
    Disamping dampak buruk di bidang ekonomi, kapitalisme juga menimbulkan keburukan di bidang lainnya. Kriminalitas di dunia meningkat. DI AS sendiri menurut Associated Press, lebih dari 50 % warga AS mengaku merasa khawatir akan menjadi korban kejahatan. Perkosaan dan perampokan terjadi hampir tiap menit. Pembunuhan terjadi hampir setiap jam. Di Indonesia sendiri sejak krisis angka kriminalitas meningkat 1000 %.
    Kapitalisme juga menghancurkan institusi rumah tangga dan keluarga. Lebih dari 50 % anak di Inggris adalah hasil hubungan di luar pernikahan. DI AS terjadi lebih dari 2 juta aborsi tiap tahunnya. Angka perceraian meningkat tajam. Di Indonesia sendiri sejak krisis angka perceraian meningkat 400 %. Beban kehidupan semakin terasa berat. Akibatnya orang yang mengalami stress pun meningkat tajam. DI Indonesia penghuni rumah sakit jiwa meningkat 300 %. Akibat stress angka bunuh diri di Barat dan Jepang meningkat. Terjadilah disorientasi kehidupan.
    Kapitalisme juga telah mengakibatkan timbulnya berbagai sengketa dan peperangan dalam rangka penjajahan. PD I dan II, perang Korea, Vietnam, serbuan ke Panama, dan yang paling mutakhir adalah invasi ke Afganistan dan Irak. Disamping itu kapitalisme telah membiarkan jatuhnya ratusan ribu korban sipil. Invasi ke Irak telah menelan lebih dari 600 ribu korban sipil baik wanita maupun anak-anak. Semua itu terjadi hanya atas dasar kebohongan adanya senjata pemusnah massal atau untuk menumbangkan rezim Saddam dan menegakkan Demokrasi.
    Masih banyak akibat buruk Kapitalisme lainnya. Semua itu menunjukkan kegagalan Kapitalisme menjamin kehidupan dan memberikan kemakmuran kepada umat manusia. Karenanya mesti ada sistem alternatif untuk menggantikan Kapitalisme mengatur dunia, menjamin kehidupan dan memberikan kemakmuran kepada umat manusia. Sistem sosialisme termasuk Marxisme telah lebih dahulu menunjukkan kegagalannya dan saat ini telah kehilangan pengaruhnya. Karenanya Sosialisme termasuk Marxisme jelas tidak bisa diharapkan. Tinggallah Islam satu-satunya alternatif itu.
    Berbeda dengan Kapitalisme dan Sosialisme yang tidak memiliki catatan emas dalam menjamin kehidupan, memberikan kemakmuran dan kemajuan bagi manusia, sistem Islam justru telah terbukti sepanjang sejarahnya berhasil mewujudkan semua itu, seperti contoh yang dipaparkan sebelumnya. Karenanya secara historis sistem Islam yang dilaksanakan dalam institusi Khilafah Islamiyah merupakan satu-satunya alternatif ideologi dan sistem untuk menggantikan Kapitalisme dan menghapus berbagai kerusakan yang ditinggalkannya.
    Kapitalisme telah gagal. Kapitalisme pandai menciptakan dan menyebarluaskan problem. Namun Kapitalisme nihil dalam melahirkan solusi. Akibatnya dunia dan umat manusia semakin terancam oleh dampak buruk dan kerusakan yang terjadi akibat Kapitalisme. Realita itu artinya menyerukan upaya penyelematan dunia dan umat manusia. Pertanyaannya, diserahkan kepada siapakah tugas itu?
    Jika diserahkan kepada Sosialisme termasuk Marxisme jelas adalah mustahil. Karena Sosialisme justru telah lebih dahulu ambruk. Disamping dalam sejarah Sosialisme, keburukan yang ditimbulkannya tidak kalah buruk dari Kapitalisme. Jika diserahkan kepada Kapitalisme dan Amerika sebagai pimpinannya saat ini, juga merupakan pilihan yang konyol. Karena selama ini ancaman bagi dunia dan umat manusia itu justru muncul dari Kapitalisme. Kapitalisme telah mendapat waktu untuk mendatangkan solusi, namun masalah yang ada justru semakin parah. Dan AS sendiri justru menjadi salah satu biang kerok permasalahan. Contoh, AS membiarkan saja anak-anak Kolombia dan Meksiko yang diculik untuk diambil organ tubuhnya; AS tidak ikut meratifikasi Protokol Kyoto untuik mengurangi emisi CO2; AS menutup mata dan malah membantu tindakan zalim Israel di Palestina dan Lebanon; AS menginvasi Irak dan Afganistan dan menimbulkan bencana kamanusiaan yang dahsyat; …. dsb.
    Bahkan masalah yang dihadapi dunia tidak bisa disolusi dengan ideologi yang bersifat anthroposentris baik Sosialisme termasuk Marxisme maupun Kapitalisme. Karena justru karakter seperti itulah yang menjadi sumber masalah. Dalam hal ini Zbigniew Brezinski, mantan penasehat keamanan Carter, sendiri memberi pengakuan “bahwa adanya sejumlah orang yang kekurangan tersebut mengisyaratkan pada kenyataan yang menyakitkan dan memalukan yaitu jumlah penduduk Amerika yang hidup di bawah garis kemiskinan adalah 38 juta orang. Sebagian besar dari mereka sama sekali tidak memiliki tempat bernaung (Homeless), dan keadaan ini -menurut gambaran Brezinski- tidak dapat diselesaikan hanya dengan sebuah kekuatan dunia.”
    Karena semua itu, maka realitas yang ada menyerukan diadopsinya solusi dari selain Sosialisme dan Kapitalisme dan yang tidak bersifat anthroposentris. Solusi itu tidak lain adalah Islam. Satu-satunya sistem yang dikenal untuk menerapkan Islam hanyalah institusi Khilafah Islamiyah.
    Saat ini seruan tegaknya Khilafah semakin mendapatkan momentumnya. Setidaknya ada beberapa indikasi untuk itu :
    Pertama, ideologi yang bersifat anthroposentris (Kapitalisme dan Sosialisme) telah gagal. Sosdem yang awalnya digagas di Eropa sebagai gado-gado dari keduanya yang dijadikan sebagai solusi juga gagal. Karenanya solusi itu harus datang dari ideologi yang memiliki sifat transendental dan itu hanya ideologi islam.
    Kedua, secara historis islam yang diterapkan dalam institusi Khilafah Islamiyah telah pernah terbukti mampu memberikan kehidupan yang dipenuhi dengan kebaikan, kemajuan dan kemakmuran bukan hanya kepada kaum muslim juga kepada non muslim.
    Ketiga, eksperimen solusi oleh kaum muslim lewat nation state di berbagai negeri islam juga gagal mengentaskan kaum muslim dari masalah. Sebaliknya kaum muslim justru semakin jauh terperosok dalam kubang kolonialisme.
    Keempat, Islam yang memiliki tiga keunggulan yaitu sesuai fitrah manusia, memusakan akal dan menenteramkan jiwa, memang didesain oleh Allah untuk menjadi solusi bagi semua problem umat manusia dan diperuntukkan untuk seluruh umat manusia (QS. Saba’ : 28). Dan Allah menjamin bahwa Islam akan memberikan kehidupan (QS. al-Anfâl : 24) dan akan menjadi rahmat bagi seluruh dunia (QS. al-Anbiyâ’ : 107).
    Kelima, saat ini penerapan islam yang diperhitungkan dunia akan mampu menumbangkan Kapitalisme atau menjadi ancaman bagi ideologi Kapitalisme hanyalah penerapan Islam dalam institusi Khilafah Islamiyah. Hal itu nampak dalam hasil-hasil kajian lembaga thinkthank barat seperti Heritage Foundation, Rand Corporation, Nixon Centre, National Inteligent Council AS, dsb. Juga dalam berbagai ungkapan yang terlontar lewat mulut para pejabat di barat.
    Keenam, semakin mengentalnya kesadaran di dalam diri umat. Diantaranya adalah kesadaran akan keislaman; kesadaran terhadap rusaknya ide-ide selain islam; kesadaran akan persatuan umat; kesadaran tentang siapa sejatinya musuh islam dan kaum muslim; pemahaman tentang jati diri para penguasa di negeri islam; dsb.
    Ketujuh, pemahaman dan kesadaran tentang problem utama kaum muslim yaitu tidak diterapkannya islam dalam institusi Khilafah Islamiyah terus membesar dan mengental dari waktu ke waktu. Semakin banyak element umat yang serius memperjuangkan pendirian Khilafah. Zeyno Baran dari lembaga Thinkthank di AS, Nixon Centre, dalam testimoninya di depan The United States House of Representatives pada 16 Pebruari 2006 menyatakan dengan jelas : “sampai beberapa tahun lalu mayoritas kelompok islam menganggap pendirian kembali Khilafah hanyalah utopia. Sekarang, semakin banyak orang yang menjadikan pendirian Khilafah sebagai tujuan serius jangka panjang”.
    Kedelapan, seruan penerapan syariah islam dalam institusi Khilafah semakin mendapat sambutan dari umat. Dalam banyak kesempatan aksi di berbagai negeri islam seruan penegakan islam dan khilafah mendapatkan dukungan begitu besar yang mengejutkan semua pihak bahkan hingga penyelenggara aksi sendiri. Hal itu seperti yang terjadi di al-Khalil, Ramalah dan al-Quds pada Agustus tahun lalu yang berhasil menghimpun dukungan peserta aksi puluhan ribu bahkan sampai 35 ribu di al-Khalil. Begitu pula aksi di London. Seruan menegakkan islam di Kirgystan dalam momentum shalat Idul Fitri berhasil menghimpun 200 ribu peserta. Seruan penegakan Khilafah telah menjadi seruan yang bersifat mondial dan tidak bisa dibendung lagi. Pusat Kajian Kerajaan Belanda pada Pebruari lalu mengakui bahwa seruan pendirian Khilafah telah menjadi seruan yang mendunia. Dan seruan itu tidak mungkin dibendung dan dihalang-halangi lagi. Di Indonesia sendiri seruan penerapan syariah islam semakin mendapat dukungan dan saat ini telah menjadi arus utama kaum muslim. Hal itu nampak dalam Konggres Umat Islam Indonesia IV (KUII IV) 20 April 2005 yang merekomendasikan : “menjadikan syariat Islam sebagai solusi bagi persoalan bangsa”. Juga Munas MUI yang dihadiri oleh ulama seluruh Indonesia yang mengeluarkan fatwa haramnya ide sekulerisme, pluralisme dan liberalisme. Sementara dukungan umat nampak jelas dalam aksi untuk menyerukan pemberantasan pornagrafi dan pornoaksi yang didukung oleh sejuta peserta, yang ujung barisan berada di depan DPR sementara ekornya masih ada di bundaran HI. Disamping itu majalah Gatra juga menuliskan bahwa sesuai hasil survey Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta menunjukkan dukungan masyarakat terhadap penerapan syariat islam sejak 2001 hingga 2004 terus menaik, yaitu diatas 70 %.
    Kesembilan, bagi kita kaum muslim, perjuangan penerapan syariah islam dalam institusi Khilafah Islamiyah merupakan panggilan akidah. Penegakan khilafah adalah kewajiban yang dibebankan oleh Allah kepada kita. Seluruh ulama kaum muslim sepakat akan wajibnya penegtakan khilafah kecuali al-Asham dan Fuwathi dari Muktazilah dan Najadat dari Khawarij. Eksistensi Khilafah sangat penting bagi agama. Imam al-Ghazali mengungkapkan bahwa “agama adalah pondasi sementara kekuasaan adalah penjaga. Sesuatu yang tanpa pondasi pasti runtuh dan sesuatu tanpa penjaga pasti terbengkalai”. Karenanya Abu Ya’la al-Fara’ dan imam al-Mawardi dengan tegas menyatakan bahwa mengangkat seorang Khalifah (menegakkan Khilafah) adalah wajib. Bahkan Ibn Abidin salah seorang ulama mazhab Syafi’i menyebutnya sebagai ahammul wâjibât (kewajiban yang paling penting). Ibn Taimiyah juga menyatakan : “wajib diketahui bahwa pemerintahan yang mengurusi masyarakat merupakan kewajiban agama yang paling agung (min a’zham wâjibât ad-dîn), bahkan agama tidak akan tegak tanpa pemerintahan.” Lebih jauh beliau menyatakan, “al-Khilafah merupakan subyek bagi khilafah nubuwah … subyek untuk menjaga agama … dan menurut ijmak al-Khilafah merupakan sistem yang wajib”.
    Lebih dari itu, Rasulullah saw bahkan telah menubuwahkan berita akan tegaknya kembali Khilafah yang mengikuti metode kenabian (Khilâfah ‘alâ minhaj an-nubuwah). Beliau juga menubuwahkan bahwa nanti akan kelompok orang yang tidak pernah melihat Beliau tetapi mereka berjuang keras untuk sunnah Beliau, takaran mereka seperti asabiqunal awalun atau sebanding dengan lima puluh orang sahabat.
    Setelah semua itu, pertanyaannya semuanya kembali kepada diri kita. Bahwa islam akan mulia dan Khilafah akan tegak kembali adalah keniscayaan dan kepastian. Semuanya kembali kepada kita, apakah kita akan aktif turut serta secara gigih dalam perjuangan penegakannya yang karenanya kita berkemungkinan akan bisa mendapatykan predikat dan kedudukan mulia di sisi Allah; ataukah kita akan tetap diam dan tidak melibatkan diri dalam perjuangan itu serta merasa cukup menjadi penonton ? Namun haruslah kita ingat bahwa selamanya piala tidak pernah diberikan kepada penonton. Selamanya piala diberikan kepada pemain dan oficial serta semua orang yang terlibat dalam permainan.
    Semua demi diri Kita sendiri, untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Setelah mati, kita semua akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak, tentang umur, tubuh, ilmu dan harta kita selama hidup di dunia, untuk apa? Orang yang mendapatkan kemenangan atau kesuksesan yang besar (faudzu al-adzim) adalah yang hidup di akhirat dengan hasanah (mendapat ridha Allah dan surga). Kesuksesan besar di akhirat hanya dapat diperoleh bila di dunia memeluk aqidah dan melaksanakan syariah Islam, termasuk bergiat dalam dakwah dan perjuangan penegakan syariah dan Khilafah Islamiyah. Kesempatan kita untuk taat pada syariah dan bergiat dalam dakwah hanya selama hidup di dunia. Setelah mati, tidak ada lagi kesempatan. Kita bakal mati setiap saat, maka gunakan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya sebelum semua berakhir dan tinggallah penyesalan. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian setelah tiba di akhirat tiada guna. Bukankah kita tak ingin menyesal nanti…….? Yâ Allâh yâ Muwaffiq ilâ aqwâm ath-tharîq, waffiqnâ ilayhi wa ilâ kulli al-khayr.

    إِلَهِيْ هَذَا حَالُنَا لاَيَخْفَى عَلَيْكَ, وَهَذَا ضَعْفُنَا ظَاهِرٌ بَيْنَ يَدَيْكَ, اللَّهُمَّ انْصُرْنَا بِكَ لَكَ اللَّهُمَّ انْصُرْنَا بِكَ لَكَ، وَاجْمَعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَكَ، وَحُلْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ غَيْرِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
    اللَّهُمَّ مَنْ أَرَادَنَا وَأَرَادَ لِهَذَا الدِّيْنِ خَيْرًا فَوَفِّقْهُ كُلُّ خَيْرٍ، وَمَنْ أَرَادَنَا وَأَراَدَ لِهَذَا الدِّيْنِ شَرًّا فَخُذْهُ أَخْذَ عَزِيْزٍ مُقْتَدِرٍ فَإِنَّهُ لاَيُعْجِزُكَ
    اللَّهُمَّ مَنْ زَرَعَ البَاطِلِ قَدْ نَامَ، وَآنَ حَصَادُهُ فَيَسِّرْ لَهُ يَدًا مِنَ الحَقِّ حَاصِدًا يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ.

  • aljirbani // 1 September 2008 pada 12:11 | Balas

    masih kurang juga…

    KHILAFAH: MIMPI ATAU KENYATAAN?

    Opini Anda; May 30th, 2007
    (Tanggapan Atas Tulisan Ziahulhaq, Jumat 12 Mei 2007)
    Sebagaimana tulisan Sdr. (adik) Ziaulhaq, “Khilafah Islam dalam sorotan”, penulis sangat tertarik untuk mendiskusikannya lebih lanjut, baik melalui media Waspada ini, atau dalam pertemuan-pertemuan yang lain. Dengan tidak bermaksud apa pun selain menjelaskan apa dan bagaimana konsep khilafah tersebut, penulis melalui tulisan ini selanjutnya akan menjelaskan beberapa hal tentang konsep khilafah walaupun dalam ruang yang sangat terbatas dan tidak mungkin menjelaskannya sedetail mungkin.

    Kesatuan Khilafah
    Kaum muslim di seluruh dunia wajib berada dalam satu negara yang disebut daulah khilafah. Dan hanya daulah khilafah-lah yang akan menyatukan kaum muslim di seluruh dunia dalam kesatuan gerak dan kekuatan untuk menghadang laju penjajahan, baik secara fisik maupun non-fisik yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Barat. Kesatuan seperti inilah yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw dalam beberapa hadits. Rasulullah saw telah bersabda: “Siapa saja yang telah membai’at imam (khalifah), lalu ia telah memberi genggaman tangannya dan buah hatinya, hendaklah ia menaatinya sesuai dengan kemampuannya. Kemudian jika datang orang lain yang hendak merebut kekuasaannya maka penggallah leher orang itu.” (HR. Muslim). Hadits lain: “Jika dibai’at dua orang khalifah, maka perangilah (Khalifah) yang paling akhir dari keduanya.” (HR. Muslim).
    “Dulu Bani Israel diurusi oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi meninggal, nabi yang lain menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku dan akan ada para khalifah dan (jumlah) mereka banyak.” Para sahabat bertanya, “Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi saw bersabda, “Penuhilah bai’at yang pertama, yang pertama saja. Berikanlah kepada mereka hak mereka, karena sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa yang mereka urusi.” (HR. Muslim). Satu hadits lain: “Siapa saja yang mati, sedangkan di atas pundaknya tidak ada bai’at (kepada khalifah), maka matinya (seperti) mati jahiliyyah.” (HR. Muslim).

    Struktur Negara Khilafah
    Sesungguhnya struktur negara khilafah berbeda dengan struktur semua sistem yang dikenal di dunia saat ini, meski ada kemiripan dalam sebahagian penampakkannya. Struktur negara khilafah diambil (ditetapkan) dari struktur negara yang ditegakkan oleh Rasulullah saw di Madinah setelah beliau hijrah ke Madinah dan mendirikan negara Islam di sana. Struktur negara khilafah juga adalah struktur yang telah dijalankan oleh Khulafaur Rasyidin setelah Rasulullah saw wafat.
    Dengan penelitian dan pendalaman terhadap nash-nash yang berkaitan dengan struktur negara itu, jelaslah bahwa struktur negara khilafah dalam bidang pemerintahan dan administrasinya adalah: 1. Khalifah, 2. Mu’awin Tafwidh (pembantu khalifah dalam bidang pemerintahan), 3. Mu’awin Tanfidz (pembantu khalifah dalam bidang administrasi), 4. Para Wali (gubernur) 5. Amirul Jihad (panglima perang), 6. Keamanan dalam negeri, 7. Urusan luar negeri, 8. Departemen Industri, 9. Kemashlahatan umum (Mashalih an-Naas), 10. Baitul Mal (Kas Negara), 12. Lembaga informasi, 13. Majelis umat (Syura dan Muhasabah). (lihat Hizbut Tahrir, Ajhizah ad-Daulah al-Khilafah).

    Metode Pengangkatan
    Orang yang memimpin kaum muslim layak disebut Khalifah bila telah dilakukan bai’at kepadanya, baik melalui pelaksanaan bai’at yang diambil dari umat secara langsung, maupun melalui ahlul halli wal aqdi (semacam tim formatur), atau melalui Syaikhul Islam (seorang ulama yang sangat dipercaya oleh umat), atau melalui pemilihan umum, sehingga terpilihlah seorang khalifah yang akan dibai’at.
    Yang pasti dalam sistem khilafah tidak pernah ada sistem “putera mahkota”. Khalifah tidak pernah diangkat dengan cara pewarisan tahta (sistem putera mahkota) tanpa adanya bai’at sama sekali. Tidak ada satu pun riwayat atau peristiwa yang menunjukkan bahwa khalifah pernah diangkat dengan cara pewarisan kekuasaan tanpa melalui bai’at. Memang pernah dijumpai pengambilan bai’at yang keliru. Ada sebahagian khalifah yang mengambil bai’at dari rakyat pada saat ia masih hidup untuk anaknya, atau saudaranya, keponakannya, atau salah seorang anggota keluarganya. Namun, setelah itu bai’at diulangi lagi untuk orang yang ditunjuk setelah khalifah meninggal. Pelaksanaan seperti ini menunjukkan adanya penyalahgunaan dalam penerapan bai’at dan bukan menunjukkan pengakuan adanya sistem pewarisan tahta atau putera mahkota.
    Hal ini sama persis dengan penyalahgunaan yang terjadi pada tatacara “pemilu” untuk memilih anggota parlemen, kepala negara atau kepala daerah dalam sistem demokrasi, yang prosesnya tetap disebut sebagai pemilu dan bukan sebagai penunjukan, sekalipun yang menang dalam pemilu adalah orang-orang yang dikehendaki oleh pemerintah atau terjadinya manipulasi data. Dengan demikian, pengangkatan seorang khalifah hanya melalui bai’at saja dengan ridha dan kebebasan memilih serta memenuhi syarat-syarat in’iqadul khilafah. Dan tidak sah apabila bai’at dilakukan melalui intimidasi atau paksaan dan melalui iming-iming uang.

    Penerapan Sistem Islam
    Penerapan sistem Islam oleh Khalifah dimanifestasikan dalam lima bidang, yaitu hukum-hukum syara’ yang berkaitan dengan masalah (1) sosial (yang mengatur interaksi pria dan wanita), (2) Ekonomi, (3) Pendidikan, (4) Politik dalam dan luar negeri, dan (5) Pemerintahan. Hukum-hukum yang menyangkut kelima bagian ini telah diterapkan oleh negara Islam sejak zaman Rasulullah saw sampai jatuhnya daulah khilafah tanggal 3 Maret 1924 di Turki.
    Penerapan kelima bidang ini sangat diakui oleh sarjana mana pun termasuk sarjana barat. Seperti buku, Allah Sonne ueber dem Abendland (Matahari Allah di atas Dunia Barat), karya sejarahwan dari Jerman, Dr. Sigrid Hunke, yang melukiskan sangat rinci dalam bidang pendidikan yang dibangun sangat agung oleh para khalifah. Penerapan kelima bidang ini juga dapat ditemukan melalui berbagai dokumen di berbagai museum besar di dunia Islam, terutama di Kairo, Damaskus, Baghdad dan Istambul. Bahkan, sebahagian dokumen itu telah diangkut ke museum-museum Barat, seperti di Leiden (Belanda), Paris dan New York.
    Misalnya di Aya Sofia, museum Istambul yang sebelumnya masjid, dan sebelumnya lagi katedral, dipamerkan surat-surat Khalifah yang menunjukkan kehebatan Khalifah dalam memberikan jaminan, perlindungan dan kemakmuran kepada warganya maupun kepada orang asing pencari suaka, tanpa memandang agama mereka. Misalnya lagi, surat ucapan terima kasih dari pemerintah Amerika Serikat atas bantuan pangan yang dikirim Khalifah ke Amerika Serikat yang sedang dilanda kelaparan (pasca perang dengan Inggris) abad ke-18 dan lain sebagainya.

    Penutup
    Jadi jelaslah bahwa negara Islam di Madinah pada masa Rasulullah saw sampai pada masa kekhilafahan Islam telah mempunyai luas daerah sendiri, yang dimulai dari daerah Madinah sampai menguasai 2/3 dunia. Adapun yang berkaitan dengan undang-undang telah dimulai oleh Rasulullah saw melalui piagam Madinah (ash-Shahifah al-Madinah) (lihat Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam). Dan tidak perlu diragukan lagi tentang pengakuan negara lain, baik pada masa Rasulullah saw, maupun pada masa Khalifah sesudahnya. (lihat Dr. Ali Muhammad ash-Shalabi, ad-Daulah ‘utsmaniyah ‘awamil an-nuhudh wa asbabu as-suquth).
    Jika dikatakan khilafah adalah ‘mimpi’, seperti yang dituliskan oleh sdr. (adik) Ziaulhaq, dan seperti pernyataan Ulil Abshor Abdalla (koordinator JIL) atau pengurus JIL yang lain yakni Abdul Muqsith al-Ghazali, dalam beberapa seminar, hemat penulis memang benar, yakni ‘mimpi buruk’ bagi para penentangnya. Sedangkan bagi para pengemban dan orang-orang yang memperjuangkannya adalah ‘mimpi’ yang akan menjadi kenyataan sebagaimana mimpinya Thomas Alpha Edison untuk menjadikan Amerika pada malam hari seterang di siang hari, sehingga ia berhasil mewujudkannya setelah ia menemukan lampu listrik melalui ribuan kali percobaan. Akhirnya, siapa pun yang ingin mengenal sistem daulah khilafah silahkan merujuk pada beberapa kitab-kitab, seperti al-Ahkam as-Shulthaniyah (Imam al-Mawardi), Nidhomul Hukmi Fil Islam (Syaikh Abdul Qadim Zallum), Ajhizatu ad-Daulah al-Khilafah (Hizbut Tahrir). Wallahu a’lam bi ash-shawab.
    Oleh Muhammad Fatih al-Malawy
    * Penulis adalah Ketua Komisi Pengkajian dan Pengembangan MUI Serdang Bedagai
    (Sumber Waspada online : 21 Mei 07 )

  • aljirbani // 1 September 2008 pada 12:15 | Balas

    makanya, kenali dulu apa itu khilafah…

    MENGENAL KHILAFAH
    Definisi Khilafah
    Secara ringkas, Imam Taqiyyuddin An Nabhani mendefinisikan Daulah Khilafah sebagai kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum Syariat Islam dan mengembang risalah Islam ke seluruh penjuru dunia (Imam Taqiyyuddin An Nabhani, Nizhamul Hukmi fil Islam).
    Dari definisi ini, jelas bahawa Daulah Khilafah adalah hanya satu untuk seluruh dunia. Kerana nas-nas syara’ (nushush syar’iyah) memang menunjukkan kewajiban umat Islam untuk bersatu dalam satu institusi negara. Sebaliknya haram bagi mereka hidup dalam lebih dari satu negara.
    Apa Hukumnya Mendirikan Khilafah?
    Kewajiban tersebut didasarkan pada nas-nas al-Qur`an, as-Sunnah, Ijma’ Sahabat, dan Qiyas. Dalam al-Qur`an Allah SWT berfirman:
    “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai…” (TMQ. Ali-’Imran [3]: 103).
    Rasulullah SAW dalam masalah persatuan umat ini bersabda: “Barangsiapa mendatangi kalian – sedang urusan (kehidupan) kalian ada di bawah kepemimpinan satu orang (Imam/Khalifah) – dan dia hendak memecah belah kesatuan kalian dan mencerai-beraikan jemaah kalian, maka bunuhlah dia!” [HR. Muslim].
    Rasulullah SAW bersabda: “Jika dibai’at dua orang Khalifah, maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya.” [HR. Muslim].
    Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membai’at seorang Imam (Khalifah), lalu memberikan genggaman tangannya dan menyerahkan buah hatinya, hendaklah ia mentaatinya semaksima mungkin. Dan jika datang orang lain hendak mencabut kekuasaannya, penggallah leher orang itu.” [HR. Muslim].
    Di samping itu, Rasulullah SAW menegaskan pula dalam perjanjian antara kaum Muhajirin – Anshar dengan Yahudi: “Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Surat Perjanjian ini dari Muhammad – Nabi antara orang-orang beriman dan kaum muslimin dari kalangan Quraisy dan Yatsrib – serta yang mengikut mereka dan menyusul mereka dan berjihad bersama-sama mereka – bahawa mereka adalah umat yang satu, di luar golongan orang lain…” (Lihat Sirah Ibnu Hisyam, Jilid II, hal. 119).
    Nas-nas al-Qur`an dan as-Sunnah di atas menegaskan adanya kewajipan bersatu bagi kaum muslimin atas dasar Islam (hablullah) – bukan atas dasar kebangsaan atau ikatan palsu lainnya yang dicipta penjajah yang kafir – di bawah satu kepemimpinan, iaitu seorang Khalifah. Dalil-dalil di atas juga menegaskan keharaman berpecah-belah, di samping menunjukkan pula jenis hukuman syar’ie bagi orang yang berupaya memecah-belah umat Islam menjadi beberapa negara, iaitu hukuman mati.
    Selain al-Quran dan as-Sunnah, Ijma’ Sahabat pun menegaskan pula prinsip kesatuan umat di bawah kepemimpinan seorang Khalifah. Abu Bakar Ash Shiddiq suatu ketika pernah berkata,”Tidak halal kaum muslimin mempunyai dua pemimpin (Imam).” Perkataan ini didengar oleh para Sahabat dan tidak seorang pun dari mereka yang mengingkarinya, sehingga menjadi ijma’ di kalangan mereka.
    Bahkan sebahagian fuqoha menggunakan Qiyas ’sumber hukum keempat’ untuk menetapkan prinsip kesatuan umat. Imam Al Juwaini berkata,”Para ulama kami (mazhab Syafi’i) tidak membenarkan akad Imamah (Khilafah) untuk dua orang…Kalau terjadi akad Khilafah untuk dua orang, itu sama halnya dengan seorang wali yang menikahkan seorang perempuan dengan dua orang laki-laki!”
    Ertinya, Imam Juwaini mengqiyaskan keharaman adanya dua Imam bagi kaum muslimin dengan keharaman wali menikahkan seorang perempuan dengan dua orang lelaki yang akan menjadi suaminya. Jadi, Imam/Khalifah untuk kaum muslimin wajib hanya satu, sebagaimana wali hanya boleh menikahkan seorang perempuan dengan satu orang laki-laki, tidak boleh lebih. (Lihat Dr. Muhammad Khair, Wahdatul Muslimin fi Asy Syari’ah Al Islamiyah, majalah Al Wa’ie, hal. 6-13, no. 134, Rabi’ul Awal 1419 H/Julai 1998 M)
    Jelaslah bahawa kesatuan umat di bawah satu Khilafah adalah satu kewajipan syar’i yang tak ada keraguan lagi padanya. Kerana itu, tidak menghairankan bila para imam-imam mazhab Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad bersepakat bulat bahawa kaum muslimin di seluruh dunia hanya boleh mempunyai satu orang Khalifah saja, tidak boleh lebih:
    “…para imam mazhab (Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, dan Ahmad) –rahimahumullah– bersepakat pula bahawa kaum mulimin di seluruh dunia pada saat yang sama tidak dibenarkan mempunyai dua imam, baik keduanya sepakat mahupun tidak.” (Lihat Syaikh Abdurrahman Al Jaziri, Al Fiqh ‘Ala Al Madzahib Al Arba’ah, jilid V, hal. 416) Hukum menegakkan Khilafah itu sendiri adalah wajib, tanpa ada perbezaan pendapat di kalangan imam-imam mazhab dan mujtahid-mujtahid besar yang alim dan terpercaya.
    Dalil-Dalil Wajibnya Khilafah
    Siapapun yang menelaah dalil-dalil syar’ie dengan cermat dan ikhlas akan menyimpulkan bahawa menegakkan Daulah Khilafah hukumnya wajib atas seluruh kaum muslimin. Di antara argumentasi syar’ie yang menunjukkan hal tersebut adalah sebagai berikut :
    Dalil Al-Quran
    Di dalam al-Quran memang tidak terdapat istilah Daulah yang berarti negara. Tetapi di dalam al-Quran terdapat ayat yang menunjukkan wajibnya umat memiliki pemerintahan/negara (ulil amri) dan wajibnya menerapkan hukum dengan hukum-hukum yang diturunkan Allah SWT. Allah SWT berfirman:
    “Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasul-Nya dan ulil amri di antara kalian.” (TMQ. An-Nisaa` [4]: 59).
    Ayat di atas telah memerintahkan kita untuk mentaati Ulil Amri, yaitu Al Haakim (Penguasa). Perintah ini, secara dalalatul iqtidha`, bererti perintah pula untuk mengadakan atau mengangkat Ulil Amri itu, seandainya Ulil Amri itu tidak ada, sebab tidak mungkin Allah memerintahkan kita untuk mentaati pihak yang eksistensinya tidak ada. Allah juga tidak mungkin mewajibkan kita untuk mentaati seseorang yang keberadaannya berhukum mandub.
    Maka menjadi jelas bahawa mewujudkan ulil amri adalah suatu perkara yang wajib. Tatkala Allah memberi perintah untuk mentaati ulil amri, bererti Allah memerintahkan pula untuk mewujudkannya. Sebab adanya ulil amri menyebabkan terlaksananya kewajipan menegakkan hukum syara’, sedangkan mengabaikan terwujudnya ulil amri menyebabkan terabaikannya hukum syara’. Jadi mewujudkan ulil amri itu adalah wajib, kerana kalau tidak diwujudkan akan menyebabkan terlanggarnya perkara yang haram, iaitu mengabaikan hukum syara’ (tadhyii’ al hukm asy syar’ie).
    Di samping itu, Allah SWT telah memerintahkan Rasulullah SAW untuk mengatur urusan kaum muslimin berdasarkan hukum-hukum yang diturunkan Allah SWT. Firman Allah SWT:
    “Maka putuskanlah perkara di antara di antara mereka dengan apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka (dengan) meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.” (TMQ. Al-Ma’idah [5]: 48).
    “Dan putuskanlah perkara di antara di antara mereka dengan apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari apa yang telah diturunkan Allah kepadamu” (TMQ. Al-Ma’idah [5]: 49).
    Dalam kaedah ushul fiqh dinyatakan bahawa, perintah (khithab) Allah kepada Rasulullah juga merupakan perintah kepada umat Islam selama tidak ada dalil yang mengkhususkan perintah ini hanya untuk Rasulullah (Khithabur rasuli khithabun li ummatihi malam yarid dalil yukhashishuhu bihi). Dalam hal ini tidak ada dalil yang mengkhususkan perintah tersebut hanya kepada Rasulullah SAW.
    Oleh kerana itu, ayat-ayat tersebut bersifat umum, iaitu berlaku pula bagi umat Islam. Dan menegakkan hukum-hukum yang diturunkan Allah, tidak mempunyai makna lain kecuali menegakkan hukum dan pemerintahan (as sultan), sebab dengan pemerintahan itulah hukum-hukum yang diturunkan Allah dapat diterapkan secara sempurna. Dengan demikian, ayat-ayat ini menunjukkan wajibnya keberadaan sebuah negara untuk menjalankan semua hukum Islam, iaitu negara Khilafah.
    Dalil As-Sunah
    Abdullah bin Umar meriwayatkan, “Aku mendengar Rasulullah mengatakan, ‘Barangsiapa melepaskan tangannya dari ketaatan kepada Allah, nescaya dia akan menemui Allah di Hari Kiamat dengan tanpa alasan. Dan barangsiapa mati sedangkan di lehernya tak ada bai’ah (kepada Khalifah) maka dia mati dalam keadaan mati jahiliyah.” [HR. Muslim].
    Nabi SAW mewajibkan adanya bai’at pada leher setiap muslim dan mensifati orang yang mati dalam keadaan tidak berbai’at seperti matinya orang-orang jahiliyyah. Padahal bai’at hanya dapat diberikan kepada Khalifah, bukan kepada yang lain. Jadi hadis ini menunjukkan kewajipan mengangkat seorang Khalifah, yang dengannya dapat terwujud bai’at di leher setiap muslim. Sebab bai’at baru ada di leher kaum muslimin kalau ada Khalifah/Imam yang memimpin Khilafah.
    Rasulullah SAW bersabda: “Bahawasanya Imam itu bagaikan perisai, dari belakangnya umat berperang dan dengannya umat berlindung.” [HR. Muslim]
    Rasulullah SAW bersabda: “Dahulu para nabi yang mengurus Bani Israil. Bila wafat seorang nabi diutuslah nabi berikutnya, tetapi tidak ada lagi nabi setelahku. Akan ada para Khalifah dan jumlahnya akan banyak.” Para Sahabat bertanya,’Apa yang engkau perintahkan kepada kami? Nabi menjawab,’Penuhilah bai’at yang pertama dan yang pertama itu saja. Penuhilah hak-hak mereka. Allah akan meminta pertanggungjawaban terhadap apa yang menjadi kewajipan mereka.” [HR. Muslim].
    Rasulullah SAW bersabda: “Bila seseorang melihat sesuatu yang tidak disukai dari amirnya (pemimpinnya), maka bersabarlah. Sebab barangsiapa memisahkan diri dari penguasa (pemerintahan Islam) walau sejengkal saja lalu ia mati, maka matinya adalah mati jahiliyah.” [HR. Muslim].
    Hadis pertama dan kedua merupakan pemberitahuan (ikhbar) dari Rasulullah SAW bahawa seorang Khalifah adalah laksana perisai, dan bahawa akan ada penguasa-penguasa yang memerintah kaum muslimin. Pernyataan Rasulullah SAW bahawa seorang Imam itu laksana perisai menunjukkan pemberitahuan tentang adanya faedah-faedah keberadaan seorang Imam, dan ini merupakan suatu tuntutan (thalab). Sebab, setiap pemberitahuan yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya, apabila mengandung celaan (adz dzamm) maka yang dimaksud adalah tuntutan untuk meninggalkan (thalab at tarki), atau merupakan larangan (an nahy); dan apabila mengandung pujian (al mad-hu) maka yang dimaksud adalah tuntutan untuk melakukan perbuatan (thalab al fi’li). Dan kalau pelaksanaan perbuatan yang dituntut itu menyebabkan tegaknya hukum syara’ atau jika ditinggalkan mengakibatkan terabaikannya hukum syara’, maka tuntutan untuk melaksanakan perbuatan itu bererti bersifat pasti (fardu). Jadi hadis pertama dan kedua ini menunjukkan wajibnya Khilafah, sebab tanpa Khilafah banyak hukum syara’ akan terabaikan.
    Hadis ketiga menjelaskan keharaman kaum muslimin keluar (memberontak, membangkang) dari penguasa (as sulthan). Bererti keberadaan Khilafah adalah wajib, sebab kalau tidak wajib tidak mungkin Nabi SAW sampai begitu tegas menyatakan bahawa orang yang memisahkan diri dari Khilafah akan mati jahiliyah. Jelas ini menegaskan bahawa mendirikan pemerintahan bagi kaum muslimin statusnya adalah wajib.
    Rasulullah SAW bersabda pula : “Barangsiapa membai’at seorang Imam (Khalifah), lalu memberikan genggaman tangannya dan menyerahkan buah hatinya, hendaklah ia mentaatinya semaksimal mungkin. Dan jika datang orang lain hendak mencabut kekuasaannya, penggallah leher orang itu.” [HR. Muslim].
    Dalam hadis ini Rasululah SAW telah memerintahkan kaum muslimin untuk mentaati para Khalifah dan memerangi orang-orang yang merebut kekuasaan mereka. Perintah Rasulullah ini bererti perintah untuk mengangkat seorang Khalifah dan memelihara kekhilafahannya dengan cara memerangi orang-orang yang merebut kekuasaannya. Semua ini merupakan penjelasan tentang wajibnya keberadaan penguasa kaum muslimin, iaitu Imam atau Khalifah. Sebab kalau tidak wajib, nescaya tidak mungkin Nabi SAW memberikan perintah yang begitu tegas untuk memelihara eksistensinya, iaitu perintah untuk memerangi orang yang akan merebut kekuasaan Khalifah.
    Dengan demikian jelaslah, dalil-dalil As Sunnah ini telah menunjukkan wajibnya Khalifah bagi kaum muslimin.
    Dalil Ijma’ Sahabat
    Sebagai sumber hukum Islam ketiga, Ijma’ Sahabat menunjukkan bahawa mengangkat seorang Khalifah sebagai pemimpin pengganti Rasulullah SAW hukumnya wajib. Mereka telah sepakat mengangkat Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, ridlwanullah ‘alaihim.
    Ijma’ Sahabat yang menekankan pentingnya pengangkatan Khalifah, nampak jelas dalam kejadian bahawa mereka menunda kewajipan menguburkan jenazah Rasulullah SAW dan mendahulukan pengangkatan seorang Khalifah pengganti beliau. Padahal menguburkan mayat secepatnya adalah suatu kewajipan dan diharamkan atas orang-orang yang wajib menyiapkan pemakaman jenazah untuk melakukan kesibukan lain sebelum jenazah dikebumikan. Namun, para Sahabat yang wajib menyiapkan pemakaman jenazah Rasulullah SAW ternyata sebahagian di antaranya justeru lebih mendahulukan usaha-usaha untuk mengangkat Khalifah daripada menguburkan jenazah Rasulullah. Sedangkan sebahagian Sahabat lain mendiamkan kesibukan mengangkat Khalifah tersebut, dan ikut pula bersama-sama menunda kewajipan menguburkan jenazah Nabi SAW sampai dua malam, padahal mereka mampu mengingkari hal ini dan mampu mengebumikan jenazah Nabi secepatnya. Fakta ini menunjukkan adanya kesepakatan (ijma’) mereka untuk segera melaksanakan kewajipan mengangkat Khalifah daripada menguburkan jenazah. Hal itu tak mungkin terjadi kecuali jika status hukum mengangkat seorang Khalifah adalah lebih wajib daripada menguburkan jenazah.
    Demikian pula bahawa seluruh Sahabat selama hidup mereka telah bersepakat mengenai kewajipan mengangkat Khalifah. Walaupun sering muncul perbezaan pendapat mengenai siapa yang tepat untuk dipilih dan diangkat menjadi Khalifah, namun mereka tidak pernah berselisih pendapat sedikit pun mengenai wajibnya mengangkat seorang Khalifah, baik ketika wafatnya Rasulullah SAW mahupun ketika pergantian masing-masing Khalifah yang empat. Oleh kerana itu Ijma’ Sahabat merupakan dalil yang jelas dan kuat mengenai kewajipan mengangkat Khalifah.
    Dalil Dari Kaedah Syar’iyah
    Ditilik dari analisis kaedah fiqih , mengangkat Khalifah juga wajib. Dalam usul fiqh dikenal kaedah syar’iyah yang disepakati para ulama yang berbunyi :
    maa laa yatimmul waajibu illa bihi fahuwa waajib
    “Sesuatu kewajipan yang tidak sempurna kecuali adanya sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula keberadaannya.” Menerapkan hukum-hukum yang berasal dari Allah SWT dalam segala aspeknya adalah wajib. Sementara hal ini tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna tanpa adanya kekuasaan Islam yang dipimpin oleh seorang Khalifah. Maka dari itu, berdasarkan kaedah syar’iyah tadi, eksistensi Khilafah hukumnya menjadi wajib.
    Jelaslah, berbagai sumber hukum Islam tadi menunjukkan bahawa menegakkan Daulah Khilafah merupakan kewajipan dari Allah SWT atas seluruh kaum muslimin.
    Pendapat Para Ulama
    Seluruh imam mazhab dan para mujtahid besar tanpa kecuali telah bersepakat bulat akan wajibnya Khilafah (atau Imamah) ini. Syaikh Abdurrahman Al Jaziri menegaskan hal ini dalam kitabnya Al Fiqh ‘Ala Al Madzahib Al Arba’ah, jilid V, hal. 362 :
    “Para imam mazhab (Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, dan Ahmad) rahimahumullah telah sepakat bahawa Imamah (Khilafah) itu wajib adanya, dan bahawa umat Islam wajib mempunyai seorang imam (khalifah) yang akan meninggikan syiar-syiar agama serta menolong orang-orang yang tertindas dari yang menindasnya…”
    Tidak hanya kalangan Ahlus Sunnah saja yang mewajibkan Khilafah, bahkan seluruh kalangan Ahlus Sunnah dan Syiah ‘termasuk Khawarij dan Mu’tazilah’ tanpa kecuali bersepakat tentang wajibnya mengangkat seorang Khalifah. Kalau pun ada segelintir orang yang tidak mewajibkan Khilafah, maka pendapatnya itu tidak perlu ditolak, kerana bertentangan dengan nas-nas syara’ yang telah jelas.
    Imam Asy Syaukani dalam Nailul Authar jilid 8 hal. 265 menyatakan: “Menurut golongan Syiah, minoriti Mu’tazilah, dan Asy A’riyah, (Khilafah) adalah wajib menurut syara’.” Ibnu Hazm dalam Al Fashl fil Milal Wal Ahwa’ Wan Nihal juz 4 hal. 87 mengatakan: “Telah sepakat seluruh Ahlus Sunnah, seluruh Murji`ah, seluruh Syi’ah, dan seluruh Khawarij, mengenai wajibnya Imamah (Khilafah).”
    Bahwa Khilafah adalah sebuah ketentuan hukum Islam yang wajib bukan haram apalagi bid’ah – dapat kitab temukan dalam khazanah Tsaqafah Islamiyah yang sangat kaya. Berikut ini sekelumit saja rujukan yang menunjukkan kewajiban Khilafah :
    Imam Al Mawardi, Al Ahkamush Shulthaniyah, hal. 5,
    Abu Ya’la Al Farraa’, Al Ahkamush Shulthaniyah, hal.19,
    Ibnu Taimiyah, As Siyasah Asy Syar’iyah, hal.161,
    Ibnu Taimiyah, Majmu’ul Fatawa, jilid 28 hal. 62,
    Imam Al Ghazali, Al Iqtishaad fil I’tiqad,hal. 97,
    Ibnu Khaldun, Al Muqaddimah, hal.167,
    Imam Al Qurthubi, Tafsir Al Qurthubi, juz 1 hal.264,
    Ibnu Hajar Al Haitsami, Ash Shawa’iqul Muhriqah, hal.17,
    Ibnu Hajar A1 Asqallany, Fathul Bari, juz 13 hal. 176,
    Imam An Nawawi, Syarah Muslim, juz 12 hal. 205,
    Dr. Dhiya’uddin Ar Rais, Al Islam Wal Khilafah, hal.99,
    Abdurrahman Abdul Khaliq, Asy Syura, hal.26,
    Abdul Qadir Audah, Al Islam Wa Audla’una As Siyasiyah, hal. 124,
    Dr. Mahmud Al Khalidi, Qawaid Nizham Al Hukum fil Islam, hal. 248,
    Sulaiman Ad Diji, Al Imamah Al ‘Uzhma, hal.75,
    Muhammad Abduh, Al Islam Wan Nashraniyah, hal. 61,
    dan masih banyak lagi yang lainnya.
    Adapun buku-buku yang mengingkari wajibnya Khilafah –seperti Al Islam Wa Usululul Hukm oleh Ali Abdur Raziq, Mabadi` Nizham Al Hukmi fil Islam oleh Abdul Hamid Mutawalli, Tidak Ada Negara Islam oleh Nurcholis Madjid– sebenarnya tidak perlu dianggap sebagai buku yang serius dan bermutu. Sebab isinya bertentangan dengan nas-nas syara’ yang demikian jelas dan terang. Buku-buku seperti ini tak lain hanya sampah yang kotor yang merupakan penyambung lidah kaum kafir penjajah dan agen-agennya yaitu para penguasa muslim yang zalim yang selalu memaksakan sekularisme kepada umat Islam dengan berbagai argumentasi palsu yang berkedok studi “ilmiah” atau studi “sosiohistori-objektif”, dengan tujuan untuk menghapuskan hukum-hukum Allah dari muka bumi dengan cara menghapuskan ide Khilafah yang bertanggung jawab melaksanakan hukum-hukum tersebut. [ ]
    SUMBER : http://www.mykhilafah.com/khilafah/index.htm

  • Penulis Bebas // 2 September 2008 pada 01:02 | Balas

    Moso HT percaya sama orang kafir, percaya ramalan mereka tentang kekhilafahan Islam. Memang kalau mereka meramalkan bulan depan akan ada Islamic Caliphate, terus tiba – tiba kita jadi kuat begitu ??

    Waduh, berita dari orang kafir aja harus di tabayyun, lebih dari pada berita dari orang fasik apalagi itu bukan berita tapi ramalan.

    Coba bandingkan dengan hadist Rosulullah,

    “Agama ini akan senantiasa menang selama manusia menyegerakan berbuka [1], karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya” [Hadits Riwayat Abu Dawud 2/305, Ibnu Hibban 223, sanadnya Hasan]

    Ternyata dengan hal-hal menurut kita anggap ringan, malah itulah yang akan memenangkan agama ini.

    Apalagi, mungkin Allah akan semakin menjauhkan kita dari kemenangan karena ternyata keikhlasan kita dalam berjuang terselip unsur, “prediksi orang kafir itu harus kita wujudkan”, sudah tidak murni lagi.

    Hati – hati ente percaya ramalan, bisa terjerumus syirik tuh.

  • aljirbani // 2 September 2008 pada 12:29 | Balas

    afwan akhi…penulisbebas,
    jaka sembung pake kopiyah…gak nyambung layaoo

  • msitompul2008 // 3 September 2008 pada 13:09 | Balas

    mas aljir yang baik,

    saya cuma punya satu pertanyaan, jika memang ht or hti memang sangat yakin dengan apa yang menjadi pemahamannya mengenai dalil-dalil mengenai model khalifah versi ht/hti (namun sayang ada bantahan yang dibuat oleh pengelola blog ini dengan dalil2 shohih juga juga menurut saya masuk akal), mengapa saya tidak pernah mendengar ulama-ulama ht or mungkin hti mengundang forum ulama-ulama internasional or untuk indonesia tokoh-tokoh agama islam nasional dari berbagai aliran untuk menyamakan persepsi menganai khilafah dan khalifah itu sendiri? (apakah saya kelewatan informasi, mohon maaf jika demikian). apakah menurut mas aljir karena forum ulama2 internasional or tokoh-tokoh agama islam nasional dari berbagai aliran kurang cerdas dan tidak mampu memahami dalil yang ada sebagaimana mestinya or karena ada sesuatu sebab lain yang tidak syar’i?…or apakah karena ht/hti sendiri tidak yakin dengan dalil yang dia pahami tsb sehingga tidak berani melakukan undangan langsung??

    monggo mas pencerahannya??

  • pengelolakomaht // 3 September 2008 pada 15:13 | Balas

    Untuk Saudari Yeni di Kairo.

    Saya tidak menyampaikan asumsi namun hanya menyampaikan fakta baik yang ada dalam al Qur’an dan as Sunnah maupun dalam kitab kitab mutabanat Hizbut Tahrir,
    Jika anda bandingkan dengan betapa pandainya syabab HT berasumsi dan bersilat lidah tentunya saya akan kalah jauh.
    Namun bukan berarti saya diabaikan oleh HT karena kebodohan saya namun anda bisa melihat sendiri saya beberapa kali berdiskusi dengan pihak HT dan saya selalu mencari titik temu dalam setiap diskusi disini.

    Untuk msitompul :

    HT juga mengundang tokoh tokoh agama namun bukan untuk membicarakan konsep khilafah yang benar namun semata mata untuk menyepakati bahwa khilafah wajib, itu saja.
    Sedangkan detail konsep khilafah ala HT sendiri tidak terlalu di ekspose keluar. Bahkan tidak pernah dikritisi oleh syabab nya sendiri, hanya terkadang ditambahi hal hal yang sifatnya pengembangan seperti revisi jumlah departemen dalam khilafah, dsb.

  • ahmad-h // 4 September 2008 pada 07:34 | Balas

    Pertama, bagi HT, khilafah itu sebuah model pemerintahan tertentu. Padahal istilah khilafah itu tdk merujuk pada satu model pemerintahan, namun merujuk pada institusi kekuasaan yg menaungi seluruh ummat Islam. Bukan model pemerintahannya. Shg meskipun praktik kerajaan atau kesultanan tetap disebut khilafah. Dan tdk ada yg mengharamkan model pemerintahan. Yg menjadi penekanan dalam Islam adalah kepemimpinan yg adil.

    Kedua, sbg konsekuensi pemahaman pertama, HT akan mengambil kekuasaan di suatu wilayah membentuk sistem pemerintahan khilafah ala HT kemudian deklarasi khilafah. Terus meminta negeri muslim lain tunduk, kalau tdk mau ya diperangi. Makanya pernah menawarkan ke Iran, Afghan utk membentuk khilafah model HT. Tapi ditolak. Bisa dibayangkan, urusan khilafah pertama kali adalah perang antar negeri Islam.

    Kita lihat Rasulullah SAW membangun negara Madinah. Berdiri diatas persatuan kabilah-kabilah (kekuatan) Islam. Khilafah mesti berdiri diatas kesepakatan negeri-negeri Islam. Shg Ketika negara Madinah berdiri, urusannya adalah jihad keluar, bukan memerangi muslim lain. Ketika khilafah nanti terbentuk, urusannya bukan lagi memerangi negara Islam lain, tapi ekspansi dakwah eksternal.

    Dalam pemahaman saya. wacana khilafah harus dibawa oleh negara. Shg tugas gerakan dakwah adalah perbaikan negara. Negara-negara ini ibarat kabilah Islam yg menjadi penopang khilafah. Negara-negara ini bekerja sama dan membuat kesepakatan. Mengapa negara?
    1. Negara lah yg mempunyai kekuatan riil (wilayah, militer, rakyat).
    2. Meminimalkan konflik antar gerakan dakwah krn telah menjadi urusan negara (diplomasi).
    3. Tdk berperang antar negeri muslim krn berdiri diatas kesepakatan negara-negara Islam.

  • pengelolakomaht // 4 September 2008 pada 12:40 | Balas

    Untuk bisa menjauhkan dari konflik sesama muslim dan menciptakan persatuan, maka harus ada kesepahaman detail sistem pemerintahan khilafah yang akan di ciptakan, apakah mengacu pada khilafah ala khulafaur rasyidin, atau ala Hizbut Tahrir arau versi lainnya ?

  • Penulis Bebas // 4 September 2008 pada 19:56 | Balas

    Lho gak nyambungnya dimana mas al jirbani ?, lihat nih ana kutipkan dari postingan antum yang sudah dihapus oleh pengelola karena terlalu panjang (makanya jng co-past panjang2),

    “Mereka menskenariokan empat kemungkinan pada tahun 2020. Pertama, dunia tetap dipimpin oleh Amerika Serikat. Kedua, dunia dipimpin oleh India atau China. Ketiga, dunia dipimpin oleh seorang tiran, entah dari mana. Lalu yang keempat berdirinya Islamic Caliphate. Bila mereka saja bisa memprediksi bahwa khilafah Islam akan berdiri, mengapa kita bilang itu tidak mungkin?”

    Gak mungkin ini dikutip kecuali dijadikan rujukkan oleh HT, sekarang antum pakai akal pikiran antum.

    Lihat, apa maksud mengutip perkataan orang kafir ini. Jika kita mengutip terus dijadikan alasan perjuangan khaliafah ini sama dengan mengatakan,

    “Ayoo, segera dirikan Khalifah Islam, sebelum keduluan India atau Cina, atau keduluan sama Tiran, kita buktikan sama mereka bahwa ramalan yang benar itu akan ada khalifah Islam”

    Apa ini bukan dikatakan percaya ramalan. Mempercayai suatu yang ghaib, ini Aqidah bung, wong katanya HT itu sangat berhati – hati dalam masalah aqidah, sampai hadist shohih pun kalau gak mutawatir tidak diimani.

    Tapi anehnya, prediksi orang – orang kafir malah dikutip dan dijadikan alat memecut semangat.

    Makanya ana katakan, mau tahun depan prediksi orang kafir, atau dua tahun lagi, gak ngaruh.

    Dakwah kita tetap mengikuti dakwah para Nabi. Dahulukan dalam memurnikan Aqidah.

    Gimana mau bersatu, masih ada syiah, sufi, khawarij, faham mu’tazilah yang mereka, masih punya kekuatan besar.

    Dan banyak yang membela serta melindungi, berbeda dengan keadaan masa sahabat dan tabiin, aliran – aliran ini hanyalah gelembung, yang mayoritas mengatakan mereka itu sesat.

    Seperti keadaan kita terhadap Ahmidiyah sekarang, begitulah keadaan Syiah, Sufi, Khawarij terhadap orang – orang pada masa sahabat, tabiin, dan tabiit tabiin.

    Tapi anehnya, syabab HT yang katanya memperjuangkan khalifah islam, malah mau mengandeng Syiah yang jelas – jelas musuh Islam, kadang memuji – muji khawarij yang suka melakukan pem-boman dinegeri Muslim, yang oleh Rosulullah dikatakan anjing – anjing neraka.

    So, tidak nyambungnya dimana ??

  • aljirbani // 5 September 2008 pada 12:36 | Balas

    @ penulisbebas
    afwan akhi, masalahnya jangan antum hanya mengambil penggalan dan antum vonis itu yang diambil ht jadi 10 x 10 = …

    @pengelola blog
    bila mau diskusi sehat bukan begini caranya… antum tahu lah.

    @other komentator
    afwan bila ada yang kurang berkenan.

  • pengelolakomaht // 5 September 2008 pada 13:10 | Balas

    Saya sudah menawarkan anda diskusi sehat, lalu dimana letak tidak sehatnya diskusi dalam forum seperti ini ?

    Saya pernah mengajak berdiskusi langsung pada syabab HT namun sama saja akhirnya tidak mau lagi menanggapi lontaran pertanyaan atau komentar saya.

    Jika anda mau mari kita berdiskusi secara pribadi silahkan kirim di email saya di pengelolakomaht@yahoo.co.id

    Jika anda minta no hp saya mohon maaf saya dulu pernah memberi no hp ke beberapa syabab HT tapi ujung ujungnya saya malah menghadapi teror dan ancaman dari oknum yang mengaku Ormas xxx ?

    Nah… berdasar pengalaman tersebut diskusi seperti ini selama dengan cara komunikasi aktif adalah yang terbaik, insyaAllah.

  • msitompul2008 // 5 September 2008 pada 13:25 | Balas

    quote:
    BURHANUDDIN:
    Dalam tataran operasional bagaimana gagasan Khilafah Islamiah itu diimplementasikan? Dalam pandangan Hizbut Tahrir, Khilafah Islamiah itu diwujudkan dengan bersatunya negara-negara yang mayoritas Islam yang bersifat transnasional dan mengabaikan nasionalisme. Bagaimana pelaksanaan ide besar tersebut?

    ISMAIL YUSANTO:
    Implementasi dari gagasan tersebut, ya kembali pada dua substansi itu tadi. Pertama, penerapan syariat secara menyeluruh, yang berarti bahwa syariat Islam disamping mengatur kehidupan pribadi, juga menjadi sistem yang menata kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hanya perlu dicatat bahwa dalam kehidupan pribadi, implementasi syariat Islam terhadap warga dilakukan secara berbeda mengikuti agama yang dianut. Bagi seorang muslim tentu ia harus mengikuti syariat. Ia wajib melaksanakan ibadah, menjaga makanan dan minuman halal selalu, menutup aurat dan berakhlaq mulia. Sementara, bagi non-muslim dia tidak wajib mengikuti syariat Islam, tapi mengikuti ajaran agamanya masing-masing. Menyangkut masalah pakaian, makanan atau minuman dan ibadah, pendek kata semua yang berkenaan dengan keyakinan agama, mereka tidak wajib mengikuti syariat Islam karena dalam Islam memang tidak boleh ada paksaan dalam agama (la ikraha fiddin). Sementara dalam kehidupan publik, baik menyangkut aspek ekonomi, politik, sosial, pendidikan dan sebagainya warga muslim maupun non-muslim semuanya wajib mengikuti syariat Islam. Larangan bermuamalah secara ribawi atau larangan berzina, menjual makanan dan minuman haram, mencuri, melakukan tindak kriminal dan sebagainya, semua itu berlaku untuk muslim maupun non muslim. Termasuk misalnya bila dalam kehidupan Islam itu berhasil diwujudkan pendidikan bebas biaya, layanan kesehatan yang murah dan bermutu atau kegiatan bisnis yang kondusif serta kehidupan yang aman, damai dan sejahtera, dan infrastruktur transportasi, telekomunikasi, penerangan dan tata kota yang canggih semua itu juga akan dinikmati baik oleh muslim maupun non muslim tanpa kecuali. Di sinilah rahmat Islam bagi sekalian alam yang dijanjikan itu akan terwujud.
    Implementasi dari substansi yang kedua dari ide khilafah Islamiyah adalah terwujudnya persatuan umat. Yang kita bayangkan itu begini: suatu saat nanti misalnya khilafah itu tegak di sebuah negara, maka khalifah akan menyatukan wilayah Islam di sekitarnya ke dalam khilafah atau ittihadu bi al-daulati al-khilafah. Proses-proses menuju ke sana bisa diinisiasi oleh khilafah yang sudah tegak itu atau bisa juga oleh umat Islam yang berada di sebuah negara yang akan disatukan.
    Jadi, pada awalnya khilafah Islamiyah tetaplah merupakan sebuah unit negara. Proses berikutnya, dia akan mengembangkan wilayah dan pengaruhnya itu ke negara-negara lain yang penduduknya mendukung gagasan penyatuan negara mereka ke dalam khilafah. Misalnya khilafah berdiri tegak di Mesir, maka khalifah akan berusaha menyatukan wilayah khilafah di sekitarnya, entah itu Libya, Sudan, Aljazair, Maroko atau bahkan wilayah yang lebih jauh seperti Palestina, Syiria, Yordania, Irak, Iran dan lain-lain.

    comment:

    mas aljirbani yang baik, seperti janji saya sebelumnya, saya sudah membaca salah satu artikel panjang yang mas aljir forward. terus terang saya tidak terpuaskan oleh jawaban pimpinan saudara yang terkesan mengambang, ambivalen dan penuh dengan jebakan2 bahasa-bahasa ala pengacara (mungkin istilah dalam syariahnya tauriyah kali ya??)…maaf ya!!

    kemudian, setelah membaca cuplikan yang saya copy paste di atas, bagaimana akhirnya khilafah akan terbentuk dan bagaimana pada akhirnya menyatukannya, sepertinya ht (“khilafah versi ht) pasti akan melakukan kekerasan untuk memaksa wilayah lain (seperti negara berpenduduk islam) untuk mengikuti aturan main yang dimaui. dan spertinya sih jalan kekerasan pasti tidak akan terelakkan. klo begitu sebenarnya benar dong analisa pak pengelola bahwa nantinya ht/hti akan melakukan kekerasan?? so, lalu apa artinya slogan yang selama ini didengung-dengunkan bahwa ht akan melaksanakan cita-citanya tanpa kekerasan?? apakah hal itu tidak berarti telah melakukan pembohongan kepada publik? atau apakah karena merasa belum kuat jadi ada hal yang harus disembunyikan???

    pertanyaan kedua, jika ada kelompok lain yang sudah memperoklamirkan khilafah (or negara islam yang berlandaskan syariat) tapi bukan bentukan kader-kader ht, bagaimana sih sikap ht pada kondisi tsb?? kenapa saya menanyakan ini, karena ketika beberapa tahun yang lalu saya mendengar taliban memprolamirkan diri sebagai negara berlandaskan syariat di afghanistan, kok saya tidak mendengar hiruk pikuk ht or hti untuk menyambutnya? mengapa?? atau sayakah juga yang ketinggalan berita?? monggo pencerahannya??

  • pengelolakomaht // 9 September 2008 pada 13:32 | Balas

    Dunia ini memang akan semakin banyak perang ya, saya abstain saja sampai munculnya Muhammad ibnu Abdullah yang dibaiat para ulama di Haramain sebagai pengganti penguasa disana.
    Saat ia muncul, bolehlah saya menenteng apa yang saya miliki untuk bersamanya. Itu jika ia muncul di kurun ini lho…

    • asna // 6 Mei 2009 pada 17:27 | Balas

      kalo kita berusaha mendirikan khilafah itu berdosa tidak mas…khan anda bilang kalo misalnya HT atau harokah lainnya berhasil mendirikan khilafah dengan izin Allah pasti ujung2nya khilafah itu akan bentrok/perang sama khilafah al-mahdi seperti maksud anda…lalu bagaimana dengan hadis2 tntang “penuhilah baiat yang pertama” “jika ada 2 orang khalifah maka bunuhlah yang kedua”…jika urusan kalian ada ditangan khilafah yang pertama dan apabila ada orang yang ingin mennghancurkan persatuan kalian maka bunuhlah yang kedua”…itu gimana mas….

      gmana itu…berusaha atau berdiam diri menunggu imam mahdi datang….

      • observer // 27 Juli 2009 pada 12:32

        Dari dulu HTI memang belum berubah. HTI dan antek2nya pasti melakukan bonsai terhadap kebesaran Islam sendiri.

      • pengelolakomaht // 30 Juli 2009 pada 13:52

        Saudaraku asna yang baik,

        Nabi tidak pernah mengabarkan peperangan khilafah HT dengan al mahdi itu, jadi peperangan itu dipastikan tidak ada.
        Yang dikabarkan Nabi adalah bahwa khilafah ala manhaj nubuwwah di akhir zaman hanya akan didirikan al mahdi.
        Memang ada hadits bahwa al mahdi juga diperangi oleh sekelompok muslim yang fasik yang menolak seruan kebenaran, saya berdo’a semoga kelompok muslim yang memerangi al mahdi itu bukanlah HT.

  • danny // 22 September 2008 pada 03:46 | Balas

    Negara Khilafah yg ingin dibangun oleh HTI, menurut saya cuma sekedar igauan orang2 yg maaf kurang ber-akal sehat, mimpi di siang bolong kalau itu mau mereka wujudkan disini. Alasannya dr persepektif saya sederhana aja, : Dibawah Nabi dan dua Khalifah Pertama, Abu Bakar dan Umar, keutuhan negara dan solidaritas ummat itu menyatu dan nyata, khalifah ketiga, keutuhan negara, sudah goncang, begitupun masyarakatnya, sedangkan dibawah Ali negara dipecah-belah, begitu juga masyarakatnya.
    Tetapi setelah itu dimulai pd pemerintahan Umayyah dan selanjutnya ,menurut saya itu sudah bukan lagi instrumen Islam, ia memiliki tujuannya sendiri dan mempertahankan kepentingan “pribadi” mereka sendiri, apalagi seperti yg kita tahu itulah awal mula munculnya sekte-sekte dalam agama ini yg saling merasa benar. Hampir semua pemerintah tersebut bersifat sektarian, nah kalau HTI memang bermimpi menghidupkan kembali Sistem Khalifah akan mengacu ke sekte yg mana, dari begitu banyak sekte yg ada saat ini. Memang ada adagium “dlm islam tdk ada perbedaan antara agama dan negara” (apakah ada dasar hukumnya ?) , pertanyaannya apakah masih relevan dgn kondisi saat ini yg menganut paham negara bangsa. Silahkan HTI mewujudkan itu mudah-mudahan bisa terwujud!Walaupun menurut saya itu hanya omong-kosong penganut sekte HTI saja. Tidak ada yg wajib diikuti Kecuali Allah dan Rasul-Nya, walaupun saya tahu, HTI pasti mengatakan berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah juga. Cuma pesan saya janganlah membuat kekacauan di negara ini dengan merusak para pemuda-pemudi muslim yg mungkin awam dalam masalah agama mereka, Kasihanilah Mereka, biarkan mereka ber-Islam dgn budaya yg mereka miliki, bukan dgn cara berpikir Impor semodel HTI ini, negara ini sudah repot ngurusin fundamentalis lokal semacam penyembah Kartosuwiryo dgn NII-nya. Bertaubatlah wahai pengikut HTI, sesungguhnya ALLAH SWT itu Maha Penerima Tobat. Wassalam

  • ferry // 27 November 2008 pada 12:19 | Balas

    Assalamualaikum
    Kang pengelola, kenapa blog ini jarang di update?? Padahal tulisan dan comment disini menambah wawasan saya tentang pergerakan politik umat islam.

    Saya harap pengelola lebih produktif lagi dalam pembuatan tulisan atau tanggapan, mengingat antitesis blog ini (HTI) produktif sekali mengeluarkan wacana lewat selebaran, situs resmi dan blog2 para syabab dan darisnya

  • pengelolakomaht // 27 November 2008 pada 12:25 | Balas

    Saya menghadapi sebuah komunitas besar yang terdiri dari beragam manusia, untuk itu saya harus ekstra hati-hati dalam membuat tulisan atau artikel baru terutama yang sifatnya mengkritik mereka, jika saya kurang ilmiah dan tidak disertai bukti bukti otentik tentunya hanya akan menjadi angin lalu belaka.

    Namun untuk tanggapan komentar insyaAlloh disela kesibukan akan saya upayakan selalu, semoga Alloh memudahkan kita semua

  • redisagara // 2 Desember 2008 pada 02:49 | Balas

    assalamu`alikum
    bismillah….

    saya jadi teringat salah satu hadits rasul yaitu, `islam itu datang dalam keadaan yang asing dan akan kembali keterasingannya maka dari itu beruntunglah orang-orang yang asing`(mohon dibenarkan jika saya salah,karena kedhoifan saya).

    Mas pengelola blog mudah2an anda semua diberi kesabaran oleh allah ,amin.

    kalo bicara masalah pergerakan, anda semua ini saya akui memang jago…bersemangat sekali membentuk khalifah ini,itu dan sebagainya dibandingkan saya yang doif ini…namun yang saya khawatirkan sangkin SEMANGATnya anda semua berargumen, anda sekalian lupa akan pentingnya hakekat ilmu itu sendiri.jangan sampai hal-hal yang mendasar dilupakan.

    Dan yang sangat saya sayangkan anda semua yang menjawab di comment ini(walaupun tidak semua) penuh emosi sehingga keutamaan ilmu di blog ini menjadi sedikit sekali.

    saya hanya mengingatkan ,, dari sabda rosulullah SAW bahwa yahudi akan terpecah menjadi 71 golongan,nasrani akan terpecah menjadi 72 golongan dan umat rasulullah SAW akan terpecah menjadi 73 golongan,namun masing-masing hanya 1 golongan saja yang masuk surga..(ingatkan, yahudi adalah islam sebelum adanya nasrani dan nasrani adalah islam sebelum adanya ajaran muhammad SAW dan kedua agama tersebut ketika adanya islam sudah tidak berlaku lagi).

    lalu sahabat rodiullahuanhum bertanya:`siapakah satu golongan itu ya rasul?`

    rosulullah SAW menjawab:`ma ana `alaihi liyauma wa ashabih`artinya:apa2 yang aku dan para sahabatku meniti diatasnya`

    nah,para sahabatku sekalian sekarang kalian semua ini masuk golongan mana?

    Ada PERTANYAAN dari saya untuk pengelola ataupun dari HTI…(bebaslah)

    1. Bagaimana hukumnya wanita berdemonstrasi, bukannya sebaik-baik tempat bagi wanita adalah rumah dan lagi suara wanita itu aurat,apakah wajib bagi wanita berjihad?

    2. Apakah yang menjadi dasar bagi anda dalam mendirikan kekhalifahan?(buat HTI)
    karena ilmu yang sampai pada saya menjelaskan.. setelah kekhalifahan 4 itu tidak adalagi kekhalifahan yang ada kerajaan2 dan negara2 dan yang terakhir menjadi khalifah adalah ahmad bin abdullah (mohon dibenarkan).

    3. Dalam dakwah anda (khususnya selebaran) yang saya dapati hanya dalil al-qur` an saja tanpa ada penjelasan hadits yang menguatkannya?apakah tidak apa2?karena saya pernah dimarahi ustadz saya ketika mengartikan dan memaknai Ayat2 Al-qur`an sembarangan tanpa mengetahui sebab2 turunnya ayat tersebut dan sunah rasul yang mendukungnya,,(kecuali ayatnya yang sudah jelas)

    (bukan su`udzon loh ^^cuma nanya aja,saya insyaALLAH yakin anda semua orang-orang yang hafal al-qur`an dan hadist beserta maknanya AMIN ).

    Terima kasih.mudah2an ilmu(walau cuma secuil) dari saya yang dzalim ini dapat bermanfaat buat antum.dan semoga saya dan keluarga,istri(amin mdh2an sempet nikah),anak2,saudara,sahabat2 saya dan antum termasuk orang yang mengikuti ajaran rasulullah SAW dan para sahabatnya rodiullahuanhum serta tabi`in dan tabi`it tabi`in dan para ulama soleh..dan kita semua diberikan Tempat di Surga oleh ALLAH SWT..`Laa ilahailla anta subhanaka inni kuntum minadzolimin` .Amin

    assalamu`alaikum

  • fsiekonomi.multiply.com // 10 Desember 2008 pada 19:10 | Balas

    assalamu’alaykum…

    numpang promosi…

    :-)

    http://www.fsiekonomi.multiply.com

  • Tanya // 16 Desember 2008 pada 04:00 | Balas

    Betulkah Imam Mahdi yang akan mendirikan khilafah?
    Tulisan dibawah ini bersumber dari situs Hizbut Tahrir Indonesia, menarik untuk diketahui dan dijadikan pelajaran oleh seluruh kaum Muslimin, agar tidak melulu bersembunyi dibalik Imam Mahdi dalam berjuang mengembalikan kehidupan Islam dalam Naungan Khilafah Rasyidah. Selamat menikmati :
    Soal:
    Keyakinan kaum Muslim akan kembalinya Khilafah ‘ala Minhaj Nubuwwah semakin meningkat. Namun, ada sebagian yang percaya, bahwa Khilafah akan berdiri sendiri, karena sudah merupakan janji Allah. Caranya, dengan menurunkan Imam Mahdi. Pertanyaannya, benarkah Imam Mahdi yang akan mendirikan Khilafah? Ataukah kaum Muslim yang mendirikannya, kemudian lahirlah Imam Mahdi?
    Jawab:
    Pertama: Kalaupun ada hadis yang menunjukkan Imam Mahdi akan mendirikan Khilafah, maka hadis tersebut tetap tidak boleh dijadikan alasan untuk menunggu berdirinya Khilafah. Sebab, berjuang untuk menegakkan Khilafah hukumnya tetap wajib bagi kaum Muslim, sebagaimana hadis Nabi saw.:
    مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةِ اللهِ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَحُجَّةَ لَهُ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً
    Siapa saja yang melepaskan tangannya dari ketaatan kepada Allah, niscaya dia akan menjumpai Allah pada Hari Kiamat tanpa mempunyai hujah. Siapa saja yang mati, sedangkan di atas pundaknya tidak terdapat baiat, maka dia mati dalam keadaan jahiliah. (HR Muslim).1
    Manthûq hadis di atas menyatakan, “Siapa saja yang mati, ketika Khilafah sudah ada, dan di atas pundaknya tidak ada baiat, maka dia mati dalam keadaan jahiliah.” Atau “Siapa yang mati, ketika Khilafah belum ada, dan dia tidak berjuang untuk mewujudkannya, sehingga di atas pundaknya ada baiat, maka dia pun mati dalam keadaan mati jahiliah.”
    Karenanya, kewajiban tersebut tidak akan gugur hanya dengan menunggu datangnya Imam Mahdi.
    Kedua: Memang banyak hadis yang menuturkan akan lahirnya Imam Mahdi, namun tidak satu pun dari hadis-hadis tersebut menyatakan bahwa Imam Mahdilah yang akan mendirikan Khilafah. Hadis-hadis tersebut hanya menyatakan bahwa Imam Mahdi adalah seorang khalifah yang salih, yang akan memerintah dengan adil, dan akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan penyimpangan. Abi Said al-Hudhri ra. berkata, bahwa Nabi saw. pernah bersabda:
    لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَمْتَلِيءَ الأَرْضُ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا، ثُمَّ يَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِيْ أَوْ عِتْرَتِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَعُدْوَانًا
    Hari Kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah bumi ini dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. Setelah itu, lahirlah seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlul Bait), atau keturunanku, sehingga dia memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan, sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kezaliman dan permusuhan. (HR Ibn Hibban).2
    Dalam riwayat lain, Abdullah menuturkan bahwa Nabi Rasulullah saw. bersabda:
    لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمْلِكَ النَّاسَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِىءُ اسْمَهُ اسْمِي وَاسْمَ أَبِيْهِ اسْمُ أَبِيْ فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا وَعَدْلاً
    Hari Kiamat tidak akan tiba, kecuali setelah manusia ini diperintah oleh seorang lelaki dari kalangan keluargaku (Ahlul Bait), yang namanya sama dengan namaku, dan nama bapaknya juga sama dengan nama bapakku. Dia kemudian memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan. (HR Ibn Hibban).3
    Ketiga: Hanya saja, terdapat riwayat yang menyatakan, bahwa Imam Mahdi tersebut lahir setelah berdirinya Khilafah, bukan sebelumnya. Ummu Salamah menyatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
    يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ المَدِيْنَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيْهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيَخْرُجُوْنَهُ وَهُوَ كاَرِهٌ فَيُبَايِعُوْنَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنَ الشَّامِ فَيُخْسِفَ بِهِمْ بِالبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالمَدِيْنَةِ فَإِذَا رَأَى النَّاسُ ذَلِكَ أَتَاهُ أَبْدَالُ الشَّامِ وَعَصَائِبُ أهْلِ العِرَاقِ فَيُبَايِعُوْنَهُ، ثُمَّ يَنْشَأُ رَجُلٌ مِنْ الشَّامِ أَخْوَالُهُ كَلْبٌ فَيَبْعَثُ إِلَيْهِمْ بَعْثًا فَيُظْهِرُوْنَ عَلَيْهِمْ وَذَلِكَ بَعْثُ كَلْبٍ وَالْخَيْبَةِ لِمَنْ لَمْ يَشْهَدْ غَنِيْمَةَ كَلْبٍ فَيُقَسِّمُ المَالَ وَيَعْمَلُ فِي النَّاسِ.. وَيُلْقِيَ الإِسْلاَمَ بِجِرَانِهِ فِي الأَرْضِ فَيَلْبَثُ سَبْعَ سِنِيْنَ ثُمَّ يَتَوَفَّى وَيُصَلِّى عَلَيْهِ الُمسْلِمُوْنَ وَفِي رِوَايَةٍ فَيَلْبَثُ تِسْعَ سِنِيْنَ
    Akan muncul pertikaian saat kematian seorang khalifah. Kemudian seorang lelaki penduduk Madinah lari diri ke Kota Makkah. Penduduk Makkah pun mendatanginya, seraya memintanya dengan paksa untuk keluar dari rumahnya, sementara dia tidak mau. Lalu mereka membaiatnya di antara Rukun (Hajar Aswad) dan Maqam (Ibrahim). Disiapkanlah pasukan dari Syam untuknya hingga pasukan tersebut meraih kemenangan di Baida’, tempat antara Makkah dan Madinah. Tatkala orang-orang melihatnya, dia pun didatangi oleh para tokoh Syam dan kepala suku dari Irak, dan mereka pun membaiatnya. Kemudian muncul seorang (musuh) dari Syam, yang paman-pamannya dari suku Kalb. Dia pun mengirimkan pasukan untuk menghadapi mereka, lalu Allah memenangkannya atas pasukan dari Syam tersebut, Pasukan itu adalah pasukan (yang didorong oleh ambisi) suku Kalb dan itulah kekalahan bagi orang yang tidak mendapatkan ghanîmah Kalb. Al-Mahdi lalu membagi-bagikan harta-harta tersebut dan bekerja di tengah-tengah masyarakat… menyampaikan Islam ke wilayah di sekitarnya. Tidak lama kemudian, selama tujuh tahun, dia pun meninggal dunia, dan dishalatkan oleh kaum Muslim (Dalam riwayat lain dinyatakan, tidak lama kemudian, selama sembilan tahun). (HR ath-Thabrani)
    Hadis di atas dengan jelas menyatakan, bahwa akan lahir khalifah baru setelah meninggalnya khalifah sebelumnya. Sebagaimana yang dinyatakan dalam ungkapan:
    يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ
    Akan muncul pertikaian saat kematian seorang khalifah. Kemudian keluarlah seorang lelaki..” (HR ath-Thabrani).
    Dengan demikian, pandangan yang menyatakan bahwa Imam Mahdilah yang akan mendirikan Khilafah Rasyidah Kedua jelas merupakan pandangan yang lemah. Demikian juga pandangan yang menyatakan bahwa tidak perlu berjuang untuk menegakkan Khilafah, karena tugas itu sudah diemban oleh Imam Mahdi, sehingga kaum Muslim sekarang tinggal menunggu kedatangannya, adalah juga pandangan yang tidak berdasar.
    Jadi, jelas sekali bahwa Imam Mahdi bukanlah orang yang mendirikan Khilafah, dan dia bukanlah khalifah yang pertama dalam Khilafah Rasyidah Kedua yang insya Allah akan segera berdiri tidak lama lagi.
    Karena itulah, tidak ada pilihan lain bagi setiap Muslim yang khawatir akan mati dalam keadaan jahiliah, selain bangkit dan berjuang bersama-sama para pejuang syariah dan Khilafah hingga syariah dan Khilafah tersebut benar-benar tegak di muka bumi ini. Allâhu akbar! [Ust Hafidz Abdurrahman]
    Catatan kaki:
    1 Lihat, Muslim, Sahih Muslim, juz , hal.
    2 Lihat, Ibn Hibban, Sahih Ibn Hibban, Mu’assasah ar-Risalah, Beirut, cetakan II, 1993, juz XV, hal. 236.
    3 Lihat, Ibn Hibban, Sahih Ibn Hibban, Mu’assasah ar-Risalah, Beirut, cetakan II, 1993, juz XV, hal. 236.

  • pengelolakomaht // 16 Desember 2008 pada 11:56 | Balas

    Jawabannya mudah sekali saudaraku,

    Dijelaskan oleh Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- bahwa sebelum turunnya al Mahdi -alaihis salam- bumi sedang penuh dengan kezhaliman dan kesemena-menaan , oleh karena itu tidak mungkin al Mahdi di turunkan setelah adanya khilafah rasyidah akan tetapi dapat dipastikan bahwa al Mahdi lah khalifah rasyidah yang pertama kali mengikuti manhaj nubuwwah setelah zaman kedzaliman ini.

    Sedangkan hadits adanya khalifah sebelum al mahdi yang digunakan HT diatas Tidak menyebutkan seperti apakah kondisi khalifah yang meninggal sebelum munculnya al mahdi ini, namun mengingat banyak hadits menyebutkan bahwa sebelum al mahdi muncul di dunia ini penuh dengan kedzaliman, maka khalifah yang meninggal ini pastilah bukan khalifah ber manhaj nubuwwah, dan faktanya memang saat ini telah banyak pihak yang mengklaim sebagai khalifah, misalnya khalifah NII, Khalifah Jama’ah Islamiyah, bahkan manhaj salafy (wahhabi) di saudi juga mengklaim raja saudi sebagai khalifah dan banyak diantaranya yang menulis tentang Daulah Su’udiyah. Dan yang terakhir inilah yang paling berkemungkinan yang dimaksudkan hadits tersebut mengingat al mahdi muncul di haramain.

    Jadi jika ada khilafah berdiri sebelum al mahdi itu pasti bukan khilafah ala manhaj nubuwwah, dan berdasar hadits nabi, khilafah sebelum al mahdi itu pasti akan berbuat kezhaliman terhadap syariat, karena sebelum al mahdi hadir maka dunia penuh dengan kezhaliman.

    Apakah dengan demikian kita berpangku tangan ?
    Tentu tidak,
    dan salah satu upaya kita yang konkrit saat ini selain dari da’wah tauhid adalah meluruskan para pejuang khilafah agar khilafahnya nanti bener dan tidak malah merusak syari’at.
    Bagaimana mau mendirikan khilafah jika Aqidahnya dan RUU khilafahnya dan cara da’wahnya masih ada penyimpangan.

  • titok // 22 Desember 2008 pada 05:53 | Balas

    Perhatikan kerancuan pemahaman yang nyata dari orang yang mengaku mantan HT dalam artikel di atas di sini:
    http://titok.wordpress.com/2007/10/02/asasul-khomsah/

  • salafytobat // 23 Desember 2008 pada 22:14 | Balas

    Kenapa saya keluar dari salafy / salafi /wahaby/wahabi/sunni palsu/ darul hadits /wahdah islamiyah/al-Nidaa’/LBI Al atsary?

    http://salafytobat.wordpress.com/

    http://abu-syafiq.blogspot.com/

  • pengelolakomaht // 24 Desember 2008 pada 14:00 | Balas

    Bagaimana jika anda sampaikan disini saja saudaraku ? mari berdiskusi bersama saya dan kaum muslimin yang lain yang mengimani datangnya al mahdi meskipun haditsnya ahad

  • titok // 26 Desember 2008 pada 05:22 | Balas

    Perhatikan komen terakhir untuk orang yang mengaku mantan HT ini di
    http://titok.wordpress.com/2007/10/02/asasul-khomsah/

  • زهير // 30 Desember 2008 pada 15:36 | Balas

    Setelah berkenalan dengan kelompok dakwah Hizbut Tahrir dan mengikuti kajian-kajian yang diadakan oleh kawan-kawan di sana, saya jadi banyak tahu dan mengenal Khilafah; bahwa Islam punya sistem yang mengatur segala aspek kehidupan, tiada terkecuali.

    Selanjutnya, tinggal bagaimana kita sebagai seorang Muslim berikhtiar untuk menuju kembalinya Khilafah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya.

    Semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan-Nya kepada kita semua.

  • pengelolakomaht // 7 Januari 2009 pada 12:16 | Balas

    Saudaraku yang dikasihi Alloh

    Memang benar Islam sebagai agama yang sempurna memiliki sistem pemerintahan yang sangat bagus yaitu sistem khilafah ala manhaj nubuwwah,

    Namun sistem khilafah ala manhaj Hizbut Tahrir perlulah kita kritisi agar jangan sampai menyelisihi khilafah ala manhaj nubuwwah yang indah itu.
    Sebagaimana yang sudah saya jelaskan betapa banyak ketidak miripan dan pertentangan sistem khilafah HT bila dibandingkan dengan sistem khilafah ala manhaj nubuwwah.

    Begitu pula cara menda’wahkannya dan proses pendiriannya jangan sampai menyelisihi cara dan da’wah Nabi kita yang mulia.

  • زهير // 8 Januari 2009 pada 09:25 | Balas

    Siip, إن شآء اللّه

  • abu_Zenab // 9 Januari 2009 pada 09:27 | Balas

    makanya liat aja tuch syaikhnya WAHABI UTSAIMIN yg mengatakan bahwa MATAHARI MENGELILINGI BUMI ka tanya…kalo kaum muslimin gak percaya malah dianggap..PERCAYA sama orang kafir PERCAYA SAMA ILMU2 KAFIR…liat aja postingan tentang FATWA UTSAIMIN BAHWA MATAHARI MENGELILINGI BUMI……

    liat di situs http://www.salafyindonesia.wordpress.com

    kang mantan ht kalo khilafah fersi HT itu seperti apa ya….

  • abu_Zenab // 9 Januari 2009 pada 09:29 | Balas

    to mas titok…..

    mas gak ada yg namanya kelompok SALAFY tapi yg ada KELOMPOK WAHABI yg bersembunyi dibalik topeng SALAFY…..

    kok watak ente mirip WAHABI ya kang mantanht….

  • pengelolakomaht // 10 Januari 2009 pada 09:23 | Balas

    Saudaraku,

    Pertama,

    Meskipun saya bukan anggota wahhabi bertopeng salafy seperti kata anda, namun perlu saya luruskan bahwa fatwa matahari mengelilingi bumi itu bukanlah fatwa Utsaimin namun fatwa para shahabat karena memang dikurun awal Islam begitulah pemahaman astronomi mereka. Utsaimin dan bin baz hanya copy paste pemahaman shahabat terhadap peredaran matahari waktu itu.
    Sebenarnya fatwa ini bukan saja dipedomani oleh umat Islam dikurun awal namun juga oleh umat Nashrani dimana kalangan gereja dikurun kurun awal memfatwakan teori geosentris ini dan bahkan menghukum mereka yang menentang teori ini.
    Kesimpulannya adalah ternyata seluruh doktrin agama samawi tentang teori ini dikurun kurun awal adalah sama yaitu matahari mengelilingi bumi. Baik Islam, Nashrani, maupun agama samawi lainnya ternyata doktrin awal mereka sama. Berarti kemungkinan besar memang wahyu Allah dipahami demikian oleh seluruh orang sholeh dimuka bumi dikurun kurun awal yang mereka hanya mengkaji agama dan tidak belajar ilmu alam lainnya.
    Tinggal sekarang siapa yang anda percayai, apakah orang-orang sholeh dikurun kurun awal semua agama samawi ataukah para fisikawan modern saudaraku ?
    Saran saya sih tinggalkan saja urusan ini pada mereka, biarlah nanti di yaumil hisab berhadapan antara kubu orang-orang sholeh dikurun awal agama samawi vs kubu fisikawan modern yang kebanyakan atheis, nanti kita saksikan saja bagaimana Alloh mengadili mereka.

    Kedua,

    Khilafah HT tentunya dicerminkan oleh RUU khilafahnya, dan penyimpangan isi RUU khilafah HT sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya.
    Hal ini cukup membuktikan bahwa ternyata khilafah ala HT sangat berbeda dengan khilafah ala manhaj nubuwwah atau sistem khilafah di masa khulafaur rasyidin.

    Ketiga,

    Saya tertarik dengan statemen anda bahwa watak saya mirip wahhabi, demi perbaikan diri saya pribadi mohon anda ceritakan watak watak saya yang mana yang mirip wahhabi. Semoga Alloh memudahkan kita semua.

  • abu_zenab // 11 Januari 2009 pada 18:09 | Balas

    om mantanht comen2 diatas saya minta bukti bahwa syabab HT itu suka MENGKAFIRKAN sesama muslim seperti kata anda….mohon kemukakan buktinya…disitus resmi HT mohon kemukakan….

    kemukakan pula bukti bahwa pemahaman sahabat mengatakan matahari mengelilingi bumi….

    anda mirip watak wahabi ya… orang2 wahabi disitus resmi salafy online dari dulu ngebahas masalah HADIS AHAD gak beres2 malah nyampe emosian, sampai menyesatkan HT….

  • abu_zenab // 11 Januari 2009 pada 18:11 | Balas

    daripada diskusi2 terus gak habis2 mendingan ente undang atasan HT yg berpengaruh : ust. shidik aljawi atau ust ismail yusanto untuk diskusi dengan anda diforum terbuka….byar semuanya jelas….

  • dj // 11 Januari 2009 pada 19:09 | Balas

    sesama muslim kok kaya gn sehhhhhh??????
    MALU WOY!!!
    senangnya musuh-musuh islam!!!

    ikhhh, aq org awam yg ga ngerti dalil2 aja ngerasa tercabik2 ngeliat saudara2 bertikai pendapat kaya gn!!!!!!

    Aku benciiiiiiiiiiiiiiii keadaan kaya gn!!!!!!!!!!

  • dj // 11 Januari 2009 pada 19:24 | Balas

    saatnya umat islam tuh bersatu!!!!!!!!!!

  • pengelolakomaht // 12 Januari 2009 pada 15:00 | Balas

    saudaraku abu zaenab yang dikasihi Alloh,

    Bukankah dalam blog ini salah satu syabab HT yaitu saudara kita yang mulia Saif Ayatullah Ba’abduh memposting tulisan tentang kekafiran jumhur penguasa muslim saat ini.
    Kiranya hal itu cukup membuktikan apa yang pernah saya sampaikan. Silahkan anda cermati kembali tulisan beliau dan bantahan yang saya berikan di topik diskusi RAPORT MERAH HIZB.

    Adapun tentang sikap shahabat terhadap astronomi kenapa saya katakan mereka menganggap matahari mengelilingi bumi adalah karena teori heliosentris tidak pernah sampai kepada mereka dan mereka memperoleh warisan pemahaman dari ummat yang terdahulu yang mengambil pendapat tertua yaitu teori geosentris, sehingga tampak pemahaman Ibnu Abbas ketika menafsirkan Al-Anbiya’ : 33 beliau berkata “Berputar seperti alat pemintal”, sungguh ini adalah pemahaman yang sangat tradisional dan beliau sama sekali tidak mengenal teori revolusi maupun rotasi matahari, gambaran yang ada di akal beliau adalah matahari berputar mengelilingi bumi.
    Kita tidak bisa menyalahkan salafy dalam hal ini karena memang doktrin mereka adalah mengikuti cara hidup shahabat meskipun cara hidupnya kuno dan tidak rasional.

    saudaraku,
    Dari watak-watak wahhabi yang anda sebutkan berarti ada dua yaitu ;
    1. membahas hadits ahad gak beres-beres
    2. suka emosian dan menyesatkan

    dari sini saya sampaikan kepada anda bahwa pembahasan hadits ahad sudah beres karena para syabab HT yang berdiskusi dengan saya ketika saya tawari kesimpulan mereka diam tidak membantah lagi, silahkan anda cek kembali Topik HIZB & AQIDAH NABI…, semua dalil baik al Qur’an maupun as Sunnah sudah saya sampaikan dan tidak dibantah lagi, BAHKAN al akh TITOK yang juga syabab HT di forum ini menyatakan meyakini aqidah dari hadits ahad yang shohih, jadi sudah selesai saudaraku, sekarang tinggal para petinggi HT apakah mau merevisi kitab-kitab HT yang masih mengharamkan aqidah dari hadits ahad yang shohih.

    Adapun sifat emosian dan menyesatkan setahu saya tidak pernah saya lakukan, bahkan saya yang sering dicela oleh syabab HT misalnya al akh al jirbani dan bahkan ada yang mencaci saya dengan sebutan PKI ARAB, waliyaudzubillah.

    Silahkan saudara cek kembali bagaimana jalannya diskusi saudaraku, mohon jangan berprasangka buruk dahulu kepada saya dan termakan hasutan syetan yang menjelekkan saya, jika anda simak kembali niscaya akan terang duduk perkaranya.
    Semoga Alloh memudahkan kita dalam saling menasehati saudaraku.
    Addinu Nasihah.

  • Wisnu Sudibjo // 12 Januari 2009 pada 15:19 | Balas

    Setahu saya, yang model – model begini itu sangat kering dari solusi. Sama sekali tidak dapat menarik kesimpulan apa akar masalah permasalahan umat dan apa solusinya.

    Sekalipun seluruh umat Islam memiliki pendapat seperti antum, saya yakin bahwa Islam tidak akan tegak. Kenapa? Karena memang bukan itu tujuannya. Tujuannya ya hanya itu ritual semata. Dikotomis antara dunia politik dan Agama. Hasilnya, debat mazhabiah semata.

    Gak ada solusi riil untuk masyarakat.

    BBM naik. Apa solusinya?
    Krisis finansial. Apa solusinya?
    Krisis palestine. Apa solusinya?

    buktikan kalau memang tidak mau dituduh sekuler atau kering solusi.

    Wassalam,

  • pengelolakomaht // 13 Januari 2009 pada 14:50 | Balas

    “Solusi Problematika Ummat”,
    dulu sewaktu masih aktif di HT saya pernah mengadakan seminar di kampus saya dengan judul itu. Targetnya adalah agar semua yang hadir memiliki pemikiran bahwa khilafah adalah satu-satunya solusi.

    Namun ternyata menyatakan bahwa khilafah satu-satunya solusi sangatlah naif karena bukti sejarah juga mencatat banyak krisis terjadi saat kekuasaan khalifah bahkan saat khalifah Umar bin Khathab berkuasa sekalipun pernah diuji dengan krisis pangan (paceklik).
    Krisis itu Qadarulloh saudaraku dan yang bisa mencabut hanya Alloh, kita manusia hanya ikhtiar, tawakkal dan memperbaiki tauhid keimanan kita. Dan alhamdulillah kekhilafahan di zaman Umar diselamatkan Alloh dari krisis karena khalifah Umar dan para shahabat adalah ummat yang dicintai Alloh dengan keimanan mereka yang lurus.

    Namun berbeda kasus dengan saat kesultanan Turki berkuasa yang bukan saja krisis pangan namun juga krisis kepercayaan rakyat pada penguasa yang dipelopori Jannissary, dan juga krisis keuangan negara (finansial) karena manajemen keuangan yang amburadul (maraknya korupsi). Dan akibat para sulthan Turki jahil agamanya tidak lurus pemahaman agamanya maka dihancurkanlah oleh Alloh kesultanan tersebut.

    Adapun krisis dengan Yahudi (palestin) malah bukan hanya di zaman sekarang bahkan di zaman Rasulullah sudah terjadi khaibar dan bahkan beberapa kali nyawa Rasulullah terancam oleh kaum Yahudi.

    Jadi semua krisis yang anda contohkan diatas solusi riilnya justru bukan khilafah namun solusi riilnya adalah tindakan tanggap kita saat ini,

    misalnya krisis BBM maka solusi riil adalah ; penghematan, produksi BBM dalam negeri ditambah, konversi BBM ke non migas, dsb.

    Khilafah memang syariat yang wajib diterapkan namun bukan berarti di politisir bahwa semua urusan solusinya adalah khilafah saudaraku.

    Tempatkanlah syariat khilafah pada tempatnya.

  • Yang sedih melihat anda // 17 Januari 2009 pada 11:04 | Balas

    Saya hanya ingin tahu, anda keluar dari HT karena apa? di iqob kah? atau memang tidak setuju dengan pemikirannya? Sebelum keluar,anda sudah ngaji berapa kitab? dan apa kegiatan anda sekarang ini? apa hanya sibuk dengan hal seperti ini?
    Solusi riil yang anda tulis di atas, coba anda sampaikan pada saudara kita yang penghasilannya hanya 10 ribu sehari… dan solusi itu sama seperti janji para petinggi pemerintah yang hanya JANJI PALSU pada rakyatnya.

  • pengelolakomaht // 18 Januari 2009 pada 09:41 | Balas

    Saudaraku,

    Sebagai bentuk etika maka saya tidak menceritakan sejauh apa posisi saya di HT yang jelas saya cukup memahami HT karena saya sempat mempertaruhkan segala-galanya untuk da’wah khilafah HT bahan terpaksa harus loncat jendela kamar karena pintu depan dan belakang banyak berseliweran aparat orde baru, dan keluarga saya pun ada yang lama di HT, dan itu saja yang bisa saya sampaikan untuk anda.

    Adapun tentang upaya konkrit bagi yang berpenghasilan 10 ribu ya kerja dan dibantu shodaqoh muslim yg lain ya akhi, bukannya seruan khilafah, apakah dengan ia menyeru khilafah lantas ia dapat uang untuk makan ? bahkan saat khilafah khilafah terdahulu berdiri pun masih sering terjadi krisis paceklik makanan.

    Cobalah realisistis saudaraku, orang mau dapat uang itu harus bekerja bukannya menyeru khilafah. Bahkan berdirinya khilafah tidak menjamin semua muslim bekerja, tidakkah antum tahu bahwa sebagian shahabat Nabi ada yang tidak memiliki pekerjaan dan hanya tinggal di masjid Nabi karena tidak memiliki rumah sendiri.
    Tidakkah antum tahu bahwa Nabi pun sering sehari hanya makan sekali bahkan tidak makan sama sekali sampai perutnya diganjal batu.
    Kalau anda mengatakan dengan khilafah HT rakyat akan sejahtera dan tidak ada yang miskin itu namanya mimpi di siang bolong, karena zaman khilafah Nabi dan zaman khulafaur rasyidin saja masih banyak orang miskin dan pengangguran. Apakah sistem pemerintahan anda lebih hebat dari mereka saudaraku ?

  • tokohkita // 18 Januari 2009 pada 22:01 | Balas

    Gitu Aja kok Repot
    NATO : No Action Talk Only

    Mending Gabung Ama HDI (Hizb Dakwah Islam ) aja. Memperjuangkan Syari’at Islam dan Khilafah Bersama Umat

    Dijamin Keren Habis

    Mahmud Marwan
    Syabab HDI (Hizb Dakwah Islam)
    hdipasuruan.blogspot.com

  • Rita // 19 Januari 2009 pada 12:34 | Balas

    diblog lain ( http://denagis.wordpress.com/2008/02/12/berebut-kapling-sorga/#more-46) saya baru juga membaca mengenai konsep Imam Mahdi yang berbeda dgn konsep versi HT.
    Bagaimana menurut pendapat anda?
    Salam

  • pengelolakomaht // 20 Januari 2009 pada 18:38 | Balas

    Saudaraku,

    Apakah HDI memperbaiki kekeliruan Hizb ataukah hanya setali tiga uang ?

    Untuk apa mendirikan HDI jika esensinya sama saja saudaraku, bukankah ini justru menciptakan perpecahan baru.

  • tokohkita // 20 Januari 2009 pada 19:17 | Balas

    By: pengelolakomaht on 20 Januari 2009
    at 18:38
    Saudaraku,
    Apakah HDI memperbaiki kekeliruan Hizb ataukah hanya setali tiga uang ?
    Untuk apa mendirikan HDI jika esensinya sama saja saudaraku, bukankah ini justru menciptakan perpecahan baru.

    MM menjawab:
    1. HDI muncul gak lepas dari keluarnya HTi dari FUI dikarenakan perintah amir HTpusat, Ok ini bisa dipahami karena memang Hti secara administrasi kebijakannya terikat dengan HTpusat, sedang menurut hemat saya tidak semua kebijakan HTpusat itu sesuai dengan fakta di lapangan atau dengan kata lain itu gak bisa di jalankan dengan kondisi indonesia.
    Nah HDI yang lebih longgar administrasinya dan tidak terikat dengan pihak-pihak yang nggak tahu fakta di lapangan, setidaknya bisa menutup lobang-lobang yang ditinggalkan teman-teman HTI atau dengan kata lain lobang-lobang vital yang temen-temen HTi gak berani nyerempet karena terikat dengan kebijakan HTpusat.
    Salah satu contohnya ya FUI ini karena di dalamnya terdapat FPI yang oleh HTpusat dikhawatirkan bisa menodai dakwah “non kekerasan” yang diadopsi HT. Makanya, mengapa saya katakan HDI secara Administasi lebih longgar dari HTi.

    2. Secara person saya masih ikut dengan kaidah “sesuatu yang mengantarkan kepada yang wajib maka hukumnya wajib” jadi selepas saya dari HTi saya gabung berharokah dengan HDI ya, kalau nanti ada yang lebih baik dari HDI pemikirannya insya allah saya akan mengikuti yang lebih baik itu. Makanya saya kurang sreg dengan kata “perpecahan” :) btw istri dan adik-adik saya masih in group kok di HTi dan saya pikir itu bukanlah masalah serius.

    3. Secara person saya yakin M. Al Khaththath sebagai ketua umum HDI, yang telah berpengalaman 22 tahun bersama HT sudah paham betul Peta dan Kondisi dakwah di Tanah Air ini. So, dengan bekal tersebut beliau tentu paham betul letak lobang-lobangnya dimana dan formula apa yang dibutuhkan untuk menutup lobang-lobang tersebut.

    Wallahua’lam “Ini pendapat pribadi”
    Semoga Bermanfaat
    Mahmud Marwan
    Syabab HDI Pasuruan

  • tokohkita // 20 Januari 2009 pada 21:44 | Balas

    Klo Antum ketemu syabab HDI yang masih panasan denger nama HT mohon dimaklumi karena mungkin rata-rata mereka cukup berumur beraktivitas di HTi (5-22 tahunlah)

    dalam kurun waktu tersebut segala kemampuan baik pikiran tenaga jiwa dan raga, harta bahkan nyawa pun dicurahkan untuk dakwah tapi itu semua harus berakhir dengan perlakuan (baca didzalimi) administrasi yang sedemikian rupa. so pantes klo masih suka panasan.

    Insya Allah mayoritas syabab HDI sudah menganggap bahwa HTi adalah masa lalu yang jika kita terlalu lama menolehnya ke belakang dikhawatirkan kita malah nabrak atau ketabarak.
    Dan Satu yang nggak boleh dilupakan kita bukan memperjuangkan syarikahnya tapi ide-idenya.

    Positif thinking aja:
    Thank’s to HTi karena telah membentuk mental baja dakwah saya dengan kejadian-kejadian dibawah ini :

    - kapan lagi ngerasain dipecat dan kehilangan pekerjaan karena saya aktivis HTi.
    - kapan lagi ngerasain dijauhkan dari masyarakat (keluarga, teman, tetangga, kolega,etc) karena saya aktivis HTi.
    - Kapan lagi ngerasain diusir dari masjid karena saya aktivis HTi.
    - dan masih banyak lagi

    Sekali lagi ini bukan cerminan sakit hati, tapi saya sangat berterima kasih karena kejadian-kejadian diatas telah membentuk sebuah karakter pengemban dakwah yang tahan pukul di mata saya.

    So
    Keep Moving
    and
    Istiqomah

    Wallahua’lam “Ini pendapat pribadi”
    Semoga Bermanfaat
    Mahmud Marwan
    Syabab HDI Pasuruan

  • Akmal // 21 Januari 2009 pada 02:25 | Balas

    Asslm.

    ya akhi.. saya liat, kok disetiap response anda selalu saja menjelek-jelekan ht. bukannya antm yang bikin perpecahan dengan membuat blog ini?

  • msitompul2008 // 21 Januari 2009 pada 13:56 | Balas

    By: tokohkita on 20 Januari 2009
    at 19:17

    “3. Secara person saya yakin M. Al Khaththath sebagai ketua umum HDI, yang telah berpengalaman 22 tahun bersama HT sudah paham betul Peta dan Kondisi dakwah di Tanah Air ini. So, dengan bekal tersebut beliau tentu paham betul letak lobang-lobangnya dimana dan formula apa yang dibutuhkan untuk menutup lobang-lobang tersebut.”

    comment:
    Oo..jadi berita yang ditulis di blognya osolihin. wordpress itu benar tho bahwa beliau keluar dari hti?? bukankah setahu saya dia adalah orang nomor satunya di hti?? kok tiba-tiba ada di hdi? (hdi itu harokah baru ya mas??). boleh tau alasan beliau keluar dari hti??

  • msitompul2008 // 21 Januari 2009 pada 14:02 | Balas

    tokoh kita said:

    2. Secara person saya masih ikut dengan kaidah “sesuatu yang mengantarkan kepada yang wajib maka hukumnya wajib” jadi selepas saya dari HTi saya gabung berharokah dengan HDI ya, kalau nanti ada yang lebih baik dari HDI pemikirannya insya allah saya akan mengikuti yang lebih baik itu. Makanya saya kurang sreg dengan kata “perpecahan” :) btw istri dan adik-adik saya masih in group kok di HTi dan saya pikir itu bukanlah masalah serius.

    comment:
    maksudnya lebih baik itu apa toh mas tokoh (dalam hal apa misalnya)? kira-kira menurut mas tokoh kita, hdi dengan pks bagusan mana ya?

  • chomel // 21 Januari 2009 pada 15:58 | Balas

    palestine menangis dan kita tertawa (mari…)

  • Ukhtifillah // 21 Januari 2009 pada 19:28 | Balas

    Saya tdk pernah melihat 0rang sejahat anda..! Anda memakan bangkai saudara anda sendiri..apa anda tdk menghargai syabab2 HT yg di tangkap,diasingkan,di aniaya,bahkan terbunuh untuk mencapai kemuliaan islam! Apakah anda masih tega menyebar fitnah atas ke-syahid an mereka?jgn menjudge seakan2 anda yg paling benar,ingat.. Kebenaran datangnya dari Allah!
    Sy sedih melihat pertikaian ini.. Qt mempertahankan eg0 masing2 tanpa berfikir ada yg hal yg lebih urgen dari hal inì!
    Mas pengel0la..sy ingin pertanyakan “APA NIAT ANDA DAN ANTEK2 ANDA MEMBUAT BLOG SEPERTI INI SEBENARNYA? Kalau seandainya untuk menyadarkan 0rang HT akan kekeliruannya..sungguh sudah sangat banyak mudharat yg anda timbulkan, BACA,RENUNGKAN,DAN LIHATLAH,,,BEGITU NAMPAK BLOG ANDA TELAH MEMECAH BELAH UMAT ISLAM”
    Sm0ga Allah meluruskan kita dalam persatuan!bukan perpecahan..
    Sy heran,apa untungnya bagi anda membuat bl0g ini?memang tema tentang islam telah habis?sehingga anda lebih memilih tema ini? Sungguh..masih banyak ilmu islam yg perlu qt gali.. Ingat HT s0dara kita.. Islam.. Jgn membuatnya seakan2 HT itu sesat..
    -kecuali kalian menyaksikan kekufuran yg nyata,sementara kalian mempunyai argumentasi yg kuat di sisi Allah tentang kekufuran itu (HR Muttafaq ‘alaih)
    Apakah mas merasa paling kuat argumentasinya di sisi Allah??
    -siapa saja yg mengkafirkan saudaranya,maka berbalik kepada salah satu diantara mereka (HR Ahmad)
    Mas..taukah kau nampak seperti hadis ini..dgn sikap anda..yg sangat menganggap anda yg paling benar!astagfirullah..
    -tidak halal bagi se0rang muslim,mener0r muslim yg lain (HR Ahmad,abu dawud,ath-thabrani)
    Mas..bl0g anda adalah ter0r terbesar yg pernah sy lihat..kekejaman yg luar biasa pada s0dara anda di HT! tunggu hari pembalasan.. Allah tidak luput dari apapun..!
    Astagfirullah..

  • tokohkita // 21 Januari 2009 pada 19:34 | Balas

    By: msitompul2008 on 21 Januari 2009
    at 13:56
    comment:
    Oo..jadi berita yang ditulis di blognya osolihin. wordpress itu benar tho bahwa beliau keluar dari hti?? bukankah setahu saya dia adalah orang nomor satunya di hti?? kok tiba-tiba ada di hdi? (hdi itu harokah baru ya mas??). boleh tau alasan beliau keluar dari hti??

    MM menjawab : Waduh lebih bijak klo ditanya ke orangnya langsung aja, biar pas gitu.

    Kalau yang ditanya saya pribadi ya saya jawab, Kalau saya bukan termasuk rombongan orang-orang yang “dikeluarkan” itu.
    Saya sih termasuk golongan orang-orang yang “nggak tahan” lihat orang didzalimi kayak gitu, makanya saya mencabut qosam saya pada amir HT, yang pasti bukan karena person, atau apapun tapi semata-mata karena saya melihat perjuangan HDI lebih prospek untuk tingkatan/medan dakwah Indonesia daripada HTi yang terikat dengan kebijakan pusat, karena selama di HTi saya diajarkan jika ada sebuah harokah yang lebih baik dalam memperjuangkan syari’at Islam dan Khilafah (Dalam Kitab SGI) maka saya diharuskan mengikuti yang lebih baik. Ya udah, gak ada unsur sakit hati atau apa, toh faktanya istri dan adik-adik saya masih in group kok di HTi.

    By: msitompul2008 on 21 Januari 2009
    at 14:02
    comment:
    maksudnya lebih baik itu apa toh mas tokoh (dalam hal apa misalnya)? kira-kira menurut mas tokoh kita, hdi dengan pks bagusan mana ya?

    MM menjawab : Maksudnya lebih baik ya dalam perjuangan penegakan syari’at islam dan khilafah ini (bisa administrasinya, metode dakwahnya, bahkan mungkin person-personnya juga,dll).

    Kita ini dalam memilih harokah tentu memiliki macam alasan. Ada yang cukup satu alasan, dua alasan, atau bahkan banyak alasan untuk memilih apa itu PKS HTi, atau yang lainnya. Satu yang perlu diingat dan penting, yaitu kita tidak memperjuangkan Harokahnya/syarikahnya tapi yang kita perjuangkan adalah ide-idenya (Syari’at Islam dan Khilafah) dimana itu adalah wujud ketundukan kita terhadap hukum-hukum Allah SWT.

    HDI dan PKS :
    Jika saya sampai pada titik dimana PKS lebih baik dari HDI itu bukan sesuatu yang mustahil, begitu juga sebaliknya. Toh di padang mahsyar nanti kita gak bakalan di absen berdasarkan bendera PKS, HTi, HDI, Muhammadiyah, NU, atau yang lainnya.

    So
    Keep Moving
    and
    Istiqomah

    Wallahua’lam “Ini pendapat pribadi”
    Semoga Bermanfaat
    Mahmud Marwan
    Syabab HDI Pasuruan

  • msitompul2008 // 23 Januari 2009 pada 10:20 | Balas

    tokoh kita:
    MM menjawab : Waduh lebih bijak klo ditanya ke orangnya langsung aja, biar pas gitu.

    comment:
    kenal aja kagak, gimana mo nanya langsung he..he…(lagi pula kayaknya ga bakalan sempat deh beliau menjawab pertanyaan2 begini, iya tho??). bukankah sebagai “jubir” hdi, ente pasti tahu dan boleh menjelaskannya?? soale jika benar beliau sekarang ada di hdi itu beliau pasti menjelaskan ke anda sebab musabab-nya. tapi klo ndak mau jawab, yo wesss..

    tokoh kita:
    MM menjawab : Maksudnya lebih baik ya dalam perjuangan penegakan syari’at islam dan khilafah ini (bisa administrasinya, metode dakwahnya, bahkan mungkin person-personnya juga,dll).

    comment:
    Oo..gitu..bagaimana mas tokoh kita (kita??? elo kali he..he..?) bisa dengan yakin berkata begitu, wong belon ada buktinya je bahwa hdi emang benar-benar berjuangan dalam rangka peneegakan syariah dan khilafah (setidak-tidaknya buat publik).. klo hti sih walaupun perannya belum terlihat banyak tapi kan dah pernah bikin acara semacam kki (2 kali lagi), nah hdi mana??

    klo untuk person, mas tokoh emang dah membandingkan berapa person?

    tokoh kita said:
    Satu yang perlu diingat dan penting, yaitu kita tidak memperjuangkan Harokahnya/syarikahnya tapi yang kita perjuangkan adalah ide-idenya (Syari’at Islam dan Khilafah) dimana itu adalah wujud ketundukan kita terhadap hukum-hukum Allah SWT.

    comment:
    klo benar apa yang anda katakan ini, berarti kader-kader hdi tidak akan dan tidak mau terlibat dalam perdebatan-perdebatan yang ga perlu seperti di dunia maya ini donk. moga-moga seh. eh mas, dah ada website hdi ga, jadi penasaran nih?

  • msitompul2008 // 23 Januari 2009 pada 10:40 | Balas

    By: Ukhtifillah on 21 :

    Mas..bl0g anda adalah ter0r terbesar yg pernah sy lihat..kekejaman yg luar biasa pada s0dara anda di HT! tunggu hari pembalasan.. Allah tidak luput dari apapun..!
    Astagfirullah..

    comment:
    ah masa seh segitunya. jangan terlalu berlebihan gitu ah, ga baik lho..

    emang mas mantan pernah kafir mengkafirkan disini, kok saya ndak pernah liat ya…tolong ditunjukin bagian yang mana ada peristiwa seperti itu?

    masalah kekejaman, emank selama ini si embak kemana aja sih, emang ndak pernah lihat ya kekejaman yahudi membunuhi saudara-saudara kita di palestine sana?? mosok sih, mas mantan divonis lebih kejam dari pada yahudi he..he…

    entahlah, kadang saya bingung. sesungguhnya bagaimana sih hti mendidik kadernya?? kok yang saya jumpai sering yang model-model begini?? awalnya sih terlihat sopan, tapi kemudian sangat gampang menghakimi, sangat siap mengeritik tapi sangat tidak tahan dikritik,.. ola..la..la…

    mbak ukthi, kita boleh mencintai harokah dimana kita menimba ilmu. tapi harus diingat kita tetap harus proporsional jika harokah kita diserang..

    mungkin baiknya mbak ukti belajar ke ukhti2 tetangga. yang demikian tegar dan santun dalam menghadapi celaan-celaan.

    untuk mas mantan:
    bah!! kasian kali kau mas mantan divonis begitu he..he…(tapi ya resiko sendiri juga sih)…

  • tokohkita // 23 Januari 2009 pada 13:29 | Balas

    By: msitompul2008 on 23 Januari 2009
    at 10:20
    comment:
    kenal aja kagak, gimana mo nanya langsung he..he…(lagi pula kayaknya ga bakalan sempat deh beliau menjawab pertanyaan2 begini, iya tho??). bukankah sebagai “jubir” hdi, ente pasti tahu dan boleh menjelaskannya?? soale jika benar beliau sekarang ada di hdi itu beliau pasti menjelaskan ke anda sebab musabab-nya. tapi klo ndak mau jawab, yo wesss..

    MM: OK berarti sudah cukup sampai di sini (tp klo ada kesempatan ketemu, tanyain ya)

    comment:
    Oo..gitu..bagaimana mas tokoh kita (kita??? elo kali he..he..?) bisa dengan yakin berkata begitu, wong belon ada buktinya je bahwa hdi emang benar-benar berjuangan dalam rangka peneegakan syariah dan khilafah (setidak-tidaknya buat publik).. klo hti sih walaupun perannya belum terlihat banyak tapi kan dah pernah bikin acara semacam kki (2 kali lagi), nah hdi mana??

    MM : Itulah yang saya katakan bahwa HDI muncul nggak lepas dari keluarnya HTi dari FUI. Nah, ini kan lobang yang musti ditutup karena HTi terikat dengan kebijakan HTpusat dan gak bisa gabung di FUI karena ada FPI, maka HDI yang lebih longgar bergerak di FUI, kalau pingin tahu agenda HDI ya lihat aja agenda-agendanya FUI. Saat saya nulis ini mereka lagi aksi dari bunderan HI ke Istana, tadi pagi Al Khaththath juga Live di TV one. Gitu.

    comment:
    klo benar apa yang anda katakan ini, berarti kader-kader hdi tidak akan dan tidak mau terlibat dalam perdebatan-perdebatan yang ga perlu seperti di dunia maya ini donk. moga-moga seh. eh mas, dah ada website hdi ga, jadi penasaran nih?

    MM: Ya, kira-kira begitu. Klo boleh pinjam istilah PAN “Hidup Adalah Perbuatan”. Saya berani angkat bicara karena saya punya waktu luang dan saya lihat ada pihak-pihak (gak usah tunjuk hidung deh) yang berusaha menyesatkan informasi tentang HDI (yang barisan sakit hati lah, yang inilah, yang itulah, sedang saya termasuk orang yang “nggak tahan” lihat orang lain dapat informasi yang salah). Hanya sebatas itu, kalau dah masuk ke dapurnya orang lain ya berhenti, gak usah diperpanjang, kalau masuk dapurnya HDI Insya Allah saya akan menjawab semampu saya.Andaikan kebenaran tidak datang dari mulut saya tentu dari mulut orang lain, Insya Allah.
    Kalau Website resmi kayaknya belum ada. kalaupun ada hanya blog-blog yang dikelola personal syabab HDI, namanya juga baru meramaikan.
    Kalau mau dilanjut saya stanby di arcoku@yahoo.com
    Lagian gak enak sama pemilik blog kalau setiap posting panjang-panjang gini.

    Wallahua’lam “Ini pendapat pribadi”
    Semoga Bermanfaat
    Mahmud Marwan
    Syabab HDI Pasuruan

  • msitompul2008 // 23 Januari 2009 pada 14:58 | Balas

    mas tokoh kita,

    terima kasih ya atas informasinya. senang mendengar ada harokah baru muncul yang membela kepentingan umat. moga-moga saja, kemunculannya merangsang harokah lain untuk saling berlomba-lomba buat kebajikan.

    eh mas nanya atu lagi boleh? setahu saya sih, dulu pak mashadi yang dari pks pernah aktif di fui ini, kira-kira beliau ikutan bergabung di hdi ini ga ya, mungkin semacam supported atau apalah namanya?

  • tokohkita // 23 Januari 2009 pada 15:22 | Balas

    By: msitompul2008 on 23 Januari 2009
    at 14:58
    eh mas nanya atu lagi boleh? setahu saya sih, dulu pak mashadi yang dari pks pernah aktif di fui ini, kira-kira beliau ikutan bergabung di hdi ini ga ya, mungkin semacam supported atau apalah namanya?

    MM: Kalau gak salah beliau adalah ketua umum FUI, kalau sekarang saya belum tahu. Insya Allah Klo FUI terbuka untuk semua komponen tokoh-tokoh umat (dlm aktivitas penegakan Syari’at Islam dan Khilafah), bahkan agenda-agenda acara HTI yang udah menarik diri dari FUIpun selalu dimuat di medianya FUI (Tabloid Suara Islam –klo gak salah aksi terbaru ganyang israel HTI juga dimuat kok di edisi 59–)

    Demikian Saya undur diri, kepada pemilik blog saya mohon maaf jika bicara tidak pada tempatnya dan atas segala kesalahan kata-kata saya.
    Jika ada pertanyaan-pertanyaan tentang HDI silahkan saya tunggu di :
    arcoku@yahoo.com

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb
    Semoga bermanfaat
    Mahmud Marwan
    Syabab HDI Pasuruan

  • fsiekonomi.multiply.com // 29 Januari 2009 pada 09:47 | Balas

    syukron jazakalloh atas wawasannya akh admin.

    ana jadi tau. tapi tidak menjadi anti. karena kita sesama muslim. imam hasan al banna pernah bilang sikap ikhwan terhadap organisasi islam lainnya adalah penuh kasih sayang dan kerjasama kalo bisa.

    meski, keteladanan akhlak rosul dan contoh nyata dari pejuang dakwah yang ikhlas dan lembut seperti hasan al banna dll jarang bisa diintegrasikan oleh kita2.

    wallohu a’lam.

  • loper // 3 Februari 2009 pada 10:38 | Balas

    tuh kan …. mentokkk….
    sia-sia dehhhh

  • adi victoria // 16 Februari 2009 pada 18:56 | Balas

    sungguh tidak berbobot…:-(

  • pengelolakomaht // 23 Februari 2009 pada 14:20 | Balas

    Saudaraku,

    Menasehati sesama muslim adalah kewajiban dan saya sudah lakukan semampu saya untuk menasehati HT dengan menunjukkan kekeliruannya.

    Hidayah kembali pada Alloh semata.

  • asseifff // 25 Februari 2009 pada 13:18 | Balas

    Mending admin ini ngkritik golongan/jamaah yg bener2 out dr akidah.. spt ahmadiah, JIL, dll..
    yg jelas2 menggerogoti islam… eh malah sebaliknya..

    Setiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban..

  • pengelolakomaht // 26 Februari 2009 pada 14:21 | Balas

    Saudaraku yang baik,

    Sepertinya sudah sangat banyak sekali pengkritik ahmadiyah, JIL, dsb. Bila semua umat Islam hanya mengkritik mereka. Lantas siapa yang akan mengkritik dan menasehati HT ?. Apakah HT maksum sehingga tidak butuh nasihat ?

  • Mbah Bejo // 8 Maret 2009 pada 16:16 | Balas

    Udahlah, yang penting bertindak dengan landasan syar’i, bukan asal ngomong dan tidak bertindak, apalagi ngomongnya juga tidak syar’i ….

  • pengelolakomaht // 10 Maret 2009 pada 13:58 | Balas

    Saudaraku,

    Untuk itu saya perlu menasihati beberapa hal yang tidak syar’i dari HT yang hal itu justru perkara perkara mendasar yang harus diperhatikan.
    Dan silahkan anda simak bahwa saya menasehati kekeliruan ht insyaAlloh hanya berdasar al Qur’an dan as Sunnah.

  • annidaazmi // 13 Maret 2009 pada 12:11 | Balas

    mas pengelola mantanHT, maaf saya cuman mau tau mas di HT lama yah… kira kira berapa kitab HT yang sudah dilahap sama mas…. maaf mas mo tau aja

  • pengelolakomaht // 14 Maret 2009 pada 11:00 | Balas

    Saudaraku yang dirahmati Alloh,

    Telah banyak yang menanyakan kepada saya tentang sejauh mana aktifitas saya dahulu di Hizb untuk itu silahkan dilihat kembali jawaban jawaban saya sebelumnya, dan sungguh saya tidak ingin terlalu mengekspose demi kebaikan ht sendiri.

    Mohon maaf apabila saudara-saudara di ht ada yang marah atau tersinggung, bagi saya anda semua tetap saudara sesama muslim, untuk itulah saya menasehati anda semua meskipun saya harus keluar dari ht mengingat ht memiliki sistem terstruktur dan terkomando, sehingga untuk memperbaiki kekeliruan ht seseorang harus keluar dari sistem ht.

    Teruntuk saudari annidaazmi perlu saya sampaikan bahwa syaikh taqiyyuddin bukanlah mujtahid mengingat beliau tidak hafidz al hadits bahkan kitab bukhori dan muslim pun beliau belumlah menghafalnya, namun beliau hanyalah pakar politik islam dan kitab mutabanat ht hanyalah pemikiran politik dan da’wah Hizbut tahrir yang posisinya tidak lebih layak untuk dikaji terus menerus melebihi al qur’an dan al hadits.
    Padahal bila anda aktif di hizb maka yang anda akan kaji terus menerus adalah kitab-kitab hizb dan bukan al qur’an ataupun al hadits.
    Bila anda bertanya pada para daris maupun syabab ht apakah mereka telah membaca semua hadits dalam kitab bukhori atau muslim maka jawabnya tentu tidak, namun jika anda tanya apakah mereka telah baca sampai selesai mafahim, nidzamul, syakhsiyah, dsb… maka jawabnya tentu sudah.
    Sungguh ini adalah kekeliruan saudaraku.

    Wallahul musta’an

  • anangAbdullah // 17 Maret 2009 pada 14:47 | Balas

    Assalamualaikum Wr Wb
    Alhamdulillah segala puji bagi Allah pemilik segala kebenaran Pengatur setiap Kejadian, Shalawat serta Salam atas Junjungan Nabi Besar Muhammad saw, Rasul bg sekalian Alam
    Semoga Rahmat Allah Swt selalu tercurah kepada kita memayungi atas segala niat baik kita
    tak terlepas segala khilaf atas mahluk, tak jauh dri godaan setiap rencana yang terbersik di dada.

    Saudara Ikhwah fillah, Syabab Dien
    Tak selayaknya kita berpecah belah dengan pemikiran2, Yakin lah bahwa ISlam itu Mulia tidak hancur hanya dengan kata kata argumen sempalan dsb. Khilafah Akan Berdiri Tegak lagi sebelum AKhir jaman

    maka setiap perbedaan yang munkin muncul dalam mengembalikan Kemulian islam tak perlu banyak diperdebatkan jika itu muncul dari sesama umat Islam karena kita Adalah Jamaah. Jamaah Islamiayah, kita bersaudara, bersaudara atas iman, kita seharusnya saling mencintai sesama umat Islam, cinta kerena ALLAH, akan tetapi jika ancaman,argumen, pemikiran itu dari luar ISlam itulah yg patut kita Curigai karena mereka itulah MUSUH BESAR ( YAHUDI dan Musrikin paling keras permusuhannya) bg kita. jangan sampai kita jd terpecah pecah hanya masalah kecil, saya yakin Apakah itu Syek Taqiyudin AnNabani, Syeh Muhammad Abdul Wahab, Mursyid Hasan Al bana dsb, Abul A,la AlMaududi semua nya menginginkan Terapnya Syariat Islam secara menyeluruh walaupun jalan nya berbeda beda tak sepantasnya kita yg datang belakangan jd salah memahami hakikat ini.

    MAka mari kita semua bersatu, Toleran lah terhadap perbedaan2 sesama kita BAngkit Bersama Berjuang Dalam SAtu IKATAN Yang ber nama ISLAM

    sungguh Indah kalimat berikut : Tegak Dalam Aqidah, Toleran dalam Khilafiyah, Santun dalm Muamalah Terus berjuang dalam Tegaknya Syariah.

    Wassalamualaikum wr wb

    anangadul@gmail.com wallahualam bissawab

  • pengelolakomaht // 18 Maret 2009 pada 12:32 | Balas

    Saudaraku yang dikasihi Alloh,

    Ketahuilah bahwa hancurnya bangsa bangsa kafir yang memusuhi Islam bukan karena ummat Islam memiliki jumlah yang banyak, senjata yang kuat dan canggih, ilmu pengetahuan yang hebat.

    Lihatlah dalam khaibar ketika Nabi hanya memiliki jumlah kaum muslimin yang sedikit ternyata pasukan Romawi yang bersekutu dengan Yahudi pun tidak mampu berbuat makar kepada kaum muslimin.

    Namun saat zaman keemasan Abbasiyyah jumlah ummat Islam sangat banyak serta pintar ilmu pengetahuan dan mereka pun meskipun berbeda ragam sekte tetap bersatu dalam satu negara ternyata dengan mudahnya dihancurkan pasukan bar-bar.

    Bukti bahwa kejayaan Islam bukan pada persatuan semu sebuah institusi negara namun pada persatuan hakiki atas kesamaan keyakinan dan kesamaan pandangan terhadap syariat Islam.

    Sungguh sedih saya dengan cara pandang saudara bahwa semua perbedaan dalam urusan agama Islam itu diperbolehkan, padahal tidak semua perbedaan itu dibolehkan meskipun tidak semua perbedaan itu dilarang.

    Untuk itu perlu kita rinci perbedaan apakah yang kita miliki dalam urusan agama ini.

    Apakah boleh tidak menjadikan aqidah keyakinan adanya pertanyaan malaikat munkar nakir dalam kubur karena syaikh Taqiyyuddin (pendiri HT) mengharamkan meyakininya.

    Apakah boleh menghukumi melihat gambar porno itu mubah karena HT tidak melarangnya dan beberapa syabab HT memubahkannya.

    Apakah boleh mendirikan khilafah dengan sistem pemerintahan nya berbeda dengan sistem pemerintahan para khulafaur rasyidin sebagaimana khilafah HT yang tercermin dalam RUU khilafahnya.

    Apakah boleh melakukan kudeta terhadap pemerintahan muslim modern yang eksis saat ini sehingga jika tidak kita yang menghukum mereka maka mereka yang menghukum kita, jika tidak kita yang melukai mereka maka mereka yang melukai kita, jika tidak kita yang membunuh mereka maka mereka yang membunuh kita, padahal kita dan mereka sama sama muslim, meskipun dengan alas an demi tegaknya syari’at Islam.

  • anangAbdullah // 18 Maret 2009 pada 16:02 | Balas

    Assalamualaikum Wr Wb
    Alhamdulillah
    Saudaraku Semoga kita Sama2 Di Rahmati Allah amin
    Ya Benar Sekali Akhi Setuju sekali, Kita Sependapat
    Bukan maksud saya kemaren menulis komentar untuk membahas tulisan tulisan anda, Sungguh tidak. Kita sependapat. Sepaham atas Ahlus sunah Wal Jamaah, bukan Syiah, bukan Khawarij, bukan Mutazillah yg menuhankan akal, apalagi Ahmadiyah

    Yang saya harapkan adalah kita tidak terlalu menunjukkan perbedaan atas sesama muslim, klo mereka yg terkhilaf dan melenceng anggap lah seperti saudara kita yang bandel “Saudara Bandel”yang perlu perhatian lebih perlu pendekatan khusus, YA itu saja

    hatta,, boleh minta data Abang Pengelola ni mungkin nombor hp atau alamat bisa dikirim ke email saya : anangadul@gmail.com untuk silaturahmi. :) Syukron
    Saya pernah dekat dgn HT, pernah kasih nasehat pada temen yg bergabung dgn HTI Alhamdulillah dulu mereka mulai kritis terhadap ajarannya bahkan ada yg menjauh dan keluar,,
    Sekarang memang saya menjadi pemerhati gerakan Islam.

    Salam Perjuangan
    Hidup Mulia atau Mati Sahid
    Allahu Akbar

    Wassalamualikum wr wb

  • زهير // 18 Maret 2009 pada 19:42 | Balas

    @ anangAbdullah

    Lalu setelah keluar, apa yang selanjutnya ia kerjakan?

  • anangAbdullah // 19 Maret 2009 pada 15:13 | Balas

    @ زهير Assalamualiakum wr wb
    Pujian hanya bg Allah , Sholawat ke atas Rasul
    setelah keluar apa yang iya kerjakan ? answer :Melanjutkan hidup
    iya hidup must go on, he he :)
    maaf bercanda, Alhamdulillah ,setau saya beragam apa yg dilakukan mereka2 mantan HT itu- Bang pengelola pinjam istilahnya- Ada yg mencerca, ada yg mengkritis keras, ada juga yg give more Soft Opinion, ada juga yg cuek2 aja, ada yg jd fokus nyari Ukhti buat nikah lah dsb nya

    Saudaraku yang ku cinta, bukan saya ato kami yg diluar HTI memusuhi HT , Sungguh tidak, -malah saya mau khitbah akwat HT tp ga jadi- Tidak,, yang kami inginkan hanya mereka dapat menerima yg Baik dan benar serta menolak,melanggar apa yg buruk dan bhatil.
    Tp ’sebagian’ mereka yang udah mengandung ideologi HT kebanyakan menjadi “buta” pada kebenaran Ahlus sunah Wal Jamaah padalah keinginan kami ini ingin mereka bisa menerima ajaran benar yg tidak ada di ideologi HT itu. Ya itu saja. contoh : misalnya tt masalah siksa kubur, bagi mereka yg udah Kadung “mengandung” ideologi itu pasti akan menolak habis2 tt masalah itu, dan ini pernah saya alami saat menasehati seorang Syabab. ya begitu pula pada masalah masalah yg perlu perhatian dalam ajaran HT.. Tapi Sungguh cuma itu saja,, kami tidak pernah menghalang halangi org yg akan melakukan kebajikan, kami mendorong pada kebenaran, kami menyadarkan pada saudara yang bandel, berjuang bersama pencari kebenaran,

    wah jd Curhat
    afwan jiddan mas/abang زهير , saya udah liat wordpress nya bagus.
    Syukron

    Wallahuallam bissawab

  • miphz // 11 April 2009 pada 08:31 | Balas

    Semoga tidak termasuk mendapatkan dosa besar mereka yang tidak ikut pemikiran HT, amin

  • Udin // 11 April 2009 pada 14:43 | Balas

    Untuk ummu salamah ,kami dari keluarga besar penegak khilafah mengucapkan salam hormat buat antum.Dan untuk semuanya….!

  • fadhil // 12 April 2009 pada 09:07 | Balas

    Assalamua’alaikum..

    Trimakasih pak mantanht, sudah membuka pikiran saya bahwa, sya semakin sadar.. semakin yakin..
    bahwa pemikiran HT adalah pemikiran yg lebih rajih, lebih kuat…

    hee..
    klo p. mantanHT ngeyel wae.. nanti pasti ktemu juga d akhirat tho sapa sing bener.. gtu ja koq repot, lgian P.mantanHT pasti dakwahnya menyesatkan sana-sini.. gak mikirin ummat, gak mikirin saudara Qt d palestina.. gak mikirin aborsi semakin banyak, dak mikirin riba masih meraja lela.. demokrasi mash di terapkan, sumber daya alam kita masih saja..dicuri pihak asing, belum lagi bnyak hukum Allah yg ditinggalkan… eeee… mlh yg dipikirin hanya menyesatkan.. iy tho.. waduh2…

    sy berdoa mudah2an ndk beliau segera sadar…. bahwa musuh utama saat ini bukan HT, tp musuh sebenarnya adalah Setan yg bekerja sama dgn org Barat utk menghancurkan Islam…

    Allahu Akbar..3x
    buat saudaraQ, saudara Seperjuangan Tetap Istiqomah, ummat sudah menunggu datangnya Khilafah..

    Terus berdakwah dan berdakwah…

  • pengelolakomaht // 12 April 2009 pada 14:41 | Balas

    Saudaraku yang dirahmati Alloh,

    Memang banyak saudara dari HT yang mengklaim bahwa pemikiran HT yang paling rajih dan memang itu bagian dari doktrin yang harus ditanamkan pada para daris maupun syabab HT, sehingga pada tingkatan ini mereka tidak akan bisa keluar dari HT, namun ironisnya justru banyak para tokoh besar HT seperti syaikh Umar Bakri Muhammad yang dulunya di anggap sebagai ulama HT malah keluar dari HT dan masuk ke wahhabi garis keras.

    Saya pribadi tidak pernah menyesat nyesatkan, tuduhan anda itu bukti bahwa anda tidak membaca isi blog ini, bahkan beberapa syabab HT di blog ini ada yang keceplosan menyampaikan pengkafiran mereka terhadap kaum muslimin yang tidak sejalan dengan HT bahkan ada yang mencacimaki saya atau malah memfitnah saya sebagai agen kafir, wallahul musta’an.

    Saya juga menyayangkan anda yang belum membaca isi blog lantas menyimpulkan saya seperti apa, bahkan anda tampak tidak tahu bahwa nilai-nilai demokrasi pun terbukti diadopsi juga oleh HT, silahkan simak lagi diskusi di blog ini agar anda lebih paham maksud dan tujuan blog nasihat ini untuk HT.

    Tidak semua yang menegur kesalahan itu adalah agen kafir, atau anggota kelompok wahabi atau salafy, tidak saudaraku. Saya tidak berafiliasi dengan kelompok manapun, saya adalah muslimin mantan HT yang tulus ingin melihat adanya kebaikan pada ajaran HT yang sedikit banyak tentu memiliki kekurangan dan kesalahan.
    Wallahu ta’ala a’lam.

  • anangAbdullah // 13 April 2009 pada 09:51 | Balas

    @ miphz : Semoga tidak termasuk mendapatkan dosa besar mereka yang tidak ikut pemikiran HT, amin

    menjawab hal itu , tak apa Saudaraku HT hanya firqah, tidak berdosa org yg tidak menjadi anggota HT, sekali lg HT hanya firqah, Sedangkan Klo tidak mengikut Ahlus Sunah wal Jamaah (Aswaja) itu baru sesat, bahkan sekira di HT ada hal yg bertentangan dengan Aswaja maka WAJIB MENOLAK hal tersebut dan harus kembali pd Al Haqq sesuai Al Quran wasSunah.
    HT mungkin hanya Wasilah jangan di jadikan Tujuan , Tujuan yang benar HAnya Milik Allah SWT ,
    Yang WAJib itu Mendirikan Khilafah yg sesuai Ala Minhaj AnNubuwah ,

    Jangan menkafirkan sesama Muslim

    Dukungan buat Abang pengelola , pa Muhammad Al Khatat jg keluar dr HTI dan sekarang bergabung dgn FUI ( Forum Umat Islam ) dan klo “tidak salah”-saya blum meneliti- Sudah Mendirikan HDI ( hizb Dakwah Indonesia)

  • hmcahyo // 13 April 2009 pada 14:45 | Balas

    saya heran … kok setiap perrmasalahan yang gak bisa diajwab… mesti ujung2nya :

    1. akan saya tuntut di akhirat …
    2. antek kafir .. dlll

    kok bisa… ?

    artinya belum biasa menerima perbedaan pendapat!

    kebanyakan ketika ikut harokah .. doktrinnya adalah “jamaah saya yang paling benar” (ingat pake tanda kutip) dan ketika kritis… maka akan dicap tidak taat, pengkhianat.. dlll

    saya sungguh sedih melihat orang2 yang terjebak seperti itu.

    jadinya pemahaman agamnya cuman merujuk satu golongan saja

    jadi?

    tantangan kita adalah berani mengkritisi pemahaman kita dan kelompok kita…

    kalo salah ya ditinggalkan..

    gitu seharusnya

    sayangnya nafsu kita lebih dominan dan ta;ashub kita lebih besar

    astaghfirullah

  • tokohkita // 13 April 2009 pada 16:00 | Balas

    Jujur…mengenai konsep khilafah (Pemerintahan Islam) ide-ide syeikh Taqi masih yang terbaik…silahkan bandingkan sendiri dengan yang lain, jika ada. Namun yang pasti Syaikh Taqi bukan orang yang maksum, itulah mengapa ide-ide syeikh taqi/ide-ide HT dari masa ke masa mengalami revisi, di masa Abdul Qodim Zallum, saya kira nggak ada masalah, justru di masa Atha bin Khalil Abu Rusythah saya melihat ada banyak kejanggalan-kejanggalan. Namun yang bisa saya soroti adalah langkah-langkah yang di ambil HT saat ini :

    1. Ketika saya membaca Pernyataan Pers HT Pakistas, saya tersentak cukup kaget dan bingung membaca ini, :
    “Adapun mereka yang mengatakan, “Di mana amir, kami tidak pernah melihatnya?” maka boleh jadi mereka memang tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu. Sebab, jika tidak, faktanya amir Hizb itu jelas sudah diketahui, bukan tidak diketahui. Beliau telah melakukan aktivitas politik bersama Hizb sejak Hizb berdiri. Beliau pernah menjadi jurubicara resmi Hizb sebelum menjadi amir Hizb. Pernah dipenjara beberapa kali karena sikap beliau yang kukuh, dan pengaruhnya yang luar biasa terhadap orang-orang zalim dan rezim mereka. Beliau adalah bendera, yang merupakan lentera, sangat dikenal di arena politik, intelektual dan media massa. Waktu untuk membuktikan semuanya itu, dengan izin Allah, tidak akan lama lagi, sampai Khilafah berdiri. Beliaulah yang akan menjadi Khalifah pertama, yang akan menjadi pemimpin bangsa Arab dan non-Arab, yang akan menyatukan mereka dengan Kitab Allah SWT dan sunnah Rasulullah saw.”
    (sumber :http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/30/jilani-kami-terima-tantangan-anda-hizbut-tahrir-mampu-menyelesaikan-masalah-pakistan-melalui-daulah-khilafah/ )

    Bukankah menempatkan Amir HT sebagai Khalifah pertama, jika khilafah berdiri ini menunjukkan bahwa mereka nggak mau konsep khilafah selain khilafahnya HT. Ini sangat menjurus kepada ekslusifisme, walaupun nggak akan ada syabab HT yang mau terima kalau dikatakan HT ekslusif.

    2. Mengenai konsep Muqotho’ah (memutuskan hubungan dengan sesama muslim), saya sangat tersentak dengan konsep yang dikeluarkan oleh HTI. (sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2008/12/01/bolehkah-memutus-hubungan-dengan-sesama-muslim/ )

    3. Takmim Tentang keluarnya HTI dari FUI, yang dibocorkan ke publik oleh O. Sholihin. ( sumber : http://osolihin.wordpress.com/2008/10/18/takmim-tentang-hti-yang-harus-keluar-dari-fui/ )

    Setelah saya dapatkan bayan dan exit strateginya semakin jelas langkah HTI saat ini, menuju pada ekslusifisme meskipun sekali lagi saya katakan tidak akan diakui oleh syabab HTI.

    Kesimpulan saya, sekali lagi kesimpulan saya pribadi : Ide-ide tentang Khilafah (sistem Pemerintahan Islam) syeikh Taqi masih yang terbaik jika dibandingkan yang ada saat ini, walupun tidak berarti Sempurna tanpa ada kesalahan. Justru saya pikir permasalahan utama HT saat ini adalah aplikasi, karena umumnya mereka beraktivitas di negeri-negeri yang menerapkan sistem demokrasi, akhirnya kebanyakan mereka “terjebak dalam dikotomi dakwah di dalam dan di luar sistem demokrasi”

  • wildan // 18 April 2009 pada 23:05 | Balas

    Sejarah,akan berulang…

    Siapakah yang akan mendirikan khilafah ala minhajin nubuwwah nantinya? Tentu saja, mereka yang telah memperjuangkan tegaknya kekhalifahan tersebut.

    ” Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk[340] satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk[341] dengan pahala yang besar, yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (TQS. Annisa: 95-96)

    Dan Allah memang benar-benar menjanjikannya. Bagi mereka yang teguh memegang amanat Allah swt.

    “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. ” (TQS. Annur:55)

    #Perkara khalifah adalah personal, ya iyalah…, masa orang HT sedunia mau rame-rame jadi khalifah? HT adalah salah satu gerbong Islam yang sangat bersemangat mewujudkan janji Allah swt. lewat lisan Rasulullah. “…sesungguhnya, akan tegak kembali kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian.” Sebuah kabar gembira, penghilang dahaga. Yang menjadi obat bagi penderitaan umat.

    Sebagaimana layaknya para khalifah islam dalam mewujudkan janji takluknya konstantinopel yang keluar dari lisan Rasulullah saw. Tak kurang dari sebelas serangan yang dilancarkan oleh lima khalifah secara bergantian. Dan akhirnya, kemenangan itu diberikan Allah swt lewat tangan seorang khalifah muda, Muhammad Al Fatih (24th).

    Oleh sebab itu, HT hanya menjalankan risalah yang mengharuskan disebarkannya akidah islam dan diterapkannya syariah Islam untuk menaungi isi dunia dengan rahmat. Perkara siapa yang akan menjadi khalifah, kembali pada QS. Annur:5 tadi. Apakah dari HT,IM, JT, Salafi, atau, bla..bla…Allah lebih berkenan menurunkan orang yang akan menjadi nashruddin (penolong agama Allah).

    #Masalah munculnya Al Mahdi setelah khalifah yang melakukan kezhaliman? Bagaimana antum bisa menafsirkan khalifah itu sebagi khalifahnya NII dan organisasi sejenisnya? Lha wong makna khalifah sudah jelas-jelas adalah pemimpin umat Islam, bukan pemimpin jamaah.Kalau pimpinan NII antum anggap sebagai khalifah, wah, sudah semestinya kita rame2 berbaiat kepadanya. Lha wong khalifah dah tegak. Bagaimana dianggap khalifah, sedangkan ia tidak punya kedaulatan?

    Catatan sejarah:
    Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah lurus yang istiqomah dalam menjalankan agamanya. Ia terlahir dalam keluarga bani Umayyah yang pada saat itu mayoritas bergelimang harta. Sifat pemimpin yang zalim telah tergambar dengan perilaku mereka yang lebih mengedepankan urusan duniawi. Bahkan, sejarah telah mencatat sebuah ironi akan terbunuhnya para imam yang sholeh, Husein bin Ali bin Abu Thalib (buah hati Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az Zahra), Abdullah bin Zubair bin Awwam (putera Zubeir bin Awwam dan Asma’ binti Abu Bakar), oleh pesuruh bani Umayyah, Hajjaj bin Yusuf.

    Umar bin Abdul Azis, muncul dari kalangan mereka, tepat ketika kekhalifahan yang zalim tersebut sedang berjalan. Dan kekhalifahan ini (Bani Umayyah) merupakan perpanjangan sejarah dari khulafaur rasyidin (kekhalifahan yang mengikuti manhaj kenabian).

    Jadi, Umar bin Abdul Azis yang lurus ini,yang menjadi pembaharu sistem zalim dan menggantinya dengan sistem islam, memang benar2 hadir setelah masa kekhalifahan yang mengikuti manhaj kenabian, yang berlalu dan digantikan masa kekhilafahan yang zalim.

    Dengan begitu, munculnya Imam Mahdi pada saat terjadi kekosongan dan perebutan kekuasaan setelah meninggalnya kekhalifahan yang telah terbentuk dapat dijelaskan secara ilmiah. Tepat sama persis saat Umarbin Abdul Azis terpilih sebagai khalifah saat Khalifah Sulaiman menyaksikan bahwa baju ‘kebesaran’-nya memang benar-benar kebesaran saat dikenakan pada puteranya yang masih kecil. Begitu pula saat sang khalifah melihat puteranya memegang pedang kehormatannya.

    Para pembesar keluarga pun berbisik-bisik dan berharap mereka dapat menggantikan posisi khalifah. Hanya saja, Raja’ in Haiwah, penasehat khalifah, membisikkan nama Umar bin AbdulAzis pada khalifah Sulaiman dan ia pun menyetujuinya.

    Jadi, dari perjalanannya:

    -Didahului kondisi jahiliyah masyarakat Arab. Datanglah masa kenabian Nabi Muhammad sebagai pembawa cahaya keimanan, merubah kondisi masyarakat Arab dari kegelapan menuju cahaya.

    -Selanjutnya, kepemimpinan dipegang oleh para khalifah yang mengikuti manhaj kenabian, khalifah yang mendapat petunjuk (khulafaur rasyidin).

    -Setelahnya, masa ini diganti oleh khalifah yang zalim. Pada masa ini, timbul tenggelam antara khalifah yang menyimpang dan khalifah yang lurus. Pada era ini, para khalifah masih menjadikan islam sebagai rujukan (meski sebagian-sebagian) dan tetap menyebarkannya ke seluruh persada.

    -Berikutnya, masa di mana Islam tidak lagi dianggap sebagai aturan hukum yang layak untuk diterapkan. Semua pemimpin bertindak laksana diktator. Pada masa ini, muncullah raja-raja, presiden, kaisar yang menginjak-injak kehormatan islam.

    -Dan terakhir…sebagaimana sabda nabi, akan muncul kekhalifahan yang mengikuti manhaj kenabian.

    Jelas, bukan? Bisa diartikan bahwa khilafah yang akan muncul ini bukan Imam Mahdi. Kekhalifahan ini akan berjalan hingga masanya berlalu dan kembali muncul kezaliman. Pada saat itulah Imam Mahdi muncul untuk melakukan perbaikan. Adapun setelah masa Imam Mahdi, dunia akan kembali penuhi kemaksiatan. Hinga…datanglah masa yang telah ditentukan, KIAMAT!

  • wildan // 19 April 2009 pada 00:05 | Balas

    Saya yakin, meski telah memecat Anda sebagai anggota HTI, tidak ada permusuhan antara kawan-kawan HTI dengan Anda. Kita semua bisa fokus untuk berdakwah, menggarap lahan-lahan yang belum tergarap. Ada kaum nashrani, yahudi, budha, hindu, konghucu, bahkan kaum atheis yang belum memahami rahmatnya Islam.
    Ada pula gerakan-gerakan yang meski berlabel islam justru bergerak untuk menghancurkan islam itu sendiri.

    Tidak tertarikkah Anda menggarap lahan itu? Sebagaimana Ibnu Abbas diutus Ali bin Abu Thalib untuk menyadarkan kaum khawarij, di tengah-tengah pertikaian besar ketika itu. Dan beliau berhasil menarik kembali ribuan kaum khawarij kembali ke pangkuan Islam.

    Jangan ada dendam dan sakit hati. Sebab jalannya dakwah itu memang penuh onak dan duri. Namun, semua menjadi tidak berarti ketika kita semua ikhlas berjuang untuk Islam. Agar segala amalan kita tercatat sebagai amalan sholih. Bukankah mengajak kepada islam ganjarannya lebih baik daripada unta merah?

    Anda tau Khalid bin Walid? Taukah Anda akan sikap yang diambilnya begitu Umar bin Khattab mengumumkan pemecatan dirinya sebagai panglima perang dan menggantinya dengan sahabat lain. Apa yang dikatakannya? “Sesungguhnya aku berjihad karena Allah, bukan karena Umar?” dan Ia pun melanjutkan pertempurannya. Ia tidak menebarkan ketidakpercayaan dala diri pasukannya agar memusuhi Umar bin Khattab. Sebab ia sadar, tugas besar membentang di depan mata. Begitu mulianya sikap ksatria perang ini. Ingat bagaimana sikap Umar bin Khattab saat menjenguk jenazah Khalid ketika wafat? Beliau mengatakan, “Sungguh, tidak ada lagi laki-laki yang sekuat dia” sambil berurai air mata. Ada isu yang beredar ketika itu bahwa Umar sebetulnya hendak kembali “mengaktifkan” beliau. Namun, sang ksatria ini telah lebih dulu dipanggil pulang oleh Tuhannya. Meski di antara mereka terdapat “konflik” pribadi, mereka tetap berkasih sayang.

    Abu Hurairah pun demikian. Betapa sakitnya saat Umar bin Khattab menyita hartanya dan mengatakannya sebagai musuh Allah dan Rasul-Nya karena kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka berdua. Namun, Abu Hurairah mengatakan “Semoga Allah memaafkan Umar”. Dia pun tidak kasak-kusuk menjelekkan Umar.

    Ingat pula, bagaimana ketika para pemberontak dari Mesir mendatangi Abdullah bin Masud dan Abu Dzar Al Ghiffari yang telah diasingkan Utsman bin Affan untuk memberontak. Apa sikap mereka?Tak ada lain selain ketaatan pada pimpinannya.

    Ingatlah bagaimana para sahabat utama memerintahkan putera-putera mereka untuk melindungi Utsman bin Affan dari kepungan pemberontak. Sementara terjadi perbedaan pandangan yang sangat tajam ketika itu. Ingat pula bagaimana Ammar bin Yasir berusaha mengantarkan air untuk sang Khalifah di tengah kepungan pemberontak. Padahal di antara mereka berdua terjadi konflik.

    Kasih sayang dalam islam itulah yang telah menjadikan mereka umat yang terhebat, tersolid, dan terkompak. Benarlah ucapan Utsman bin Affan menjelang saat kembali keharibaan Rab-nya. “Janganlah kalian membunuhku. Jika tidak, tidak akan ada lagi kasih sayang dan kalian akan saling membunuh satu dengan lainnya”

    Semakin sering antum berbicara tentang hal ini, semakin terlihat bahwa ada motif lain di luar semangat untuk perbaikan. Dan terlihat semakin banyak “celah lemah” dalam argumen antum. Awalnya, saya cukup tercengang juga membaca blog antum yang lain. Apakah benar seperti itu? Baca dan terus saya baca…ternyata simpati saya justru memudar. Something wrong in your letter, bro.

    Sungguh kemarahan itu datangnya dari syetan. Rasulullah itu tidak pernah marah, kecuali jika agamanya dicela, lho. Beliau begitu tabah menghadapi “ujian” dari musuh-musuhnya. Kalo cuma menyakiti pribadi belaiau sih, beliau lebih condong memberikan maaf…

    Namun, semua kini kembali pada antum. Tetap memilih terus berkomentar ya…mangga…kritik yang membangun tentu sangat diharapkan, bukan? Bukankah kritik dan hujatan akan kembali pada si pelakunya?

    Jika tidak, mari rekatkan tali ukhuwah yang telah tercerabik ini. Sonsong dakwah, lebih semangat, dan lebih gencar lagi!Musuh besar harus ditumbangkan!Misi besar harus dilaksanakan!Keep spirit bro. Allah selalu beserta orang yang sabar.

  • wildan // 19 April 2009 pada 02:19 | Balas

    jawaban seorang hamba yang miskin ilmu ini….sebelumnya camkan, saya berbicara atas nama pribadi yang memposisikan sebagai pembela HT, sebagaimana pengelola blog ini yang memposisikan dirinya sebagai penentang HT. Jika ada kesalahan dalam penjelasan, mohon maaf kepada kawan-kawan dari HT dan semoga berkenan meluruskannya.

    1. Apakah boleh tidak menjadikan aqidah keyakinan adanya pertanyaan malaikat munkar nakir dalam kubur karena syaikh Taqiyyuddin (pendiri HT) mengharamkan meyakininya.

    Jawaban saya:Keyakinan syabab HT tentunya tidak didasarkan pada pemahaman Syaikh Taqiyuddin an Nabhani. Beliau adalah guru, pembimbing, dan pembina yang memberikan pencerahan kepada para muridnya dalam memahami Islam. Tak berbeda dengan mengambil pendapat Hasan al Banna oleh Ikhwanul Muslimin, Albani oleh salafi, ust. Abu Bakar Ba’asyir oleh MMI. Dan begitu pula mazhab yang mengambil ilmu dari para Imam Mazhab. Keberadaan beliau hanya sebagai wasilah terbentuknya sebuah pemahaman.

    Adapun kesimpulan yang akan kita ambil tentunya berdasarkan proses berpikir yang telah kita lakukan. Ada yang muqallid muttabi’, ada juga yang am.

    Sejauh pemahaman saya, Hizbut Tahrir tidak menolak, apalagi mengharamkan hadits ahad. Namun, dalam bingkai disiplin ilmu, meletakkan hadits ahad sebagai dasar aqidah, yang menuntut “pembenaran” secara pasti tanpa keraguan, tentu tidak pada tempatnya. Sebab, khabar ahad yang diriwayatkan oleh satu perawi bisa membuka celah terjadinya kekeliruan akibat kealpaan. Bukankan manusia tempat khilaf dan alpa?

    Oleh sebab itulah, permasalahan aqidah tak lebih lebar dari enam hal yang tercakup dalam rukun iman. Iman kepada Allah, Kitab-kitab-Nya, Malaikat-Nya, Rasul-Nya, hari akhir, serta Qada dan qadar.

    Percaya adanya setan, tentu kita percaya, karena Al Quran mengabarkannya. Percaya surga dan neraka, tentu saja, karena Al Quran mengabarkannya. Percaya pada siksa kubur? Itu hanya ada dalam hadits ahad.

    Apakah Hizbut Tahrir mengingkari hadits ahad? Jika bena, akan banyak hadits dalam muamalah yang tidak terpakai. Padahal, adakalanya Rasulullah hanya berdua saja, misalnya dengan Abu Bakar. Maka hanya Abu Bakar yang mengetahui kondisi Nabi ketika itu. Begitu pula saat bersama istrinya. Jika hadits ahad tidak diadopsi, hadits-hadits dari Siti Aisyah ra tentu tidak akan dipakai. Padahal hadits ini penting dalam hal mengikuti sunnah beliau, baik dalam hidup berumah tangga maupun lainnya.

    So, Hizbut Tahrir, begitu pula dengan pendirinya tidak mengharamkan penggunaan hadits ahad. Hadits ahad tentang ibadah dan muamalah tentu saja dipakai selama bukan hadits palsu! Dan sebagai umat terbaik tentu kita seharusnya memilih hadits yang lebih kuat dan shahih.

    2.Apakah boleh menghukumi melihat gambar porno itu mubah karena HT tidak melarangnya dan beberapa syabab HT memubahkannya.

    jawaban saya:Kesimpulan tanpa riwayat! Khas modus kampanye hitam. Mari kita pilah masalahnya secara lebih detil.

    -Terkait benda
    Kaidah syara’ mengatakan, “hukum asal benda adalah mubah, selama tidak ada dalil yang mengharamkannya”. Anda tau yang namanya benda, kan? Foto itu-terlepas dari foto porno ataukah fotonya Parno- benda atau bukan? Jika benda, maka ia masuk dalam kategori ini. Kaidah syara’ tadi jangan dibalik, bisa kacau. Kalo dibalik, hukum asal benda haram, makan permen karet bisa jadi haram karena Nabi nggak pernah makan permen karet.

    Jadi, meskipun Nabi belum pernah foto-fotoan, bukan berarti status foto adalah haram. Begitu pula foto porno.

    -Terkait perbuatan
    Kaidah syara’ mengatakan, “hukum asal perbuatan mengikuti hukum syara”. Jadi segala aktivitas harus didasarkan pada aturan islam yang telah dicontohkan Kanjeng Nabi Muhammad saw. Mulai dari tidurnya, shalatnya, dakwahnya, aktivitas politiknya, cara memimpinnya, cara beliau merubah masyarakat, bagaimana beliau menjalankan sangsi, bagaimana cara berdagang, dlll. Semua perbuatan diatur oleh hukum syara’.

    Jangan diubah, “hukum asal perbuatan adalah haram”. Kalo gitu, naik sepeda motor jadi haram dong. Lha wong Nabi nggak pernah naik sepeda motor. Mas pengelola blog ini pasti pernah naik motor, tho?

    Terkait dengan ayat dalam Al Quran yang mengatakan bahwa “janganlah kamu mendekati zina”. Mendekati zina itu kata benda ato kata kerja mas? benda ato perbuatan? Perbuatan tho. Jadi, jangan dekatin zina karena syara’ melarangnya.

    Lha kalo melihat foto porno itu termasuk mendekati perbuatan zina, Ya jangan dilakukan tho..jangan “melihat foto porno”. Melihat foto porno itu aktifitas/perbuatan yang bisa terjadi karena kita memilih untuk melakukannya. Makanya ada konsekuensi hukumnya.

    Begitu juga dengan membuat foto porno. “Membuat foto porno” itu aktivitas/perbuatan. Makanya aktivitas itu diharamkan!

    Sekarang balik ke foto porno. “kertas foto” tidak pernah meminta dirinya sebagai tempat foto porno. Ia juga tidak pernah meminta dirinya sebagai tempat akhi-akhi berjenggot. Lha kok dihukumi. Jangan disamakan dengan kasusnya daging babi, khamr, dan benda lain yang jelas2 dilarang sebagaimana kaidah syara’ tentang benda.

    Sama halnya pisau, ia tidak pernah meminta dirinya digunakan untuk membunuh orang sholeh. Makanya status hukum pisau itu mubah. Yang haram adalah aktivitas membunuh orang sholeh itu.

    Maka melihat foto porno, yang haram adalah aktivitas melihatnya karena dapat mengantarkan seseorang pada perbuatan zina, bukan pada fotonya. Lha kalo foto pornonya dipendem di tanah dan gak ada yang liat, gimana? Apa masih terkategori mengajak orang berbuat zina, lha wong udah dipendem.

    Contoh kasus:
    Anda sedang … dengan istri Anda dan iseng di foto-foto sendiri. Maksudnya buat konsumsi sendiri, haram? Melihat foto bagian tubuh istri sendiri-bukan istri orang lain-haram? Bukankah itu foto porno karena menampakkan aurat?

    Tapi akan berbeda jika foto itu Anda sebarkan pada khalayak ramai. Sebagaimana haramnya saat Anda menceritakan kejadian itu pada orang lain.

    Jangan lupa, kaidah yang mengatakan bahwa niat seseorang untuk berbuat baik telah dicatat sebagai amal kebaikannya. Sementara niat jahat tidak tercatat sampai ia benar-benar melakukannya. Sepemahaman saya, jika otak Anda sedang ngeres dan ingin berbuat zina, maka itu belum tercatat sebagai perbuatan dosa. Jika Anda berjalan dan di tengah jalan Anda sadar bahwa itu salah, putar arah, dan ambil langkah seribu…tentu belum tercatat sebagai dosa. Dalam hal ini, ada dua hal yaitu”mendekati” perbuatn zina dan “berbuat” zina. Maka keduanya diharamkan.

    3.Apakah boleh mendirikan khilafah dengan sistem pemerintahan nya berbeda dengan sistem pemerintahan para khulafaur rasyidin sebagaimana khilafah HT yang tercermin dalam RUU khilafahnya.

    Jawaban saya: Saya rasa, hanya di situs ini dan saudara2 sepemahamannya yang menggembar-gemborkan istilah khilafah HT. Sementara HT sendiri memperjuangkan khilafah Islam.

    Inget bro, jabatan itu amanat. Dan akan diberikan umat pada mereka yang mampu memikulnya. Emang apa untungnya jadi khalifah? Makan tak enak, tidur tak nyenyak. Baca deh kisah para khulafaur rasyidin, khalifah yang empat, dan Umar bin Abdul Azis. Emangnya enak, jadi khalifah? Emangnya enak, jadi pejabat? Mending jadi bisnisman…gak keurusan amanat umat.

    “Sesungguhnya kekuasaan itu amanah. Pada hari kiamay nanti ia akan berubah menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan Haq dan menunaikan apa yang diamanahkan di dalamnya.” (HR. Muslim)

    Lha wong yang tercantum dalan kitab Nizhomul Islam itu konsepsi dari Hizbut Tahrir melalui penggalian berdasarkan hukum dan fakta. Bukan hukum di awang-awang. Bukankah aturan itu untuk dijalankan dan dilaksanakan?

    Bagaimana mau menegakkan Kekhilafahan sementara konsepnya saja belum punya, belum menggali. Masih bingung mikirin, “Mungkinkah khilafah akan tegak?” :).

    Untuk penyimpangan konsepsi HT tentang kekhilafahan..saya pikir cukup banyak bantahan yang dilakukan teman2 HT terhadap penghakiman Anda.

    4.Apakah boleh melakukan kudeta terhadap pemerintahan muslim modern yang eksis saat ini sehingga jika tidak kita yang menghukum mereka maka mereka yang menghukum kita, jika tidak kita yang melukai mereka maka mereka yang melukai kita, jika tidak kita yang membunuh mereka maka mereka yang membunuh kita, padahal kita dan mereka sama sama muslim, meskipun dengan alas an demi tegaknya syari’at Islam.

    jawaban saya:Tentu para aktivis Wahabi termasuk yang Anda maksud, bukan? Mereka membantu keluarga Saud untuk memberontak dari kekhalifahan Turki Utsmani. Dan dengan bantuan Inggris, Bani Saud mendirikan pemerintahan sendiri dan menjadi penguasa. Gerakan Wahabi pun mendapat tempat di kerajaan ala Saud itu. Tak heran, meski sikap mereka keras dalam mem”bid’ah”-kan umat islam lainnya, ia aman tenteram dan tidak mendapat gangguan dari pemerintah. Karena mereka sendiri diam terhadap kediktatoran para penguasa itu.

    Tentu saja HT mengambil jalur yang berbeda. HT ingin membangun kembali kekhilafahan yang telah diruntuhkan Wahabi beserta para pengikut mazhabnya. Jika para penentang ide khilafah meneriakkan slogan-slogan “khilafah cuma utopia”, “khilafah hanya mimpi”, maka aktivis HT akan meneriakkan slogan “khilafah tinggal menunggu waktu!”, “khilafah akan segera tegak!”

    Jika mereka mencari jalan selamat, maka HT pun akan mencari jalan selamat. Hanya saja, HT ingin seluruh umat selamat dalam perhitungan amal di akhirat, kelak!

    Jika Anda mau berbagi sejarah dengan para pengunjung blog ini, Anda tentu mau bercerita tentang gerakan para sahabat utama, seperti Ali bin Abu Thalib, Ammar bin Yasir, Abu Dzar al Ghiffari, Abdullah bin Masud, untuk melakukan gerakan perbaikan dengan memberikan nasihat kepada khalifah Utsman bin Affan. Hanya saja, gerakan bersenjata yang dilakukan kaum pemberontak justru memperunyam kondisi, menjadikan masalah berlarut-larut.

    Jika antum pernah di HT untuk mempelajari Islam, “bukan mempelajari HT”, Anda pasti tau bahwa gerakan yang dibawa HT adalah gerakan perbaikan. Mereka menasihati penguasa agar mengambil Syariat Islam sebagai sumber hukum dalam bernegara. Mereka menginginkan para penguasa untuk menjalankan roda pemerintahan berdasarkan contoh dari Nabi Muhammad saw. dan para sahabatnya ‘rasyidin’.

    HT juga mengajak umat untuk kembali pada syariat dan mengajak mereka merubah sistem yang tak hendak diubah para penguasa yang mengabaikan aspirasi dari Tuhannya itu, untuk mengambil Islam sebagai aturan dan mencampakkan UUD buatan manusia. Bukankah ketaatan mutlak hanya pada Allah? Pemerintah zalim, lewaatt….

    HT juga melakukan dakwahnya tanpa kekerasan.Aktivitasnya difokuskan pada bidang politik dan melakukan perang pemikiran. Bukan untuk memerangi penguasa, tapi memerangi kepemimpinan berpikir yang diadopsi oleh para penguasa zalim.

    Jadi, Anda nggak perlu lagi menggembar-gemborkan istilah kudeta dan membuat para penguasa menjadi ngeri mendengarnya. Kami ingin para penguasa mau merubah diri dan bersama-sama rakyatnya menjemput berkah dengan menegakkan khilafah dan menerapkan syariah.

  • msitompul2008 // 20 April 2009 pada 16:24 | Balas

    wildan said:

    #Masalah munculnya Al Mahdi setelah khalifah yang melakukan kezhaliman? Bagaimana antum bisa menafsirkan khalifah itu sebagi khalifahnya NII dan organisasi sejenisnya? Lha wong makna khalifah sudah jelas-jelas adalah pemimpin umat Islam, bukan pemimpin jamaah.Kalau pimpinan NII antum anggap sebagai khalifah, wah, sudah semestinya kita rame2 berbaiat kepadanya. Lha wong khalifah dah tegak. Bagaimana dianggap khalifah, sedangkan ia tidak punya kedaulatan?

    comment:
    saya yang lupa or saya yang kelewatan ya. walaupun rutin monitoring tapi klo tulisan/komentarnya kepanjangan suka sering kelewatan ga sempat baca semua tanggapan dengan baik deh. Benarkah ada komentar mas mantan yang berkata seperti kutipan wildan di atas?? menafsirkan ‘khalifah” yang dimaksud seperti tulisan di atas sebagai khalifahnya NII or dan sejenisnya…bisa direview ulang mas wildan, pernyataan mana dari mas mantan yang berkesimpulan seperti itu? atau jangan-jangan salah pengertian lagi deh??

  • msitompul2008 // 20 April 2009 pada 16:31 | Balas

    wildan said:
    ….. Kita semua bisa fokus untuk berdakwah, menggarap lahan-lahan yang belum tergarap. Ada kaum nashrani, yahudi, budha, hindu, konghucu, bahkan kaum atheis yang belum memahami rahmatnya Islam.
    Ada pula gerakan-gerakan yang meski berlabel islam justru bergerak untuk menghancurkan islam itu sendiri.

    comment:
    menggarap lahan-lahan yang belum tergarap, benarkah?? menarik. mudah-mudahan bukan cuma retorika saja ya he..he….

    ups tuduhan yang sangat keji bin ganas deh. contoh gerakan2 yang dimaksud itu apa ya? (ini versi wildan or versi hti ya,monggo dijelaskan juga ya)…

  • pengelolakomaht // 21 April 2009 pada 09:19 | Balas

    Saudara wildan yang dirahmati Alloh,

    Ijinkan saya menjawab komentar panjang saudara, dengan jawaban sebagai berikut :

    PERTAMA,

    Alloh dan Rasul Nya sudah menjelaskan dalam al hadits bahwa khilafah ala manhaj nubuwwah akan berdiri oleh seorang laki-laki warga madinah keturunan Nabi yang dibaiat oleh warga makkah di baitullah setelah wafatnya penguasa haramain yang mengakibatkan perebutan kekuasaan,

    adapun khilafah ala manhaj HT tentu saja akan didirikan HT, begitu pula khilafah ala manhaj wahabi akan didirikan wahabi, dan khilafah ala manhaj ikhwani akan didirikan ikhwani.
    Namun dalam hadits khilafah-khilafah yang didirikan HT, wahabi, ikhwani, itu disebut mulkan bukan khilafah ala manhaj nubuwwah karena khilafah ala manhaj nubuwwah hanya akan didirikan oleh al mahdi yaitu seorang laki-laki warga madinah keturunan Nabi yang dibaiat oleh warga makkah di baitullah.

    Maka marilah kita meyakini kabar dari Alloh dan RasulNya ini jika kita memang beriman kepada Nya.

    KEDUA,

    Tujuan da’wah Islam bukanlah khilafah namun syari’ah, sehingga anda tidak boleh mengklaim bahwa jumhur kaum muslimin hanya diam bertumpu tangan sementara HT adalah pejuang sejati yang pahala di sisi Alloh lebih besar dibanding orang yang diam.

    Kaum muslimin selain HT memang tidak memperjuangkan khilafah secara langsung maupun formal namun mereka justru menda’wahkan syari’ah Islam yang sebenarnya.

    Para alim yang tidak tergabung dalam HT melakukan tarbiyah dan tashfiyah agar syari’ah Islam bisa diterapkan meskipun khilafah tidak ada, dan faktanya 90 % syari’ah Islam tidak memerlukan adanya khilafah.

    Apakah rukun Islam dan rukun Iman tidak bisa diterapkan tanpa khilafah ?

    Padahal umat Islam masih banyak yang belum melakukan rukun Islam dan rukun Iman bahkan banyak yang tidak tahu ilmunya.
    Maka jika syari’ah adalah tujuan seharusnya HT pun menda’wahkan ini terlebih dahulu di masyarakat sebelum mengajak pada khilafah. Namun sepertinya HT lebih menitik beratkan khilafah ketimbang syari’ah itu sendiri.

    Anda tahu bahwa ponari laku keras dan pelanggannya adalah saudara anda kaum muslimin ?
    Dan anda mengesampingkan fakta bahwa tauhid umat Islam masih amburadul ?

    KETIGA,

    Anda perlu membuka kitab mutabanat anda dan baca kembali fatwa taqiyyuddin tentang aqidah dari hadits ahad, dan fatwa ini tidak dikoreksi oleh HT, sehingga bila anda hanya menggunakan pemahaman anda sendiri maka saya justru menggunakan kitab mutabanat HT yang jelas jelas mengharamkan aqidah dari hadits ahad.

    Bagaimana anda mengomentari kata kata yang jelas berikut :

    Taqiyyuddin berkata : …”Apa saja yang tidak terbukti oleh kedua jalan tadi, yaitu akal serta nash al qur’an dan hadits mutawatir, HARAM baginya untuk mengimaninya (menjadikan sebagai aqidah)…..”.

    Maka apakah haram mengimani bahwa pertanyaan munkar nakir itu ada ?
    Sadarkah anda bahwa taqiyyuddin telah mengharamkan aqidah Nabi kita yang mulia ?

    Mengenai ini telah didiskusikan di : http://mantanht.wordpress.com/2008/07/30/hizbut-tahrir-aqidah-aqidah-nabi-yang-diragukannya/
    dan tidak ada satupun aktifis HT yang mampu membantahnya, jika anda berminat mari kita diskusikan di bawah tema dan judul tersebut, silahkan.

    KE EMPAT,

    Mengenai pemberontakan pada penguasa dan sejarah saudi telah juga saya diskusikan di http://mantanht.wordpress.com/2008/07/30/kenapa-allah-mencabut-khilafah-khilafah-islam-terdahulu/

    Dan bahkan mas hanichi dari HT telah mengakui kesalahannya serta baru paham bahwa ternyata sejarah saudi tidaklah demikian.

    Namun baiklah akan saya ulangi sekilas tentang sejarah yang benar atas saudi :

    Ibnu suud baru menguasai hijaz di tahun 1924 sementara pemberontakan pada Turki Utsmani terjadinya pada tahun 1916, sehingga tidak mungkin Ibnu Suud yang memberontak pada Turki Utsmani.

    Yang memberontak pada Turki adalah musuh Ibnu Su’ud yaitu Raja Syarif Husain yang sebelumnya adalah Gubernur Makkah dibawah Turki Utsmani, sehingga yang memberontak adalah orang bawahan Turki Utsmani sendiri (Syarif Husain) yang tidak suka berada di bawah kekuasaan Turki sehingga ingin melepaskan diri.

    Syarif Husain bin Ali (1856-1931) ialah Penguasa Makkah pada tahun 1908 dan Raja Hijaz antara 1916-1924.

    Ia memberontak terhadap khilafah Turki Utsmani pada Juni 1916.

    Ibnu Saud menyerang dan mengalahkannya pada 1924, sehingga Syarif Husain harus turun tahta Hijaz dan memilih Siprus sebagai tempat tinggalnya sejak itu.

    Syarif Husain meninggal di Amman, Yordania.

    Keturunan dari Syarif Husain ini yang kemudian memegang kekuasaan di Yordania sampai sekarang dan Iraq pada masa kerajaan.

    Wallahu ta’ala a’lam wahuwal musta’an

  • Arie // 23 April 2009 pada 23:02 | Balas

    antum lihat d darussalaf.org
    di situ jelas tentang wajibnya antum berusaha mendirikan khilafah, bukan hanya gerakan khayalan menunggu Imam Mahdi!

  • pengelolakomaht // 25 April 2009 pada 00:36 | Balas

    Saudaraku yang baik,

    Imam mahdi itu berita yang berasal dari Nabi kok, bukan khayalan lho …

    Kita semua menunggu al mahdi saudaraku, tapi tidak berpangku tangan lho…

    Kita tetap melakukan tarbiyah dan tashfiyah pada umat, dan faktanya umat masih banyak yang belum paham dan belum menerapkan rukun Islam dan rukun Iman.

    Kasihan kan kalo rukun Islam dan rukun Iman belum diterapkan tapi sudah disuruh mendirikan khilafah.

    Padahal rukun Islam dan rukun Iman bisa berjalan tanpa adanya khilafah lho..

  • abu hana // 25 April 2009 pada 09:15 | Balas

    @pengelola
    Assalamu’alaikum. pak, di beberapa komen kok anda menulis wahabi. mohon djelaskan kalau menurut anda wahabi itu ada yang kurang. tapi, menurut saya jgan di cap wahabi. coba ditabayunkan

  • sajali // 26 April 2009 pada 06:17 | Balas

    (faktanya 90 % syari’ah Islam tidak memerlukan adanya khilafah). asal tulis aja, lihat dong kenyataannya.

  • Arie // 27 April 2009 pada 02:38 | Balas

    wah saya setuju sekali, saya sependapat dengan antum, rukun iman dan rukun Islam bisa dterapkan tanpa adanya khilafah, 100 buat bapak! hehehehe

    tapi tanpa khilafah, orang yang nggak melaksanakan rukun iman dan rukun Islam dibiarkan begitu saja, hiks2

    sama juga pak, di HT kalo orang g mengimani rukun iman dan manjalankan rukun Islam juga bakal dikeluarkan lho^-^

    setuju pak, mari qta sama mengedukasi masyarakat. juga kita edukasi bahwa kalau tidak berusaha mendirikan khilafah maka matinya seperti kematian jahiliah (hadits shahih muslim) dan jg qta edukasi masyarakat bahwa sistem selain khilafah (demokrasi, kerajaan^-^, kekaisaran dll) adalah bathil

    tapi y kasihan jg pak, kalau orang belum melaksanakan rukun iman dan rukun Islam tidak boleh mendengarkan musik dan tidak boleh berisbal, hehehehehe

    peace man!!!

  • Pengelolakomaht // 27 April 2009 pada 14:55 | Balas

    Teruntuk saudaraku hana dan hm cahyo,

    saya tidak pernah menyalahkan wahabi atau salafy , dan jika memang wahabi atau salafy adalah sebutan bagi mereka yang melaksanakan al Qur’an dan as sunnah maka saya ingin menjadi bagiannya. JIka tidak ? anda tahu sendiri jawabannya kan saudaraku :)

    untuk saudara sajali dan arie yang baik :

    syari’ah Islam yang utama adalah rukun Islam dan rukun Iman dan itu tidak membutuhkan khilafah dalam penerapannya.

    Dan siapa bilang yang tidak melaksanakan arkanul islam dan iman dibiarkan saja ? itu tidak benar, yang benar adalah mereka tetap di dakwahi agar sadar dari kesalahannya.

    Khilafah pun tidak akan bisa menjamin semua umat Islam pasti melakukan syariat Islam, sepanjang sejarah hanya khulafaur rasyidin yang mampu melakukan itu, itu karena mereka memang di tazkiyah oleh Nabi.

    Adapun khilafah sesudah mereka justru banyak yang tidak mampu menjaga syariat Islam, bahkan kholifahnya sendiripun banyak yang jahil agamanya.

    Dan salah satu penyebab kehancuran Turki adalah KORUPSI aparat khilafah nya, waliyaudzubillah.

    Adapun edukasi tentu ada tahapannya,
    masak anak TK diajar materi SMA, masak rukun Islam dan rukun iman saja belum mahir sudah diajak mendirikan khilafah.

    Saya bahkan heran dengan anda yang mengatakan bahwa yang tidak melakukan da’wah khilafah maka mati jahiliyah, ini pemahaman siapa ?
    jangan menafsirkan hadits sembarangan loh …
    Ini saya ingatkan bunyi haditsnya :
    Rasulullah bersabda:“Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak ada bai’at maka dia mati dalam keadaan jahiliyah” (HR. Muslim, Juz. 9, Hal. 393, No. 3441. Al Maktabah Asy Syamilah)
    Baiat ini hanyalah pada amirul mukminin, dan arti mati jahiliyah disini bukan berarti mati dalam kekafiran namun maksudnya adalah mati seperti mati di zaman jahiliyah ketika belum ada kepemimpinan Islam, jadi muslim yang mati tetap muslim namun seperti orang Islam yang mati di zaman jahiliyah saat belum ada kepemimpinan Islam.
    Dan hadits ini juga tidak bisa menjadi dasar istimbath wajibnya da’wah khilafah apalagi sampai mengatakan yang tidak ikut da’wah khilafah akan mati jahiliyah, wah wah … ini tafsir yang baru dan nyleneh saudaraku.

    Dan benarkah musik dan isbal harom ?
    itu pendapat sebagian ummat Islam saja lho
    Imam nawawi saja menghukumi isbal makruh saja
    Dan saya tahu pasti bahwa temen2 salafy tidak langsung mengajarkan ini di awal da’wah,
    ini adalah hukum fiqh dan fiqh adalah konsumsi bagi salafiyin yang sudah mahir aqidah, arkanul islam wal iman, dan manhaj adapun yang belum alim tidak langsung dicekoki ikhtilaf fiqh seperti ini lho…

    coba konfirmasi lagi ke temen temen salafy deh…

  • msitompul2008 // 28 April 2009 pada 11:12 | Balas

    Untuk komentar di atas, kali ini saya sependapat 100% deh ama mas pengelola…terlihat bukan beliau bukan “wahabi” seperti pengertian “wahabi” yang dituduhkan para daris hti itu…

    @ mas pengelola:
    menurut anda sebenarnya apa sih wahabi itu? kok dikit-dikit mas pengelola suka dituding wahabi sih? mohon pencerahannnya?

    @ arie:
    boleh tahu pengertian anda tentang wahabi? or klo pertanyaannya terlalu berat, boleh deh diwakili ustad den mas titok…(bolehlah wahabi dalam pandangan hti deh?)..ente masih disini tho, tok?

  • Arie // 30 April 2009 pada 00:00 | Balas

    ?????????????
    wah ternyata banyak dari jawaban pak pengelola pada g nyambung, pantas diskusi d sini g selesai2^-^
    y beginilah diskusi d blog, hanya debat kusir saja

  • Arie // 30 April 2009 pada 00:44 | Balas

    oh y buat sitmpul lagi, wahabi itu apa y? g ada pandangan HT tentang wahabi, tapi yang ane denger dari seorang ustadz NU(waktu ane SMA) begini:
    “pokoknya jangan sampai ikut aliran WAHABI, mereka sukanya membid’ah-bid’ahkan sama keras kepala g mau menerima pendapat orang lain!”
    ditambahi juga “kalo HTI saya g setuju dengan pendapatnya, tapi selama g suka mengkafir2kan seperti wahabi, saya rasa qta juga bisa saling hormat dengan mereka”(gtu, kl g salah)
    gtu katanya, kalo arti aslinya wahabi sih ane gtw
    mungkin ada hubungannya dengan syaikh ibnu Abdul Wahab, taman Ibnu Saud, agen Inggris pendiri kerajaan Arab Saudi . daripada ane nanti memfitnah takutnya. lebih baik antum cari referensi lain tentang arti wahabi^-^
    OK, mari bersama berjuang menegakkan Islam!

  • Arie // 30 April 2009 pada 00:50 | Balas

    oh y pak mantan, kenapa anda menuduh saya menafsirkan hadits sembarangan???
    saya juga dapat tafsiran itu dari para ulama. wah kalau gini sudah jelas, anda orang yang sempit sekali pandangannya dan tidak menghargai perbedaan pendapat, pantas anda menjadi mantanHT^-^

  • pengelolakomaht // 30 April 2009 pada 09:09 | Balas

    Saudaraku Arie yang dirahmati Alloh,

    Coba saudara sebutkan ulama mana yang mengatakan :
    ” siapa saja yang tidak ikut da’wah khilafah saat ini berarti akan mati jahiliyah “.
    Silahkan.

    Hadits yang ada adalah :
    Rasulullah bersabda:
    “Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak ada bai’at maka dia mati dalam keadaan jahiliyah” (HR. Muslim, Juz. 9, Hal. 393, No. 3441. Al Maktabah Asy Syamilah)

    Baiat disini hanyalah baiat pada amirul mukminin saat adanya amirul mukminin, dan arti mati jahiliyah disini bukan berarti mati dalam kekafiran.

    Sekarang saya tanya kepada anda, bagaimana status kematian Imam Husein bin Ali yang wafat dalam keadaan tidak membaiat khalifah Yazid bin Muawiyah ???
    Apakah anda berani mengatakan beliau mati jahiliyah (kafir) ???

    Maka benar apa yang dikatakan Imam An Nawawi ketika menjelaskan makna miitatan jahiliyah (mati jahiliyah) dalam hadits tersebut, dengan huruf mim dikasrahkan (jadi bacanya miitatan bukan maitatan), artinya kematian mereka disifati sebagaimana mereka dahulu tidak memiliki imam (seperti hidup pada masa jahiliyah). (Syarah Shahih Muslim, 6/322/3436)

  • asna // 30 April 2009 pada 12:02 | Balas

    aslm

    mas mantan jadi skarang kita harus bagaimana…nunggu imam mahdi dateng…..atau berusaha agar khilafah itu terwujud dengan cara metode penyadaran umat dan tidak dengan kekerasan…

    dalam situs mas titok anda berkata “Khilafah versi HT” afwan mohon dijelaskan yang seperti apa ya khilfah versi ht itu..

    lumayan bwt nambah ilmu…
    syukron…

  • pengelolakomaht // 30 April 2009 pada 12:59 | Balas

    Saudara asna yang diberkahi Alloh,

    Da’wah Islam dan kedatangan al mahdi adalah dua hal yang tidak berbenturan.
    Apakah saat belum ada al mahdi kita tidak bisa da’wah ?

    Adapun da’wah Islam dilakukan sesuai tahapan da’wah Nabi dari pondasi Islam, yaitu Tauhid, Arkanul Iman, Arkanul Islam, wal Ihsan.
    Karena da’wah seperti diatas jua yang bisa menyelamatkan seseorang di yaumil akhir, terutama Tauhid.
    Misalnya ketika kaum muslimin yang meyakini kehebatan ponari meninggal maka ia berada dalam penyimpangan tauhid meskipun ia semasa hidupnya ikut menjadi simpatisan da’wah khilafah. Dan da’wah khilafah tidak bisa menyelamatkannya namun hanya da’wah tauhid yang bisa menyelamatkannya.
    Jadi metode penyadaran ummat saat ini lebih difokuskan pada penyadaran tauhid, jangan sampai ummat ikut daftar KETIK REG SPASI RAMAL meskipun ia setuju dengan adanya khilafah. Atau membaca rubrik astrologi di majalah meskipun tidak menolak khilafah.
    Yakinlah nanti ketika tauhid membaik maka al mahdi semakin cepat pula datangnya karena ummat telah siap menerimanya.

    Mengenai khilafah versi HT tercermin dalam RUU Khilafahnya, silahkan disimak di http://mantanht.wordpress.com/2008/07/29/raport-merah-uu-khilafah-hizbut-tahrir/

  • Arie // 30 April 2009 pada 13:38 | Balas

    lho kan pernyataan saya dipelintir lagi, siapa yang bilang mereka mati dalam keadaan kafir????? antum sendiri yang menyimpulkan statemen saya seperti itu^-^
    coba baca baik2, sebelum kata kematian ada kata “seperti”, toling baca dengan baik!

  • asna // 30 April 2009 pada 15:23 | Balas

    mas mantan yang terhormat…

    oh jadi biang keladinya adalah kesyirikan….kenapa bisa banyak kesyirikan ya mas hanya karena keuntungan yang secuil aqidah umat bisa dikorbankan….

    apa penyebab dari semua ini…BBM NAIK, KESYIRIKAN MERAJA LELA…KAUM KAFIR MENJARAH TANAH KAUM MUSLIMIN, KORUPSI..DAN MASIH BANYAK LAGI…

    apa solusi untuk permasalahan ini mas mantan menurut anda….

    apakah dengan ganti sistem yang diterapkan di negeri ini…dengan Al-Qur’an dan As-sunnah atau ………..dengan apa…

    bagaimana pandangan anda tentang islam politik…apa arti politik menurut anda…..

    afwan saya hanya bertanya…..bwt tambah ilmu…

    mohon kasih solusi yang tepat dalam permasalahan ini…..
    syukron

  • asna // 30 April 2009 pada 15:24 | Balas

    skalian sama yang anda tulis dibawah ini..mohon kemukakan…satu persatu…metodenya seperti apa…

    “Tauhid, Arkanul Iman, Arkanul Islam, wal Ihsan”

    syukron

  • asna // 30 April 2009 pada 15:28 | Balas

    afwan yang saya tanyakan apakah kita harus berdiam diri menunggu imam mahdi datang atau berusaha supaya khilafah itu tegak……

    mohon ditanggapi pertanyaan saya…

    “Apakah kita harus berdiam diri menunggu Imam Mahdi turun kebumi atau berusaha dengan sekuat tenaga berdakwah tidak dengan kekerasan sampai Allah memberikan pertolongan khilafah tegak”….

    BERDIAM DIRI MENUNGGU IMAM MAHDI ATAU BERUSAHA……

  • msitompul2008 // 30 April 2009 pada 16:29 | Balas

    asna:
    apa penyebab dari semua ini…BBM NAIK, KESYIRIKAN MERAJA LELA…KAUM KAFIR MENJARAH TANAH KAUM MUSLIMIN, KORUPSI..DAN MASIH BANYAK LAGI…

    komen:
    penyebabnya adalah karena orang-orang, baik yang akhlak dan pemahaman agamanya lurus dan bersih, cuek, somse dan tidak mau tau (alias lebih sibuk berdebat dalam hal-hal yang ga urgent-urgent amat agar disebut yang paling benar) terlibat dalam sistim pemerintahan yang ada. akhirnya yang duduk dalam ruang kekuasaan tadi adalah orang-orang yang ga bener dari segi akhlak dan pemahaman agama yang lurus tadi…jadi ya, yang dipikir ya cuma harta, tahta dan wanita…

  • asna // 30 April 2009 pada 16:55 | Balas

    @sitompul…

    saya gak nanya sama kamu tuch pul…..

    saya cuma nanya sama mas mantan…..

  • arie // 30 April 2009 pada 18:40 | Balas

    afwan sebelumnya kalau saya sempat berdebat dengan cara yang kasar, tapi sebelumnya saya ingin sekali mengucapkan terima kasih kepada mas mantanHT yang membuat blog ini
    Alhamdulillah dengan adanya blog ini nama hizbut tahrir semakin menyebar, saya semakin banyak teman diskusi dan Alhamdulillah semua hujjah tmn2 saya bisa saya patahkan, subhanallah juga tmn2 saya(terutama yang dari tarbiyah) banyak yang akhirnya mengikuti saya masuk k HTI
    y semakin berkembang blog ini nama HTI akan semakin berkibar, semakin juga banyak diskusi yang akan dilakukan, terima kasih mas pembuat blog telah membantu membesarkan nama HTI. alhamdulillah sekarang saya bisa mengambil hikmahnya
    saya minta maaf atas semua pernyataan saya yang menyinggung
    wassalamu’alaikum^-^

  • fey // 30 April 2009 pada 23:29 | Balas

    Untuk saudara Asna yang mengatakan:

    ” BERDIAM DIRI MENUNGGU IMAM MAHDI ATAU BERUSAHA….”

    Pengelola blog bukan berdiam diri, tetapi selama menunggu Imam Mahdi beliau berdakwah

    Bedanya dengan HT prioritas dakwah beliau adalah menyeru pada Tauhid, Rukun Iman, Rukun Islam dan Kebaikan. Karena beliau berpendapat bahwa penyakit umat justru disitu, Tauhid terdistorsi, rukun Iman dan Islam tidak dipahami dan diamalkan dengan baik yang akhirnya bukan kebaikan yang didapat umat. Dengan mengobati pokok2 tersebut(edukasi, pelurusan aqidah) maka umat akan bangkit.

    Sedangkan HT berdakwah menyeru kepada khilafah karena berpendapat bahwa segala penyakit umat timbul akibat tidak adanya kekuatan politik/kekuasaan yang menaungi seluruh umat Islam (Khilafah). Dengan mendirikan khilafah maka umat akan bangkit.

    Saya bersaksi bahwa kalian berdua (golongan mantanht dan ht) bukan golongan yang berdiam diri.

    Perkara mana yang lebih utama di sisi Allah, dakwah kepada Aqidah yang benar atau Dakwah Khilafah? mari kita kupas dengan diskusi yang sehat, berhujjah dengan sumber2 hukum Islam. Sehingga umat tercerahkan.

    • asna // 2 Mei 2009 pada 08:19 | Balas

      saya tanya kepada anda…kenapa banyak kesyirikan, tauhid terdistorsi…dan penyakit2 lainnya….kenapa umat bisa menukar aqidah nya dengan harga yang murah….kenapa apa penyebabnya…..???….

      SOLUSI APA YANG TEPAT UNTUK MENYELAMATKAN UMMAT…..SAYA BERTANYA KEPADA ANDA…..

      kira2 ada kaitannya gak menurut anda…KHILAFAH DAN AQIDAH….??….

      • arie // 2 Mei 2009 pada 09:08

        Y adalah, dasar negara khilafah kan aqidah Islam^-^

      • fey // 2 Mei 2009 pada 12:12

        Kita hidup di Dunia tidak sendirian, ada Syetan yang ingin menyesatkan manusia telah berjanji menggoda sampai hari kiamat.

        Saudara Asna, betul sekali kata saudara Arie, Aqidah Islam harus jadi dasar Khilafah. Sebab apabila berdiri pun Khilafah dan berada di tangan orang yang akidahnya tidak benar, maka yang terjadi adalah kekacauan bahkan mungkin kehancuran, bukankah Allah SWT menghancurkan umat2 terdahulu karena alasan aqidah yang tidak benar? kaum Ad, Tsamud, Sodom dll.

        Solusi apa yang tepat? Ya kembali ke cara Rasul SAW yaitu berdakwah menyeru kepada Kalimat Tauhid dengan cara2 yang baik, sehingga objek dakwah tidak lari atau malah memvonis kita sesat dan berlebihan.

  • Arie // 1 Mei 2009 pada 16:11 | Balas

    oi fey, salah tuh, pendapat HT itu umat akan bangkit dengan berubahnya pemikiran di tengah2 masyaraktat. bukan karena tegaknya khilafah^-^
    karenanya HT juga melakukan pembinaan lho pada daris2nya masalah2 Islam selain politik, termasu tauhid, rukun Iman dan rukun Islam, jangan salah^-^
    cuma memang yang terlihat d luar y aktivitas politik itu, karena itu memang butuh gembar-gembor biar umat paham
    HT juga terang2an menjaga aqidah umat saat orasi membubarkan ahmadiyah, apa itu kurang cukup?^-^
    beda dengan suatu golongan yang berani bahas ahmadiyah cuma d majalah saja^-^

  • fey // 1 Mei 2009 pada 16:57 | Balas

    oh salah yah? maaf
    Saya sering membaca buletin Al-Islam, saya kira cara HT untuk membangkitkan umat adalah lewat jalur politik sehingga nanti ketika kekuasaan ada di tangan umat Islam, perubahan dapat segera dilakukan dengan kekuasaan/khilafah sebagai alat perubahan.

    Dus bener kata mas Arie kekuasaan di tangan umat islam akan percuma bila mayoritas umat pemikiranya masih belum berubah, akidahnya belum bener dan gontok2an madzab akidah dan fiqih.

    Saya kira ini cocok juga dengan ide pengelola blog, no problems.

  • Arie // 1 Mei 2009 pada 21:04 | Balas

    setuju!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!^-^

  • pengelolakomaht // 2 Mei 2009 pada 13:17 | Balas

    Saudaraku semua yang berbahagia,

    Perlulah saya ingatkan kembali firman Alloh yang merupakan Solusi Problematika Ummat :

    Allah –subhanahu wa ta’ala- berfirman dalam QS. An Nur [24] :55, yang artinya ;

    “Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan beramal sholih, Ia akan benar-benar memberikan kepadamu kekuasaan KEKHILAFAHAN di atas bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merobah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik.”

    Ternyata syarat agar kaum muslimin diberi kekuasaan kekhilafahan oleh Allah, berdasarkan ayat janji Allah diatas, adalah yang pertama masalah kualitas keimanan ummat Islam itu sendiri yaitu menjauhkan segala macam kesyirikan dan menutup rapat-rapat pintu yang mengarah kesana.
    Kemudian yang kedua adalah kualitas amal shalih ummat Islam yaitu amal yang ikhlas dan ittiba’ kepada Rasul semata tanpa ada tambahan-tambahan baru yang tidak pernah dicontohkan oleh generasi pendahulu ummat.

    Demikianlah Firman Alloh saudaraku dan percayalah janji Alloh pasti benar adanya.

  • fey // 2 Mei 2009 pada 13:43 | Balas

    Saya senang sekali diskusi di sini, semoga Saudara-Saudaraku sekalian dirahmati Allah..

  • Arie // 2 Mei 2009 pada 14:08 | Balas

    lah iya, setuju, HT juga terus berusaha menjaga aqidah umat^-^!!!!!!!!!!!!

  • pengelolakomaht // 3 Mei 2009 pada 13:13 | Balas

    Saudara Arie yang baik,

    Sebelum kita menjaga aqidah ummat maka tentunya kita harus meluruskan dahulu aqidah kita.

    Apakah anda mengimani adanya pertanyaan munkar nakir dalam kubur ?
    Apakah anda berpendapat siapa saja yang tidak beriman dengan adanya pertanyaan munkar nakir dalam kubur berarti telah kafir ?

  • fey // 3 Mei 2009 pada 16:50 | Balas

    Nah betul kata pengelola saudara Arie (ini bukan echoing)

    Munkar Nakir bagian dari Aqidah, 2 prinsip sekaligus Iman Kepada Malaikat, dan Kepada Rasul
    (karena yang memberitakannya Rasul SAW lewat hadist ahad). Hal ini bukan perkara ringan lho..lebih penting dari politik dan kekuasaan..

  • ichiro // 6 Mei 2009 pada 00:04 | Balas

    assalamualaikum,
    maaf saya sebagai orang awam baru enyimak diskusi semacam ini,dan alhamdulillah
    dengan menyimak semua ini saya semakin yakin dengan HT,Semoga Allah memberi pertolongan kepada orang2 yang ikhlas dan semoga Khilafah segera tiba.

  • pengelolakomaht // 6 Mei 2009 pada 00:49 | Balas

    Saudaraku yang budiman,

    Selama ini saudara saudara dari HT tidak ada yang mampu membantah dengan menunjukkan hujjah yang kuat, bahkan yang terakhir saudara Arie meninggalkan diskusi begitu saja setelah bersalah memalsukan riwayat siroh Nabi mengutus mush’ab bin ‘umair ke Yathrib yang oleh saudara Arie dikatakan mush’ab disuruh Nabi ke Yathrib untuk meminta kekuasaan padahal menurut seluruh kitab siroh yang ada adalah untul mengajarkan al Qur’an, meskipun saya sudah menasihatkan kepada saudara Arie untuk bertaubat atas kekhilafannya memalsukan riwayat tersebut, namun saudara Arie tidak mau melakukannya, mungkin karena beliau membawa nama baik HT sehingga tidak mau mengakui kesalahan fatalnya tersebut.
    Sungguh hidayah itu milik Alloh semata.
    Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.

    Namun ijinkan saya menyampaikan pesan agar saya bisa mempertanggung jawabkan ilmu saya di yaumil akhir dan agar saya tidak mendapat murka Alloh karena tidak mengingatkan saudaranya.

    1. HT dalam kitab mutabanatnya mengambil fatwa haramnya menjadikan aqidah apa apa yang bersumber dari hadits ahad,
    padahal banyak aqidah Nabi bersumber dari hadits ahad misalnya adanya pertanyaan munkar dan nakir dalam kubur. dst.
    Bahkan 90% hadits Nabi adalah ahad dan jumlah hadits mutawatir hanya 324 buah.

    2. RUU HT tidak identik dengan khilafah ala manhaj nubuwwah (khilafah para shahabat) bahkan banyak tata cara pemerintahan yang berbeda. Dan ini diakui oleh para syabab HT dengan alasan kondisi dulu dizaman shahabat dan saat ini jauh berbeda.

    3. HT terbukti pernah melakukan kudeta pengambil alihan kekuasaan di beberapa negara muslim di Timur Tengah, meskipun akhirnya Alloh tidak mengijinkan keberhasilannya.

    4. HT sebagai kelompok akhir zaman tidak maksum namun HT tidak pernah merasa perlu mengkoreksi kekeliruan pokok dalam kitab kitab mutabanat yang notabene karangan manusia belaka.

    5. Beberapa ulama HT keluar dari HT dan berpindah ke kelompok lain semisal syaikh Umar Bakri Muhammad namun hal ini tidak menjadi koreksi. Bahkan ketika ulama yang dianggap pakar hadits HT (Fathi M Salim) mengatakan “Mutawatir ma’nawy itu tidak ada” maka hal itu meskipun salah namun tetap tidak menjadi perhatian serius dari HT dan masih menganggap Fathi M Salim sebagai pakar hadits HT.

    Saudaraku, sebenarnya masih banyak yang harus saya nasihatkan namun dengan adanya blog ini saya minta kesaksian anda bahwa saya telah menasehati dan mendakwahi anda.
    Sehingga di yaumil akhir nanti mohon nama saya jangan dibawa, mari kita pertanggung jawabkan sendiri diri kita nantinya.
    Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.

    Semoga Alloh memudahkan kita semua.

  • alumnirohissmanjas // 6 Mei 2009 pada 12:36 | Balas

    tau tuh kayaknya kitab RUU KHILAFAH itu seperti kitab suci ketiga HT setelah quran dan hadis, fanatik banget,

  • udin // 6 Mei 2009 pada 14:04 | Balas

    Asslm, jika memang blog ini tujuannya hanya untuk mencari kebenaran, saya pikir janganlah kita selalu menjelekkan saudara kita sendiri. Sebab jika kalau begitu sama dengan kita memakan bankai saudara kita sendiri. Maukah kita dikatakan begitu?
    Seharusnya jika memang Blog ini untuk dakwa seharusnya diarahkan bagaimana mengajak saudara kita yang belum paham dengan Islam agar mereka turut berjuang ——— bukan saling menjelekkan. apalagi saling menyalahkan. padahal diketahui bersama kebenaran semua itu berasal dari ALLAH Sang Pencipta Alam Semesta dan Semua Isinya.
    Tahukah anda dan kita semua jika kita/ummat Islam yang ribut orang kafir bertepuk tangan. dan inilah yang diharapkan, yakni Ummat Islam Berpecah Belah Tidak Bersatu.
    Saudaraku janganlah ulangi peristiwa yang lalu-lalu. Seharusnya kita belajar dari sejarah lalu kenapa ummat Islam tidak bersatu.
    Dan saat ini saatnya kita bersatu untuk Tegakkan Syariat Islam Dalam Naungan Khilafah Islam. Wassalam

  • arie // 6 Mei 2009 pada 14:42 | Balas

    lho pak mantan, kenapa anda blm2 sudah menuduh saya menghindar? apakah itu alasan terakhir antum. saya baru off beberapa hari sudah antum kira tidak ada lagi yang bisa saya katakan, afwan karena berbagai kesibukan saya belum bisa aktif lagi d blog ini^-^
    dan antum selalu menganggap orang lain lebih bodoh, bisa dilihat dari kalimat2 antum yang bikin panas telinga orang.
    saya hanya bisa katakan, I’ll be back!!!!!
    Allahu Akbar!!!!!!
    buat pak pengelola, kalau antum yakin pemikiran antum lebih benar, kenapa juga harus takut dakwah terhalang dan buat blog seperti ini? toh antum bisa membuat blog tanpa menyudutkan kelompok tertentu, sehingga jidal bisa lebih objektif d sana. saya bisa pahami kenapa antum menang, lha orang HT yang datang sudah panas duluan, mana bisa mikir y kan?^-^
    atau jangan2 antum memang takut hujjah antum tidak kuat?

  • alumnirohissmanjas // 6 Mei 2009 pada 18:09 | Balas

    tuk arie:

    “…buat pak pengelola, kalau antum yakin pemikiran antum lebih benar, kenapa juga harus takut dakwah terhalang dan buat blog seperti ini? toh antum bisa membuat blog tanpa menyudutkan kelompok tertentu, sehingga jidal bisa lebih objektif d sana saya bisa pahami kenapa antum menang, lha orang HT yang datang sudah panas duluan, mana bisa mikir y kan?^-^
    atau jangan2 antum memang takut hujjah antum tidak kuat?…”

    hueek… ada yang nggak panas, omonganya amburadul dan kekanakan,

    perasaan kita ngga pernah khawatir tuh dengan adanya HTI toh ngga diapa-apain HTI pecah sendiri, emang al-khaththat, o.solihin,umar abdullah, syaikh umar bakri, abdurahman albagdady mdll mereka keluar dari HTI karna abis lihat blog ini…???? NGAWUR,…., MEREKA KONFLIK EMANG HTI-NYA YANG AMBURADUL

  • msitompul2008 // 7 Mei 2009 pada 11:23 | Balas

    Arie yangbersemangat,

    gimana ga diduga begitu, wong kamu sendiri yang sudah pengumuman di komentar2 mu sebelumnya bahwa ini komentar terakhir saya. …

    oke deh. selamat datang kembali. semoga kedatangannya kali ini dipenuhi amunisi yang lebih banyak…

  • msitompul2008 // 7 Mei 2009 pada 11:27 | Balas

    @alumni:

    kenapa ya di hti itu sangat rentan dengan perpecahan begitu..padahal klo dilihat-lihat tokoh-tokoh mereka yang keluar itu adalah para pelopor dakwah hti di indonesia baik yang kapabilitas maupun akhlaknya ga diragukan lagi??…

  • alumnirohissmanjas // 7 Mei 2009 pada 13:55 | Balas

    itu karena mereka memegang teguh doktrin “qiyadah fikriyah/kepemimpinan ideologi/kepemimpinan akal” yang artinya akal yang memimpin dan memiliki porsi lebih dalam menentukan sikap pribadi masing-masing anggota HT dan bukan mengacu pada kebijakan kolektif(syuro)/keputusan sang ketua walaupun itu juga merupakan subsistem dalam mekanisme organisasi mereka.

    mungkin ini interpretasi saya tapi bukti empiris dan fakta yang ada menguatkan pendapat saya, dalam berbagai kasus pecahnya HT itu selalu bisa ditarik “benang merah” yang sama, yaitu perbedaan persepsi atau penyikapan yang berbeda tentang prioritas dalam menentukan arah hizbnya,contoh kasus keluarnya(dipecat) pendiri HTI abdurrahman albaghdady karena ian menentang kebijakan HT yang mulai moderat dalam menyikapi demokrasi karena dibeberapa negara tim-teng aktifis HT baik secara institusi maupun perorangan berpartisipasi dalam pemilu dinegaranya, sama halnya dengan o.sholihin (dikenai sanksi “ilhaamal taam/skorsing total)kader HTI yang terkenal vokal dalam banyak kebijakan HTI yang dianggap menyimpang dari koridor perjuangan HT seperti :

    -terdaftarnya HTI diDEPKUHAM,

    -iuran wajib yang dibebankan kepada seluruh anggota baik “daris maupun hizby” untuk pembelian gedung sebagai sentra pertemuan dan fasilitas dakwah untuk tokoh2 nasional dimana yang enggan menyetor iuran yang sebesar 200 ribu akan terkena sanksi “untuk kader bakhil”

    -sikap pemimpin HTI yang ikut menolak golput ( http://miatinarevolt.multiply.com/reviews/item/11 ) [namun ternyata hampir semua anggota HTI tidak mengindahkan keputusan pimpinan mereka,termasuk yang namanya "mas TITOK"]

    -dll, lihat diblognya o.sholihin ( osolihin.wordpress.com )

    dan demikian juga ketika al-khaththat memilih keluar dari HTI dari pada harus meninggalkan FUI yang menganggap kebijakan HT yang mengharuskan seluruh issu dakwah harus diatas namakan HT jelas tidak irrasional dan dianggap ashobiyah ( osolihin.wordpress.com/2008/10/20/m-al-khaththat-dikeluarkan-dari-hti-kenapa-ditutup-tutupi/ )

    ini semua karen masing2 “qiyadah fikriyahnya” memiliki perbedaan persepsi satu sama lain.

  • pengelolakomaht // 7 Mei 2009 pada 14:03 | Balas

    Saudaraku yang diberkahi Alloh,

    Sungguh luar biasa penelitian anda terhadap HT, sepertinya saya harus belajar banyak dari anda.

    Dan hasil observasi anda tersebut semakin membuktikan bahwa HT sangat anti kritik, fanatik, dan ashobiyah. Sehingga tokoh tokoh besarnya sendiri akhirnya banyak yang keluar karena tidak tahan oleh aturan partai yang sangat mengekang yang susah diluruskan kesalahannya.

  • alumnirohissmanjas // 7 Mei 2009 pada 14:21 | Balas

    sama halnya masalah kasus dalam salah satu pernyataan pemimpin HT internasional yang menuduh PM turki erdogan adalah agen yahudi dan amerika dan dalam salah satu edisi buletin AL_ISLAM yang menuduh ikhwan HAMAS dipalestina turut “membantai” warga palestina yang banyak mengundang kontroversi dan protes dari kader ikhwan diIndonesia karena pernyataan tersebut, dan dengan “pekok” seorang kader (TITOK)HTI (BANGETTTT) dalam blognya mengatakan itu adalah baik dan tidak salah menurut syara’, itu “qiyadah fikriyahnya” yang ngomong walaupun sah-saja jika kader ikhwan merujuk kepada syara’ menganggap pernyataan itu adalah “HASUTAN dan FITNAH”.

  • pengelolakomaht // 7 Mei 2009 pada 14:36 | Balas

    Saudara alumnirohissmanjas yang diberkahi Alloh,

    Subhanalloh,
    Apabila anda memiliki tulisan tulisan hasil penelitian anda terhadap HT, dan bila anda belum memiliki site/ blog sebagai wadahnya, saya persilahkan dikirim ke email saya di extralive@yahoo.co.id
    untuk selanjutnya saya muat sebagai artikel baru di blog yang diberkahi Alloh ini.

    Atau jika anda berminat saya bisa menjadikan anda admin blog ini juga,
    namun untuk itu saya mohon diberi biografi singkat anda dikirimkan ke email saya di atas.
    Jazakallahu khoiron katsiron.

  • msitompul2008 // 7 Mei 2009 pada 15:07 | Balas

    @alumni:

    Thanks atas informasinya. Sepertinya penjelasan anda sangat masuk akal. saya juga setuju dengan perkataan anda bahwa” perbedaan persepsi atau penyikapan yang berbeda tentang prioritas dalam menentukan arah hizbnya” sangat kental di internal mereka”.

  • alumnirohissmanjas // 7 Mei 2009 pada 18:07 | Balas

    tuk KOMAHT:

    syukron jazaakaLlah tuk tawaranya, saya tidak punya kepentingan apapun kecuali men-counter syubhat mereka terhadap “saudaranya” yang lain, adapun syubhat mereka untuk diri mereka sendiri itu urusan mereka sendiri dan dalam hal ini antum lebih kapabel dari saya karena pengalaman antum yang pernah lama berinteraksi dengan mereka.

  • udin // 7 Mei 2009 pada 23:52 | Balas

    saya jadi curiga blog ini yang punya Amerika Serikat atau sebangsanya. yang sengaja di Buat agar ummat Islam pecah. atau membuat kelompok yang istiqomah mengamalkan Syariat Islam menjadi goyah. Namun HT tidak akan seperti itu. Kelompok ini tidak kemudian mendengar fitnahan sana sini lalu dakwahnya melemah. sudah banyak kali orang kafir mencarikan jalan untuk menjerumuskan atau kata kasarnya menyudutkan HT agar masuk dalam kelompok telarang dan bredel atau di bubarkan. namun sampai saat ini tetap eksis. karena apa? dia tetap istiqomah mengamalkan dakwahnya sesuai dengan petunjuk Rasullullah.

    Dan kenapa selalu ada kelompok/orang yang tidak senang terkait dengan perjuangannya?
    Karena hal yang fitra dalam perjuangan menegakkan Syariat Islam selalu banyak cobaannya.
    Rasul dan para sahabat berjuang menegakkan Syariat Islam di Makkah mengalami tiga hal yakni Siksaan, Propaganda buruk dan Boikot.
    Saya melihat Blog ini melakukan cara ayang kedua yakni propaganda buruk. dan itu wajar. semakin dekat iman seseorang atau semakin dekatnya perjuangan terealisasinya tegaknya Syariat Islam cobaannya makin berat.

    Dalam perjuangan tegaknya Syariat Islam tidak hanya membutuhkan semangat saja. namun juga diperlukan pemahaman dan keistiqomaan. dan perlu diketahui jika ada yang loyo, futur atau tercerahkan dalam artian keluar dari perjuangan itu wajar juga.
    Dan Juga HT tidak menjadikan Al Khatat atau lainnya sebagai suri tauladan. Namun yang jadi Suri Tauladan itulah Rasullullah SAW. jika apa yang dibawakan Muhammad kekasih Allah ini yang kita jadikan sandaran maka kita tidak akan berpecah. dan tidak mungkin saling menyudutkan.

    Hemat Saya bagi pengelolah Blog ini, segerah bertobat jika dia adalah seorang Muslim. namun jika dia adalah seorang agen penjajah, maka segeralah hentikan. Ingat Azab Allah sangat pedih. Anda selalu diperhatikan dan selalu dicatat perbuatan anda dengan malaikat rakib dan atib. Dan akhirnya akan diminta pertanggungjawaban Allah.
    wasslm

    • hmcahyo // 8 Mei 2009 pada 09:22 | Balas

      #

      saya jadi curiga blog ini yang punya Amerika Serikat atau sebangsanya. yang sengaja di Buat agar ummat Islam pecah.

      suudzon kok dipelihara…

      katanya semua tindakan terikat hukum syara…

      lha ini pake suudzon… mana kaidah fikih yang sering hti pake itu?

  • ibnu // 8 Mei 2009 pada 07:45 | Balas

    pak udin jgn suuzon ah orang saling nasehat menasehati malah dituduh macem2.
    masalah pak khatat keluar dari HTi kok dibawa2 ke suri tauladan. itu haknya pak khatat lah. beliau mw keluar dan bwt Hdi.

  • alumnirohissmanjas // 8 Mei 2009 pada 09:51 | Balas

    tuk udin:

    “LEBAY” banget nuding nih ounyanya amerika, ngga ada yang lebih kerenan apa tuduhanya, bukankah perintah HT yang melarang anggotanya tuk gabung FUI lebih nyata memecah umat ketimbang blog ini?…

    “DASAR FANATIK BUTA TAK BERILMU”

    • titok priastomo // 10 Mei 2009 pada 11:28 | Balas

      Zulkifli-zulkilfi. Anda tidak kenal orang secara personal nuduh dia tidak berilmu. Kalo saya sih tahu betul kapasitas antum dalam ilmu, he-he-he!

      • hmcahyo // 11 Mei 2009 pada 11:44

        MAS… begitukah seorang anggota HT? emang suka melecehkan? hmmmm semakin saya banyak berinteraksi dengan temen2 HTI kok sama kayak anda model2nya :(

  • alumnirohissmanjas // 8 Mei 2009 pada 09:58 | Balas

    tuk udin:

    jika meniru suri tauladan RasuluLlah pastinya takkan ada konflik atau perpecahan sesama mukmin yang ikhlas berjuang dijalan Allah,konflik menunjukan adanya ketidak beresan internal, malu dong menklaim jamaah pro syariah tapi menunjukan perpecahan internal, kalo gitu mah musuh islam ngga usah ngobok-ngoboki islam umat pecah sendiri kalo kaya HT mah… dasar “LEBAY”…

  • alumnirohissmanjas // 10 Mei 2009 pada 12:31 | Balas

    tuk TITOK:

    “Zulkifli-zulkilfi. Anda tidak kenal orang secara personal nuduh dia tidak berilmu. Kalo saya sih tahu betul kapasitas antum dalam ilmu, he-he-he”

    -itulah DEGILnya anggota HT, BUKANKAH BUAH ILMU ITU AMAL,BUKAN PERPECAHAN DAN KEANGKUHAN UNTUK MENERIMA KEBENARAN DARI ORANG LAIN.

    apa yang bisa dibanggakan ketika bisa menguasai buku-buku: nizhom islamy, takatul hizby,mafahim HT dll jika itu membuat sesama internal HT berpecah belah, sungguh lebih ridho DIKATAN AWAM DENGAN FIKROH HT DARIPADA SEPERTI ITU OUTPUTNYA!!.

    TANYA PADA ALBAGHDADY, TANYA O.SOLIHIN,TANYA ALKHATHTHAT,UMAR ABDULLAH, BUKANKAH HT YANG MEREKA PELAJARI ADALAH SAMA DENGAN FIKROH HT NYA ISMAIL YUSANTO DKK?LANTAS ITUKAH OUTPUTNYA?SIAPA YANG BENAR DAN SIAPA YANG SALAH TIDAK MUNGKIN KEDUA-DUNYA BENAR ATAU BISA JADI SALAH SEMUA

  • pengelolakomaht // 10 Mei 2009 pada 15:49 | Balas

    Saudaraku Udin yang dirahmati Alloh,

    Apakah HT itu maksum sehingga semua yang mengkritiknya jika muslim wajib taubat dan jika non muslim di….. ?

    Wallahulmusta’an

  • udin // 10 Mei 2009 pada 21:51 | Balas

    yang pastinya begini. pertama saya kurang yakin tulisan di sini adalah didasari dengan hati yang iklas untuk meluruskan perjuangan HT. setahu saya jika anda ingin meluruskan bukan dengan model seperti ini. cara-cara seperti modelnya kayak kerja intelejen. Saya pernah baca Majalah Hidayatullah edisi kapan dan tanggalnya saya lupa. namun disitu menerangkan ada agen Mozak yang bertobat dan menceritakan bagaimana kinerja mereka alam menghancurkan Ummat Islam. diantaranya adalah membiayai para pemuda Islam yang katanya dalam tanda kutip ikhlas berjuang karena Allah Taala namun mereka menulis buku untuk mencarikan kejelekan saudara mereka. dan memang saat ini orang kafir barat untuk memecah islam dari dalam dengan melakukan POLITIK BELAH BAMBU.
    Kedua saya kurang percaya kalau yang mempunyai blog ini adalah mantan HT. karena setahu saya jika dulu dia ngaji di HT pemahaman dia pasti mengkristal bagaimana perjuangan mengarah perubahan. dan Ini secara hati Nurani tidak akan dia tolak. walaupun semarah atau sedendam bagaimanapun karena di keluarkan
    ketiga saya tetap menduga dengan dugaan yang kuat yang mempunyai blog ini adalah orang-orang yang tidak menginginkan persatuan di kalangan Muslim. sebab jika dia menginginkan tentunya dia akan menjaga Silatuhrahmi sesama muslim dan mengedepankan persoalan perbedaan pendapat adalah hal yang fitri selagi keduanya mempunyai dalil yang kuat
    ——————————————–
    Pernah aku diskusi dengan Salafi aku katakan begini. “dalam buku HT Mutazila Gaya baru disitu dijelaskan HT adalah teroris. lalu saya katakan juga Amerika Serikat memberikan stigma pada HT adalah teroris. terus apa perbedaan antara Salafi dan Amerika Serikat, dan apa kesamaan Salafi dan Amerika Serikat?

    demikian

    • hmcahyo // 11 Mei 2009 pada 11:39 | Balas

      permasalahannya anda suuzdon dulu BUNG!.. trus… kata Imam Ali LiHAT APA ISI NASIHATNYA BUKAN ORANGNYA… lha kalo belum mimpin udah alregi kritik kayak anda… maka TIDAK LAYAK UNTUK MEMIMPIN ini belum di kritik PAKE PEDANG kayak UMAR r.a – baru pake tulsan udah nuduh2 tanpa bukti…

      itu kan asumsi anda mengkait2kan dengan intel

      kalo mau bantah tulisannya dengan cara Ilmiah

  • udin // 10 Mei 2009 pada 21:56 | Balas

    selain itu, blog ini menamakan mantan HT. kalau berani sebut namalah dan alamat dimana? supaya yang membaca blog ini yakin memang dia mantan HT?
    soalnya biasanya orang baru berinteraksi dengan HT mengaku bahwa dia anggota HT.
    tidak lama sesudah itu dia keluar karena tidak memahami arah perjuangan dari HT.
    lalu dia umumkan “saya dulunya adalah anggota HT. begitu sementara.

  • alumnirohissmanjas // 10 Mei 2009 pada 22:44 | Balas

    tuk udin:

    mas tidak hanya mas KOMAHT ini saja yang jadi mantan HT,bukankah sekarang sudah banyak orang2yang keluar HT bahkan tokohnya sendiri. dan bukankah keluarnya mereka(termasuk mas KOMAHT) ini ada alasan kuat yang membuat mereka keluar dari keyakinan yang dulu mereka pegang teguh, dan apakah salah ketika keyakinan itu yang sekarang dianggap menyimpang berusaha untuk diluruskan.

    semua artikel yang mas KOMAHT buat disini pada dasarnya tidak ada hal yang bersifat “belah bambu” sebagaimana teori konspirasi yang antum kemukakan hanya respon kalian yang begitu fanatik dan menganggap “SAKRAL” fikroh kalian yang mendekati “KEMAKSUMAN” yang menjadikan kalian(aktifis HT) paranoid dalam menyikapinya.

    kalaupun memang muatan blog ini begitu mengundang konfliknya kenapa juga antum tidak mengkoreksi isi blognya “TITOK” yang lebih propokatif ketimbang blog ini, inilah subjektifnya sehingga saya katakan “lebay”

  • msitompul2008 // 11 Mei 2009 pada 11:59 | Balas

    @ udin:

    kayaknya mas udin ini dah frustasi deh karena ditelanjangi terus-terusan. klo kader hti yang mengkritik pasti deh dikatakan sesuai syariat tapi klo orang lain yang mengkritik pasti deh divonis macam-macam. persis dengan kebanykan kader hti yang saya temui, mikirnya suka kejauhan. terlalu mudah menuduh, paranoid, gampang menghakimi, sok pintar, merasa benar sendiri dan sering salah pengertian…

  • udin // 11 Mei 2009 pada 14:00 | Balas

    yang frustasi itu saya atau anda.
    baca ulang tulisan anda dari awal hingga akhir. jadi untuk sementara saya simpulkan apa yang di bolg ini kerja intelejen AS dan kroninya.
    pertama, Mas tidak ada pencuri yang ngaku.
    kedua, saya malas membalas dengan artikel juga. kalau anda gentel datang di kantor Jubir mas. jangan dengan menyebar fitna.
    Ingat fitna itu lebih kejam dari membunuh.

  • msitompul2008 // 11 Mei 2009 pada 14:35 | Balas

    lha, emang sih orang frustasi ga bakalan pernah ngaku frustasi juga (persis deh seperti kata pepatah anda, tidak ada pencuri yang ngaku) hehehe…

    pertama, disini ga ada yang pencuri, maling atau sejenisnya. Dalam hal ini saja anda sudah salah dan frustasi, menuduh serampangan..

    kedua, malas apa “malas”..lho, dari tadi yang menuduh ente kok..

    terus terang ada 3 peristiwa yang saya alami secara langsung yang membuat saya semakin lama semakin tidak simpatik dengan hti ini:

    1. Pada saat pemutaran film palestina di sebuah masjid oleh kader hti beberapa bulan yang lalu,seorang ustad hti dengan pongahnya menuduh salah seorang ulama internasional (yang kebetulan saya sangat menyukai karya-karyanya) adalah seorang yang ga jelas komitmen keislamannya..(harusnya klo emang ga suka, tidak usah menyinggung orang lain apalagi diumbar di depan jamaah awam)

    2. Pada sebuah khotbah jum’at di masjid yang sama, seorang ustad asal hti dengan terang-terangan membangga-banggakan bahwa yang berjuang menegakkan syariah itu hanya hti dan mempengaruhi secara gamblang untuk mendukung hti. Disisi lain dia mempengaruhi jamaah agar tidak merasa bersalah karena golput pada pemilu legislatif sebelumnya…masa hal hal-hal seperti ini yang cenderung memicu perdebatan dibahas di sebuah khotbah jum’at).

    3. Beberapa hari setelah kejadian situ gintung, lumayan banyak (30-50 orang) syabab hti melakukan pertemuan di sebuah masjid dekat rumah saya. entah apa yang mereka bahas, tapi yang jelas mereka sudah diberi kebebasan oleh orang-orang sholeh di komplek untuk menggunakan masjid tsb untuk keperluan partai mereka. Memang tidak ada yang salah. bagi saya, hanya apa yang mereka lakukan tidak mengundang simpatik, ketika di tempat yang tidak terlalu jauh dari sebuah tempat yang mengalami musibah, mereka bukannya sibuk mengkoordinir anggotanya untuk memberikan bantuan, eh malah sibuk ngebahas khilafah..

  • pengelolakomaht // 11 Mei 2009 pada 14:49 | Balas

    Saudaraku udin yang seiman dan yang dikasihi Alloh,

    Pada muqadimah blog yaitu tulisan utama Sekilas Blog Koma HT sudah saya tuliskan semua jawaban atas pertanyaan anda tersebut,
    Saya sampaikan kembali kepada anda dan jumhur kaum muslimin bahwa saya bersaksi tiada ilah kecuali Alloh dan Muhammad adalah hamba dan utusan Nya.
    Maka tidak cukupkah persaksian mulia itu wahai saudaraku, dan apakah dengan mudahnya engkau menuduh ahlut tauhid sebagai agen kafir ?
    Itu sama halnya anda menuduh saya Zindiq (kaum kafir yang pura pura masuk Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam).

    Persatuan Islam itu terletak pada pemahaman aqidah yang satu dan pelaksanaan syariat yang mengikuti Nabi dan para shahabat, bukan pada persatuan dari berbagai macam sekte yang berbeda ajaran.
    Persatuan yang anda perjuangkan itu hanya sebatas pada persatuan kekuasaan negara belaka, sehingga anda akan menyeru : wahai syi’ah mari bersatu dalam khilafah Islam , wahai khawarij mari bersatu dalam khilafah Islam, wahai sufi mari bersatu dalam khilafah islam, wahai mu’tazilah mari bersatu dalam khilafah islam.
    Sedangkan persatuan yang kami perjuangkan adalah persatuan hakiki pada ajaran Islam yaitu dengan menyeru : wahai syi’ah tinggalkan ajaran batilmu dan mari bersatu dalam ajaran Nabi yang benar, dst. walhamdulillah.

    Mereka yang memecah belah Islam adalah mereka yang mendirikan sekte sekte, kelompok kelompok, partai partai, yang satu dengan yang lain berbeda tafsir terhadap ajaran Islam. Yang satu dengan yang lain memiliki amir sendiri sendiri, yang satu dengan yang lain memiliki anggota sendiri sendiri. Memiliki metode da’wah yang khas dan berbeda beda.
    Inilah contoh perpecahan itu, HT pecah menjadi HTI dan HDI, meskipun sama sama menginginkan khilafah, namun inilah perpecahan itu, meskipun keinginan untuk bersatu dalam khilafah ada namun tetap saja ini sebuah perpecahan, dan inilah hakikat perpecahan yang perlu kita hindari.

    Wahai kaum muslimin yang tercinta,
    Kembalilah kepada Islam, tinggalkanlah kelompok kelompok itu, ingatlah hadits Nabi :

    Nabi berkata (pada Hudzaifah), “Berpeganglah pada jamaah kaum Muslim dan imam mereka!”
    Aku (Hudzaifah) bertanya, “Jika mereka tidak memiliki jamaah dan imam ?”
    Beliau menjawab, “Jauhilah semua kelompok-kelompok sekalipun engkau harus menggigit akar pohon hingga kematian menghampirimu, sedangkan engkau tetap dalam keadaan seperti itu.”
    (HSR al-Bukhari dan Muslim).

  • udin // 12 Mei 2009 pada 00:04 | Balas

    Mas, Mengapa Nabi Adam dapat dikeluarkan dari Surga? karena mulut manisnya Iblis. dia bersumpah mengatasnamakan Allah wahai Adam demi Allah kalau kamu tidak makan buah khuldi itu kamu tidak akan kekal selama-lamanya di Neraka. karena mengatasnamakan Allah lalu Nabi Adam beserta isterinya Hawa memakan buah khuldi itu. Apa akhirnya? apakah kemudian nabi Adam beserta Hawa kekal di Surga?
    akhirnya dia harus di diusir dari Surga oleh Allah.
    Lalu apa hikma kita petik dari itu?
    kita jangan terlalu percaya begitu saja pada seseorang yang mengajak pada kebenaran dalam tanda kutip.
    Apalagi seseorang itu tidak mau sebut nama? darimana dia, alamatnya dimana? dll
    Dan kita tahu bersama saat ini intelejen AS beserta sahabatnya sementara mencarikan cara untuk menghambat perjuangan Islam yang sungguh-sungguh berjuang tegaknya Syariat Islam dimuka bumi menjadi rahmat pada seluruh manusia.
    Tulisan2 seperti anda sadar atau tidak sadar akan memberikan stigma buruk pada pejuang Islam oleh masyarakat. namun kata Allah dalam Firmannya Allah tidak akan pernah memberikan kemenangan pada orang kafir atas Islam.
    Dan ingat kebenaran cepat atau lambat akan nampak. Walaupun ada kelompok Islam mengatasnamakan pejuang Islam lalu menyerang kelompok lain dikarenakan berbeda metode. dan itu dimaklumi.
    karena orang yang berjuang hal fitri jika selalu mendapat cobaan baik secara internal maupun non Islam.

    dari ungkapan Mas Sitompul tadi dugaan saya kuat berarti yang punya blog ini bukan mantan HT. jika dia mantan minimal dia memahami arah perjuangan HT. kalau begitu apa dong????????
    Hanya Allah SWT yang tahu.
    Sadarkah anda setiap apa yang kita buat senantiasa dilihat, dicatat oleh Allah. dan itu akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah nanti.

  • udin // 12 Mei 2009 pada 00:11 | Balas

    jika mas gentel ke kantor Jubir saja, atau ke Maktab HTI terdekat. artinya supaya mas menyampaikan itu langsung di respon bukan semacam cara intelejen. Kan kasihan kata yang bermaksud “baik” diterjemahkan buruk.

  • msitompul2008 // 12 Mei 2009 pada 10:25 | Balas

    udin said:
    dari ungkapan Mas Sitompul tadi dugaan saya kuat berarti yang punya blog ini bukan mantan HT. jika dia mantan minimal dia memahami arah perjuangan HT. kalau begitu apa dong????????
    Hanya Allah SWT yang tahu.
    Sadarkah anda setiap apa yang kita buat senantiasa dilihat, dicatat oleh Allah. dan itu akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah nanti.

    komen:
    ha! ungkapan yang mana dari saya yang bisa dimaknai bahwa yang punya blog ini manta or bukan mantan ht (kok perasaan ndak ada ya yang seperti itu). aneh…din, udin….jangan suka ngarang begitu ah..entahlah apakah di memang di hti itu kadernya dididik untuk paranoid begini ya???

  • hafiz // 12 Mei 2009 pada 10:55 | Balas

    mungkin berpijak pd hal yg salah dalam menginterpretasikan Alquran dan sunnah saya mengambil 1 kesimpulan : Hizbut tharir akan menemui 1 dari 3 ini ; 1. akan hancul dari dalam tubuhnya sendiri dan melebur dgn gerakan lain untuk menyelamat kan organisasi , 2. para pemimpin nya pada keluar dari HT sendiri dan labilnya di tingkat grassroot dan akhirnya tercerai berai 3. para pendukung,kader dan simpatisan akan memilih gerakan Islam lain dan terjadi Vacum

  • udin // 12 Mei 2009 pada 22:12 | Balas

    itukan pendapat Hafiz dan dan intelejen AS beserta kroninya.

  • alumnirohissmanjas // 12 Mei 2009 pada 22:22 | Balas

    tuk udin:

    “itukan pendapat Hafiz dan dan intelejen AS beserta kroninya”

    lha buktinya pendahulu HT begitu,dari syaik omar bakri,albaghdady,alkhathtat,o.solihin dall mereka keluar dari HT, jangan jauh jauh nuduh AS dan intel

  • udin // 12 Mei 2009 pada 22:23 | Balas

    dan tentu perpecahan pasti yang diingikan orang yang tidak suka melihat Islam itu bangkit. Namun pagi pejuang ideologis tidak seperti itu? Silakan berharap, namun itu adalah hal yang Mustahil

  • udin // 12 Mei 2009 pada 22:40 | Balas

    bang orang yang futur dari perjuangan itu hal biasa dan wajar. karena Allah lah sang pembolakbalik hati. Namun bagi yang menginginkan perpecahan dapat diduga kuat dia itu agen yang harus diwaspadai

    • lagi bebas nihhhh..... // 14 Mei 2009 pada 01:33 | Balas

      to udin saudaraku
      “Namun bagi yang menginginkan perpecahan dapat diduga kuat dia itu agen yang harus diwaspadai”,
      Coment…….. agen minyak tanah kali ( tapi dah di konfersi ke GAS ) paling argumennya cuma gitu gitu aja kalo para HT ni pemahamannya kita tolak, kaya atm aja yg memperjuangkan Islam, bah gak mutu…..kata katanya gitu gitu aja.

  • hmcahyo // 13 Mei 2009 pada 01:32 | Balas

    @ mas Komaht…gimana kalo thread diskusi ini dipindah dihalaman (posting) baru… biar yang fakir bendwith nggak ngos-ngosan mau bacanya :)

    mungkin beberapa tanggapan dipindah ke halaman baru itu sehingga lebih ringan loadingnya

    sekadar saran aja :D

  • Arie // 13 Mei 2009 pada 17:45 | Balas

    Assalamu’alaikum, saya kembali!!!!!!!!!!!!!!!!^-^

    pada kangen kah????? alhamdulillah sebagian besar tugas saya telah selesai^-^
    wah ni blog rame banget y, tandanya HT makin berkembang nih, Alhamdulillah^-^
    tapi bingung mana yang harus saya komen dulu, huff

    wah kelihatannya makin panas nih blog, setelah saya juga ikut2an panas gara2 komen pak pengelola yang g mutu^-^

  • Bebas Juga Ahhh..... // 14 Mei 2009 pada 00:45 | Balas

    HT = Khawarij + Mu’tazilah…….kayanya simpel banget tuk kita pahami manhaj mereka nih ( Khilafah…….? cuma 2 Firqoh ini yang mendahulukan Khilafah dari pada yang namanya Tauhid )

    • asna // 15 Mei 2009 pada 08:39 | Balas

      eh mas..kata mas sastro yg ngirimin artikel di blog ini stelah saya cek/mampir ke situsnya http://www.salafyindonesia.wordpress.com ternyata salafy itu WAHABI / KHAWARIJ lho..silahkan cek aja kalo gak percaya….malahan perpecahan diatara SALAFY/WAHABI itu lebih parah….saling nyesatin…hiiiyyyy nauzubillah…..

      • alumnirohissmanjas // 16 Mei 2009 pada 18:36

        he..he.. dasar minim ilmu sejarah islam, wahaby tuh istilah yang disematkan kepada gerakan tajdid yang dikawal oleh imam muhammad bin abdul wahhab membersihkan dua tempat suci dari prilaku2 bid’ah seperti minta berkah ditempat kuburan nabi (seperti prilaku islam kejawen disini),takhayul,dan keyakinan-keyakinan yang jauh dari islam, ngga ada yang salah dalam gerakan ini,hanya paranoid dan fitnah dari sisa-sisa ahlu bid’ah dan kufar saja,

        adapun salafy-salafy terkini itumah ngga ada sangkut pautnya sama beliau,orang salafy tuh ngga ada istilah organisasi atau tanzim jadi emang bukan pecah belah satu sama lain emang bukan satu pemahaman,dan pemikiran beliau tuh termasuk rujukan utama ulama-ulama kontemporer,dan sampai sekarang dua masjid suci tuh dipelihara dan dimakmurkan oleh pengikut-pengikut setia beliau,bukan oleh HTI dan lainya itu bukti keridhoan Allah pada amalan imam abdul wahab

  • lagi bebas nihhhh..... // 14 Mei 2009 pada 00:49 | Balas

    alahhhhhh……arie lagi……dah ga sah dengerin tu anak, ngomong aja lepotan…yg bener dia pahami jadi keliru…….

  • lagi bebas nihhhh..... // 14 Mei 2009 pada 01:12 | Balas

    tuk mas mantaht………
    Saya seorang mantan ht yang kini bermadzhab dzahiri, bukan anggota organisasi manapun termasuk salafy.

    Saya menggunakan nick mantan ht insyaAllah justru untuk memperhalus, sebab jika tidak saya tentu pakai nama anti ht atau bekas ht.

    Coment….darimana pula awa nih bermadzhab dzahiri, sejak kapan ya salafi itu organisasi siapa KETUA salafy international atawa KETUA Salafy Indonesia ( Kayanya di sini antm agak ngawur ) afwan ya mas mantaht…..( Koreksi buat Antm ).

  • pengelolakomaht // 14 Mei 2009 pada 15:22 | Balas

    Saudaraku yang dirahmati Alloh,

    Wah ternyata salafy bukan organisasi ya ? afwan kalo gitu, tapi ada ta’ashub kelompok gak akh ?
    Kayaknya jawabannya pasti gak ya ?
    baguslah, jazakallah atas koreksinya, untuk para aktifis salafy saya mohon maaf bila ada yang salah, sebab saya memang belum begitu mengenal salafy, kalo HT sih insyaAlloh sudah bertahun tahun saya teliti, afwan ya, barokallohufikum

  • asna // 15 Mei 2009 pada 08:34 | Balas

    asw…mas mantan ht yang dirahmati Allah…

    mau tanya dunx..skarang apa yang harus kita lakukan…

    berusaha mendirikan khilafah tegak tidak dengan jalan kekerasan dalam dakwahnya & mengharap ridho-Nya, berdoa kepada Allah agar khilafah berdiri ATAU berdiam diri duduk berpangku tangan (karena kalau berusaha mendirikan khilafah trus khilfah berdiri nanti akan PERANG / BERANTEM sama imam mahdi dan akan terjadi perpecahan antara imam mahdi dan khilafah bentukan harokah….??…

    mana yang harus dipilih mas..?????????……

    trus kalo khilafah udah berdiri, bagaimana dengan hadis2 dibawah ini…

    Siapa saja yang menghampiri kalian, sementara urusan kalian semuanya berada di tangan seseorang (yakni Khalifah), lalu ia hendak memutuskan tali ikatan kalian atau ingin memecah-belah kesatuan jama’ah kalian maka bunuhlah dia
    (HR. Muslim)

    Jika dibaiat dua orang khalifah, maka bunuhlah yang terkhir diantara keduanya
    (HR. Muslim)

    Siapa saja yang telah membaiat seorang imam, lalu ia memberikan tangan dan buah hatinya (baca : kesetiaannya), maka hendaklah ia menaatinya semaksimal mungkin, kemudian, jika ada orang lain yang hendak merebut kepemimpinannya, hendaklah mereka membunuhnya….
    (HR. Muslim)

    mana yang harus dibunuh…yang kedua atau yang pertama….

    bwt nambah ilmu saya…mas :)..

    jazakallah khair sbelumnya…

  • pengelolakomaht // 15 Mei 2009 pada 08:57 | Balas

    Saudaraku asna yang baik,

    Pertanyaan anda sudah pernah anda tanyakan dan sudah langsung saya jawab di bagian tulisan :

    KENAPA ALLOH MENCABUT KHILAFAH ISLAM TERDAHULU

    Lihat komentar saya
    pada 3 Mei 2009 jam 12:52

    dan dilanjutkan komentar saya
    pada 10 Mei 2009 jam 15:00

    Silahkan dilihat kembali.

    Barokallohufikum

  • asna // 15 Mei 2009 pada 10:45 | Balas

    maaf mas anda belum menjawab pertanyaan saya yang ini :

    berusaha mendirikan khilafah tegak tidak dengan jalan kekerasan dalam dakwahnya & mengharap ridho-Nya, berdoa kepada Allah agar khilafah berdiri ATAU berdiam diri duduk berpangku tangan (karena kalau berusaha mendirikan khilafah trus khilfah berdiri nanti akan PERANG / BERANTEM sama imam mahdi dan akan terjadi perpecahan antara imam mahdi dan khilafah bentukan harokah….??…

    pertanyaan saya hanya

    BERUSAHA ATAU DUDUK BERPANGKU TANGAN NUNGGU IMAM MAHDI DATENG..??…

    MOHON DIJAWAB MAS…??..

    afwan

  • msitompul2008 // 15 Mei 2009 pada 13:21 | Balas

    Asna..asna..(mode: gw, kehabisan kata-kata deh)…

  • asna // 15 Mei 2009 pada 15:05 | Balas

    maaf mas anda belum menjawab pertanyaan saya yang ini :

    berusaha mendirikan khilafah tegak tidak dengan jalan kekerasan dalam dakwahnya & mengharap ridho-Nya, berdoa kepada Allah agar khilafah berdiri ATAU berdiam diri duduk berpangku tangan (karena kalau berusaha mendirikan khilafah trus khilfah berdiri nanti akan PERANG / BERANTEM sama imam mahdi dan akan terjadi perpecahan antara imam mahdi dan khilafah bentukan harokah….??…

    pertanyaan saya hanya

    BERUSAHA ATAU DUDUK BERPANGKU TANGAN NUNGGU IMAM MAHDI DATENG..??…

    MOHON DIJAWAB MAS…??..

    afwan

    ===

    Mbak pertanyaan ini sudah berulang-ulang ditanyakan

  • alumnirohissmanjas // 15 Mei 2009 pada 17:43 | Balas

    tuk asna:

    bolak-balik terus,maksa banget sih tuk ikut HT

  • asna // 15 Mei 2009 pada 18:56 | Balas

    #

    maaf mas anda belum menjawab pertanyaan saya yang ini :

    berusaha mendirikan khilafah tegak tidak dengan jalan kekerasan dalam dakwahnya & mengharap ridho-Nya, berdoa kepada Allah agar khilafah berdiri ATAU berdiam diri duduk berpangku tangan (karena kalau berusaha mendirikan khilafah trus khilfah berdiri nanti akan PERANG / BERANTEM sama imam mahdi dan akan terjadi perpecahan antara imam mahdi dan khilafah bentukan harokah….??…

    pertanyaan saya hanya

    BERUSAHA ATAU DUDUK BERPANGKU TANGAN NUNGGU IMAM MAHDI DATENG..??…

    MOHON DIJAWAB MAS…??..

    afwan

    ===
    saya masih belum jelas jawabannya mas….

    berusaha atau berdiam diri….??…

    CUMA ITU SAYA YG SAYA MAU TANYAKAN….SIMPEL KHAN JAWABANNYA…

    BERUSAHA ATAU BERDIAM DIRI…??…

    • fey // 15 Mei 2009 pada 19:32 | Balas

      Anda bertanya dan menawarkan opsi jawaban, tapi opsi yang anda tawarkan kurang.. ya ga perlu dijawab, percuma kalo dipilih salah satu nanti saudara Asna akan menggiring pada opini yang dimaukan oleh saudara Asna sendiri.. jadi itu bukan pertanyaan tapi jebakan.

      Kalo dijawab berusaha, yang anda maksudkan kan “berusaha mendirikan Khilafah dengan cara HT” selain dari itu : Dakwah Tauhid, Berahlakul Karimah, Pendidikan, Ekonomi dan lain-lain yang lebih urgent akan anda kategorikan “berdiam diri/Tidak bernilai tanpa Khilafah.”

      Jangan menjahili diri sendiri Ah saudara Asna, anda sepertinya sangat gelisah.

  • asna // 16 Mei 2009 pada 08:31 | Balas

    afwan saudaraku mas fey yg dirahmati Allah…saya hanya pengen bertanya 2 pilihan kepada mas mantanht….simpel saja kok….coz beliau belum menjawab pertanyaan saya tapi hanya menjelaskan tentang Al-mahdi yg dibaiat di haramain…tapi kalo menjawab 2 pertanyaan ini beliau belum menjawab…??…

    apa yang harus qta lakukan…berusaha mendirikan khilafah tegak tidak dengan jalan kekerasan dalam dakwahnya & mengharap ridho-Nya, berdoa kepada Allah agar khilafah berdiri ATAU berdiam diri duduk berpangku tangan (karena kalau berusaha mendirikan khilafah trus khilfah berdiri nanti akan PERANG DUNIA KETIGA/ PERANG / BERANTEM sama imam mahdi dan akan terjadi perpecahan antara imam mahdi dan khilafah bentukan harokah….??…

    pertanyaan saya hanya….

    BERUSAHA ATAU DUDUK BERPANGKU TANGAN NUNGGU IMAM MAHDI DATENG..??…

    simpel bukan…???….

    mas mantan ht Syukron….

    • alumnirohissmanjas // 16 Mei 2009 pada 18:25 | Balas

      -berusaha mendirikan khilafah tegak tidak dengan jalan kekerasan= HT BANGEET…= BUL****…..

      - berdiam diri duduk berpangku tangan= MURJI’AH BANGET ini mah

      apa ngga ada opsi representatif dari kalangan ahlu sunnah?,itu pikirannya asna aja,he..he..

      ====
      untuk yang komentar… mohon gunakan bahasa yang baik dan sopan … mudahan-mudahan bahasa yang baik adalah cermin akhlak islami anda

      • asna // 16 Mei 2009 pada 19:05

        berusaha mendirikan khilafah tegak tidak dengan jalan kekerasan= HT BANGEET…= BU****…..

        EMANG BAWA PISTOL YA OM…

      • alumnirohissmanjas // 17 Mei 2009 pada 11:49

        maaf yah mas komaht, habis nih orang bolak-balik trus muter2,subjektif lagi

  • pengelolakomaht // 16 Mei 2009 pada 15:06 | Balas

    Saudaraku Asna yang dikasihi Alloh,

    Inti dari pertanyaan anda adalah,

    Apa yang harus kita lakukan saat ini ?

    Kemudian anda memberikan opsi jawaban :

    A. berusaha mendirikan khilafah

    B. berdiam diri duduk berpangku tangan

    Dengan demikian anda sendiri membatasi opsi da’wah anda pada dua hal ini,
    Padahal Nabi sendiri tidak pernah menyatakan dua opsi seperti ini dalam da’wah beliau,
    Pertanyaan anda adalah haq namun opsi jawaban yang anda tentukan adalah muhdats.

    Jawaban saya sudah jelas, bahwa untuk saat ini tidak kedua-duanya, Namun opsi ketiga.
    Yaitu mengajarkan kembali syariat Islam kepada Ummat Islam sendiri.

    Yang pokok dan yang sederhana saja,
    Rukun Islam ada lima dan itu belum dipahami dan belum di amalkan ummat Islam sendiri khususnya di negeri kita sendiri.
    Kenapa kita mendahulukan khilafah dari rukun Islam.
    Bahkan rukun Islam yang pertama yaitu Tauhid masih banyak ummat Islam Indonesia yang carut marut, seprti saya nyatakan sebelumnya bahwa ribuan pelanggan ponari, pelanggan ketik reg spasi ramal, dsb semuanya mayoritas muslim. Dan mereka dekat dengan kita, bahkan mungkin tetangga kita, teman sekolah, teman kuliah, teman kerja, yang sehari hari bersama kita. Jumlah mereka ribuan, bahkan jutaan.
    Dan mengajarkan pemahaman dan pengamalan tauhid dan rukun Islam termasuk dalam kategori berdiam diri menurut anda ? wallahul musta’an

    Mengenai crash antara khilafah dan imam Mahdi saya berani nyatakan itu tidak mungkin terjadi, karena khilafah ala manhaj nubuwwah di akhir zaman menurut Nabi hanya akan didirikan oleh imam mahdi,

    namun sekedar untuk memudahkan, silahkan jawab pertanyaan saya berikut.

    Bagaimana jika nanti HT berhasil mendirikan negara di Inggris kemudian penguasa penguasa muslim (termasuk Indonesia) tidak mau gabung sehingga terjadi perang ?
    Anda membela siapa ?

    Semoga Alloh memudahkan kita semua.

  • asna // 18 Mei 2009 pada 08:13 | Balas

    Alhamdulillah…syukron bgt atas jawaban anda mas mantan..saya lega, seneng dech bisa diskusi sama mas mantan  jadi nambah ilmu saya yang masih kurang dalam pemahaman keislaman…

    Mas mantan yang dirahmati Allah…apakah khilafah itu merupakan bagian yang terpisahkan dari rukun islam, apakah syahadat/tauhid itu hanya cukup sekedar diucapkan…??…, Bukannya membatasi tapi saya hanya bertanya kepada anda, karena anda bilang Khilafah Bentukan bakal PERANG/RIBUT/SALING BUNUH/BERANTEM sama imam mahdi….berarti anda tidak ada usaha untuk memperjuangkan Khilafah itu dunk…jadi kesimpulan saya adalah Anda hanya diam Menunggu…silahkan saja anda nunggu,kalaupun anda berdakwah tapi tidak dakwah aqidah dan khilafah karena anda takut kalo anda berusaha mendirikan khilafah kalo anda berhasil mendirikan khilafah, nanti khilafah bentukan anda akan PERANG/BERANTEM sama imam mahdi…..banyak kaum muslimin Palestina DIBANTAI sama YAHUDI LAKNATULLAH … bilang aja sama saudara kita yang di Palestina itu…SABAR SAUDARAKU, KITA TUNGGU AJA IMAM MAHDI TURUN KEBUMI…..

    Gak bakalan…??..Lho…katanya khilafah bakal berantem sama imam mahdi dengan khilafah bentukan HT….hehehe

    ibarat saya pengen dapat pekerjaan/jodoh…dan Allah udah nentuin Rizki/Jodoh setiap manusia…apakah qta harus diam (Emang Duit/jodoh dateng dari langit)…..??..tentu tidak…saya harus berusaha, berdoa,beristiqomah, bertawakal kepada Allah agar mendapatkan pekerjaan/jodoh itu…dan kalo saya udah dapet jodoh itu apakah nanti jodoh yang saya dapat dari usaha saya itu akan BERANTEM, RIBUT, PERANG sama jodoh yang udah Allah sediakan bwt saya itu..jadi bingung dech..!!…hehehe
    Astagfirullah….

    Yg saya tahu imam ahmad pernah meriwayatkan bahwa ” Constantinopel akan dibebaskan ditangan SEORANG LAKI-LAKI, maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang membebaskannya, dan sebaik-baik tentara adalah tentaranya (HR. AHMAD)

    Setelah Rasulullah mengabarkan tntang pembebasan Constantinopel lantas para Khulafurasyidin tidak berdiam diri tapi BERUSAHA untuk membebaskan kota tersebut, terbukti udah 11 kali serangan ternyata gagal membebaskan kota tersebut dan kaum muslimin selalu dipukul mundur..lalu kemudian Sultan Muhamad Al-Fatih berhasil membebaskan kota tersebut dengan USAHA, DOA, KEGIGIHAN DAN KETAKWAAN BELIAU KEPADA ALLAH kemudian Allah SWT memberikan KASIH SAYANGNYA dengan dimenangkannya pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh Sultan Muhamad Al-Fatih hanya dalam tempo satu malam…..

    Mas mantan yang dirahmati Allah…dalam hadis itu tidak disebutkan ”Constantinopel akan dibebaskan ditangan Sultan Muhamad Al-Fatih…tapi dalam hadis itu disebutkan ”Ditangan Seorang laki-laki”….siapakah laki-laki itu……??….

    Apakah para khlafurasyidin berdiam diri….tentu tidak, mereka BERUSAHA supaya menjadi bagian yang disebutkan dalam bisyarah Rasulullah itu…..

    Kalo gitu udah aja diem…”jangan bebaskan kota konstantiniopel itu, tar juga ada seorang laki-laki yg membebaskannya…takut kalo kita membebaskan kota konstantinopel itu, Kita bakalan RIBUT/PERANG lagi sama SEORANG LAKI-LAKI yang disebutkan dalam bisyarah Rasulullah itu tar laki-laki itu bilang ”HEH KENAPA KAMU BEBASIN KOTA KONSTANTINOPEL ITU, ITU KHAN JATAH SAYA, KAMU MAU BERANTEM SAMA SAYA”..kira-kira begitu kali ya..

    Betul…Anda bilang kesyirikan2 meraja rela, Indonesia Carut marut, ketik reg spasi ramal, Dukun Ponari..setahu saya keadaan sistem di negeri ini kacau..karena negeri ini menerapkan sistem kapitalisme yang menguntungkan para pemilik modal…sistem kapitalisme yang masih mencengkram negeri ini….masuk akal menurut saya apa yang diserukan oleh HT..yaitu solusi problematika umat adalah kembali kepada Syariah dan khilafah…

    Kalo diterapkan syariah secara menyeluruh berati kesyirikan2 yang menguntungkan segolongan pihak bisa diblok/dibasmi….karena disamping menyesatkan ummat kapitalisme juga menjadikan negeri ini Miskin…disini peran negara pun ada….
    Qt dakwah kepada mereka/tetangga kita/saudara kita yg masih belum tahu/melakukan kesyirikan, ya kita kasih tahu dengan cara yang baik tentunya…..

    Mengenai negara yang baru terbentuk di Inggris misalnya…justru setahu saya mas mantan, disetiap negeri terus digencarkan dakwah khilafah, berusaha ditengah-tengah umat dakwah tentang Khilafah, melalui kesadaran umat tentunya tidak dengan kekerasan……

    Saya percaya ucapan Rasulullah, bagaimana dgn hadis dibawah ini :

    Siapa saja yang menghampiri kalian, sementara urusan kalian semuanya berada di tangan seseorang (yakni Khalifah), lalu ia hendak memutuskan tali ikatan kalian atau ingin memecah-belah kesatuan jama’ah kalian maka bunuhlah dia
    (HR. Muslim)
    Jika dibaiat dua orang khalifah, maka bunuhlah yang terkhir diantara keduanya
    (HR. Muslim)
    Siapa saja yang telah membaiat seorang imam, lalu ia memberikan tangan dan buah hatinya (baca : kesetiaannya), maka hendaklah ia menaatinya semaksimal mungkin, kemudian, jika ada orang lain yang hendak merebut kepemimpinannya, hendaklah mereka membunuhnya….
    (HR. Muslim)

    tentu Rasulullah TIDAK INGIN kaum muslimin itu terpecah belah….

    Kalo imam mahdi Rahasia Allah, dateng Cepat itu lebih baik, Alhamdulillah…
    Tapi kita juga harus berusaha dan dengan kekuatan doa, Insha Allah semuanya bisa terwujud, Allah berkuasa atas segalanya….

    Mohon maaf kalo ada kesalahan…

    mas mantan kereeen….

    :)

    Syukron…

    • msitompul2008 // 18 Mei 2009 pada 13:02 | Balas

      asna,

      aku kok ra mudheng blas ya yang kamu maksudkan di atas….? kayaknya logika berfikir kamu benar-benar mengkhawatirkan deh. dibaca lagi deh semua artikel mas pengelola ini dari awal biar agak naymbung githu he..he…

  • msitompul2008 // 18 Mei 2009 pada 13:20 | Balas

    sepertinya yang cocok dan cukup kabel dari kalangan kader-kaderan hti untuk diskusi di sini cuma den mas titok sumarsono ups titok priastomo wae dink…dah sekarang tugasnya asna adalah membujuk den mas titok agar lebih aktif disini…

  • hmcahyo // 18 Mei 2009 pada 13:33 | Balas

    Haduh.. mbak asna ini kok ngalor ngidul ya… ngebahas nya?

    hmmm….

    menurut tulisan dari Machfudz Maghfur a.k.a Hafidz Abdurrahman… (lupa di Al Waie kalo gak salah)…. orang yang tidak memperjuangkan Khilafah… termasuk Bid’ah dan berdosa.. itu saja… jadi gak ada kaitannya dengan Iman! – yang menyebabkan orang kafir atau tidak!

  • hafiz // 18 Mei 2009 pada 17:02 | Balas

    Izin kan saya menulis lagi komen di situs ini,, sebelumnya Saya bukan agen AS seperti yg dituduhkan mas Udin, tetapi untuk gerakan2 Islam banyak yg saya ketahui

    Mengenai khilafah ala minhaj an nubuwah akan ada lagi, tp siapa yg akan mendirikannya yaitu Al Mahdi,ini ketetapan yg diyakini pr ahlus sunah, jd jelas sekali bukan HT yg mendirikan , apalagi sesuai dengan prediksi saya sebelumnya bahwa HT akan hancur dr dalam maupun dr luar-ini dibuktikan dgn fakta2 yg ada- mengapa saya berani mengatakan begitu alasannya InsyaAllah akan saya jelaskan 1per1 , tp intinya mereka ‘bermasalah’ dalam memahami dasar agama dan itu jg mengapa khilafah yg dicanangkan mereka belum jg terwujud.
    saya bukan melemahkan semangat syabab2 di HT. jd apa yg perlu dilakukan umat muslim sekarang ini adlah pertama2 : memperbaiki aqidah dan pijakan hidupnya , agar Islam menjadi bagian yg tak terpisahkan dgn jiwa dan raganya meyakini bahwa Islam adalah aturan yg total dan Kaffah seperti kain yg di celup ke air tak bisa lepas , disaat itu pula konsisten, Istiqamah membangun Islam yg total dalam bermasyarakat bernegara hingga mendunia dan terus amar ma’ruf nahi mungkar bersiap untuk jihad dan berjihad menyongsong era Kejayaan Islam di akhir jaman

    apa yg perlu disiapkan : ilmu ( aqidah yg benar, syariat, Thariqat(jalan) yg banar), persiapan mental, persiapan fisik termasuk strategi ekonomi dan politik,

    jadi ikhtiar,usaha diperlukan walaupun itu tidak bisa diedentikkan dengan thariqat (jalan)nya HT

    mohon maaf jika ada salah

    wallahualam

  • arie // 19 Mei 2009 pada 20:26 | Balas

    hmcahyo dan msitompul, saya rasa jelas sekali yang dmaksudkan asna di atas, intinya qta harus berusaha menegakkan khilafah!
    kalau anda masih g mudeng juga, tolong belajar lagi bahasa Indonesia^-^
    justru menkhawatirkan kalau apa yang sudah jelas tertulis di situ tidak antum pikirkan dalam2, sehingga membuat antum jauh dari kebenaran
    tolong dipikirkan baik2, bersama qta berusaha selalu menjadi manusia yang lebih baik tiap harinya
    dan saya berharap semua nantinya bisa kembali bersatu dalam khilafah, baik itu didirikan oleh HT maupun yang lain, demi Allah, saya akan ikhlas membai’at khalifah dari golongan apapun jika memang khilafah telah terbentuk, Allahu Akbar!
    wallahu’alam bis shawab

    • msitompul2008 // 20 Mei 2009 pada 11:26 | Balas

      mas arie yang pintar,

      intinya, tanggapan asna terhadap mas pengelola ini bukanlah hanya terbatas pada kesimpulan kita harus mendirikan khalifah. Terlalu banyak bunga-bunga yang ditulis asna sehingga ga nyambung dengan yang dimaksud dan dibahas mas pengelola ini. Ini yang bikin malas mengomentarinya.

      saya pernah denger di afganistan sudah pernah didirikan khilafah. anda sudah baiat belum?

      terakhir, selamat datang dan bersua kembali hehehe…bujuk titok biar lebih aktif disini donk!!!

  • hmcahyo // 19 Mei 2009 pada 22:00 | Balas

    @ arie… cobalah anda juga terbuka dan jujur menilai dan mengkaji pendapat lain yang berbeda dengan kelompok anda… (misal pendapat Hafiz di atas) ..agar kebenaran juga menyertai anda… bukankah begitu… ?

    • msitompul2008 // 20 Mei 2009 pada 11:31 | Balas

      setuju mas cahyo. kayaknya sampai saat ini pendapat saya relatif idem dengan pendapat mas hafiz di atas deh…(bukan karena nyontoh-nyontoh lho he3x)..

  • pengelolakomaht // 20 Mei 2009 pada 02:22 | Balas

    Saudaraku yang diberkahi Alloh,

    Pertama saya ingatkan kepada antum semua sabda Nabi kita yang mulia :

    Dari Abu Said Al Khudri bahwasanya Rasulullah bersabda:
    “Allah memasukkan penghuni Sorga ke Sorga, Dia memasukkan orang yang di kehendakiNya dengan rahmatnya dan memasukkan penghuni Neraka ke Neraka, kemudian Dia berfirman : “Lihatlah orang yang kamu sekalian dapati di dalam hatinya iman seberat biji sawi, maka keluarkanlah ia”. Kemudian mereka dikeluarkan dari neraka seperti arang, mereka telah terbakar maka mereka dilemparkan di sungai kehidupan, lalu mereka tumbuh di dalamnya, sebagaimana biji-bijian itu tumbuh di tanah yang dibawa banjir, tidaklah kamu melihatnya, bagaimana ia tumbuh dengan kuning emas”.
    (HR Muslim).

    Jadi seorang muslim meskipun imannya hanya sebiji sawi maka ia masuk surga biidznillah.

    Tidak ada satupun ayat atau hadits yang mengatakan bahwa siapa mendirikan khilafah maka ialah masuk surga.

    Jika saudara asna mengatakan bahwa khilafah adalah bagian dari tauhid maka saya katakan bahwa sholat, zakat, puasa, dan haji (rukun Islam) lebih berhak masuk ke dalam bagian Tauhid Islam.

    Khilafah adalah bagian dari syariat Islam namun tentunya saudara asna harus membedakan khilafah yang seperti apa yang bagian dari syariat Islam itu.
    Yaitu khilafah ala manhaj nubuwwah yang pada prakteknya adalah khulafaur rasyidin.
    Sistem khilafah yang diusung saudara saudara HTI sayangnya berbeda dalam beberapa hal dengan sistem khilafah khulafaur rasyidin.

    Dalam da’wah Islam kita tidak menolak syariat khilafah dan kita pun wajib menyampaikan risalah itu kepada masyarakat, namun setelah tahapan da’wah lainnya terpenuhi.

    Ketika anda bertemu dan berbicara dengan seorang muslim anda tidak boleh langsung mengarahkan pembicaraan pada penegakan syariat islam melalui khilafah,
    namun anda harus menanyakan perihal tauhidnya dahulu, perihal sholatnya, perihal, zakatnya, perihal puasanya, hajinya. Apakah ada yang ia masih belum mengerti dari syariat syariat itu.
    Baru setelah ia paham semua syariat itu bolehlah anda mengajaknya mengubah negara ini menjadi negara yang syar’i.

    Namun apa yang terjadi dengan para aktifis HTI ?
    Dimana mana selalu mengutamakan menyerukan penegakan syariat melalui khilafah Islam, hal ini meloncati tahapan da’wah syariat yang mulia.
    Dan apapun yang menyelisihi cara da’wah Nabi maka ia tidak akan menemukan keberhasilan yang hakiki. Wallahul musta’an

  • arie // 20 Mei 2009 pada 09:07 | Balas

    apakah menurut anda hizbut-tahrir tidak mendakwahkan aqidah? qta juga mendakwahkan aqidah pada masyarakat, karena itu dakwah aqidah harus tetap berjalan bersama dengan dakwah pada syari’ah, karena pelaksanaan syariah merupakan konsekuensi logis dari aqidah, benar kan?

    apakah ketika turun ayat mengenai khomer tidak ada orang munafik d madinah? kenapa ayat itu turun sementara ada aqidah yang belum lurus?

    @hmcahyo
    y, bersama2 qta selalu berusaha mencari kebenaran

  • arie // 20 Mei 2009 pada 14:21 | Balas

    @msitompul
    nah masalahnya benarkah d afganistan itu khilafah? sudah antum pelajari belum bagaimana khilafah itu sendiri? sudahkah anda sering masuk ke situs http://www.hizbut-tahrir.or.id? saya yakin jika antum ikhlas membandingkan pendapat dengan kelompok manapun tidak jadi masalah kan?^-^

    • msitompul2008 // 21 Mei 2009 pada 06:48 | Balas

      Sudah. sering banget malah. tapi bukan pencerahan yang saya peroleh, malah kekesalan yang semakin bertumpuk..sya tipikal orang yang lebih percaya fakta di lapangan mas Arie…

      • arie // 22 Mei 2009 pada 23:46

        ada apa dengan fakta di lapangan? fakta di lapangan kan banyak sekali mas? mungkin yang antum lihat baru sebagian kecil saja.

        oh y, kenapa anda kesal? apa karena penjelasan di situs tanpa dalil? saya rasa juga tidak kan?^-^

  • pengelolakomaht // 22 Mei 2009 pada 14:09 | Balas

    Saudaraku Arie yang diberkahi Alloh,

    Bagaimana seseorang hendak mendakwahkan aqidah jika aqidahnya sendiri masih belum tentu benar ?

    Apakah kitab-kitab mutabanat HT ada yang menyebutkan bahwa pertanyaan munkar nakir dalam kubur itu qath’i dan wajib diimani dan siapa yang tidak mengimaninya maka ia kufur ?

    (pertanyaan munkar nakir dalam kubur adalah aqidah yang berasal dari hadits ahad shohih).

    itu hanya contoh sederhana.

    Namun pada prakteknya seperti telah saya sebutkan bahwa problematika ummat yang terbesar menurut HT adalah tidak adanya khilafah,

    Padahal problematika yang jauh lebih besar yang melanda ummat Islam saat ini adalah penyimpangan tauhid, kebodohan dan kelalaian atas rukun Islam, serta kerosakan akhlaq.

    Jika pemahaman atas problematika ummat saja sudah berbeda, maka cara da’wah pun akan beda, sehingga dari sini bisa anda simpulkan sendiri apakah HT lebih menda’wahkan aqidah atau lebih menda’wahkan khilafah, silahkan direnungi sendiri saudaraku, semoga Alloh memudahkan.

  • arie // 23 Mei 2009 pada 00:41 | Balas

    pertama saya jawab dulu :
    mengenai pertanyaan munkar dan Nakir saya percaya akan ada pertanyaan itu, namun saya tidak berpendapat orang yang tidak meyakininya merupakan orang melenceng aqidahnya

    mengenai penjelasan khabar ahad, begini saja mas, mohon maaf saya agak bingung menyusun kata2 kalau penjelasannya panjang

    tolong kunjungi blognya akh titok (sepertinya^-^) :khabar-ahad.blogspot.com

    mengenai problematika umat, sekarang begini, kalau ada orang yang murtad, tidak sholat, akhlaqnya rusak. apa langkah yang antum lakukan? hanya berdakwah kan? berbeda dengan ketika negara yang menjaga, yang murtad akan dihukum, yang tidak shalat juga akan dihukum, sehingga lebih terjaga kan? justru tanpa adanya khilafah orang murtad, syirik, tidak sholat, berzina malah dibiarkan, begitu kan saudaraku?^-^

    • BUKANcatatanpinggirhati // 23 Mei 2009 pada 15:44 | Balas

      -setahu saya titok tuh alumni UGM bukan berasal dari kampus yg khusus kompetensinya membidangi ilmu hadis atau syariah,antum nyuruh mas KOMAHT belajar dari beliau,sama aja nyuruh mahasiswa belajar keanak TK

      -yang nolak tuh syariat orang islam juga,itulah makanya kenapa pembinaan aqidah umat lebih didahulukan dibanding penegakkan daulah,karena yg menghendaki syariat atau tidaknya itu adalah umat, dan kita adalah bagian dari umat,hak dan kewajiban kita sama,samakan dulu persepsi ente sama umat,kalo umat dah setuju baru tuh ente serukan syariat,pembinaan aqidah lah yng membuat kita dan umat memiliki persepsi yg sama tentang syariat

    • hmcahyo // 27 Mei 2009 pada 09:48 | Balas

      duh… kok susah ngomong sama orang yang sudah ta’ashub terhadap pemahaman tertentu….

      tolong deh tunjukin dimana pas era makkah nabi berdakwah minta kekuasaan?

  • arie // 23 Mei 2009 pada 00:42 | Balas

    oh y, satu pertanyaan lagi, boleh tahu jama’ah mana yang menurut antum paling mendakwahkan aqidah? saya mau belajar juga

    • BUKANcatatanpinggirhati // 23 Mei 2009 pada 15:50 | Balas

      baca tuh buku memurnikan laa ilaaha illaLlah karanganya imam muhammad bin abdul wahhab dan buku kitab at-thohawiyah,atau karanganya ibn taymiyah dan ibnul qoyyim al jauziyah

    • hmcahyo // 27 Mei 2009 pada 09:49 | Balas

      ini lagi… emang harus terikat dengan jamaah tertentu untuk memahami aqidah… duh-duh… mbok ya jangan begitu :(

  • pengelolakomaht // 24 Mei 2009 pada 08:47 | Balas

    Saudaraku arie yang baik,

    Jadi anda menyatakan bahwa mereka yang tidak percaya dengan adanya pertanyaan munkar nakir itu tidak menyimpang ? innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

    Lantas bagaimana dengan syaikhukum taqiyyuddin yang dalam kitabnya Nidzamul Islam mengatakan haram mengimaninya yang berarti saya dan anda yang mengimani pertanyaan munkar nakir justru telah berdosa ? innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

    Jadi anda juga mengatakan bahwa berda’wah saja kepada kaum muslimin yang menyimpang aqidahnya itu kurang efektif ? innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

    Itulah cara yang ditempuh Nabi kita selama bertahun tahun saudaraku, tanpa kekuasaan beliau da’wahkan tauhid, beliau da’wahkan akhlaqul karimah, dan anda katakan kurang efektif ? innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

  • SERAYA LeWat // 25 Mei 2009 pada 13:04 | Balas

    Assalamu’alaikum
    Bicara khilafah2… tegakkan dulu Sunnah, baru khilafah akan berdiri dengan sendirinya.. baca postingan disini.

  • nenyok // 26 Mei 2009 pada 00:07 | Balas

    Salam
    Btw, nie kok lom update lagi.

  • antok // 26 Mei 2009 pada 01:23 | Balas

    tentang HT bs juga lihat

    http://www.google.com/cse?cx=009661486473400383057%3Ahqzodltpki4&q=Hizbut+Tahrir&sa=Telusuri&cof=FORID%3A0

  • msitompul2008 // 26 Mei 2009 pada 14:15 | Balas

    arie // 22 Mei 2009 pada 23:46

    ada apa dengan fakta di lapangan? fakta di lapangan kan banyak sekali mas? mungkin yang antum lihat baru sebagian kecil saja.

    oh y, kenapa anda kesal? apa karena penjelasan di situs tanpa dalil? saya rasa juga tidak kan?^-^

    komen:
    betul, mungkin sangat banyak, dan tak mungkin toh saya kudu “mengkaji” semua fakta lapangan tsb? yang jelas, apa yang saya lihat, dan denger dari teman yang menurut saya bisa dipercaya merupakan kesimpulan saya sementara ini.

    kesel, karena kebanyakan kader hti tuh bicara melampui kapasitas yang dimilikinya. bukan masalah tanpa dalil, tapi sering dalil yang dipakai dilihat hanya secara partial (dan kadang ga nyambung) dengan tujuan yang ingin disampaikannya. oke!!

  • at-tohir // 27 Mei 2009 pada 12:39 | Balas

    Assalamu’alaikum ikhwah semua.
    Sebagai seorang muslim kita merupakan saudara. Jangan sampai kita terpecah belah!
    1. Luruskan niat kita!
    2. Menasihati saudara sesama muslim adalah kewajiban kita. Namun perlu di ingat, jangan sampai kita menyatakan saudara kita sesat/kafir karena mereka (yang dinasehati) tak menerima nasehat kita selama mereka masih beraqidah dengan benar, karena mereka juga mempunyai dalil yang kuat.
    3. Bagi yang dinasehati, ak perlu marah. Jika antum mempunyai argumen (dengan dalil syar’i tentunya) silahkan kemukakan dengan lemah lemut dan dengan niat mencarikebenaran.
    4. Jika antum semua (penasehat maupun yang dinasehati) masih tetap dengan keyakinan masing-masing, maka jangan samapi ukhuwah diantara kita, seama muslim, menjadi pecah.
    5. INGAT!!! Perbedaan itu wajar, selama sama-sama demi kemuliaan islam dan selama sesuai dengan syari’at.
    6. Jangan pernah berhenti berjuangan demi kemulian Islam dan Ummat Islam!

    Ya Allah, lihatlah saudara-saudaraku ini! Mereka hamba-hambamu yang mencari keridhaanMu. Hamba memohon kepada-Mu, tunjukanlah kami jalan jalan yang lurus! Kebenaran hanya milik-Mu.

  • cahyo // 27 Mei 2009 pada 15:18 | Balas

    benar mas … tapi coba lihat komen2 dari temen HT di atas… bagaimana menurut anda?

  • gus pur // 7 Juni 2009 pada 01:16 | Balas

    @ Arie
    Jama’ah Anshori Tauhid

  • Gus Cot // 22 Juni 2009 pada 20:06 | Balas

    @ Arie
    Tinggalin HT insya Allah kau akan selamat

    @ gus pur
    Jama’ah Neo-Khawarij donk

  • Gus Cot // 22 Juni 2009 pada 20:08 | Balas

    @ gus pur
    Jama’ah Neo-Khawarij donk pecahan dari kelompok MMI kan.

  • MUJAHID // 27 Juni 2009 pada 21:28 | Balas

    Assalamu’alaykum. Saya ingin bertanya kepada Mantan HT. Apa pendapat HT tentang daulah islam yang didirikan di Afghanistan dan Irak? Syukron

  • pengelolakomaht // 28 Juni 2009 pada 10:30 | Balas

    wa’alaikumussalam warahmatulloh wabarokatuh, saudaraku mujahid yang diberkahi Alloh,
    apakah maksud anda thaliban ? setahu saya HT tidak pernah menganggap afghan dan irak sebagai sebagai daulah khilafah Islam.
    Wallahu ta’ala a’lam

  • compaq40 // 11 Juli 2009 pada 10:09 | Balas

    alhamdulillah ana sudah mengerti jalan pikiran saudara mantan HT, karena dari beberapa haroqah yg pernah ana ikuti , jalan pemikiran saudara sama dengan salah satu haroqah tsb, yg intinya untuk sekarang bersabar, berdiam diri dan pasrah sambil menunggu al mahdi datang. antum salah menggunakan nama mantan HT karena telah menyakiti salah satu Haroqah tsb, maaf saya bukan anggota HT. bukankah ini yg disebut bibit2 permusuhan dan Tentu Antum tahu Islam tdk mengjarkan itu. berbesar hatilah saudaraku,mungkin atum bisa gunakan nama yg lain.dan saya rasa saudara di HT tidak akan masalah dengan Hal tsb.atau lebih baik antum mengkritisi pemerintah yg sangat jelas menjalankan hukum THOGUT
    ====

    Sayangnya anda belum membaca semua komentar sebelumnya… sehingga mudah menyimpulkan hal seperti itu

  • compaq40 // 11 Juli 2009 pada 14:58 | Balas

    bagaimana saudaraku, saran ana, silahkan antum berbeda dengan HT dan biarkan saja mereka berjalan sesuai fiqroh dan thoriqoh mereka,nah..antum suarakan diluar dengan dakwah antum kepda masyarakat bahwa ini konsep khilafah menurut pemahaman antum, rasanya kurang etis kalau menjegal lewat dunia maya spt ini, afwan saudaraku ini ana katakan karena spt inilah yg membuat musuh2 islam tertawa

    • msitompul2008 // 13 Juli 2009 pada 14:54 | Balas

      compac40 yang kritis,

      klo dikritik ga boleh, tapi klo “ngritik” boleh malah , sangat dianjurkan di hti ya hahaha..

      tuh, liat “saudara” lo sang pemilik titokwordpress. hobbynya “ngritik” mulu (kayak ga ada kerjaan lain aja). emang sih diembel-embeli ilmiah, walupun menurut gw sih rada-rada lebay…

      udah apa yang ada nikmati aja. klo punya pendapat yang lebih kuat dan ilmiyah, bantahlah kritikan-kritikan yang ada disini tentunya dengan cara yang baik….buktikan dong, klo kader-kader hti itu “lebih” dibandingkan yang lain hehehe..

  • ababil Aqsho // 12 Juli 2009 pada 08:51 | Balas

    Assalamu’alaikum, untuk saudaraku yang masih bergabung dengan HT : Yg 1. Silahkan kaji Aqidah yang di ajarkan HT terlebih dahulu, apakah mengakui hadis AHAD?, 2. mengapa Tulisan Syekh Taqiyuddin di ubah dari cetakan kecetakan…? yg ke 3. kalau pendapat antum di atas benar antum inginkan, jangan juga mencela perjuangan yang lain dong-dong…

  • mas tung-tung // 25 Juli 2009 pada 09:05 | Balas

    assalamlkm, koma ht emang mantab g’ seperti blog lainnya, di sini kita bisa langsung komentar dan langsung terkirim komentar kita apa adanya, kalau blognya ht/hti berbeda di moderasi dulu baru di tampilin, g’ enak bangeTKAN pada hal kita ingin berdiskusi secara baik… ia kalau di tampilin komentar kita… ini membuktikan KOMA HT memang jujur dalam memberikan nasehat dan pencerahan bagi yang mau baca, sekali lagi g’ kayak blog tukang kritik yang lainnya…. Siipppp untuk koma ht maju terus… ALLAHUAKBAR

  • T.E.R.S.E.R.A.H // 25 Juli 2009 pada 21:35 | Balas

    D.A.S.A.R .K.A.L.I.A.N.S.E.M.U.A.
    Y.A.N.G.S.U.K.A.”M.E.M.B.U.N.U.H”.
    B.R.E.N.G.S.E.E.K.K.K
    G.A.K.B.E.R.M.U.T.U
    O.T.A.K.U.D.A.N.G
    G.A.K.P.U.N.Y.A.O.T.A.K
    M.A.T.I.S.A.J.A.O.T.A.K.D.A.N.H.A.T.I.K.A.L.I.A.N
    T.E.R.U.S.K.A.N
    T.E.R.U.S
    F.U.C.K.Y.O.U
    S.H.I.T
    K.I.S.S.M.Y.A.S.S.S.H

  • T.E.R.S.E.R.A.H // 25 Juli 2009 pada 21:41 | Balas

    D.A.S.A.R .K.A.L.I.A.N.S.E.M.U.A.
    Y.A.N.G.S.U.K.A.”M.E.M.B.U.N.U.H”.
    B.R.E.N.G.S.E.E.K.K.K
    G.A.K.B.E.R.M.U.T.U
    O.T.A.K.U.D.A.N.G
    G.A.K.P.U.N.Y.A.O.T.A.K
    M.A.T.I.S.A.J.A.O.T.A.K.D.A.N.H.A.T.I.K.A.L.I.A.N
    T.E.R.U.S.K.A.N
    T.E.R.U.S
    F.U.C.K.Y.O.U
    S.H.I.T
    K.I.S.S.M.Y.A.S.S.S.H
    S.A.Y.A.B.E.R.H.A.R.A.P.
    D.A.N.T.E.R.T.A.R.I.K.D.E.N.G.A.N.I.S.L.A.M
    D.A.N.B.E.R.H.A.R.A.P.M.E.N.E.M.U.K.AN.K.E.B.E.N.A.R.A.N
    T.A.P.I
    S.A.Y.A.M.E.N.Y.E.S.A.L
    S.A.Y.A.B.E.N.C.I.M.A.S.U.K.H.A.L.A.M.A.N.I.N.I
    S.E.L.A.M.A.N.Y.A
    B.E.N.C.I

    • zul // 26 Juli 2009 pada 14:14 | Balas

      kayaknya ini orang lama deh,kader HTI yang tipikalnyamirip asna,arie dkk.yah begitulah orang yang sudah dibutakan oleh fanatisme jahiliah,mereka mengutuk nasionalisme tapi tidak untuk ta’ashubiyah HTIisme yang sejatinya saudara kembar nasionalisme,sama-sama bangga dengan golongannya sendiri ngga peduli salah ataupun benar golongannya,inikah kata2 yg didoktrinkan oleh guru spiritua pekanan mereka?menyedihkan…

    • Fey // 26 Juli 2009 pada 22:33 | Balas

      Lho kok menyesal tertarik dengan Islam? jangan gitu ah.. Islam cinta damai .. tidak suka kekerasan kalau tidak sangat terpaksa..

      http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/07/18/perhatian-jangan-suka-buang-bom-sembarang-tempat/

    • pengelolakomaht // 18 Agustus 2009 pada 12:30 | Balas

      Saudaraku TERSERAH yang diberkahi Alloh,

      Islam mengajak ummatnya berfikir dan berdiskusi dan hal ini tidak sama dengan agama lain yang hanya menyuruh pasrah semata dengan doktrin tokoh agamanya.

      Seorang muslim yang berilmu tentu akan berdiskusi dengan cara yang baik dan elegan, berbeda dengan seorang awam yang hanya bisa mencela tanpa dalil dan solusi.

      Mari kita berdiskusi secara sehat untuk mencari kebenaran, dan hidayah kembali kepada Allah semata.
      Semoga Allah memudahkan anda.

  • Budi // 27 Juli 2009 pada 20:07 | Balas

    POLEMIK HADITS AHAD (Bantahan Terhadap Surat Terbuka)

    http://www.google.com/cse?cx=009661486473400383057%3Ahqzodltpki4&q=hadits+ahad&sa=Telusuri&cof=FORID%3A0

  • ghifary // 17 Agustus 2009 pada 12:17 | Balas

    zul jangan anda memfonis orang seperti itu.
    Zul nulis
    ah begitulah orang yang sudah dibutakan oleh fanatisme jahiliah,mereka mengutuk nasionalisme tapi tidak untuk ta’ashubiyah HTIisme yang sejatinya saudara kembar nasionalisme

    jangan suka fonis zul.camkan itu
    bersatulah jangan saling menjelekkan antar harakah.mari bangkitkan islam

    • zul // 18 Agustus 2009 pada 15:15 | Balas

      wah akan lebih tepat lagi kalo anda alamatkan nasehat anda kepada saudara2 HT(anda?) yang lebih tegas dan lugas ungkapannya dalam memvonis saudaranya

  • pengelolakomaht // 18 Agustus 2009 pada 12:37 | Balas

    InsyaAllah Islam bisa bangkit bila ummat islam mempraktekkan Islam secara benar, mengimani apa yang diimani Nabi, mengamalkan apa yang diamalkan Nabi.

  • Yan Parta Elok // 19 Agustus 2009 pada 20:07 | Balas

    Pak De. Mungkin nggak kita mengembangkan Islam ala Indonesia lalu diekspor ke negera lain? Masa negeri mayoritas muslim masih impor juga ide dari negera lain! Malu, ah.

  • pengelolakomaht // 19 Agustus 2009 pada 20:47 | Balas

    Saudaraku yan parta elok,

    Islam yang benar itu Islam ala Nabi bukannya Islam ala budaya Jawa.
    Bahkan jika anda mengatakan Islam ala Indonesia maka sangat sulit sebab Islam di Jawa berbeda dengan Islam di Sumatera dan berbeda lagi dengan Islam di Sulawesi, hal itu apabila dikaitkan dengan asimilasi budaya daerah masing-masing.

    Jadi kembalilah ke al Qur’an dan as Sunnah semata karena hanya disanalah Islam itu berada.

  • faraby almakassary // 21 Agustus 2009 pada 15:04 | Balas

    Buat koma aneh banyak istigfar dimalam hari,sambil shalat tahajjud,lalu baca al-qur’an,kemudian baca buku HT dgn syarat hilangkan rasa dendam terlebih dahulu,insya Allah engkau akan dapat jawaban yang benar
    SALAM DARI FARABY SAUDARA KAUM MUSLIM SEDUNIA HIZBUT-TAHRIR MAKASSAR

    • zul // 21 Agustus 2009 pada 21:46 | Balas

      saya yakin orang yg rajin melakukan ibadah2 yg seperti anda anjurkan kepada KOMA HT tidak akan menyajikan kata2 yg bernada merendahkan seakan-akan anda merasa telah benar2 melakukannya,dan seakan-akan anda sudah menyaksikan bahwa mas KOMA HT adalah hamba Allah yg malas dalam melaksanakan anjuran seperti itu,karena hamba Allah yg betul2 telah melaksanakan hal itu tidak akan merasa bahwa ia telah layak untuk melakukan sebagaimana yg anda lakukan ini,atau bahkan mungkin anjuran anda lebih tepat dialamatkan kearah anda?waLlahu a’lam

    • pengelolakomaht // 22 Agustus 2009 pada 08:15 | Balas

      Saudara faraby yang diberkahi Alloh,

      Jazakallahu katsiran atas nasihatnya, mari di bulan yang suci ini kita tingkatkan keimanan, ketaqwaan, dan ibadah kita, serta kelapangan hati kita menerima nasihat dari saudara kita kaum muslimin lainnya.
      Barakallahufikum.

  • mahmud // 8 September 2009 pada 10:19 | Balas

    perbincangan yang di bawa dalam blog ini jauh menyimpang dari idea2 mutabbanat HT. saya yang berada di wilayah jiran ini dapat merasakannya. ingin saya bertanya kepada pemilik web ini, untuk apa kalian bersikap begini? siapa yang sebenarnya mensponsori kalian untuk hijack HT. kerana saya telah menemukan beberapa website internasional yang hampir serupa dan menulis dalam kesamaran untuk terhadap idea-idea mutabbanat HT dengan tujuan untuk mengelirukan ummat. Hentikan usaha kalian ini. Kerana ia tidak bisa menangguhkan kebangkitan yang telah di jana HT.

    • pengelola2 // 8 September 2009 pada 12:55 | Balas

      Saudara pemerhati blog sekalian… bisa kita saksikan bagaimana sikap dan prilaku anggota HT apakah dari HTI dan HTM ternyata sama… sama sekali tidak membahas hujjah dengan baik.. tapi hanya membesarkan rasa ta’ashubnya kepada HT yang begitu besar…

      apakah begitu dengan anggota HT yang lain?

      wallahu’alam

  • pengelolakomaht // 8 September 2009 pada 11:44 | Balas

    Saudaraku mahmud yang diberkahi Allah,

    Anda memprotes kami seakan akan HT tidak mungkin berbuat salah, dan itulah kefanatikan yang menghinggapi HT.
    Padahal saya cuma hendak menasehati belaka tapi kenapa anda begitu sewot ?
    Coba anda jawab pertanyaan saya ini :
    Menurut anda apakah HT memiliki kekeliruan ? dan apakah kekeliruan HT menurut anda ?

  • fadly // 25 September 2009 pada 21:25 | Balas

    dari tulisan MANTAN HT pada POINT NOMOR 3 (TIGA) yakni :

    ” dan faktanya memang saat ini telah banyak pihak yang mengklaim sebagai khalifah, misalnya khalifah NII, Khalifah Jama’ah Islamiyah, bahkan manhaj salafy (wahhabi di) saudi juga menganggap raja saudi sebagai khalifah dan banyak diantaranya yang menulis tentang Daulah Su’udiyah. Dan yang terakhir inilah yang paling berkemungkinan yang dimaksudkan hadits tersebut mengingat al mahdi muncul di haramain.”

    jd hal tsb dapat disimpulkan :
    1. saudara adalah orang Wahabbi/ yg ngaku2 SALAF selama ini di indonesia.
    2. saudara bekerja untuk kepentingan dinasti saud, untuk menyebarkan keyakinan bahwa keluarga SAUD lah AL MAHDI yg sesungguhnya.
    3. setelah negeri2 muslim kalian hancurkan keyakinannya selama ini dan mengimani fatwa-fatwa kalian, maka otomatis Raja SAUDI ARABIA akan diangkat sebagai AL MAHDI akhir zaman (menurut versi penafsiran kalian)
    4. dan yg terpenting, Kalian adalah Antek-Antek INGGRIS / BARAT. yg ingin menghancurkan Aqidah kaum muslimin yg BERSOLEK DAKWAH TAUHID

  • pengelolakomaht // 30 September 2009 pada 13:51 | Balas

    Saudaraku yang bijak,

    Apa yang saya sampaikan tersebut adalah perbandingan tiga kekhilafahan yang faktual ada saat ini, yaitu :

    1. NII
    2. JI
    3. Suudiyah Wahabi

    Jadi bukan karena saya antek suudi namun karena memang yang saya bandingkan adalah tiga konsep kehilafahan yang beda diatas.

    Mungkin jika saja HT telah mendirikan khilafah akan saya pertimbangkan juga mana yang lebih obyektif kemungkinannya merupakan khilafah akhir zaman sebagaimana kabar Nabi.
    Makanya buruan dirikan khilafah dengan benar biar nanti kalian berkemungkinan juga menjadi khilafah al mahdi yang dijanjikan.

    Buktikan dan jangan asal tuduh karena itu fitnah, insyaAllah saya sabar dengan tuduhan anda terhadap saya semoga saya dijauhkan dari semua kedustaan tersebut.
    Saya bukan antek saudi dan bukan antek kafir, saya muslim ahlus sunnah yang senang menasehati saudaranya, dan saya tidak mendukung kelompok manapun bahkan saya menganjurkan kaum muslimin untuk fa ta’jil firoqo kullaha (jauhilah semua kelompok yang ada).

  • pengelolakomaht // 30 September 2009 pada 14:00 | Balas

    Satu lagi tambahan agar anda dan saudara-saudara aktifis HT lainnya tidak suka asal tuduh :

    Muslim yang menuduh wajib menghadirkan bukti dzahir yang jelas dan saksi saksi adapun muslim yang dituduh wajib bersumpah, demikian syariat Islam.
    Saya sebagai yang anda tuduh dengan ini bersumpah WALLAHI saya bukan antek suudiyah apalagi antek kafir sebagaimana yang anda tuduhkan.
    Dan anda sebagai pihak yang menuduh silahkan tunjukkan bukti dan saksi.
    Hatu burhanakum in kuntum shodiqien.

    Jika tidak berarti anda telah melanggar syariat qada wa syahadah dalam Islam,
    Apakah seperti ini perilaku para pejuang khilafah ?
    Katanya menyerukan syariat tapi tidak mau menjalankan syariat untuk dirinya sendiri.
    Atau anda masih awam dengan syariat qada wa syahadah ? maka pelajarilah kembali Islam yang mulia ini.

  • fadly // 1 Oktober 2009 pada 00:13 | Balas

    Maafkan kata-kata saya , mungkin saya keterlaluan saya meminta maaf kepada pengelola Web ini. saya tadinya hanya ingin mencoba menyimpulkan sendiri atas artikel yg anda tulis, saya masih bingung tujuan anda mendirikan blog dengan judul bertajuk MANTAN HT. jadi sudah sewajarnya kesimpulan (hipotesis saya pribadi) mengarah demikian bukan berarti ini tuduhan secara nyata . klo emang hal itu anda anggap saya keterlaluan dan tidak benar saya minta maaf sebesar2nya kepada anda dan semoga Allah SWT mengampuni saya. Jazakumullah Khoiron Katsiro

  • pengelolakomaht // 1 Oktober 2009 pada 12:18 | Balas

    Alhamdulillah, saya terima permohonan maaf saudara fadly, saya juga mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan, termasuk kepada komunitas wahabi ataupun suudi apabila ada yang kurang berkenan saya mohon maaf, dan mohon perkataan saya dicermati dengan bijak dan insyaAllah saya tetap berusaha netral tidak memihak kelompok manapun meskipun banyak dari pendapat saya yang kebetulan sejalan dengan salafy atau wahabi namun itu bukan berarti semua pendapat kita sama terutama dalam perkara-perkara furu fiqih bahkan apabila dirinci kan ditemukan hal-hal yang sedikit berbeda yang insyaAllah saudara saudara di salafy atau wahabi tahu akan hal ini, semoga Allah mengampuni saya dan kita semua.

  • sumarunare // 7 Oktober 2009 pada 17:46 | Balas

    CUKKUP…!!!!!!!!!1
    MS ARI DAN SYABAB YANG LAIN TIDAK PERLU IKUT SERTA DALAM FORUM GA MUTU KAYAK GINI.INI HANYA AKAN MENJAUHKAN DARI NASRULLAH.MASIH BANYAK YANG HARUS DIKERJAKAN…….INGAT ITU!!!

  • zackie // 8 Oktober 2009 pada 08:42 | Balas

    sudahlah…. janganlah kalian menjauh.

  • Hasan // 22 Oktober 2009 pada 15:24 | Balas

    assalamualaikum,

    secara kebetulan saya menemukan blog ini di search engine dan banyak sekali komentar hingga perlu waktu lama membacanya (^_^).

    terus terang aya masih bingung dengan penjelasan khilafah disini. Berdasarkan ilmu yang saya pahami yang dimaksud kekhilafahan disini aalah kekilafahan nubuwwah yang bersifat umum dimana umat muslim satu dunia hanya memiliki satu khalifah seperti masa khulafa. Dalam hal ini saya setuju dengan pemilik blog bahwa itu hanya akan terjadi setelah kemunculan Al Mahdi dan tidak mungkin ada sebelumnya dan sampai saat ini al Mahdi belum muncul. saya seorang salafy tapi saya belum pernah ada doktrin kalau dinasti Suudiyah itulah Al Mahdi. Bagaimana mungkin dipastikan lawong Al Mahdi sendiri aja tidak tahu kalau beliau adalah Al Mahdi sampai Allah mengislahkan beliau. Yang jelas saya setuju dengan pemilik blog bahwa Al Mahdi adalah keturunan rasulullah bernama Muhammad dan bapaknya bernama Abdullah.

    yang kedua bagaimana kalau khilafah dalam artian seorang pemimpin di suatu negara yang negaranya berdasarkan mahdzab ahlus sunnah atau yang berusaha menegakkan mahdzab ahlus sunnah meskipu terjatuh pada beberapa kesalah juga. menurut pendapat saya dalam situasi kacau sekalipun sangat bisa jadi adanya khilafah seperti ini. Saya tidak tahu persis khilafah yang mana yang dimaksud HTI/HT yang jelas syarat terbentuknya khilafah awal adalah tauhid harus benar terlebih dahulu.

    dalam hal ini saya berpendapat bahwa daulah suudiyah termasuk khilafah yang kedua (yaitu yanag penguasaanya cuma wilayah tertentu meskipun masih ada kekurangan yang tidak patut dalam syariat islam seperti masih bersistem kerajaaan, masih adanya bank-bank riba juga dan lain-lain. tapi secara umum syariat ahlus sunnah sudah berusaha ditegakkan. Hal ini juga berlaku bagi negara lain selain saudi yang berusaha berasaskan islam ahlus sunnah meskipun ada kekurangan sana-sini.

    oleh karena itu bagi saya : kepemimpinan umar bin abdul aziz adalah khilafah, ke pemimpinan harun al rasyid adalah khilafah, ke pemimpinan muhammad al fatih adalah khilafah dan seterusnya setiap negara yang berusaha melaksanakan mahdzab ahlus sunnah adalah khilafah walapun mungkin sistemnya masih kerajaan sekalipun (sekali lagi ini adalah pengertian khilafah yang kedua bukan Al Mahdi)

    mohon maaf atas kekurangan saya

  • M Shiddiq al Jawi // 24 Oktober 2009 pada 02:34 | Balas

    Akhi Pengelolakomaht,
    Saya hanya ingin satu hal saja : bertemu dengan Anda. Ini jika Anda ikhlas ingin mengoreksi HT. Mohon hubungi saya : 081328744133 . Atau boleh juga ke rumah saya : Jageran MJ 3 no 236 Mantrijeron Yogyakarta (sebelah utara masjid Al Huda Harnas). Sekian dulu. Sampai Jumpa. Wassalaam

  • pengelolakomaht // 25 Oktober 2009 pada 18:39 | Balas

    InsyaAllah saudaraku.

    Tapi apa benar ini senior HT sendiri yang nulis ?
    Bukannya ragu cuman agak sangsi aja mbahnya HT berkenan menulis di blog yang katanya orang kurang bermutu ini.
    Barokallahufikum.

  • uut // 25 Oktober 2009 pada 20:48 | Balas

    Fitnah dan Tuduhan Dusta Kelompok Sesat Hizbut Tahrir Terhadap Dakwah Syaikh Imam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu

    Tuduhan mereka bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pembelanya adalah antek-antek Inggris.

    http://geocities.com/abu_amman/Imam-Ibnu-Abd-Wahhab.htm

  • uut // 25 Oktober 2009 pada 20:54 | Balas

    atau mungkin lebih lengkap

    Menjawab Fitnah dan Tuduhan HT terhadap Dakwah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab
    Mengapa Menolak Hadits Ahad??
    Mengapa Mendahulukan Khilafah??
    Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (Syaikh Salim al-Hilaly)
    Silsilah Bantahan Terhadap HT 1
    Silsilah Bantahan Terhadap HT 2
    Silsilah Bantahan Terhadap HT 3
    Jabat Tangan dengan ajnabiyah haram wahai Hizbut Tahrir
    Dialog dengan syabab HT

    http://abusalma.wordpress.com/maktabah-library/

  • Ibnu Tarmidi // 3 November 2009 pada 14:40 | Balas

    Bagaimana dgn hadits ini Bro;

    Diriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ’anha berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

    يَكُونُ اخْتِلافٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي هَاشِمٍ فَيٌّاتِي مَكَّةَ، فَيَسْتَخْرِجُهُ النَّاسُ مِنْ بَيْتِهِ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالمَقَامِ، فَيُجَهَّزُ إليهِ جَيْش مِنَ الشَّامِ حَتَّى إذَا كَانُوا بالبَيْدَاءِ خُسِفَ بِهِمْ، فَيَأتِيْهِ عَصَائِبُ العِرَاقِ وأبْدَالُ الشَّامِ: ويَنْشئا رَجُلٌ بالشَّامِ أَخْوالُهُ مِنْ كَلْبٍ، فَيُجَهَّزُ إليهِ جَيْش، فَيَهْزِمُهُمُ الله، فَتَكُونُ الدَّائِرَةُ عَلَيْهِمْ، فَذَلِكَ يَوْمُ كَلْبٍ، الخَائِبُ مَنْ خَابَ مِنْ غَنِيْمَةِ كَلْبٍ، فَيَسْتَفْتِحُ الكُنُوزَ، وَيَقْسِمُ أَلامْوَالَ وَيُلْقِي إلاسْلاَمُ بِجَرَانِهِ ِإلى أَلارْضِ، فَيَعِيْشُونَ بِذَلِكَ سَبْعَ سِنينَ أو قال: تِسْعَ.

    “Terjadi perselisihan ketika meninggalnya seorang Khalifah. Kemudian, seorang dari Bani Hasyim (Al-Mahdi) keluar pergi ke Makkah. Masyarakat membawanya (Al-Mahdi) keluar rumah menuju antara ar-rukn (hajar aswad) dan al-maqâm (maqam Ibrahim ‘alaihissalam). Sementara, dari Syam telah disiapkan pasukan untuk menyerangnya, namun ketika mereka berada di al-Baida’ (sebuah tempat antara Makkah dan Madinah), mereka semua ditenggelamkan (oleh Allah). (Melihat karamahnya itu), beberapa kelompok dari Irak, dan para wali (Abdal) dari Syam mendatanginya (untuk berbaiat). Seseorang di Syam yang ibunya dari Bani Kalb, menyiapkan pasukan untuk menyerangnya, kemudian Allah-pun mengalahkan mereka, sehingga bencana pun menimpa mereka, maka hari itu merupakan hari kekalahan bagi Bani Kalb. Bahkan, orang yang menyesal adalah orang yang tidak berhasil mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang) Bani Kalb. Kemudian, ia (Al-Mahdi) membuka berbagai harta simpanan, membagi-bagi harta, menyampaikan (mendakwahkan) Islam ke wilayah-wilayah sekitarnya. Masyarakat hidup bersama (Al-Mahdi) itu selama tujuh tahun, atau sembilan tahun.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Ausath, Al-Haitsami menyebutnya dalam Majma’uz Zawâij, ia berkata “semuanya rawinya adalah para rawi yang shahih).

    Hadits ini disepakati oleh para rawi hadits dan pensyarahnya bahwa Khalifah yang dimaksud dalam hadits ini adalah Al-Mahdi (Imam Mahdi). Hadits ini merupakan nash yang sharîh (gamblang) bahwa Khalifah (Imam Mahdi) ini datang menggantikan Khalifah sebelumnya, “Terjadi perselisihan ketika meninggalnya seorang Khalifah. Kemudian, seorang dari….” Dengan demikian, Imam Mahdi bukan orang yang akan menegakkan Khilafah, dan ia juga bukan Khalifah pertama dalam negara Khilafah Rasyidah—yang tidak lama lagi—akan tegak dengan izin Allah. Sehingga yang tersisa di depan setiap orang Muslim adalah kekhawatiran dan ketakutan dari mati jahiliyah, mati dalam keadaan berdosa. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain, selain bangkit dengan penuh semangat beraktivitas untuk menegakkan kembali Khilafah, dan mengangkat seorang Khalifah. Wallahu a’lam bish-shawab.(www. http://www.al-aqsa.org)

    Pak pengelola yg berbahagia…di kesimpulan anda disebutkan “khilafah ala manhaj nubuwwah akan berdiri tidak oleh harokah harokah da’wah manapun yang saat ini ada, melainkan didirikan secara spontan oleh ulama dan penduduk haramain yang membaiat seorang yang sholih dari penduduk haramain bernama Muhammad bin Abdillah”
    Jadi Secara SPONTAN yaa….. … …

    dan ” karena saat itu negerinya sedang kosong kekuasaannya dan terjadi perebutan kekuasaan yang tidak sehat” ini juga kesimpulan anda sendiri..

    Jika sama2 dibandingkan dgn keterangan sebelumnya :

    “Terjadi perselisihan ketika meninggalnya seorang Khalifah. Kemudian, seorang dari….” Dengan demikian, Imam Mahdi bukan orang yang akan menegakkan Khilafah, dan ia juga bukan Khalifah pertama dalam negara Khilafah Rasyidah—yang tidak lama lagi—akan tegak dengan izin Allah….

    Bukankah ini yang mendukung hadits
    ” Keempat. Dari Nu’man bin Basyir, dari Hudzaifah radhiyallahu ’anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda:

    تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

    “Akan ada fase kenabian di tengah-tengah kalian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada fase Khilafah berdasarkan metode kenabian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudia akan ada fase penguasa yang zalim. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Lalu akan ada fase penguasa diktator. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian belia SAW diam.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabarani) ..

    Inilah sandaran kenapa Kholifah sebelum Al-Mahdi adalah Kholifah ala Minhaj Nubuwwah…(saya kira anda faham maksud saya)

    Jadi mana dalil sandaran Anda..

    Walloohu a’lam

  • Hasan // 4 November 2009 pada 07:30 | Balas

    @Ibnu Tarmidi

    pengambilan kesimpulannya terlalu memaksa sekali. hanya karena disebutkan khalifah maka berarti pasti ada khilafah ala manhaj nubuwwah. Kalau saya pribadi disebut khalifah karena suatu negara secara resmi menyandarkan pada hukum islam. seperti kita lihat sejarah sebutan khalifah umar bin abdul aziz, khalifah harun al rasyid, banyak khalifah-khalifah lainnya. Sepaham saya khalifah menyandarkan hukum negara ada syariat islam secara resmi meskipun didalamnya bisa jadi banyak penyimpangan. jadi disini ada dua kemungkinan :
    1. ada khalifah yang berusaha menegakkan manhaj ahlusunnah dengan sedikit penyimpangan (misal kepemimpinan diturunkan secara waris sebagaimana kerajaan sekarang)
    2. ada khalifah hanya saja melakukan banyak penyimpangan pada prakteknya

    lalu khalifah mana yang disebut sebelum al-Mahdi ? jawabannya saya tidak tahu bisa yang pertama dan bisa yang kedua. Kalau melihat hadits mengenai al-Mahdi maka jelas bahwa hanya al mahdi yang akan menjadi pemimpin seluruh kaum muslimin. Hal ini berarti khalifah sebelum al-Mahdi bukanlah pemimpin keseluruhan kaum muslimin (silakan cek mengenai sifat al mahdi)

    misal raja saudi itu bisa disebut khalifah bagi rakyak saudi tentunya. lha karena saya di indonesia maka raja saudi bukan khalifah saya karena secara resmi saya dipimpin bapak SBY. Artinya saya juga tidak membai’at raja saudi sebagai khalifah saya akan tetapi justru mengakui bahwa SBY adalah pemimpin saya. artinya kewajiban taat (dalam hal bukan maksiat) adalah kepada SBY bukan raja saudi

  • adminfsiekonomi.multiply.com // 4 November 2009 pada 11:13 | Balas

    insya Alloh, islam akan berjaya lagi di masa depan..
    entah kapan, wallohu a’lam.

  • pengelolakomaht // 4 November 2009 pada 14:06 | Balas

    Hadits diatas tidak menyebutkan bahwa khalifah yang meninggal sebelum munculnya al mahdi tersebut adalah khalifah bermanhaj nubuwwah,
    sehingga kata khalifah tersebut diartikan khalifah secara umum yaitu penguasa pengganti atau penerus kekuasaan.
    Misalnya di afghan dahulu pemimpin taliban adalah khalifah mereka, di saudi sang raja adalah khalifah menurut mereka dan hal ini juga didukung dengan pernyataan dari pihak saudi bahwa raja mereka adalah khalifah mereka.

    Dalil sandaran bahwa kata-kata khalifah pada hadits diatas adalah khalifah yang bermakna umum adalah hadits berikut :

    Bersabda Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- :
    “Sungguh bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman dan kesemena-menaan telah penuh, maka Allah akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari ummatku (dalam hadits lain keturunanku), namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapak ku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan sedikitpun dari tetesan airnya, dan bumi tidak akan menahan sedikitpun dari tanam-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun atau 8 tahun, dan paling lama 9 tahun”.

    (HSR Thabrani, Al Bazzar, dan Abu Nu’aim. Dishahihkan oleh Imam As Suyuthi dalam Al Jami’)

    Dalam hadits ini dijelaskan oleh Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- bahwa sebelum turunnya al Mahdi -alaihis salam- bumi sedang penuh dengan kezhaliman dan kesemena-menaan , oleh karena itu tidak mungkin al Mahdi di turunkan setelah adanya khilafah rasyidah akan tetapi dapat dipastikan bahwa al Mahdi lah khalifah yang pertama kali setelah zaman kedzaliman ini yang ia BERMANHAJ NUBUWWAH.
    adapun khalifah lainnya menurut definisi umum tentunya mungkin akan ada banyak berdiri sebelum al mahdi baik dalam bentuk kerajaan (seperti daulah suudiyah di saudi) atau bentuk-bentuk lain (seperti bentuk pemerintahan khilafah HT, taliban, JI, NII, dsb) namun mereka tidak bermanhaj nubuwwah seperti al mahdi, sehingga al mahdi lah khalifah rasyidah pertama di akhir zaman.

  • mamad // 5 November 2009 pada 18:01 | Balas

    re
    Disini dijelaskan oleh Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- bahwa sebelum turunnya al Mahdi -alaihis salam- bumi sedang penuh dengan kezhaliman dan kesemena-menaan , oleh karena itu tidak mungkin al Mahdi di turunkan setelah adanya khilafah rasyidah akan tetapi dapat dipastikan bahwa al Mahdi lah khalifah yang pertama kali setelah zaman kedzaliman ini.

    . . .

    Bersabda Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- :
    “Akan terjadi suatu perselisihan ketika meninggalnya seorang khalifah (penguasa pengganti). Maka keluarlah seorang laki-laki dari penduduk Madinah dan ia lari ke Makkah. Lalu datanglah kepadanya orang-orang yang berasal dari penduduk Makkah, dan mereka membawa laki-laki tersebut dengan paksa. Kemudian mereka membai’atnya antara sudut Ka’bah dengan Maqam Ibrahim”.

    (HR Ahmad dan Abu Dawud dari Ummu Salamah –radliallahuanha-, dishahihkan Al Haitsami dalam Majma’ az Zawaid, dan di hasankan oleh Ibnul Qayyim, dan terdapat syawahid (penguat) hadits serupa dari ‘Aisyah –radliallahuanha-)

    saya lebih setuju jika imam mahdi itu khalifah pengganti setelah ada khalifah sebelumnya. dan dhohir nash menunjukkan bahwa khalifah sebelumnya hanya khalifah saja, bukan khalifah yang dzalim atau khalifah palsu yang indikasinya adanya khalifah tersebut “disetujui oleh syari’at”
    Mas pengelola dalam memberikan keterangan harap ditambahi penjelasan para ulama’ salaf dan mohon bukan hanya pendapat pribadi.
    syukron, barokalloh.

  • pengelolakomaht // 6 November 2009 pada 12:47 | Balas

    Saudara MAmad yang diberkahi Allah,

    Jika dzahir nash yang anda simak hanya pada hadits ummu salamah saja maka maknanya tentu saja umum yaitu khalifah penguasa secara umum dan bukan khalifah dzalim/ palsu namun perlu diingat juga bukan khalifah ala manhaj nubuwwah karena kata-katanya bersifat umum dan tidak dirinci.

    Namun anda juga harus melihat dzahir hadits lain yaitu hadits riwayat thabrani yang dishahihkan as suyuti dalam al jami’ yaitu bahwa sebelum al mahdi turun maka dunia ini penuh kedzaliman dan disini kedzaliman yang terjadi digambarkan dengan kata penuh atau bisa diartikan dunia sudah tidak ada yang selamat dari perilaku dzalim padahal perilaku dzalim berarti pelanggaran syariat dan firman Allah mengatakan “Sungguh kesyirikan adalah keDZALIMan yang besar” maka bisa dikatakan bahwa sebelum al mahdi turun maka dunia ini banyak kesyirikan untuk itulah saya katakan bahwa tidak mungkin sebelum al mahdi ada khilafah rasyidah yang berdiri diatas manhaj nubuwwah, kalopun ada khalifah maka itu khalifah umum yang berlaku dzalim dan membiarkan kesyirikan tetap merajalela di muka bumi atau dengan kata lain bukan khalifah ala manhaj nubuwwah.

  • mamad // 7 November 2009 pada 20:56 | Balas

    ALhamdulillah.
    mungkin kita perlu telaah bersama.
    fase kedzaliman yang nyata itu mungkin adalah saat ini yang menurut saya pada fase “mulkan jabariyyan”
    usaha untuk mengganti fase mulkan jabariyyan inilah yang dilakukan oleh khalifah “yang pertama” nanti dan kemudian barulah Imam Mahdi meneruskan dengan penuh keadilan.
    Ketika nabi diawal pemerintahannya di madinah, maka kondisi masyarakat sekitar masih banyak yang kufur sehingga perlu pembenahan.
    pemerintahan pada masa Abu Bakar juga tidak lepas dari perbuatan masyarakat yang dzalim (enggan zakat, adanya nabi palsu dll) yang juga memerlukan perbaikan.
    jadi “kholifahpertama” yang akan berdiri tidaklah boleh dicap sebagai “khalifah yang dzalim” namun karena parahnya kondisi saat ini yang menyebabkan perbaikan yang dilakukan “khalifah awal” ini tidak tuntas dan akan dituntaskan oleh Imam Mahdi. InsyaAllah.
    Semoga kita diberi hidayah.

  • Hasan // 8 November 2009 pada 16:31 | Balas

    @mamad

    sepertinya kesimpulan anda terlalu memaksa. dari mana anda mendapatkan kesimpulan seperti itu. Tolong tunjukkan hadits/dasar anda kepada saya (forum) agar kita bisa meyakini kebenaran perkataan anda.

    dari dasar yang shahih (yang saya ketahui) bahwa hanya disebut “khalifah” tanpa ada keterangan apakah dzalim (tidak sesuai manhaj numbuwwah) ataukah adil.

    disini saya dengan mantanht berbeda pendapat terutama dalam mendefinisikan kalimat “penuh kedzoliman”. Menurut mantanht penuh kedzoliman adalah bahwa seluruhnya dan tak ada satupun yang selamat dari fitnah kedzoliman ini karena kata penuh menujukkan makna semuanya. Sedangkan penuh bagi saya adalah sebagian besar sekali (yang begitu terlihat jelas) atau bisa seluruhnya ada fitnah kedzoliman yang melanda dunia. Hal ini sebagaimana saya sudah terbiasa dengan kalimat misal : tempat X ini sudah penuh kemaksiatan dan kalimat semisalnya. Bukan berarti saya menyatakan tidak ada yang selamat dari fitnah kemaksiatan disuatu tempat kecil dari tempat yang saya sebutkan, akan tetapi kalau kita lihat ketempat itu kemaksiatan begitu terlihat dengan penuh. dari sinilah saya tidak bisa memastikan apakah khalifah yang dimaksud itu tidak sesuai manhaj numbuwwah, sesuai dengan manhaj nubuwwah, atau gado-gado (sebagian sesuai dan sebagian tidak). Kecuali ada dalil yang memastikan bahwa khalifah itu dzolim/tidak maka saya bersikap tengah2 dalam masalah ini. Akan tetapi jelas bahwa makkah merupakan kota yang tidak akan diserang lagi karena kekafiran (bukan darul kufur sampai kiamat) sebagaimana sabda Rasulullah :

    Diriwayatkan dari ’Abdullah bin Muthi’ bin Al-Aswad, saudara bani ’Adiy bin Ka’b, dari ayahnya – dahulu bernama Al-’Ash, lalu Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam menggantinya menjadi Muthi’ – ia berkata : ”Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam ketika memerintahkan untuk membunuh beberapa tawanan di Makkah mengatakan :

    ”Makkah tidak akan diserang lagi setelah tahun ini untuk selama-lamanya. Dan tidak akan ada lagi orang Quraisy yang dibunuh secara sia-sia setelah tahun ini” [Diriwayatkan oleh Ahmad 3/412, Ath-Thahawi dalam Syarh Musykilil-Atsar no. 1508, dan Ath-Thabarani dalam Al-Kabiir no. 20/691; hasan].

    Diriwayatkan dari Al-Harits bin Malik bin Al-Barsha’ radliyallaahu ’anhu, ia berkata : Aku mendengar Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam berkata pada hari penaklukan Makkah : ”Kota ini (Makkah) tidak akan diserang setelah tahun ini sampai hari kiamat” [HR. At-Tirmidzi no. 1611, Ahmad 3/412, Al-Humaidi no. 572, Ibnu Sa’d 2/145, Ibnu Abi Syaibah 14/490, Ath-Thahawiy dalam Syarh Musykilil-Atsar no. 1509, Al-Haakim 3/627, dan lain-lain; shahih].

    Al-Imam Sufyan bin ’Uyainah rahimahullah – salah seorang perawi perawi hadits hadits Al-Harits bin Al-Barsha’ – mengatakan :
    ”Tafsirnya adalah mereka tidak akan kafir lagi selama-lamanya dan tidak akan diserang karena kekafiran” [Syarh Musykilil-Atsar, 4/162-163 – shahih].

    Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullah berkata :
    ”Begitu juga makna : ’Orang Quraisy tidaklah dibunuh secara sia-sia setelah hari ini (Fathu Makkah’; sesungguhnya maksudnya adalah bahwa mereka (yaitu penduduk Makkah) tidak akan kembali pada kekafiran sehingga diperangi karena kekafiran. Sebagaimana halnya Makkah tidak akan menjadi Daarul-Kufur yang diserang, wabillahi ’azza wa jalla at-taufiq” [idem, 4/163]

  • pengelolakomaht // 9 November 2009 pada 15:36 | Balas

    Saudara Mamad yang diberkahi Allah,

    Hadits tersebut menggunakan kata “maliun” yang artinya penuh sesak yang apabila digambarkan pada ruangan maka bagaikan ruangan yang penuh sesak dengan manusia sampai sampai kita tidak bisa lagi melangkah disana (mirip kondisi kereta ekonomi saat lebaran).
    jadi bukan hanya sekadar ada kedzaliman namun penuh sesak dengan kedzaliman hal ini berarti mencakup juga kedzaliman dibidang pemerintahan oleh penguasa saat itu sehingga sangat menyedihkan bagi saya jika anda mencontohkan pada zaman khulafaur rasyidin adalah termasuk didalamnya, sebab di zaman khulafaur rasyidin dunia penuh keadilan dan bukannya penuh kedzaliman seperti kata anda, maka hendaknya anda bertaubat dari persangkaan anda pada para khulafaur rasyidin dan sesungguh al mahdi tidak lebih baik dari para khulafaur rasyidin karena mereka sama-sama memenuhi dunia dengan keadilan.

    Kemudian tentang persangkaan anda bahwa setelah mulkan jabariyah akan ada khilafah lain baru kemudian ada al mahdi maka hal itu mungkin saja namun khilafah versi anda itu adalah khilafah yang dzalim yang melanggar syariat Islam dan bukannya menegakkan syariat Islam mengingat hadits shahih yang mengatakan bahwa fase sebelum turunnya al mahdi adalah fase zaman penuh kedzaliman, sebagaimana hadits Abdullah bin Mas’ud, juga hadits dari Ali, dan juga hadits dari Abu Said al Khudri.

    Silahkan simak hadits2 berikut :
    1. Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi beliau bersabda:
    لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ يَوْمٌ – قَالَ زَائِدَةُ فِي حَدِيْثِهِ – لَطَوَّلَ اللهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيْهِ رَجُلاً مِنِّي – أَوْ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي – يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِي، يَمْلَأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا
    “Bila tdk tersisa dari dunia kecuali satu hari tentu Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga Allah utus pada seorang lelaki dariku. Nama sesuai dgn namaku dan nama ayah seperti nama ayahku. Ia memenuhi bumi dgn keadilan sebagaimana sebelum telah penuh dgn kedzaliman dan keculasan.”
    2. Dari ‘Ali dari Nabi ia mengatakan:
    لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدَّهْرِ إِلاَّ يَوْمٌ لَبَعَثَ اللهُ رَجُلاً مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يَمْلَؤُهَا عَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا
    “Bila tdk tersisa dari masa ini kecuali satu hari tentu Allah akan munculkan seorang lelaki dari ahli baitku yg akan memenuhi dunia dgn keadilan sebagaimana telah penuh dgn keculasan.”
    3. Dari Abu Sa’id Al-Khudri ia berkata: Rasulullah telah bersabda:
    الْمَهْدِيُّ مِنِّي، أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى اْلأَنْفِ، يَمْلَأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِيْنَ
    “Al-Mahdi dariku dahi lebar hidung mancung memenuhi bumi dgn keadilan sebagaimana telah dipenuhi dgn kedzaliman berkuasa selama 7 tahun.”

    Maka apabila sebelum turunnya al mahdi ternyata ada berdiri khilafah versi saudara mamad ini maka ia adalah termasuk dalam khilafah yang memenuhi dunia dengan kedzaliman dan keculasan sebagaimana hadits di atas.
    Dan apabila di zaman khilafah versi saudara mamad itu dunia ini penuh kedzaliman maka khilafah itu masuk dalam fase mulkan jabriyyah dan bukan masuk dalam fase khilafah ala manhaj nubuwwah sebagaimana hadits an-Nu’man bin Basyir (hadits khilafah) sebab yang dimaksud khilafah ala manhaj nubuwwah adalah khilafah yang adil.
    Khilafah versi saudara mamad masuk dalam kategori mulkan jabriyyah sebagaimana khilafah bani umayyah yang masuk dalam kategori mulkan ‘aadhdhan meskipun sistemnya masih disebut khilafah dan meskipun penguasanya masih disebut khalifah.
    Wallahu ta’ala a’lam wahuwal musta’an.

  • coet // 9 November 2009 pada 22:31 | Balas

    cuma mencari sensasi aja, sepertinya blog ini paling ramai dikunjungi. mending pakai iklan dan lainnya. bisa nambah penghasilan (atau tujuannya untuk ini).
    saya cuma mau mengingatkan semua teman2 yang akses blog ini (saya ngak peduli dari HTI atau non HTI). cari forum yang lebih produktif ketimbang yang ginian. objekfititasnya sangat rendah karena menyudutkan atau juga mebawa embel-embel nama organisasi tertentu. ingin populis dengan dompreng nama HT. usul saya bagi yang punya blog baiknya anda rubah nama blog ini, atau malah akan menjustifikasi betapa bodohnya orang yang keluar dari HT karena punya analisa dan kemampuan analisa yang masih di bawah standar. bukannya saya mau menghina, tapi saya suka membaca tulisan dengan standar penilaian yang sudah lazim.
    juga bagi teman2 teman HTI, mestinya pengelola blog ini diajak diskusi terbuka face to face langsung.

  • pengelolakomaht // 10 November 2009 pada 09:57 | Balas

    Saudaraku coet yang diberkahi Allah,

    Komentar seperti yang anda tulis tersebut adalah ketakutan yang tidak beralasan.
    Percayalah bahwa nasihat itu betapapun pahitnya adalah demi kebaikan bersama.
    Nasihat lewat dunia maya sama dengan tatap muka karena bisa langsung saling komentar dan saling berdiskusi disaat yang sama.
    Hanya saja keunggulan dialog dalam dunia maya adalah lebih terdokumentasi dengan baik dan lebih menjauhkan dari tindakan tidak terpuji yang mungkin terjadi di dunia nyata.

    Maka apa yang menghalangi kita untuk saling menasehati dan tabayun di dunia maya yang mubarokah ini ?

  • Al Faruq // 23 November 2009 pada 16:59 | Balas

    itulah bedanya org yg putus asa dan yang tidak putus asa. Kasihan… sgt kasihan kalian ini

  • pencinta peersatuan umat // 5 Desember 2009 pada 08:32 | Balas

    berikut kutipan artikel mengenai penyerangan terhadap orang salaf :

    KH Ma’ruf Amin: Salafi Harus Merobah Cara Dakwah

    Buntut serangan warga terhadap jamaah Salafi membuat MUI ikut berkomentar. Salafi haru merobah cara dakwah, kata MUI

    Buntut salah paham yang membuat warga Dusun Mesangguk, Gapuk, Kecamatan Gerung Lombok KH Ma’ruf AminBarat menyerang jamaah Salafi membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus berkomentar.

    Ketua MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin mengatakan kasus seperti ini tidak boleh terulang lagi. Menurut Ma’ruf, peristiwa terjadi akibat sifat egoisme beberapa kelompok yang suka menyalahkan golongan lainnya yang berbeda pandangan.

    “Golongan ini tidak mau toleransi dengan pemahaman yang berbeda dengan mazhab mereka inilah yang menyulut kemarahan warga,” tutur Ma’ruf kepada http://www.hidayatullah.com Selasa siang.

    Menurut Kiai Ma’ruf, pihak MUI sebelumnya sudah mengingatkan aktivis Salafi agar memperbaiki sifat ananiyah mazdhabiyah yang menganggap dirinya paling benar dan menyalahkan golongan yang lain yang menurutnya salah. Meski menurut Ma’ruf, hal tersebut masih dalam taraf ikhtilaf yang dibolehkan, namun hingga kini belum mau ada tanda-tanda perubahan.

    Padahal kalau masih dalam skala majalul ihktilaf perbedaan yang masih dibolehkan maka tidak boleh asal menyalahkan.

    “Berbeda dengan Ahmadiyah yang sudah jelas-jelas salah,” tuturnya. Agar hal itu tidak terjadi kembali, Ma’ruf menasehati agar para aktivis Salafi merubah cara dakwah agar lebih baik dan memikat golongan lain yang berbeda pandangan.

    Selain itu, Ma’ruf juga menyayangkan anarkisme masyarakat atas peristiwa ini. Ma’ruf yang juga salah satu pengurus pusat PBNU meminta warga NU tidak boleh mengekpresikan kemarahannya dengan cara anarkisme karena hal itu berujung konflik. “Sebaiknya, perselisihan seperti itu diselesaikan secara kekeluargaan, “ujarnya.

    Sebelum ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat mengatakan, kasus serangan warga ini sebenarnya tak ada masalah yang terlalu serius. Menurutnya antara kelompok Salafi dan warga sama-sama menganut ahlussunnah wal jamaah.

    Sekretaris MUI, Tuan Guru Haji Mahaly Fikri, mengatakan, kelompok Salafi tak menyimpang dari ajaran Islam. Hanya saja, katanya, penyebaran ajaran itu tak dikemas sesuai dengan kultur agama yang dianut warga.

    “Warga menjadi tersinggung dan terjadi tindak anarkis,” katanya di Mataram kemarin.

    Di Lombok Barat, sudah beberapa kali terjadi perusakan fasilitas milik penganut Salafi. Sebelumnya, November 2005, ribuan warga Desa Sesela menyerbu Yayasan Pondok Pesantren Ubay bin Kaab di Dusun Kebon Lauk. (hidayatullah.com, 24/02/09)

Tinggalkan sebuah Komentar