Komunitas Mantan Hizbut Tahrir

Diskusi Syabab HT (Titok Priastomo) & Mantan HT (Pengelola Koma HT)

1 Juni 2009 · & Komentar

DISKUSI SYABAB HT vs MANTAN HT

Berikut saya sampaikan hasil dialog saya dengan salah seorang syabab HTI yang telah kita kenal bersama (Titok Priastomo) dan diskusi ini berada di blog beliau http://titok.wordpress.com

Perlu saya sampaikan bahwa yang saya tampilkan hanyalah diskusi antara saya dan beliau saja, adapun komentar komentar dari pihak lain semisal dari saudara asna, msitompul, akhwatPKS, dudu, nashir, dsb, dan komentar diluar diskusi saya dan saudara titok sengaja saya hilangkan supaya pembaca bisa fokus pada diskusi antara saya dan beliau saja.

Diskusi ini terbagi menjadi 5 (lima) dialog/ tema dan yang memilih tema adalah saudara Titok sendiri, namun perlu saya sampaikan bahwa khusus pada dialog ke-3 saudara Titok sering meng-CUT pembicaraan saya dengan menulis langsung dibawah koment lama saya yang semestinya berurutan menjadi terpenggal dan saya tidak diberi akses untuk menanggapi koment CUT beliau tersebut sehingga membuat banyak hal terlihat seakan tidak nyambung. Selain itu ada komentar saya yang sengaja tidak ditampilkan beliau. (lebih Jelasnya bukti kecurangan saudara Titok dalam berkomentar di Diskusi Ke-3 ini bisa dilihat di blog beliau  dibawah judul “HT Akan Melakukan Sekularisasi dan Liberalisasi Dalam Ibadah dan Aqidah?”

Selengkapnya untuk menyimak hasil diskusi silahkan klik link berikut  :

- Dialog I

- Dialog II

- Dialog III

- Dialog IV

- Dialog V

Selamat menyimak semoga bermanfaat.

Kategori: Tentang HIZBUT TAHRIR

62 tanggapan so far ↓

  • sunardin palu // 30 Juni 2009 pada 15:05 | Balas

    PERHATIAN…!!!! SEBELUM MENYIMAK PERDEBATAN INI………bacalah renungan di bawah ini ….hari ini banyak umat muslim yang tidak mendirikan sholat,dan banyak aktivis islam yang hanya sholat di rumah, bukan tidak tahu, tapi tidak adanya yang mengajak,dan banyak anak manusia di gunung-gunung di pedalaman sana yang mati tanpa tersentuh agama…itulah kenyataan hari ini ,,,,tapi mengapa masih ada yang senang berdebat ayo datangi umat dengan kasih sayang ajak kembali ke mesjid

  • pengelolakomaht // 30 Juni 2009 pada 23:27 | Balas

    Saudara Sunardin palu yang diberkahi Alloh,

    Mencegah saudara sesama muslim dari perbuatan salah merupakan bukti wala’ (loyalitas) seorang muslim terhadap saudaranya, sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya di surat At Taubah:71 :

    و المؤمنون و المؤمنات بعضهم أوليآء بعض، يأمرون بالمعروف و ينهون عن المنكر
    “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lainnya. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.” [At Taubah : 71]

    Mari kita nasehati saudara kita di Hizbut Tahrir dan diri kita sendiri agar tidak terlena dalam kemunkaran, insyaAllah

  • sunardin palu // 1 Juli 2009 pada 07:07 | Balas

    Saudaraku yang dalam lindungan Allah, ada dua ciri usaha nabi dalam menjaga agama ini……(doa”in ana biar mampu amalkan)….jadilah Al-mudatsir di siang hari, dan jadilah Al-muzammil di malam hari,artinya bawa kebesaran Allah pada manusia di siang hari,kemudian bawa manusia kehadapan Allah di malam hari.cukup 10% di siang hari dan 90% di malam hari, ingat saudaraku Dai bila tidak atau jarang sholat malam, dikhawatirkan rasa syirik akan mudah masuk kedalam hatinya dengan merasa kita mampu atau kita yang memberi pemahaman agama pada saudara kita….JZKK.saudaramu

  • pengelolakomaht // 2 Juli 2009 pada 23:59 | Balas

    “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)

  • sunardin palu // 3 Juli 2009 pada 07:30 | Balas

    saudara muslimku pengelolakomaht, yang di ridhoi Allah salah satu hak saudara muslim kita adalah menghadiri undangannya,hari ini tidak rahasia lagi adanya pro dan kontra terhadap kelompok dakwa yang banyak disebut orang jamaah tablig, saudaraku,Allah ingatkankita dengan pengetahuanNya~boleh jadi yangkau angap baik, belum tentu baik bagimu,juga demikian yang buruk bagimu belum tentu buruk di mata Allah~yang jelas realita berkata tanggal 17,18,19 juli 2009 ini,yang tinggal beberapa hari lagi, mereka menggelar pertemuan yang di sebut~ijtima umat muslim dunia~ yang insyaAllah di laksanakan di Bumi Serpong Damai, jakarta… yang di hadiri umat muslim awam hingga Alim, dari berbagai penjuru dunia yang insyaAllah diperkirakan kurang lebih 9 juta umat muslim akan hadir… bila saudaraku berkenan ana undang akhi….sebab khilafah akan lahir bila sesama muslim saling mencintai karna Allah….. JZKK

  • abu reziq // 3 Juli 2009 pada 16:25 | Balas

    kewajiban sorang muslim jika diundang “WAJIB DATANG/MEMENUHI UNDANGAN”…..

    ayo mas mantan ht kami dukung anda untuk datang……

  • pengelolakomaht // 3 Juli 2009 pada 22:00 | Balas

    Saudaraku semua yang diberkahi Alloh,

    Pada dasarnya seorang muslim wajib memenuhi undangan sebagaimana dijelaskan dalam riwayat berikut.

    Dari Abu Hurairah ia berkata: Telah bersabda Rasulullah , “Kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya ada 6, di antaranya: Apabila bertemu, ucapkanlah salam, dan apabila kamu diundang, maka hadirilah undangannya, …” (H.R. Muslim)

    Hadits ini tidak menyebutkan bentuk undangan yang harus dihadiri, namun walaupun keterangan di atas tidak menyebutkan bentuk undangan yang wajib dihadiri, bukan berarti semua undangan boleh atau wajib dihadiri. Tentu saja memenuhi undangan yang ada kemungkinan terjadi pelanggaran syariat hukumnya tidak wajib. Hal ini berdasarkan pada firman Allah ,

    “. . . Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Q.S. Al Maidah 5: 2)

    Adapun menghadiri undangan kegiatan ikhtilat (campur baur) tersebut sebagaimana pengalaman sebelum sebelumnya hanya membuka pintu syaitan dengan mengghibah para penguasa muslim, tidak diisi dengan tarbiyah ilmu agama dan hanya orasi yang mempermainkan perasaan & emosi, tidak berisi muhasabah kekeliruan HT yang harus diperbaiki namun justru sebaliknya kegiatan tersebut berisi kebanggaan HT atas da’wahnya, kebanggaan atas ide dan metode yang dianggap terbaik dan paling patut diacungi jempol. Wallahul musta’an

    Jika boleh saya hanya menyumbang saran saja, bahwa kegiatan tersebut harus benar benar jauh dari ikhtilat, jauh dari ghibah, dan harus berisi tarbiyah ilmu agama, serta agendakanlah untuk melakukan muhasabah atas kekeliruan HT selama ini, tentunya dengan niatan ikhlas untuk memperbaiki diri.

    Jika bisa seperti itu kegiatannya maka tanpa diundangpun insyaAlloh saya datang,
    tapi kalo masih seperti yang dulu-dulu, jangankan sekedar diundang, di ongkosi pun saya ogah :)

  • SALAFY // 4 Juli 2009 pada 05:22 | Balas

    LIHATLAH betapa takutnya si penegelola BLOG ini utk bertemu!! TAKUT KEDOKNYA TERBUKA..!! BAHWA DIA PEMUJA LIBERAL..!!!

    ====
    terimakasih dari anda yang suka menuduh… paling tidak pembaca tahu anda dari Yogjakarta

    IP address [?]: 58.145.171.30 Copy [Whois] [Reverse IP]
    IP country code: ID
    IP address country: ip address flag Indonesia
    IP address state: Yogyakarta
    IP address city: Yogyakarta
    IP address latitude: -7.7828
    IP address longitude: 110.3608
    ISP of this IP [?]: PT Wahana Lintas Nusa Persada
    Organization: PT Wahana Lintas Nusa Persada
    Host of this IP: [?]: yk.id.n30.sub171.wlan.net.id [Whois] [Trace]
    Local time in Indonesia: 2009-07-04 08:12

    • pengelola2 // 4 Juli 2009 pada 08:09 | Balas

      bukankah anda juga memakai nama orang lain? artinya anda tidak mau jatidiri anda secara terbuka… tapi biar pemaca tahu saya kasih IP addres anda ya.. biar bisa dilacak anda dari mana :D

      SALAFY
      salafytobat.wordpress.com/
      salafybodol@yahoo.com
      58.145.171.30

  • SALAFY // 4 Juli 2009 pada 05:24 | Balas

    PENGELOLA BLOG INI INGIN MENGADU DOMBA ANTARA HT dan SALAFY..!!

  • pengelolakomaht // 4 Juli 2009 pada 20:06 | Balas

    Saudaraku SALAFY yang diberkahi Alloh,

    Sebelum menuduh sebaiknya anda membaca dahulu semua tulisan saya di blog ini,
    Adakah yang pro Liberal ? Silahkan tunjukkan mana tulisan saya yang pro Liberal ?
    Saya bahkan mendukung tegaknya khilafah, namun khilafah ala manhaj nubuwwah, bukan ala manhaj HT atau yang lain, dan cara penegakan khilafah juga harus benar, harus sesuai al Qur’an dan as Sunnah,
    Apakah pemikiran seperti ini Liberal ?
    Apakah semua yang menentang HT itu Liberal ?
    Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

    Dan anda mengklaim ini adu domba antara HT dan salafy, sementara anda sendiri tahu salafy seperti apa karena anda sangat membenci mereka.
    Silahkan anda tanyakan ke temen2 salafy apakah benar mereka merasa saya adu domba ?
    Apakah semua muslimin yang mencoba menasehati kekeliruan HT selalu mendapat perlakuan buruk dari anda ?

  • sunardin palu // 5 Juli 2009 pada 15:48 | Balas

    saudaraku,yang di berkahi Allah,tanggal 17,18,19 juli nanti ana tetap harap kehadiran akhi dan insyaAllah acara ini tidak di hadiri oleh seorangpun wanita.dan insyaAllah yang anda takuti dalam menghadiri suatu undangan,insyaAllah tidak akan saudaraku temukan disana,dan apa yang akhi inginkan kiranya ada dalam suatu pertemuan,insyaAllah juga akhi temukan, asal akhi hadir dengan niat memenuhi undangan saudaranya,dan membersihkan hati dengan tidak bersuudzon dengan undangan saudaranya,mudah-mudahan Allah muliakan kita berkat keistiqomahan kita dalam menyambung tali silaturahmi Amin…

  • sunardin palu // 5 Juli 2009 pada 15:54 | Balas

    Dan untuk pembaca dan seluruh kaum muslimin tanpa terkecuali, baik yang berkomentar ataupun tidak ,ana undang dan tunggu kehadirannya, semoga Allah istiqomohkan kita dalam dakwa dan tetap menjaga kehormatan dan hati saudara muslimnya ..Amin

  • pengelolakomaht // 6 Juli 2009 pada 15:52 | Balas

    Saudaraku yang baik,

    Ketika saya menasehati berbagai kekeliruan pemikiran HT dan saya dicela karena nasihat saya bahkan saya difitnah sebagai antek kafir pemuja liberal, kini saya diundang untuk menghadiri kegiatan yang membenarkan kekeliruan pemikiran HT tersebut.
    Ini ibarat orang Muhammadiyah diundang selamatan kematian oleh orang NU.
    Jumhur orang Muhammadiyah tidak akan datang dalam undangan yang seperti itu.
    Adapun saya akan datang ke undangan tersebut jika dalam acara tersebut memang dibahas upaya perbaikan diri HT atas kekeliruannya selama ini, jika tidak?
    “… dan janganlah tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Q.S. Al Maidah 5: 2)

  • sunardin palu // 7 Juli 2009 pada 07:46 | Balas

    maaf saudaraku, akhi salah paham ana undang akhi diacara ijtima umat muslim dunia yang di gelar jamaah tablig di bumi serpong damai (BSD)yang insya Allah akan di hadiri oleh orang awam hingga alim dari seluruh penjuru dunia yang insyaAllah sekitar 6-9 juta umat muslim akan berkumpul untuk membentuk rombongan dakwa untuk di sebar ke seluruh penjuru alam….. ana tunggu akhi,sebab kelompok apapun dalam islam pasti setuju bila untuk kepentingan dakwa dan tersebarnya islam,,sekalipun itu muhammadiyah ,NU salafi atau yang lainnya,,…JZKK

  • compaq40 // 9 Juli 2009 pada 12:39 | Balas

    ayo mas pengelolakomaht ,antum udah di undang agar mau tabayyun, kenapa menolak dngan berbagai alasan , agar tdk ada fitnah dan hati yg terluka,penuhilah undangan itu, mereka insya Allah akan menerima anda dengan hikmah, wassalam

  • pengelolakomaht // 9 Juli 2009 pada 22:44 | Balas

    Saudaraku yang diberkahi Alloh,

    Itulah pentingnya merinci undangan agar yang diundang tidak salah paham undangan apa itu.
    Bukan hanya saya lho yang salah paham.
    Semua pembaca mengira itu undangan dari HT untuk saya, termasuk yang terakhir saudara COMPAQ40 diatas juga mengira itu undangan tabayun saya dengan HT.

    Adapun saya salah paham saya kira itu undangan konferensi khilafah HT sebagaimana yang pernah diadakan di senayan dulu.

  • compaq40 // 11 Juli 2009 pada 09:54 | Balas

    saudaraku, bagaimana kalau yg mengundang antum langsung dari HT, apakah antum bersedia?

  • pengelolakomaht // 13 Juli 2009 pada 14:02 | Balas

    Saudaraku compaq40 yang diberkahi Alloh,

    Siapapun kaum muslimin yang mengundang saya tentu hukum asalnya wajib bagi saya untuk menghadiri selama bukan undangan yang menyelisihi syariat dan undangan tersebut memiliki manfaat yang lebih besar daripada madharatnya.

  • Muhamad Khotim // 24 Juli 2009 pada 11:33 | Balas

    Mas-mas semua, ada bom meledak lagi di JW Marriot dan Ritz Carlton, terima kasih.

  • mas tung-tung // 25 Juli 2009 pada 09:00 | Balas

    assalamlkm, koma ht emang mantab g’ seperti blog lainnya, di sini kita bisa langsung komentar dan langsung terkirim komentar kita apa adanya, kalau blognya ht/hti berbeda di moderasi dulu baru di tampilin, g’ enak bangeTKAN pada hal kita ingin berdiskusi secara baik… ia kalau di tampilin komentar kita… ini membuktikan KOMA HT memang jujur dalam memberikan nasehat dan pencerahan bagi yang mau baca, sekali lagi g’ kayak blog tukang kritik yang lainnya…. Siipppp untuk koma ht maju terus… ALLAHUAKBAR

  • sunardin palu // 1 Agustus 2009 pada 10:36 | Balas

    akhi hadirkah dalam ijtima tgl 17,18,19 kemaren?, dalam undanganku,alhamdulilah kurang lebih 3 juta umat muslim hadir dan membentuk rombongan dakwa dan di kirim ke seluruh penjuru dunia…..maju terus koma ht

  • Farid Al Fajri // 1 Agustus 2009 pada 22:23 | Balas

    Pak Sunardin yang saya hormati. Sebelumnya saya mohon maaf. Ada yang mengganjal dihati saya ketika membaca komentar dari bapak bahwa jumlah umat muslim yang hadir dalam ijtima[pertemuan] JT kurang lebih 3 juta orang. Sungguh suatu jumlah yang fantastis untuk sebuah pertemuan dalam tempo 3 hari.

    Saya teringat dengan jumlah jamaah haji yang berangkat ke tanah suci. Jumlah jamaah haji tidak lah sebesar jumlah ijtima yang bapak sunardi sebutkan. Memang jumlah jamaah haji dari tahun ke tahun selalu bertambah dan data terakhir yang berasal dari kantor berita ANTARA menyebutkan bahwa jumlah jamaah haji tahun 2008 [berdasarkan berita bulan des 2008] mencapai 3 juta. Baru tahun 2008 ini jamaah haji mencapai 3 juta, itupun hanya kemungkinan.
    sumber: http://www.antara.co.id/view/?i=1228655886&c=INT&s=

    Kemudian dalam suatu artikel dari suatu blog

    Dengan membaca jumlah jamaah haji yang datang dari luar sejak tahun 1350 H hingga tahun ini 1429 H, maka kami melihat bahwa jumlah jamaah haji yang datang dari luar kerajaan telah mengalami peningkatan yang tajam. Sebelumnya jumlah jamaah hingga tahun 1369 H tidak mencapai seratus ribu jamaah, namun setelah itu terus mengalami peningkatan, hingga sekarang jamaah yang dari luar saja mencapai 1 juta, 729 ribu 841, belum termasuk jamaah haji penduduk asing yang tinggal di Arab Saudi.

    sumber: http://ahmadfarisi.wordpress.com/2008/12/10/jumlah-jamaah-haji-tiap-tahun-terus-meningkat/
    Di artikel diatas jumlah jamaah haji tahun 2008 hanya 1 juta, 729 ribu 841.

    Sungguh suatu usaha yang melebihi usaha berhaji, sampe-sampe jumlah mencapai kurang lebih 3 juta kaum muslimin [skrg ndak boleh nyebut "karkun"]., jika memang benar jumlahnya sebesar itu.

    Akan tetapi mohon maaf Pak Sunardin [semoga ALLOH mengampuni anda], sesuai dengan kapasitas tempat di BSD serpong, 100 blok, tiap blok 2000 orang, maka jumlah yang Anda sebutkan, sungguh, meleset jauh sekali. Secara resmi jumlah yang tercatat di istiqbal kurang lebih hanya 104.500 orang. Itupun meleset dari target sebanyak 200 rb orang. Sesuai dengan maksimal kapasitas kebun kelapa di BSD Serpong.
    sumber: http://prayudi.wordpress.com/2009/07/23/istima-bsd-2009-karghozari-2/

    Berdasarkan pengamatan salah satu kaum muslimin yang hadir [Abu Saad]:

    dari data istiqbal tahun ini Alhamdulillah tercatat sekitar 110.000 jamaah hadir di Ijtima BSD 2009, tetapi dari pengamatan banyak sekali jamaah yang masuk ke medan ijtima tidak tercatat di istiqbal mengingat kurangnya jumlah pertugas istidbal.

    Tahun lalu dari data istiqbal yang hadir sekitar 85.000 jamaah.

    Apabila dilihat dari jumlah blok yang terisi sekitar 60 blok, dan tiap blok ditempati sekitar 2000 jamaah, jadi perkiraan kasar yang hadir di ijtima kali ini adalah sekitar 120.000 jamaah.

    sumber: http://abudira.wordpress.com/2009/07/20/foto-foto-ijima-bsd-2009/#comment-1182

    So pernyataan

    alhamdulilah kurang lebih 3 juta umat muslim hadir
    adalah pernyataan karangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Bertentangan dengan data resmi ijtima dan pengalaman kaum muslimin yang hadir di acara tersebut. Pernyataan ini dapat membuat rasa ujub dan berbangga diri terhadap firqahnya semakin besar. [Semoga Alloh ta'ala mengampuni kita dari rasa ini].

    Semoga hanya dalam hal ini, saudara kita Pak Sunardin, sebagai salah satu “jamaah”, khilaf dalam menyampaikan suatu berita. Bukan dalam hal masalah agama yang jelas membutuhkan perhatian yang lebih dan tuntunan para ulama

    Semoga bermanfaat.

  • faraby almakassary // 21 Agustus 2009 pada 14:18 | Balas

    ITTAQILLAH KOMA HTI,miskin anta (kasihan betul pemahaman anda tentang hti )moga-moga koma hti mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Allah swt Terhadap fitnahan mereka terhadap hti,YA ALLAH SWT BERILAH KESABARAN KPD SYABAB HTI SUPAYA TETAP ISTIQOMAH DI JALANMU,sungguh ALLAH menyukai orang’” yang sabar

  • pengelolakomaht // 21 Agustus 2009 pada 14:28 | Balas

    Saudaraku yang diberkahi Allah,

    Saya hanya ingin menasehati kekeliruan HT agar khilafah yang kita cita-citakan bersama tidak melenceng dari syariat, baik tata cara penegakannya maupun konsep sistem pemerintahan khilafahnya yang sampai saat ini khilafah versi HT ini masih banyak menyimpang dari khilafah ala manhaj nubuwwah.
    Semoga Allah memberkahi anda.

  • esam // 21 Agustus 2009 pada 16:17 | Balas

    saudara penggelolakomaht yang terhormat

    tolong jelasin dong konsep sistem pemerintahan Khilafah menurut pengelolakomaht…agar saya tahu konsep pemerintahan islam!!
    makasih…

    • pengelolakomaht // 22 Agustus 2009 pada 08:35 | Balas

      Saudaraku yang diberkahi Allah,

      Khilafah yang benar bukan versi saya maupun HT namun khilafah yang benar adalah khilafah ala manhaj nubuwwah, DAN SAYA SUDAH TUNJUKKAN PERBEDAAN ANTARA KHILAFAH HT DAN KHILAFAH ALA MANHAJ NUBUWWAH.
      Dalam artikel sebelumnya dan dalam diskusi yang panjang lebar baik dengan para syabab HT maupun kaum muslimin lainnya, silahkan disimak kembali.

  • Abu Rifa Al-Puari // 21 Agustus 2009 pada 19:05 | Balas

    Mana mampu dia jelasin, wong dia sebentar ngaji di HT dg tujuan menyusup dan menimbulkan fitnah.

    • zul // 21 Agustus 2009 pada 21:31 | Balas

      saya kira ucapan andapun tak lepas dari pertanggung jawaban apakah anda memiliki hujjah yg nyata secara empiris ataukah anda hanya membual fitnah,itu akan kita lihat nanti diyaumil akhir

  • uut // 21 Agustus 2009 pada 21:37 | Balas

    sadra semua kalau dalam dialog diawali tidak adab ya sulit ,bersabarlah dalam perbedaan, kalian semua merdeka untuk mengemukakan dalil,namun tentunya jangan tingalkan adab-adab yang mulia dalam islam,biarlah kalian berbeda pendapat namun kepala tetap dingin.

    Anggaplah kalian ini benar namun ketauilah hidayah milik Alloh
    http://ibnujafar86.wordpress.com/2008/07/02/hidayah-hanya-milik-allah/

  • FARABY ALMAKASSARY // 22 Agustus 2009 pada 12:03 | Balas

    Untuk pengelola KOMA ANEH ,sy juga hanya ingin menasehati antum supaya antum bertobat kepada ALLAH SWTdikarenakan MASIH ADA IRI,DENGKI&DENDAM DIDALAM HATI ANTUM,seharusnya antum hilangkan dulu iri,dengki&dendam antum itu baru membaca buku-buku HTI,sekali lagi ana nasehati antum ITTAQILLAH antum …….KOMA ANEH

    SALAM DARI FARABY HIZBUT TAHRIR MAKASSAR ,semoga ALLAH SWT meridoi perbuatan kita semua

    • zul // 22 Agustus 2009 pada 14:36 | Balas

      @faraby:

      hal yg wajar ketika mas KOMA HT menilai HT dengan sudut pandangnya entah itu sebagai mantan HT ataupun seorang salafy,tapi selama ia menggunakan hujjah ilmiyah maka hujjah ilmiyah pula yg harus anda sajikan untuk meluruskannya bila memang terdapat kekeliruan,tidak dengan merasa dirinya taqwa dan menganggap dirinya telah layak untuk menyuruh selainya bertakwa kepada Allah,dan anda pun tidak bisa membuktikan bahwa mas KOMA HT adalah orang yg “belum bertakwa”,atau jangan2 anjuran untuk bertakwa itu sebenarnya lebih tepat dialamatkan kepada anda pribadi,karena orang yg bertakwa pastinya tidak akan bersikap seperti itu.waLlahu a’lam

    • pengelolakomaht // 24 Agustus 2009 pada 10:53 | Balas

      Saudara faraby yang diberkahi Allah,

      Mungkin saudara berminat berdiskusi dengan saya tentang tema-tema yang sudah saya tulis, silahkan.
      Hatu burhanakum in kuntum shodiqien.

  • farabyalmakassary // 25 Agustus 2009 pada 09:55 | Balas

    untuk KOMA aneh,ANA MAU NYADARIN ANTUM SECARA TUNTAS klo kirim tulisan sy tidak yakin,makanya kita ketemuan saja langsung,tolong kirimkan anggota KOMA ANEH antum untuk dialog DENGAN PIKIRAN SEHAT DAN TENANG &TANPA KEKERASAN di makassar dimana ,jam berapa ,hari apa ,tanggal berapa .ini untuk saling menasehati saja sesama muslim karna itu pahalanya besar dibulan ramadhan
    SALAM DARI FARABY HIZBUT TAHRIR MAKASSAR

    UNTUK ZUL;,jawaban apapun yang saya berikan sama antum pasti antum jawabannya selalu NYELENEH,sy nasehati antum itu karna sesama muslim harus sling menasehati karna yang antum anggap ilmiah sebenarnya hanya klaim antum,menurut hawa nafsu antum,jadi jawaban antum harus juga ilmiah doong, Sekali lagi ITTAQILLAH

    sy harap jawban ZUL ilmiah Tentang rasa iri ,dengki&dendam KOMA ANEH sama hti dan yang KOMA ANEH aplikasikan dengan membaca kitap hti setengah hati mengambil sebagian sesuai tendensi/kepentingan koma aneh. KALO JAWABAN ANTUM TIDAK ILMIAH DAN NYELENEH LAGI ,SY TIDAK MAU DIALOG LAGI DENGAN ANTUM,KARNA PERCUMA DIALOG DENGAN ORANG YANG NYELENEH.

    YA…..ALLAH YANG MAHA MENDENGAR,MAHA MELIHAT ,MAHA MENGETAHUI YANG GAIB,YANG MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU AMPUNILAH DOSA-DOSAKU

    • zul // 25 Agustus 2009 pada 15:07 | Balas

      @faraby:

      entah sayapun kini jadi bias sebenarnya yg ngga ilmiyah itu siapa?anda menyuruh KOMA HT membaca kitab mutabanat HTI yg menyeluruh,tapi tak sedikitpun bantahan yg anda berikan tuk KOMA HT merujuk pada kitab2 anda ataupun literatur islami lainya,jangan2 andalah yg belum membaca kitab mutabant HTI secara utuh?,dan anda pun merasa yakin anda amat layak untuk mengatakan ITTAQILLAH dan berkata ANA MAU NYADARIN ANTUM SECARA TUNTAS tanpa bisa menjelaskan kesalahan apa yg kami lakukan dan kebenaran apa yg telah yg anda lakukan,

      kita lihat dari awal anda berpartisipasi diblog ini,tidak ada satu argumen ilmiyah pun yg anda berikan tuk membantah artikel KOMA HT,yg anda tulis hanyalah ITTAQILLAH,BPERBANYAK TAHAJJUD dll,inikah yg namanya jawaban ilmiyah?

      anda juga bilang:”,tolong kirimkan anggota KOMA ANEH antum untuk dialog DENGAN PIKIRAN SEHAT DAN TENANG &TANPA KEKERASAN ” ditulis dg huruf kapital,dan anda juga telah melakukannya dibeberapa tulisan anda ditulisan yg lain,inikah namanya dialog DENGAN PIKIRAN SEHAT DAN TENANG &TANPA KEKERASAN?atau mungkin saking membenci nasionalisme andapun tak pernah belajar bahasa indonesia dan tata cara menulis dengan baik?waLlahu a’lam

  • pengelolakomaht // 25 Agustus 2009 pada 13:24 | Balas

    Saudaraku faraby yang dimuliakan Allah,

    Makasar terlalu jauh buat saya, afwan jiddan. Dan Allah tidak menguji saya dengan kekayaan sehingga saya tidak memiliki uang untuk merantau ke makasar.
    Saya make internet inipun gratisan dan PC nya juga pinjeman.
    Dengan kondisi saya yang demikian kiranya apabila saudara benar-benar ingin menasehati saya maka tentunya saudara akan berkenan pula melakukannya via blog ini.
    Mohon pencerahannya, silahkan.

  • sunardin palu // 8 September 2009 pada 08:47 | Balas

    Kekhalifahan adalah janji Allah dalam AlQuran, artinya pasti Allah beri sebagaimana dalam surat An Nuur :55
    Allah berjanji kepada orang yang beriman di antara kalian dan beramal shalih pasti sungguh mereka akan dijadikan khalifah di muka bumi.
    Syura mereka beri bayan : Dua orang anak dijanjikan ayahnya : Nak, jika kamu lulus dan nilai kamu baik maka ayah akan beri kalian mobil. Anak yang pertama sibuk memenuhi syaratnya, belajar semakin rajin, siang dan malam, tak fikir mobil, maka pada waktunya akhirnya ia lulus dengan nilai yang baik. Anak yang kedua sibuk pergi ke showroom mobil, lihat-lihat, Tanya harga, duduk-duduk di joknya, dll. Setiap hari tidak pernah belajar hanya sibuk bicarakan mobil. Maka pada waktunya akhirnya ia tak lulus, karena nilainya jelek.Tuan-tuan begitulah kekhalifahan, ada orang yang sibuk propagandakan, bicarakan, diskusikan tetapi lupa penuhi syaratnya. Bahwa syarat kekhalifahan diberikan Allah SWT adalah karena Iman dan Amal Shalih.
    kemaren akhi sempat hadir g? di ijtima umat muslim dunia yang di hadiri lebih dari 150 negara kurang lebih 3 juta umat muslim hadir ,,, bila akhi hadir mungkin akhi akan katakan khilafah sebentar lagi akan hadir

  • pengelolakomaht // 8 September 2009 pada 11:49 | Balas

    Saudaraku Sunardin yang diberkahi Allah,

    Sudahkah anda tahu hadits dari Nabi yang kita cintai tentang kehadiran khilafah akhir zaman ?
    Tahukah anda apa tanda tanda kehadirannya menurut Nabi ?
    Adakah Nabi berkata tanda kehadirannya adalah adanya ijtima umat muslim di Indonesia itu ?
    Saudaraku,
    Sengguh sedih saya dengan apa yang anda sampaikan bahwa ternyata anda melupakan khabar yang diberitakan Nabi anda tentang tanda-tanda datangnya khilafah akhir zaman.
    Anda lebih percaya akal dan semangat belaka namun mengabaikan nash yang ada.
    Wallahul musta’an.

  • sunardin palu // 10 September 2009 pada 06:59 | Balas

    Ana kan bukan bilang khilafah lahir karna adanya ijtima umat muslim dunia,tapi coba akhi pahami penjelasan ana di atas, yang jelas khilafah itu akan hadir bila semua umat muslim bersatu dan tak ada lagi saling melecehkan antara satu dan yang lainnya serta beriman dan beramal sholeh, karna khilafah itu sendiri adalah pemberian (hadiah) dari ALLAH kepada orang-orang yang beriman dan beramal sholeh,bukan kepada selain itu,sedang ijtima yang ana maksud adalah implementasi tanda bahwa umat muslim kelak dapat disatukan dalam iman tanpa memandang perbedaan…dan satu hal yang Akhi harus renungkan untuk menciptakan/menghasilkan sesuatu yang sama butuh bahan dan cara yang sama pula…Demikian pula untuk di berikan kekhilafaan sesuai cara nabi seperti generasi pertama butuh bahan dan cara yang sama seperti mereka,yakni dengan bahan Iman dan Amal sholeh serta diramu dengan cara menghidupkan kembali dakwa cara nabi mengajak umat muslim kembali ke mesjid dengan cara hikma kasih sayang bukan saling melecehkan serta menanamkan prasangka baik kepada sesama muslim,….. Ana berharap Akhi mau mengomentari/beri saran pada tulisan-tulisan Ana diblog penjelajah-langit yang alhamdulilah Allah beri taufikNYa pada Ana untuk istiqomah mengelolanya Amin

  • pengelolakomaht // 10 September 2009 pada 10:07 | Balas

    Saudaraku Sunardin yang diberkahi Allah,

    Betul sekali apa yang saudara katakan bahwa persyaratan agar Allah berkenan menghadiahi khilafah bagi ummat Islam adalah Iman dan Amal Sholih.
    Dan da’wah menuju kesana lah yang insyaAllah lebih cepat melahirkan khilafah.
    Afwan jika ada yang kurang pas dengan komentar saya sebelumnya, ini bukti bahwa saya manusia biasa yang banyak khilaf juga.
    Barokallahufikum.

  • sunardin palu // 11 September 2009 pada 09:00 | Balas

    Satu saran ana sebagai saudara muslimnya akhi, semoga akhi berkenan untuk memberi tanggapan, dengan cara dan misi pergerakan da’wah yang hari ini banyak orang menyebutnya jamaah tablig, tapi ana pahami dimata kebanyakan aktifis yang belum pernah mengikuti pergerakan ini pasti mengatakan buruk dan bahkan ada yang sampai mengharamkan,karnanya ana berharap pada akhi agar bersedia memberi tanggapan setelah akhi mempelajarinya selama tiga hari bersama mereka,dengan niat karna Allah, ini ana sarankan karna ana simpati dengan keistiqomahan akhi dalam da’wah dan kritik -kritik akhi yang membangun demi tercapainya apa yang sama kita impikan serta untuk meluruskan berbagai macam pergerakan da’wah JZKK, saudaramu sunardin

  • sunardin palu // 14 September 2009 pada 07:02 | Balas

    Afwan ya akhi ,, kenapa belum di balas? biasanya tidak kurang dari 1 hari sudah ada komentarnya?Akhi kurang sehatkah?atau lagi bersama/mempelajari saudara-saudara kita di jamaah tablig, hingga jarang online….semogaAllah memberikan keistiqomahan untuk kita semua amin….terus berjuang saudaraku

  • pengelolakomaht // 17 September 2009 pada 07:36 | Balas

    Saudaraku sunardin yang diberkahi Allah,

    Saya bangga dengan kejujuran anda dalam meminta saya untuk menilai kelompok anda, sungguh suatu hal yang mulia dan itulah yang dinamai muhasabah, semoga Allah senantiasa menunjuki anda jalan yang lurus.

    Afwan jiddan karena saya sedang dalam posisi safar (mudik), sehingga tidak bisa memantau blog ini.

    Namun satu hal yang ingin saya sampaikan kepada saudara saudara yang terikat pada kelompok da’wah tertentu bahwa kefanatikan bisa menyebabkan taashub sehingga tidak mampu melihat kekurangan kelompoknya.

    Ketika saya bertanya kepada si fulan yang terikat pada kelompok A dengan pertanyaan : Kenapa anda lebih memilih kelompok A daripada yang lain maka ia akan dengan lancar menjelaskan keunggulan kelompok A dan kekurangan kelompok lain.
    Namun ketika saya tanya : Menurut anda adakah hal-hal yang keliru dari kelompok anda yang perlu diperbaiki maka ia akan kebingungan menjawabnya.

    Dengan kata lain setiap anggota kelompok selalu menganggap kelompoknya paling hebat dan paling benar dalam metode da’wahnya.
    Padahal semua kelompok punya potensi benar dan potensi salah karena tidak ada yang maksum (terjaga) dari kesalahan.

    Tentang jama’ah tabligh alhamdulillah saya pernah satu tahun bersama mereka meskipun saya tidak pernah khuruj mengingat kondisi saya saat itu tidak memungkinkan namun saya selalu mengikuti majelis para harqun baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

    Saya banyak melihat sisi positif dari JT namun saya juga tidak buta atas beberapa kekeliruan yang perlu dibenahi, namun mengingat kemungkinan kerusakan yang dimunculkan JT di ummat hampir sangat sedikit sekali bahkan tidak dalam taraf yang perlu dikhawatirkan menurut saya, maka saya tidak terlalu dalam meneliti dan mengobok-obok JT, saya lebih fokus pada koreksi atas HT mengingat kekeliruannya yang cukup memprihatinkan.

    Untuk itu saya tidak bisa komentar lebih jauh terhadap JT, dan saya yakin dengan kondisi kekeliruan yang relatif lebih sedikit itu apabila pihak internal JT bersedia bermuhasabah sendiri tentu akan bisa melihat dan menemukannya sendiri, apalagi sebagaimana anda katakan bahwa telah banyak yang mengkritik JT maka dengan berbekal kritikan tersebut JT bisa mulai melakukan introspeksi.
    Wallahu ta’ala a’lam.

  • abdullah // 17 September 2009 pada 16:29 | Balas

    pak abu rifa gitu ya akhlak org ht dateng2 lgs nuduh org ngaji di ht buat nyusup…masya Allah ana baru tau ..untung ana gak pernah ikutan ngaji hti

  • sunardin palu // 21 September 2009 pada 18:19 | Balas

    sukran ya akhi ana salut dengan kebijakan akhi dalam menilai JT tapi yang ana harap ada aktivis seperti akhi yang begitu teliti dalam dakwa mau memberi masukan dan kritikan terhadap jt setelah khuruj 3 hari, afwan bila sedikit memaksa tapi ana berharap akhi bersedia karna pada diri akhi ada banyak kelebihan yang ana belum dapatkan pada aktivis lainnya … mohon maaf lahir dan bathin

  • pengelolakomaht // 24 September 2009 pada 11:10 | Balas

    Saudaraku yang diberkahi Allah,

    Dalam proses khuruj (berdakwah keliling) tidak ada yang perlu dikritisi karena itu adalah hal yang mulia, namun justru yang perlu dikritisi bukan pada khurujnya namun pada kewajiban dan aturan serta materi dan pemahaman khuruj serta da’wah JT, dan sekali lagi saya sampaikan bahwa saya belum berminat mengkritisi JT atau ikut khuruj JT. Kalopun saya harus da’wah keliling maka saya tidak akan ikut dengan rombongan JT dan saya memilih membuat da’wah keliling sendiri yang bukan atas nama kelompok tertentu karena sekali lagi saya tidak mendukung adanya kelompok kelompok organisasi da’wah Islam yang terikat dan terorganisir yang memiliki metode dan aturan da’wah yang berbeda beda.

  • Mithun // 1 Oktober 2009 pada 21:29 | Balas

    Hm…hm… Tidak ada jamaah yang paling sering mengkritisi kelompok-kelompok Islam lainnya kecuali orang-orang yang berpaham seperti ini. Tidak ada yang paling membuat muslimin terkotak-kotak dan mengelompok-kelompokkan mereka kecuali orang-orang yang berpaham seperti ini. Teruskan saja Mas kalo merasa wajib diteruskan, ummat makin dewasa kok. Biar mereka menilai dan biarkan mereka memberi dukungan kepada jamaah mana yang mampu mengurus persoalan mereka. Orang makin banyak tahu hakikat kawan-kawan antum.

  • pengelolakomaht // 2 Oktober 2009 pada 09:05 | Balas

    Saudara Mithun yang diberkahi Allah,

    Saya tidak mengkotak kotakkan namun justru saya menyeru pada Islam yang satu yang terbebas dari pengkotak kotakan harokah dan satu satunya jalan untuk mempersatukan Islam adalah menjauhi semua harokah baik itu HT, IM, JT, Salafy, NII, JI, dsb.

    Inipun perintah dari Nabi :

    Dari Hudzaifah bin Yaman yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dalam kitabul fitannya,

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

    “… Hendaklah engkau berpegang teguh (bersatu) kepada jama‘ah dan imam kaum Muslimin.” Kemudian Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Bagaimana kalau mereka sudah tidak mempunyai jama’ah dan imam lagi?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “fa’tajil tilka firoqo kullaha Jauhilah semua kelompok tersebut, meskipun harus menggigit akar pohon, hingga engkau mati dalam keadaan seperti itu.”

  • Prakasa // 4 Oktober 2009 pada 22:23 | Balas

    Sahabat KOMA met bJuang!!!
    bSabarlh dngn orng-orng yg blm Allah SWT berikn ptunjuk. Krn Hdyh hny dr Allah SWT, Qt hny bTugas mngingatkn ssama Muslim. Mg Shbt yg msh dHT/yg ngku dah kluar (tp msh taqlid kHT) smkn sadar tntng pntingny bAkhlak baik kpd Muslim lainny. Amin

  • uut // 5 Oktober 2009 pada 07:26 | Balas

    Semua kelompok menyimpang, yang memusuhi dakwah salafiyah beranggapan bahwa salafiyah merupakan kelompok atau organisasi benarkah demikian ?Pahamilah bahwa Salafiyah Bukan Organisasi Oleh : Syaikh Ali Bin Hasan Bin Ali Bin Abdul Hamid

    http://abasalma.wordpress.com/2007/08/02/salafiyah-bukan-organisasi/

    • pengelolakomaht // 5 Oktober 2009 pada 12:31 | Balas

      Afwan tentang salafy saya mohon maaf bila ada kesalahan mengingat banyaknya kerancuan karena ada yang banyak mengklaim sebagai salafy termasuk kelompok teroris sendiripun ternyata banyak yang mengklaim sebagai salafy.
      Jika benar salafy (yang anda maksud) bukanlah kelompok (seperti sebutan ahlus sunnah yang bukan kelompok) maka kritikan saya tidak berlaku. Wallahul musta’an.

  • moch // 5 Oktober 2009 pada 11:29 | Balas

    pusing kalo jd orang awam…gk ngerti apa apa bca komentar kayaknya smua bnar..
    buat sma anggota KOMA HT,,ana do’ain,smga ALLOH tidak membalikkan hati smuanya dan tidak kembl jd HIZB.
    Untuk smuanya..yu’ jadi relawan gempa di provinsi ana(sumbar)…tinggalin dl sjnak diskusi ini..

  • zackie // 8 Oktober 2009 pada 10:46 | Balas

    sudahlah….

  • Nama // 13 Oktober 2009 pada 12:17 | Balas

    saya hanya ingin menanggapi : blog2 seperti ini bukanlah GHIBAH bahkan sbg bentuk amar ma’ruf nahi munkar. klo yg sepeti ini ghibah maka Rasulullah melakukan ghibah kpd dzul khawaisirah sbg khawarij, para imam-imam salaf juga melakukan ghibah kpd jahm bin shafwan, nafi bin azraq, dn tokoh2 sesat lainnya.

    Dari Al A’masy dari Ibrahim ia berkata :
    “Bukanlah ghibah menceritakan keadaan ahli bid’ah.” (Al Lalikai 1/140 nomor 276)

    Al Hasan Al Bashry berkata :
    “Menerangkan keadaan ahli bid’ah dan kefasikan orang yang berbuat fasiq terang-terangan bukan perbuatan ghibah.” (Al Lalikai nomor 279-280)

    Dari Sufyan bin Uyainah berkata, Syu’bah pernah berkata :
    “Kemarilah kita (berbuat) ghibah di jalan Allah Azza wa Jalla.” (Al Kifayah 91 dan Syarah Ilal At Tirmidzy 1/349)

    Dari Abi Zaid Al Anshary An Nahwiy berkata, Syu’bah mendatangi kami pada waktu turun hujan dan berkata :
    “Ini bukanlah hari (pelajaran) hadits, hari ini adalah hari ghibah, marilah melakukan ghibah tentang para pembohong itu.” (Al Kifayah 91)

    Abdullah bin (Imam) Ahmad bin Hanbal berkata, Abu Turab An Nakhsyabi datang kepada ayahku lalu beliau mulai berkata : “Si Fulan dlaif, si Fulan tsiqah.”
    Berkatalah Abu Turab : “Wahai Syaikh, janganlah mengghibah ulama.”
    Ayahku segera menoleh ke arahnya dan berkata : “Celakalah kamu! Ini adalah nasihat bukan ghibah.” (Al Kifayah 92 dan Syarh Ilal At Tirmidzy 1/350)

    Ismail Al Khathaby berkata, Abdullah bin (Imam) Ahmad menceritakan kepada kami bahwa ia berkata kepada ayahandanya :
    “Apa yang Anda katakan mengenai para rawi yang mendatangi seorang syaikh yang barangkali ia seorang Murjiah atau Syi’iy atau dalam diri syaikh itu terdapat perkara yang menyelisihi As Sunnah apakah ada kelonggaran buat saya untuk diam dalam hal ini ataukah saya harus memperingatkan manusia agar berhati-hati dari syaikh ini?”
    Ayahku menjawab : “Jika ia mengajak orang kepada bid’ah sedangkan dia adalah imam ahli bid’ah maka benar kamu harus memperingatkan manusia dari syaikh ini.” (Al Kifayah 93 dan Syarh Ilal At Tirmidzy 1/350)

  • jalaly // 18 Oktober 2009 pada 21:50 | Balas

    tuk pengelola….
    HT sgt terbuka terhadap masukan yg ikhlas dr saudaranya. Islam melarang kita ashobiyah, sbgmana antm sarankan kpd yg lain, namun maaf sy melihat antm jg ashobiyah(maaf klo sy salah). SALAFY,HT,JAT,MMI,JT semuanya merupakan harokah yg didlmnya adlh kumpulan org bukan kumpulan para malaikat yg tdk pernah salah dlm mentabanni suatu mslh, jd smua d mungkinkan ada kesalahan, sbgmana Taqiyuddin An Nabhani jg menyadari hal tsb,beliau terbuka atas argumen yg lbh kuat. Jadi silahkan mmberi masukkan bila ada hujah yg mnrt antm atau kelompok antm lbh kuat, namun spya benar2 itu ikhlas dan mengharap kebaikan terhadap HT(sbgmana katanya keinginan antm) mk datanggilah sekretariat pusat/DPP, sampaikan muhasabah antm scra lgsng atau gunakan forum yg sekiranya itu bisa efektif. Namun jika cr muhasabah antm sprti ini, sprtinya jauh pangang dr api,sehingga wajar kwn2 HT yg lain bersikap apriori trhd antm.

  • jalaly // 18 Oktober 2009 pada 21:52 | Balas

    Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kelompok menjadikan kamu tidak berlaku adil (QS Al-Ma-idah [5]: 8)

  • titok priastomo // 19 Oktober 2009 pada 07:08 | Balas

    Saya ingin tantang pengelola blog ini:
    Jika anda menuduh saya menghapus komentar anda, silahkan tunjukkan mana komen anda yang saya hapus! Berapa jumlahnya!?

  • pengelolakomaht // 19 Oktober 2009 pada 09:32 | Balas

    Saudaraku Titok yang diberkahi Alloh,

    Saya tidak mengatakan demikian, mohon cermati perkataan saya dalam tulisan diatas :

    “… khusus pada dialog ke-3 saudara Titok sering meng-CUT pembicaraan saya dengan menulis langsung dibawah koment lama saya yang semestinya berurutan menjadi terpenggal dan saya tidak diberi akses untuk menanggapi koment CUT beliau tersebut sehingga membuat banyak hal terlihat seakan tidak nyambung. Selain itu ada komentar saya yang sengaja tidak ditampilkan beliau. (lebih Jelasnya bukti kecurangan saudara Titok dalam berkomentar di Diskusi Ke-3 ini bisa dilihat di blog beliau dibawah judul “HT Akan Melakukan Sekularisasi dan Liberalisasi Dalam Ibadah dan Aqidah?”…

    Nah, titik tekan saya pada koment CUT anda, adapun tentang koment saya yang tidak anda tampilkan saya cumakatakan ADA YANG SENGAJA TIDAK DITAMPILKAN, jadi bukan berarti banyak yang tidak ditampilkan namun ada satu atau dua yang tidak anda tampilkan.

    Karena sudah lama, saya sendiri mungkin tidak mencatat komentar saya yang tidak anda tampilkan itu, namun saya akan berupaya mencarinya, semoga Alloh memudahkan saya.

  • pengelolakomaht // 19 Oktober 2009 pada 09:58 | Balas

    Qadarullah setelah mengecek kumpulan arsip ternyata hingga kini arsip koment yang tidak ditampilkan saudara titok tidak ketemu, namun sudilah kiranya saudara titok dan para pembaca membandingkan sendiri koment-koment di blog ini dan di blog saudara titok, sebab saya yakin ada selisih jumlah koment sehingga bisa diketahui koment mana yang tidak ditampilkan.

    Adapun koment2 tambahan saudara titok yang ditambahkan dibawah koment saya di kemudian hari (yang saya istilahkan koment CUT) TIDAK SAYA AKUI SEBAGAI BAGIAN DISKUSI, sebab saudara Titok menambahkannya jauh dibelakang hari yang saat itu bahasan diskusi sudah lewat bahkan saudara koment itu memenggal koment saudara titok sendiri yang berkesinambungan dengan koment saya sehingga membuat alur diskusi menjadi berantakan dan tidak nyambung.
    Untuk itu saya harap saudara titok tidak berbuat seperti itu lagi dan bagi syabab HT lainnya untuk lebih jujur dalam berdiskusi.

  • pengelolakomaht // 19 Oktober 2009 pada 13:02 | Balas

    Saudaraku semua yang diberkahi Alloh,

    Alhamdulillah ternyata Alloh menunjukkan kebesarannya, setelah lebih bersungguh-sungguh mencari akhirnya ketemu juga satu contoh komentar saya yang tidak ditampilkan oleh saudara Titok, sebagai berikut :

    pengelolakomaht Says:
    Komentar anda sedang menunggu moderasi.
    April 18, 2009 at 6:06 am
    Saudaraku yang baik,

    Ketika syi’ah memiliki keyakinan wajib yaitu mencela abu bakar, umar, dan utsman dan bahkan mengkafirkan mereka, apakah aqidah seperti ini layak dibebaskan, begitu pula dengan keyakinan syi’ah bahwa al Qur’an yang sekarang (mushaf utsmani) bukan al Qur’an yang asli, apakah syi’ah layak dinaungi dan dilindungi dalam RUU Khilafah ?, jika memang demikian maka tidak salah bila bunyi pasal RUU tersebut saya nyatakan sebagai bentuk liberalisasi dan sekulerisasi syari’at.

    Ada perbedaan mendasar antara ahlus sunnah dan selain ahlus sunnah, dan tampak dari penjelasan saudara bahwa HT memang menaungi semuanya dan membiarkan semua tumbuh berkembang.

    Padahal sudah terang baik dari hadits Nabi maupun dari ijma’ ulama bahwa satu satunya yang benar adalah ahlus sunnah, bukan yang lain. Maka khilafah ala manhaj nubuwwah wajib mengadopsi aqidah ahlus sunnah dan bukannya menutup mata dan mendoktrinkan kebebasan memilih aqidah, bebas menjadi mu’tazilah, bebas menjadi khawarij, bebas menjadi sufi wihdatul wujud, bebas menjadi qadariyah, bebas menjadi jabbariyah, bebas menjadi syi’ah.

    Bukan berarti saya anti damai, namun berdamai dengan kebatilan tentunya bukan sikap yang bijaksana apalagi sampai di legitimasi dalam Undang undang Negara.

    Adapun ikhtilaf yang diperbolehkan adalah ikhtilaf internal ahlus sunnah dalam perkara furu’ dan hal ini sudah mafhum bagi kaum muslimin.

    Disinilah letak kekeliruan bunyi pasal RUU khilafah HT tersebut saudaraku.

    Namun sayang dari apa yang anda sampaikan berkesan bahwa RUU Khilafah HT Tidak mungkin salah dan pasti benar, apakah se sakral itu RUU tersebut, apakah se maksum itu ?

  • abu nabila // 23 Oktober 2009 pada 12:14 | Balas

    Barakallahu fik

Tinggalkan sebuah Komentar