Dibawah ini kami tampilkan dua buah tulisan yang mencerminkan bagaimana cara-cara Hizbut Tahrir dalam menapaki dunia politik nya, tampak disana bagaimana sikapnya terhadap kelompok politik lain dan bagaimana cara mereka berkelit ketika terpojok yang pada akhirnya memunculkan polemik atas sikapnya terhadap pemilu, yang awalnya menolak tegas namun ketika dikejar oleh pemerintah menjadi mengendur dan memperbolehkan.
Mari kita simak bersama artikel berikut :
Kepada Suara Islam On line yang menemuinya seusai dialog antara pimpinan Komisi Peilihan Umum (KPU) dengan para tokoh Agama di Hotel Nikko, Jakarta (26/2), Wahid menegaskan HTI tidak pernah menganjurkan massanya untuk menjadi golput, tetapi justru menganjurkan untuk memilih dalam pemilu nanti.
“HTI tidak pernah menganjurkan golput. HTI membebaskan massa dan simpatisannya untuk memilih partai manapun sesuai dengan aspirasi politiknya. HTI tidak pernah menginstruksikan anggotanya untuk memilih partai tertentu alias netral dalam pemilu,” ujar Wahid.
Keberadaan organisasi Islam internasional yang dikenal anti demokrasi alias anti parlemen ini memang selalu dicurigai sebagai biang golput. Namun kehadiran Wahidudin sebagai wakil DPP-HTI dalam sosialisasi untuk mensukseskan pemilu itu kiranya menghilangkan kecurigaan tersebut. Ini nampak dari pernyataan Anggota KPU Endang Sulastri yang mengawali sosialisasi itu sebelum Ketua KPU yang antara lain menyebut bahwa salah satu alasan golput adalah demokrasi tidak sesuai dengan ajaran agama.
Sosialisasi Pemilu kepada para tokoh agama yang pertama kali dilakukan oleh KPU itu dipimpin langsung oleh Ketua KPU Abdul Hafizh Anshari dan dihadiri oleh para tokoh antara lain Aisyah Amini (MUI), Muhammad Al Khaththath Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Ramlan Marjoned (DDII), Agusdin (KISDI), Abdus Somad Ngile (Al Irsyad), Fikri Bareno (Al Ittihadiyah), dan Masdar Mas’udi dari PBNU. Juga hadir tokoh-tokoh agama dari PGI, Matakin, dan lain-lain. (lim/mj/www.suara-islam.com)
SYARI’AT ISLAM TANPA TABAYYUN, APAKAH ADA?
Apabila seseorang yang cinta syari’ah dan Islam, maka orang tersebut akan mendahulukan bertabayyun sebelum mengeluarkan berita beraroma fitnah kepada publik. Hal ini terkait dengan artikel yang termuat dalam buletin Al-Islam edisi 356, 23 Mei 2007. Mungkin kasus dana DKP bagi sebagian pihak sudah cukup ‘usang’, namun kebenaran kapanpun harus diungkap agar fitnah menjadi hancur. Buletin Al-Islam, yang merupakan salah satu produk utama HTI, disalah satu paragrafnya menyebutkan sebagai berikut:
“… Bahkan tim sukses pasangan calon terpilih SBY-JK juga mendapatkan aliran dana sebesar Rp225 juta. ICW juga mencatat bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun mendapatkan dana sejumlah Rp 300 juta….”
Berikut ini saya petikkan sebagian dari tanggapan Presiden PKS yang dilansir www.pk-sejahtera.org (Kamis, 24 Mei 2007 ) terkait dengan tuduhan HTI diatas;
“ … PK-Sejahtera Online: JAKARTA—Presiden Partai Keadilan Sejahtera Ir H Tifatul Sembiring menegaskan tidak pernah menerima dana bantuan dari Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia(DKP RI). Hal tersebut diungkapkannya menanggapi adanya tudingan beberapa partai politik yang menerima dana non bujeter DKP. “PKS tidak pernah menerima dana DKP,” tegas Tifatul di Jakarta, Kamis (24/5).
Mengenai Fachry Hamzah yang disebut-sebut oleh Sekjen Rokhmin menerima dana DKP, mengklarifikasi bahwa yayasannya yang bergerak di bidang riset disumbang oleh Rokhmin karena sering konsultasi dengan Fachry dan memberikan tugas-tugas penyusunan konsep.
Mantan Presiden PKS DR Hidayat Nur Wahid menyatakan tidak ada dana dari DKP masuk ke rekening Bendahara PKS dan hal ini telah diaudit oleh KPU. Sementara Pak Suswono secara pribadi pernah meminjam uang kepada Rokhmin sebesar Rp. 100 juta dan pinjaman itu sudah dilunasi kembali, anehnya catatan sekretaris Rokhmin tidak mencatat pengembalian itu.
Hasil Tim Investigasi yang dibentuk PKS sementara menyimpulkan bahwa beberapa pribadi yang menjadi pengurus yayasan, yang mengelola kelompok tani, nelayan dan mengadakan acara-acara baksos pernah mengajukan proposal (secara perseorangan) yang mungkin diidentifikasi sebagai kader PKS, mereka disumbang Rokhmin. Ada yang menyatakan, waktu disumbang tidak etis menanyakan sumber dana. Catatan sekretaris DKP tidak jelas keakuratannya. Jadi harus ditegaskan dengan gamblang dan dibuktikan di pengadilan kebenarannya…. ”
Berita yang di lansir www.detik.com tanggal 20/05/2007 14:31 WIB dengan judul “PKS Juga Bantah Terima Dana DKP” disebutkan sebagai berikut:
“ …Secara institusi PKS tidak terlibat,” kata Ketua DPP PKS Bidang Ekuintek Dr. Shohibul Iman usai peringatan Milad Pks di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Minggu (20/5/2007).
…
Shohibul menjelaskan dana DKP yang diterima oleh kader PKS sifatnya uang bantuan Idul Adha dan bersifat pinjaman. Ketika dipinjam oleh kader PKS, dana itu dicatat oleh pihak DKP. Namun ketika dikembalikan tidak dicatat. Kader PKS tersebut mempunyai bukti kwitansi mengenai pengembalian pinjaman tersebut. …”
Dan berikut ini adalah petikan dari Surat Klarifikasi Fahri Hamzah Ke Badan Kehormatan DPR yang dilansir oleh situs www.fpks-dpr.or.id Kamis, 07/06/2007);
“… Setelah saya pelajari surat dan seluruh berkas yang dilampirkan, termasuk BAP Rokhmin Dahuri yang dibuat KPK, ternyata ICW melakukan kesalahan karena menyebut saya sebagai salah satu dari 5 (lima) anggota DPR-RI penerima dana DKP (sesuai lampiran tanpa nomor halaman). Di sana disebutkan bahwa saya telah menerima dana sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) pada tanggal 8 Februari 2004 dan 9 Juni 2004. Hal tersebut yang dijadikan dasar bagi ICW untuk melaporkan saya kepada Badan Kehormatan DPR-RI karena dianggap telah melanggar Peraturan Tata Tertib DPR-RI pasal 59 ayat (1) dan Pasal 11 Kode Etik DPR RI.
Sehubungan dengan hal-hal tersebut diatas, saya merasa keberatan dan melakukan klarifikasi sebagai berikut:
1. Saya tidak melanggar Peraturan Tata Tertib DPR-RI dikarenakan pada saat itu saya bukan Anggota DPR-RI. Saya baru menjadi anggota DPR-RI sejak tanggal 23 September 2004 sesuai dengan Keputusan Presiden RI nomor 137/M tahun 2004 dan pelantikan saya dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2004. Jadi jelas telah terjadi kekeliruan yang sangat fatal yang dilakukan oleh ICW terhadap saya.
2. Oleh karena itu, saya mohon agar kiranya Badan Kehormatan segera membuat surat klarifikasi kepada ICW mengenai hal tersebut, guna menjaga kewibawaan institusi DPR RI umumnya dan khususnya saya selaku pihak yang dirugikan. …”
..
Semoga ‘kelompok’ yang selama ini lantang menyuarakan jargon syariah dan khilafah (tentu ini sesuatu yang baik) merasa cukup dengan beberapa kutipan penjelasan ini, dan tidak lagi menjadi harokah yang ikut-ikutan latah menebar fitnah (untuk mendapatkan keuntungan tertentu? mudah-mudahan tidak. Amiin)
Saya tidak sepakat jika Sdr. Muhammad Lazuardi (yang saya hubungi via telp di alamat: Hizbut Tahrir Indonesia Gedung Anakida Lt.7, Jl.Prof.Soepomo No.27 Tebet Jakarta Selatan Telp/Fax: 021-8312111, E-mail: info@hizbut-tahrir.or.id ), jika penulisan artikel bernada ‘tendensius’ itu dikatakan sebagai ‘nasehat’ (jika memang benar adanya). Terus kalo berita itu salah?? Harus dinamakan apa selain dari kata ‘fitnah’?
Apalagi artikel tersebut sudah tersebar melalui masjid-masjid yang didalamnya datang manusia untuk sujud kepada Allah. Apakah saat ini masjid sudah menjadi sarana HTI untuk menebar propaganda dan fitnah? Yang saya yakin pasti akan memunculkan dengki dan mata-rantai fitnah (sekali lagi, mudah-mudahan tidak). Dan lebih parah lagi? Artikel tersebut tidak memenuhi kode etik jurnalistik yang harus mengedepankan ‘klarifikasi’ pihak-pihak yang sangat mungkin dirugikan akibat pemuatan artikel tersebut. Media ‘kafir’ saja paham etika jurnalistik, ee.. harokah yang jargonnya syari’ah dan khilafah ko’ menginjak-injak Islam itu sendiri dengan cara mengesampingkan tabayyun atau klarifikasi. Bukankah tabayyun bagian dari tata nilai dan syari’at Islam?
Pertanyaan besarnya adalah, Apa tanggung jawab HTI kepada kaum muslimin untuk membersihkan fitnah ini dan mengakui kesalahan terhadap apa yang ditulis dalam artikel? Apakah akan diulas kembali dengan mencantumkan permohonan maaf kepada kaum muslimin yang sudah teracuni tulisan dalam buletin Al-Islam tersebut melalui media yang sama? Ditunggu aksi dan nyali HTI untuk berani mengakui kesalahan kepada umat ini. (http://rhisy.blogsome.com/2007/06/29/hti-fitnah-pks/)
Bukan yg pertama & pasti bukan yg terakhir ^_^
de javu :)
loh mana ulasan dr pengelola? harusnya tulisan di atas di ulas dong
jangan terlalu fanatik dalam berorganisasi….
jangan taklid buta… cari bukti, benar atau salah?, cari sumber. dll
jangan saling menjatuhkan…
selidiki pembuat berita…
selidiki pembuat blog page ini…
hati-hati terhadap musuh Allah (mengadu domba antara umat)…
yang penting perbaiki akhlaq kita, perdalam ilmu kita, bersatu dalam ukhuwah islamiyah membangkitkan kejayaan Islam, tegakkan agama Allah, lanjutkan dakwah, bentengi diri, jangan termakan isu, dan tetap istiqomah menegakkan dan membela agama Allah….
HATI-HATI TERHADAP MUSUH ALLAH YANG MENCOBA MENGADU DOMBA…….
@ alhakim
anda juga hati2 jika mengatakan musuh Allah
He..he…yang punya blog kayaknya harus buat komunitas satu lagi…..KOMPENG alias komunitas pengangguran alias gak puya kerjaan…hi..hi…hi…
http://www.facebook.com/profile.php?id=1788108927&ref=tn_tnmn
Yang Punya Blog ini sepertinya Antek Yahudi
Sama sekali tidak penting dan tidak menarik..setau saya, jika kita sudah nyemplung dalam sistem kufur (politik praktis) sedikit atau banyak pasti akan ikut terjerumus kedalam kemaksiatan. siapa yg benar antara ICW, PKS atau Pengelola blog ini pun, tidak ada yang tau..Bukti dan Fakta sekarang mudah diputar balikan…jika pengelola blog ini salah, maka ini juga akan menjadi FITNAH yang keji…biarlah berita2 itu umat yang menilai..jika saling menyalahkan seperti ini, jelas keliru..dan saya RAGU sekali, apakah pengelola Blog Ini orang BERIMAN atau BUKAN, karena dari isi nya hanya mencari kesalahan saja. Mereka ini mungkin ingin menghancurkan persatuan umat, saya khawatir mereka ini adalah pesuruh dari segelintir pihak yang tidak bertanggungjawab yg punya kepentingan besar..ada yang setuju dengan saya?
sy se7 mas abdul, sy jadi curiga1 KTNY MENGANJURKAN tabayun KOK MALAH GANTI counter attact dan cenderung membela sefihak. ingat biar bagaimanapun PKS itu parpol model negara kafir, sebersih apa sih parpol di Indonesia ini???
Media ‘kafir’ saja paham etika jurnalistik, ……. (komentarnya)
Ah, jangan banyakin dosa saja akhii,
http://www.facebook.com/profile.php?id=1788108927&ref=tn_tnmn
Blog ini perusak masa depan DUNIA
yang punya Blog ini perusak masa depan DUNIA
Pemilik Blok inI Bukan orang Wahabi / Salafy, ada ciri-ciri yang kurang untuk di sebut Wahabi.
Sepertinya Pemilik Blok inI Bukan orang ISLAM karena ada ciri-ciri yang kurang untuk orang yang ber-Iman islam, meskipun KTP-nya islam.
http://www.facebook.com/notes/heri-purnomo/kondisi-masyarakat-kritis/1803651789569
Yang Punya Blog ini PERUSAK MASA DEPAN DUNIA
Pemilik Blok inI Bukan orang Wahabi / Salafy, ada ciri-ciri yang kurang untuk di sebut Wahabi.
Sepertinya Pemilik Blok inI Bukan orang ISLAM karena ada ciri-ciri yang kurang untuk orang yang ber-Iman islam, meskipun KTP-nya islam.
Yang Punya Blog ini PERUSAK MASA DEPAN DUNIA
http://www.facebook.com/notes/heri-purnomo/kondisi-masyarakat-kritis/1803651789569
pak heri setuju,,,,
ah dasar bknnya berjuabg mlah menghalangi2 orng berdakwah dasar yg punya blog ini antek yahudi.
“… Bahkan tim sukses pasangan calon terpilih SBY-JK juga mendapatkan aliran dana sebesar Rp225 juta. ICW juga mencatat bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun mendapatkan dana sejumlah Rp 300 juta….”
Mas admin..! Yang bilang PKS mendapatkan dana Rp300 juta ICW atau HTI ???
Bukannya HTI tuh emang nganggap semuanya selain HTI itu musuhnya. Malah menurutkan kalian itu yang antek Yahudi. Pake model organisasi versi freemasonry berbalut syariah dan khilafah. Menipu anak – anak muda yang tidak paham politik. What do you think…?
mas pengamat orang PKS ya…? Mas PKS tu isinya org2 islam taat, tapi setelah masuk lingkaran setan di Senayan apakah dijamin masih steril dari mental mata duitan, wong cara kampanye org2 PKS di tempat saya juga pakai duwit lhooo…. Kalo HTI saya belum lihat mata-duwitannya sebab saya bukan orang HT… mas jgn terlalu emosi ya tapi lihat kenyataan aja-lah mana parpol yg ga bermain2 dg uang
I don’t think so,
yang jelas saya lebih melihat bukti, … jadi Demokrasi itu selamanya tidak pernah akan mensejahterakan umat, sampai akhir jaman. siapapun presidennya.
“….qola Deon : “…..wahai manusia berhati-hatilah dalam membuat aturan, gunakanlah qur’an dan hadits sebagai acuan yang cenderung berpihak pada hati nurani, janganlah menjudge sesama orang muslim, ingat musuh-musuh Allah, yang terus-menerus menghancurkan Akhlaq manusia. Karena aturan / UUD itu bisa menjadi karakter seseorang..!!!!” What do U think?”
kamu pemikirannya sama dg saya…. maju terus deon….
salah satu yg perlu dikoreksi sama HT, HT kalo ngadain acara suka mencantumkan:
Pembicara: 1. Ust..Fulan, 2. Ust. Fulan (DPRD..), 3. Ust. ..Fulan (FPI), 4. Ust. (MUI) dan lain-lain.
Padahal ustadz2 yg disebut di atas gak pernah ditelpon2 acan.
Atau kadang memang ditelpon dan mereka datang, namun jadi ladang pembantaian dgn pertanyaan2 yang memojokkan….
Terus, solusinya monoton; “Apapun menu dan hidangan nya, solusinya hanya satu… KHILAFAH”.
Orang kafir aja percaya ( baca George W Bush) akan datangnya pemimpin umat islam (Kholifah) masa antum tidak percaya sebagai orang yang beriman he…he…apa antum gak mau dipimpin oleh pemimpin yang menerapkan syariah islam secara kaffah ?
“Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Alquran, bacaan kamu dibandingkan dengan bacaan mereka tidak ada apa-apanya, demikian pula shalat dan puasa kamu dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka tidak ada apa-apanya. Mereka membaca Alquran dan mengiranya sebagai pembela mereka, padahal ia adalah hujjah yang menghancurkan alasan mereka. Shalat mereka tidak sampai ke tenggorokan, mereka lepas dari Islam sebagaimana melesatnya anak panah dari buruannya.” (HR. Abu Dawud)
Jangan khawatir syariat Islam akan tenggelam, karena Islam ini punya Allah dan Allah akan selalu menjaga agama yg di ridhoi-Nya.
Maka tugas kita adalah perbaiki Aqidah yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah serta dakwah kan.
blog ini dalam mengulas hanya asumsi, tidak menyentuh inti permasalahan yang diangkat. kondisi seperti ini sangat rentan disebut bualan belaka. saya berharap berdialog itu lebih baik.
ada betulnya yang disampaikan, LANJUTKAN ADMIN!!!
nyatanya sampai sekarang yang namanya buletin al islam masih SAMAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!! kalau tujuan khilafah saya juga sepakat tapi konsisten dong dengan yang kalian suarakan sesuai syariat, masa gak ada tabayun datanya cuman ambil comot aja,
kamu bisa buktikan kata2mu an…???
sejujurnya saya bingung dengan hti yang sebenarnya.. seringkali kritis akan tetapi dirinya sendiri alergi kritik.. segala sesuatu mengharuskan islami akan tetapi melihat perilaku orang-orangnya (khususnya yang berkomentar di blog ini) samasekali tidak islami.. apakah itu mencerminkan mentalitas dan intelektualitas hti..? saya tidak tahu.. oh,ya sudah saya download dan baca beberapa buku hti.. ada banyak unsur sentimentil.. kental aroma arabik-nya.. jangan tanya sama saya yang mana karena orang-orang hti kan lebih pinter.. kan kata hti juga jangan taklid buta,ya..? mau bilang saya antek yahudi..? mau melaknat saya kafir..? silahkan.. Allah SWT Maha Adil dan Maha Tahu.. Beberapa kali saya berkomentar atau sekedar berkritik saran di web hti or id juga gak pernah dimunculin.. padahal itu upaya saya untuk mengenal hti lebih lanjut.. cuma mungkin adminnya parno ato alergi abis.. kalo orang bener-bener memperjuangkan kebenaran ia akan senantiasa jujur, terbuka dan berani apa adanya.. adalah aneh kalo tidak begitu.. siasat..? mungkin juga kata ini bisa dipake tameng untuk muslihat dan kemunafikan.. saya tak bilang hti itu salah.. tapi juga tak bilang hti itu adalah benar adanya..
mas anda sedang bingung ya..? blog ini bukan milik HT tapi milik “kominitas HT”, agaknya anda orang yg bijak
Dari isi blog ini, ketahuan kemana arah dibuat blog ini..
tulis alamat/kantor/no telp,trimakasih
saya baru gabung,… begini ikhwah sekalian, saya hanya ingin berkomentar bahwa yg diperdbatkan ini semua masalah ijtihadiyah. yg namanya ijtihadiyah selalu saja ada pro-kontra tdk hanya org2 yg awam bhkn para ulamapun demikian. jadi menurut saya tdk apa2 kita saling tukar pendapat tapi jauhilah kata2 yg kasar, ketus, sinis dsb… alangkah baiknya jika didasari atas cinta sesama muslim apapun organisasi atau harokahnya. masih banyak PR umat yg akan digarap, mari kita bergerak sesuai dgn metode dakwahnya masing2 tapi, saling menutupi kekurangan, dan jangan berkomentar ini itu yg justru tenaga kita habis hanya utk ini, sementara org2 kafir, sekuler melihat kita tertawa….
bagi saya apapun harokah yg ikuti seseorang (selama masih ahlus sunnah) tdk masalah, krn yg ada sekarng memang masih “jama’atun minal muslimin” bkn “jama’atul muslimin”, ibarat dalam cerita ada beberapa org buta yg disuruh meraba-raba seekor gajah kemudian menceritakan bentuk gajah itu seperti apa…. yg satu mengatakan, “gajah itu seperti piring”, itu benar krn ia kebetulan memegang telinganya. yg lain lg berkomentar, “kamu salah, gajah itu seperti pohon”. itu krn dia memegang kakinya. yg membantah, “gajah itu seperti ular kok…” itu benar juga krn dia meraba belalainya. begitulah seterusnya……….. krn memang org2 buta tsb menyebutnya sesuai apa yg mereka raba. Padahal gajah itu adalah terdiri dari daun telinga yg lebar, kaki yg besar, belalai yg menyerupai ular. nah kalau kita berpikirnya secara utuh dan konprehensip maka begitulah sebaiknya kita memahami Islam. mhn maaf kl ceritanya ada kekeliruan. syukran
oya… kayanya kurang asyik kalau yg masuk surga itu hanya satu golongan (harokah) aja. kenapa gak rame-rame kita masuk surga… pintu surga itu kan banyak, nah, kita tinggal pilih yang mana tentu sesuai dgn amalan masing2. selesai toh.. gitu aja repot . sekali lagi maaf ya..canda doang (tapi serius)
@agus yang dirahmati Allah,
Semua muslim ahlut tauhid pasti masuk surga, namun masalahnya sebelum masuk surga akan dihisab dahulu di neraka dengan bobot siksa sesuai kesalahan nya di dunia.
Jadi saya tidak pernah mengatakan HT tidak masuk surga, namun barangkali HT akan disiksa lebih lama daripada teman-teman yang di Muhammadiyah misalnya.
Mohon maaf itu sekedar gambaran kasar saja, namun intinya semua yang bertauhid pasti akan masuk surga.
masalah masuk surgax seorang cuman Allah yang tahu pak Admin,,,, karna Admin ini sangat berilmu tinggi jadi dia uda tahu berapa lama seorang disurga juga neraka,,, ato sebelum masuk surga dihisab dulu,,,, hebat bangat deh ini Admin kayakx uda kalah deh para malaikat bahkan posisi admin uda menyamai Allah,,,, Astaghfirullah Hal ‘Azim,,,, wallahu a’lam
@ iksan yang saya muliakan,
Masalah seseorang masuk surga atau tidak itu hanya Allah yang tahu, saya hanya mengatakan apa yang disampaikan Rasulullah shallallahualaihi wa salam bahwa semua yang bertauhid akan masuk surga namun sebelum masuk surga akan dihisab di neraka sesuai berat kesalahannya.
Jadi yang menyimpang meskipun ia mukmin maka ia akan masuk neraka dulu dengan lama dan berat hukuman sesuai kadar penyimpangan yang ia lakukan, baru setelah selesai hisabnya ia akan diangkat dari neraka ke surga.
Inilah aqidah kami ahlus sunnah, adapun aqidah HT dalam perkara ini saya kurang paham karena hadits-hadits aqidah ahlus sunnah memang banyak yang ahad lafadznya namun mutawatir ma’nanya.
Wallahu ta’ala a’lam
Pengen nanya nih akh, apakah antum tahu bahwa antum masuk syurga? Apakah antum sudah tahu apa yang ditulis di lauh mahfuzh? klo tidak, knapa “memvonis” orang HT lebih lama di neraka sedang antum tidak tahu apa yang tertulis di lauh mahfuzh? Boleh tunjukkan dalil shahihnya?
@Hugo yang dirahmati Allah,
Jika saya sampai mati nanti masih bertauhid maka saya akan masuk surga, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits hadits ahad yang shahih riwayat bukhari muslim.
saya mencontohkan HT lebih lama dineraka daripada muhammadiyah bukan berarti kenyataan nanti pasti demikian, mohon dicermati kata-kata saya bahwa hal itu hanyalah contoh permisalan.
Bisa jadi setelah ini HT akan melakukan koreksi total terhadap penyimpangannya sehingga bisa menyelamatkannya, wallahua’lam
Mo nanya lagi ni akh :), bukannya ditulisan antum yg lain, antum menulis bahwa Allah sudah menentukan perbuatan dan “tempat akhir” manusia? apakah tidak kontras dengan pernyataan antum? Jadi mana yg harus ana yakini? apakah perbuatan ana didunia ini menentukan “tempat akhir” ana atau perbuatan ana di dunia tidak mempengaruhi sama sekali “tempat akhir” ana nanti?
Tidak kontras akhy fillah, karena ana juga sampaikan bahwa Nabi mewajibkan kita berikhtiar meskipun taqdir kita sudah ditentukan, karena Allah tidak pernah membocorkan rencanaNya kepada manusia sehingga manusia tidak tahu apa yang akan menimpanya esok.
Perbuatan kita menentukan tempat akhir kita, tapi perbuatan kita juga adalah taqdir Allah, semua adalah taqdir Allah.
Semua manusia di hisab atas amal yang ia lakukan dan semua itu adalah taqdir Allah.
Apa yang terjadi pada kita esok hari itu Allah sudah tahu, jadi Allah sudah menentukan jalan kita, namun manusia tidak diberitahu Allah apa yang ditaqdirkan padanya, untuk itulah ia harus berusaha.
Berarti ada pilihan dari kita apakah kita akan bertauhid atau tidak? Apakah ada takdir yang bisa kita pilih? karena bertauhid akan mendekat ke surga sedang tidak bertauhid mendekat ke neraka, dan apakah itu juga pilihan takdir? Lantas apakah ada peran akal dalam memilih tersebut?
Dan dari apa yg antum katakan berarti, belum tentu antum masuk syurga, karena meski antum bertauhid, sudah ada takdir Allah yang menunggu yang antum belum ketahui apakah antum masuk syurga atau neraka.